A. N. S

A. N. S
Lolos dari Serangan Bucin



"Falya, nanti kamu ada Praktikum jam berapa di kampus II ?" tanya Agus anak Teknik itu.


"In Syaa Allah jam 13.00 kak. Habis kuliah siang."


"Selesai di jam berapa?"


"Emangnya kenapa kak ?" jawabku sambil tersungging senyuman.


"Mm...enggak, aku ingin sekali mengajak kamu di kelas gambarku nanti sore habis Maghrib."


"Kok tumben ?"


"Tumben gimana maksudnya ?"


"Ya tumben saja. Biasanya kan sama kak Daniel. Kemana kak Daniel, kak ?"


"Mmm...Daniel ada tugas gambar di studio lain."


"O begitu. Iya, kak. In Syaa Allah ya. Tapi saya bisanya habis tilawah Maghrib menjelang Isya'. Terus jam 20.00 harus sudah di kos. Gimana ?" Karena peraturan kos mengharuskan pukul 21.00 gerbang sudah ditutup dan tidak ada lagi jam berkunjung. Aku yang lebih memilih jam 20.00 karena itu sudah aturan di keluargaku. Jam terakhir masuk rumah di jam 20.00.


"Iya Ndak papa, Fal. Tenang saja di studio anak sipil ramai kok situasinya. Juga ada anak ceweknya. Tapi mayoritas mereka pada ditemenin pacarnya. Ya cuma sekedar ditemenin ngobrol aja. Ndak lebih. Jadi jangan takut." terang kak Agus padaku meyakinkan sekilas aku merasa takut sebenarnya. Jaga jarak kan boleh.


"Kamu pergi ke kampus II sama siapa dan naik apa ?"


"Sama Beta naik sepedanya, kak. "


"O, Ndak usah kak. Nanti merepotkan. Sudah janjian sama Beta. Maaf ya... Dan terima kasih atas perhatiannya."


"Oh iya, Fal. Hati-hati ya.."


...****************...


Alhamdulillah praktikum Pemuliaan Tanaman sudah kelar. Dilanjut besok dua hari berturut-turut, karena belum selesai. Masih ada preparat yang belum diamati. Semangat...semangat...untuk aku. Karena Alhamdulillah kak Kina ndak bikin ulah kepadaku.


"Dik, kamu ternyata cerdas ya ilmu pemuliaan tanamannya. Semangat terus ya. Besok akan ada tes pengamatan dan kamu harus bisa, kalau tidak bisa kamu akan berhadapan denganku beserta hukuman-hukumannya."


"Iya kak, Siyap. In Syaa Allah. Terima kasih atas perhatiannya." hahhh....mimpi kali ya disemangatin kak Kina. Tapi ujung-ujungnya dia pepetin aku. Huahahahhahaa ....... emoticon tangis membahana. Siyal betul sih jadi aku Falya...Falya ..


Huft.....ku banting tubuhku pada kasur kos ini. Begitu teringat kalimat Kak Kina itu. Nyesek banget. Masak aku harus kursus pemuliaan tanaman ke kakakku yang berada di Kediri agar aku tak kena hukuman kak Kina. Payah deh payah.....


Hari kedua dan ketiga praktikum pemuliaan tanaman sudah terlampaui. Ku amati secara hati-hati dan fokus laporan itu. Nanti suatu saat ketika tes Hasil pengamatan oleh Kak Kina aku tidak jatuh. Memalukan dunia persilatan pikirku. Hhhh ..aku harus lolos.


Tiba saat pengumuman Hasil tes laporan pengamatan praktikum Kak Kina, betapa senangnya hatiku. Aku dinyatakan lolos. Dan aku terbebas dari jeratan Bucin Kak Kina yang masih bertengger di hatinya.


"Padahal pemuliaan tanaman itu sulit Lo. Kenapa dia bisa dengan mudah memahaminya." Ghibah Kak Kina pada Kak Koma. Di lorong tangga itu beserta kawanan selevel mereka berbisik dan berbicara.


Lamat-lamat ku dengar pembicaraan mereka. Hahhh ada yang syirik sama kelulusanku. Alhamdulillah Yaa Allah, tak henti-hentinya aku mengucap syukur. Dan akhirnya Kak Kina tidak bisa melancarkan aksi bucin cemburunya itu padaku. Kalau aku tidak lulus itu sama halnya, aku memberikan rasa malu pada kakakku yang breeder cabai. Semua juga berkat dorongan kakakku. Terima kasih kak...