A. N. S

A. N. S
Lancar Kayak Jalan Tol



"Assalamu'alaikum sayang, sudah siyap berangkat belum ? Ini sudah jam Sembilan."


"Wa'alaikumussalam warrohmatullah mas.... Hehehe maaf aku ketiduran tadi pas baca bab skripsi itu. Hei ...."


"Iya Ndak papa, sayang. Lanjut tidur apa konsultasi nih ?"


"Iya aku siyap-siyap dulu..."


" Baiklah, mas lihat Ibuk sama petani-petaninya dulu soalnya tadi masih ngisi tanah di polibag tempat semai." Masyaa Allah begitu tanggung jawabnya dia sama skripsiku.


...****************...


"Mari masuk Fal. Mana si Ahmad. "


"Assalamu'alaikum, Bu Yeti."


"Wa'alaikumussalam warrohmatullah, Ahmad, Falya. Mari masuk ke ruangan Ibu." ajak Bu Dosen Yetie begitu ramah ke kami.


Grogi juga konsultasi didampingi suami. Setahuku konsultasi itu disana tempatnya, sambil ku lirik meja sidangnya. Tapi kok di ruang tamu dosen Yetie, ngajakin suami lagi. Jadi nervous gak biasanya apa-apa didampingi suami.


"Mad, sampai bab berapa skripsinya ?" tanya Ibu dosen pembimbingku. Kok malah yang ditanyain suami sih. Kok Ndak aku, ya.... Wah ada yang tidak beres kurasa nih...


"Alhamdulillah istri sudah menyelesaikan bab satu sampai tiga, Bu. Tadi malam sampai terkantuk-kantuk di depan komputer." terang Ahmad yang merekam kejadian tadi malam.


"Falya,,,,yang mengerjakan si Ahmad apa kamu sendiri ?"


"Mas Ahmad Bu, saya hanya judul bab satu saja dan konsep dasar penelitian."


"Pasangan Suami Istri Romantis. Sama-sama murid kesayangan saya. Ndak papa Fal, kamu dibantuin si Ahmad. Tapi ingat kamu harus paham betul konsep judul kamu dan alur treatment yang kamu terapkan di penelitian kamu. Masalahnya ini kamu kerjasama dengan perusahaan benih tempat kamu magang."


"Iya, Bu. Saya paham. "mas Ahmad tersenyum memberikan semangat.


"Setelah saya lihat, bab satu sampai bab tiga kamu. Sudah bagus sudah sesuai dengan konsep yang kamu ambil. Menurut saya sudah bisa seminar awal Minggu depan."


"ACC dari saya, saya tanda tangani seminar proposal kamu. Selanjutnya bisa konsultasi ke dosen Sulistyo, kebetulan hari ini beliau juga datang ke kampus. Jadi kamu bisa langsung menemui beliau. Sampaikan dari Bu Yetie sudah ACC."


"Iya, Bu. Terima kasih banyak."


"Hei berterimakasihnya bukan ke Ibuk, ya. Tapi ke Ahmad yang sudah bantuin kamu."


"Kalau itu nanti Bu, kalau sudah di rumah."jawab mas Ahmad sembari tersenyum. Dan aku hanya meliriknya. Apa Ndak capek nih orang. Mas mas....bisa bisa aku turun berat badanku. Hufttt....


"Hari kamis bisa lanjut ke Seminar awal, ya Fal. Ibu tunggu kabar selanjutnya. Lebih cepat lebih baik. Biar bisa ikut Wisuda bulan Februari."


"Iya, Bu. Hari rabu pagi, In Syaa Allah saya info kembali. Terima kasih banyak, Bu." Akhirnya kami pamit hundur diri dan berniat menemui dosen Sulistyo di ruangannya.


Alhamdulillah beliau ada di ruangannya. Dan lagi-lagi mas Ahmad juga menemaniku untuk konsultasi masalah bab satu sampai tiga.


Alhamdulillah dari dosen Sulistyo menyatakan ACC juga. Tinggal menyiapkan tempat seminar, peserta seminar dan pemantapan materi.


Di akhir pertemuan dengan dua dosen, lanjut mengajukan berkas seminar awal di petugas TU kampus. Guna beliau menata ruangan yang dipakai untuk hari Kamis besok.


"Terima kasih, mas. Sudah bikin skripsi awalku lancar. Jadi aku Ndak susah mikir. Cukup tertidur sudah ada yang ngerjainnya." sambil ku lingkarkan kedua tanganku di pinggangnya. Saat dia sedang menjalankan sepedanya.


"Iya, sama-sama, jangan lupa dikasih tips ya biar jadi tips lelahnya." sambil terus mengendarai sepedanya.


"Apa itu... berapa tips lelahnya ?" sambil ku peluk suami idaman ini.


"Nanti ajah..ya sayang."


"Apaan sih...gak ngerti deh aku, mas ? Hemmm....."


Dia hanya tertawa kegirangan bisa nggrecokin istrinya yang langsung malu merah padam kayak kepiting rebus.