
Jam delapan tepat...para dosen penguji dengan seragam kebangsaan almamater universitas bersiyap menuju ruang sidang pendadaran. Satu persatu beliau-beliau mulai memasuki ruangan.
Dari urutan pertama Dosen Sulistyo, Dosen Yeti, Dosen Teguh dan Dosen Sabdo. Masyaa Allah itu mahhh dosennya sangat-sangat killer dan mematikan semua Yaa Allah.
Ini kenapa aku lupa update siapa-siapa pengujiku. Ahhhh aku terlalu sibuk dengan kerjaan skripsiku sendiri dan dunia marketingku. Ini mah dosen senior dan terbaik semua....serta terkritis. Pasti ada jebakan Batman nya di penguji ketiga itu. Mister Tekuh.
Masyaa Allah, kenapa dikumpulkan jadi satu kayak gini. Seperti yang diujinya, mahasiswi terpintar saja. Saya mah biasa saja gak pinter banget atau cerdas banget. Masih dibawah AW tingkat kecerdasanku. Apa mungkin skripsinya yang istimiwir. Karena kaitannya dengan proyek perusahaan benih ternama. Mungkin saja.....
Mas Ahmad kenapa kamu tak mengingatkan. Wahhh jadi pikiranku kemana-mana kan. Hahhh entahlah...kalau pagi ngurusin skripsi siang sampai malam bergelut dengan perbenihan.
"Mas,,, aku mau cerita. Tapi jangan dimaraihi ya !!! "
" Apa ?" senyumnya mas Ahmad aduhai menggoda. Ahayyy....
"Aku lupa tidak update dosen penguji, kemarin !"
"Hah....?"
"Ini kenapa dapatnya penguji yang senior, terbaik dan terkritis Abizzz...!"
"Bukannya kemarin sudah aku ingatkan pembimbing kamu Dosen ini ini ini dan itu ?"
"Heihhh hiya...aku lupa."
" Yaa Allah hemm...ini kamu bandel banget. Ndableg. Mentang-mentang marketing profesional aja ngremehin." ujar suami.
"Hah....lohh nggak kayak gitu. Saya juga manusia mas, tidak luput dari lupa."
"Dah mas percaya. Kamu pasti bisa menghadapi penguji terbaik di kampus ini. Ayolah semangat sayang. Itu dosen pembimbing sudah mengkode kamu."
Teman-teman memberikan dukungan dan menyalami aku secara bergantian. Terakhir mas Ahmad, memelukku dan membisikkan sesuatu.
"Semangat ya sayang, Mas tunggu disini dengan keberhasilanmu menaklukkan mereka. Mas mencintai kamu." Masyaa Allah apakah aku harus berubah menjadi Naruto bisa menaklukkan kekuatan manusia super Masyaa Allah mas...makasih ya semangatnya.
...****************...
Bismillah.......
"Assalamu'alaikum Bapak, Ibu Dosen..." ketuk pintu ruang itu dan ku ucapkan salam kepada beliau-beliau.
"Wa'alaikumussalam warrohmatullah..." beliau-beliau menjawab salamku secara bersamaan.
Pintu ku tutup.....
Saling bertegur sapa
Membacakan sinopsis bab pertama.
Bab kedua.
Bab ketiga.
Bab keempat.
Bab kelima alias pembahasan.
Bab keenam alias kesimpulan
Pertanyaan pertama
Pertanyaan kedua
Disanggah penguji ketiga
Penyanggahan ditambah penguji keempat
Diskak dosen penguji pertama
Agak diberikan kemudahan dosen pembimbing kedua
Lanjut pertanyaan kedua, jawaban diskak penguji kedua. Penguji ketiga menimpali. Disanggah penguji keempat. Dipermudah oleh penguji pertama.
Penguji ketiga yang ahlinya perancangan percobaan, menghitung angka pengamatan. Yaa Allah aku khawatir tentang ini tapi aku Yaqin, Bismillah mas Ahmad Ndak mungkin salah penghitungan rancobnya.
Dosen penguji ketiga ini memang tidak bisa diremehkan ego tinggi juga mematikan tanpa ampun. Huft.... Bismillah Yaa Allah.
Penguji keempat bersitegang dengan penguji ketiga, yang notabene memang beliau tidak pernah cocok dengan penguji keempat. Yang ku kenal sangat baik dan bahkan menjadi idolaku. Alhamdulillah penguji keempat sangat tau betul karakteristikku, beliau sangat-sangat membantu aku ketika penguji ketiga menyerang dengan pertanyaan.
Pertanyaan oleh penguji keempat, dosen yang sangat-sangat baik Budi, agamanya sangat kuat, ramah dan kharismatik. Pertanyaan yang sangat ku pahami, intinya beliau sangat interest banget ada mahasiswa yang sudah berprofesi sebagai marketing handal sekaligus calon Breeder pemegang hasil F2 yang sudah disilangkan serta menghasilkan keturunan yang baru, dan selanjutnya masuk dalam trial.
Terima kasih dosen Sabdo.... Senyum ramah mengembang dan applause kencang dari beliau dan disusul oleh penguji pertama dan kedua yang saban hari menemani langkahku.
Bab enam alias penutup.
Sambutan hangat dari para penguji. Beliau-beliau mengucapkan selamat atas ujian pendadaranku yang Masyaa Allah sangat tegang pertanyaan dan jawabannya, tapi Alhamdulillah aku diberikan kekuatan, kelancaran dan kemudahan dari Allah SWT. Aamiin yaa Robbal'alamin. Alhamdulillah Yaa Allah. Sujud syukur langsung aku harurkan untuk Robb ku. Subhanallah Masyaa Allah.