
"Aku mau pulang nanti habis kuliah, Ndut. Pulang ke rumah Ngawi. Besok kan gladi ya dua hari para senat dan panitia. Aku gak termasuk. Kamu panitia kan."
"Looo...kamu Ndak lihat acara gladi bersihnya."
"Buat apa...???"
" Ada kak Ahmad."
"Aku suruh ngapain."
"Ya kali aja kamu dikasih undangan. Trus kamu bisa datang sebagai tamu kehormatan untuk Kak Ahmad." hmmm...nih anak Alhamdulillah Ndak tau kalau aku sudah dapat undangan wisuda dari Kak Ahmad. Tapi aku ogah ngomong. Malah aku Ndak boleh pulang berlibur santuy....
"Enggak aku mau pulang. Pusing aku mau meliburkan diri. Males banget libur ada tugas makalah. Dah pokoknya gak bisa diganggu gugat. Okey...!!!"
"Ya udah aku ngalah. Awas nanti kalau ada undangan dari Kak Ahmad kamu harus datang. "
" Okey...siyap...wis yooo aku mulih." (Okey, siyap. Dah ya aku pulang). sambil menenteng tas ranselku aku segera menaiki bus Antar Kota Luar Propinsi Alias di jaman itu masih tenar dengan nama Sumber Kencono.
******
Selasa pagi para panitia dan senat yang beranggotakan teman-temanku yang ditunjuk dosen dan aku lolos tidak kebagian job. Bersyukur Alhamdulillah bisa jingkrak-jingkrak di rumah sambil ngomporin tuh anak-anak panitia pikirku. Hahaha....
"Ndut, Falyanthuk mana. Gak kamu ajak kesini ?" tanya AW si woro temenku yang paling pandai dan kritis ini.
"Wooo....yo Ra apik blas noo acarane Iki..??" (woo...ya gak jadi baik noo acara wisuda ini).
"Piye, w. Falyanthuk gak enek ?" sambung si Dewik. (Gimana W, Falya tidak ada di Solo).
"Mesti melarikan diri Ki bocah !" Sambung si Sartinuk. (pasti melarikan diri ini anak).
"Sik to Iki Ono opo to. Wong mung Falya mulih wae sampek di bully koyongene. Bocahe wis pamit Karo aku. Gak teko neng wisuda Iki." eyel gendut menjelaskan ketidakhadiranku. Dan tampaknya ia tampak bingung.(Sebentar ini ada apa ya. Orang Falya pulang kok harus dibully seperti ini. Anaknya sudah pamit sama aku. Enggak datang di wisuda besok.
"Lohhh...Kowe opo ora ngerti, Ndut. Falyanthuk Ki oleh undangan wisuda ko Mas Ahmad ?" Woro menerangkan pada Gendut. Yang dijelaskan melongo.....(Lohhh ..kamu apa tidak tau, Ndut. Falyanthuk itu dapat undangan wisuda dari mas Ahmad).
"Mosok....wah bocah e ora ngomong. Wah sengojo koyone bocah Iki. Sik-sik tak telpon e." (Masak sih, wah Falya enggak bilang. Wah sengaja kayaknya anak ini. Tak hubungannya dulu semoga nyambung).
"Enggak nyambung, Ndut. Sudah aku hubungin berkali-kali. Mungkin hp nya di charge kalau endak sengaja dimatiin. Soalnya tadi pas baru mau mulai gladi Kak Ahmad sudah nyariin si Falya. Trus aku pikir dia di kos. Tak cari di kos Ndak ada kata Ibu kos nya dia. Udah pulang dari kemarin siang." Terang si Piterzon yang anak Lampung. Sampai segitunya ya bingung banget nyariin aku. Aku bukan orang penting Lo ya...
"Wah ini...mesti aku harus nyamperin ke rumahnya di Ngawi sana. Ini pasti sengaja nih anak. Ya sudah, besok kamis pagi jam 11.00 tak pastiin dia sudah sampai sini."
"Loh kamu ikut Koor Lo, Ndut."
"Ahhh tugas negara lebih penting. Dam,,gantiin aku Koornya ya...kamu biar digantiin si Types." Gendut mengatur-ngatur tugas di acara wisuda nanti. Dia hanya geleng kepala. Aku kibulin dia.