
Sebulan dua bulan hingga habis semester satu dan ku lewati semester dua. Tampak kuliah itu menyenangkan, punya banyak teman. Bisa mengenal teman antar jurusan dan fakultas.
Bisa cerita dan guyonan di kampus bahkan bisa sampai berjalan makan diluar sambil nongkrong di angkringan hiik atau sekedar nongki di pinggir jalan. Terasa membahagiakan.
Kata lagu kenangan masa SMA itu masa yang membahagiakan, begitu pula masa kuliah masa peralihan antara ABG dan dewasa. hihihi....
Yang jelas ya....kuliah itu bisa lihat cowok cakep dari adik kelas hingga kakak kelas tingkat atas bahkan yang beda jurusan pun bisa kita lihat disini di kampus ini.
Selepas semester kedua menginjak semester tiga. Itu berarti aku bertemu lagi secara rutin dengan Kina pacarnya Kak Koma yang senewen melulu bawaannya sama aku.
Di semester tiga ini Kak Kina menjadi asisten Pemuliaan Tanaman I. Duhhh pasti aku dipersulit deh, dan aku sudah illfill sama tuh cewek.
Pastinya nilaiku jelek deh. Yaa Allah ...gimana nih..... Apa aku harus bilang ke Kak Ahmad. Ahhh betapa manjanya aku sama kak Ahmad. Enggak-enggak ntar dikatain apa coba.
Dan lagi nih, Kak Koma juga jadi asisten Praktikum Ilmu Tanah II, Yaa Allah.... mati kutu deh... Padahal aku kan gak banget sama mereka berdua tuh. Apa aku harus baik-baikin sama dua kakak asisten itu.
Padahal praktikum itu sulitnya minta ampun. Katanya pacarnya Tintin yang juga kakak kelas satu semester diatas kita. Huhhh ....menyebalkan.
Semester kedua kemarin aku sih baik-baik saja karena ada kak Ahmad yang selalu bantu aku melerai dengan dua bucin itu. Sekarang Kak Ahmad sudah semester tujuh, Kak Ahmad jarang ke kampus. Karena kak Ahmad sudah skripsi dan tanam crop di lahan sawahnya. La sekarang dia jarang ke kampus. Paling kalau ke kampus pas konsultasi sama dosen. Itu pun kita jarang ketemu.
Alhamdulillah ku lihat pengumuman di dinding kampus, Praktikum di laboratorium dimulai Minggu depan. Jadi aku bisa bersiap-siap ngumpulin energi dan keberanian untuk ngadepin mereka berdua.
Hari ini hari Jum'at, selepas Ashar nanti aku dijemput kakakku. Kakak kandungku yang waktu itu dari aku semester satu mengiringi langkahku kuliah sedang kakakku mengikuti kursus bengkel sepeda di Klaten.
Aku menunggu kakakku datang di halte seberang jalan kampus. Dari kakakku memang bilang gitu. Soalnya sudah ditunggu Ibuk di rumah. Sudah seminggu Ibuku ingin bertemu dengan kita.
Kebetulan kita tinggal di Ngawi yang letaknya perbatasan antara Sragen dan Ngawi. Jarak tempuh antara Solo dan perbatasan Ngawi itu, jika naik bisa sepeda bisa satu jam cukup membuat pantat capek dan pantat ini panas.
Yang lama itu harus melewati jalur Sragen. Karena rute jalan Sregen itu luas dan memakan waktu lama untuk melewatinya.
Setengah empat kakakku belum sampai. Okey lah aku tunggu aja. Ku lihat Kak Ahmad selesai dari dosen pembimbingnya. Hendak melewati gerbang.
Seketika melihat aku yang akan diboncengin oleh kakakku. Dari senyum yang akan ditebarkan padaku, akhirnya ia menarik senyum itu ke dalam hatinya.
Mungkin dia merasa kecewa. nanti saja lah hari Senin jika dia ke kampus lagi aku akan menjelaskannya. Cowok yang memboncengkan aku adalah kakak kandungku, Kak Ahmad. Apa mungkin dia kecewa. Oohhh tau aku, aku dicium pipiku oleh kakakku tadi. Iyaw.....pantesan gelagat kak Ahmad tak mengenakkan dan berlalu bersimpangan dari sepeda kakakku.
Ya...mau gimana kakakku kalau mau kemana atau dari mana pasti mencium aku. Biasa itu...pikirku. Kakak laki-lakiku ini terlalu sayang sama aku. Jadinya gini kayak pacaran. Yang gak tau pasti disangka beneran pacaran.