
"Assalamu'alaikum, dik. Boleh saya duduk Bersebelahan di samping dik Falya ?" kaget Terbata dari lamunanku. Dan aku Berkali-kali terkesima dengan Kehadiran kak Ahmad yang meminta izin untuk duduk di sebelahku sambil menenteng sepatu kulit coklatnya.
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi, kak Ahmad. Iya kak, silahkan." sambil ku duduk kembali dan kita memakai sepatu yang Hampir Bersamaan.
"Kak, Ahmad juga sholat jama'ah di masjid ini, ya ?" tanyaku pelan delan sedikit malu.
"Iya, dik. Alhamdulillah saya Dipercaya jadi mu'adzin dan sekaligus imam tiap hari Kamis." hah... Masyaa Allah itu tadi benerkan suaranya seperti ku kenali dan sangat tidak asing di telingaku.
"Masyaa Allah itu tadi Suaranya merdu kak Ahmad ya, Ternyata. Lantunan kalimat surat pendek dan qolqolahnya pas banget kak. Sempurna Ndak ada yang salah sama sekali." yang ku katakan ini Benar adanya dan Kak Ahmad Tersipu malu dan membuang pandangannya dari pandangku. Dalam hatinya cewek ini Sempurna, memahami dan paham masalah aqidah.
"Masyaa Allah kamu mahasiswi sholekhah yang ku kenal. Baru kali ini menemui mahasiswi secerdas kamu dik." hahh aku Tergelak. Malu juga sih dibilang Seperti itu. Apa Terlalu Transparan dan Jujur ya saya menyampaikan itu. Kami Tersipu malu berdua.
Setelah semua sepatu kami pakai, aku Segera pamit ke Kak Ahmad untuk meninggalkan mushola dan hendak menuju kelas di fakultas Pertanian.
"Kak, saya minta izin dulu ya. Mau menunggu di kelas Ilmu Tanah. Jam masuk kuliahnya habis Dhuhur." izinku dengan menundukkan kepala, pandangan kami hanya Berbatas janggutnya dia saja. Pamali anak perempuan melihat pandangan laki-laki.
"Kita barengan saja. Kita searahkan."
"Oiya kak, baik. Mari.." sambil aku mengikuti Kak Ahmad di belakangnya.
"Maaf kak. Saya puasa Sunnah Senin Kamis. Kak Ahmad aja yang ku ingatkan untuk makan siang." Dia semakin Yaqin aku cewek muslimah katanya.
"Masyaa Allah, mahasiswi jaman Now masih melakukan sholat jama'ah dan puasa Sunnah. Enggak dik, saya juga sedang puasa Sunnah." Eh Ternyata dia juga sedang melakukan puasa Sunnah. wah kami Benar-benar takjub Antaranya aku dan kak Ahmad.
"Mmhh..sudah jadi kebiasaan kak dari SMA. Alhamdulillah sudah Terbiasa melakukan puasa Sunnah Senin dan Kamis. Dan Alhamdulillah juga kadang puasa Ayyamul bidh."
Dan kak Ahmad semakin takjub pada akhwat yang sedang diajak Berjalan menuju kelas Ilmu tanah itu. Namun suasana kelas masih sepi, aku Beranjak Keluar kelas kembali dan hendak menuju ruang Perpustakaan.
"Kak, kelihatannya kelas saya sepi. Saya ke Perpustakaan dulu aja kak. Biasanya teman-temanku sudah disana. Saya permisi dulu ya kak." Kak Ahmad mengangguk dan Tersenyum. Ia kemudian Berjalan mengikuti jejak ku menuju ruang perpustakaan, agar tidak ketahuan dia mengikuti dan menjadi obrolan bagi kaum mahasiswa pertanian angkatannya dan angkatanku.
****************
Di Perpustakaan gang lorong dekat fakultas ekonomi. Ku memasuki ruangan itu. Walah.... begitu masuk di perpustakaan itu ada kak Koma dan kak Kina. Kak kina Tersenyum sinis begitu aku memasuki pintu perpustakaan itu.
Bismillah ku Berjalan dengan tenang. Yaa Allah semoga aku tidak dipamah olehnya kembali. Sedang teman-temanku duduknya persis tepat di bangku belakangnya dua sejoli itu. Duhhh mati kutu aku. Duhhh apa iya aku harus menyapa dua sejoli itu.