
"Buk, Kulo nyuwun pamit. Falya Kulo ampil. Kagem ndherek panitia wisuda. Mangke sonten Kulo manthukne mriki maleh." ( Buk, saya minta izin pulang ke Solo. Falya saya pinjam untuk ikut panitia Wisuda. Nanti sore In Syaa Allah saya kembalikan ke rumah).
"Iya, nak. Ndak usah dikembalikan. Biar di kos saja. Besoknya biar pulang sendiri Ndak papa. Biasanya juga pulang sendiri."
*****
Setelah berpamitan dengan Ibuku. Gendut melajukan motornya dengan kencang berharap tidak ketinggalan acara wisuda kakak kelasnya.
Aku hanya diam tak mengerti dengan intrik yang berkecamuk di hati. Nih anak. Udah tau kamu suka sama aku. Tapi kamu gak mikirin perasaan kamu sendiri. Kamu malah mikirin perasaan orang disana dan pikiranku.
Diam seribu bahasa mungkin itu lebih baik daripada di bully si Gendut mati-matian. Nih anak kalau sudah marah... Cerewetnya nglebihin aku. Jadi jutek bawaannya.
"Alhamdulillah sudah sampai tepat sebelum dluhur. Aku kabarin teman-teman dulu. Biar tidak pada kebingungan mikirin kamu."
"Ndut, boleh tanya !"
"Serius nih kayaknya."
"Duarius Xinatra !"
"Haahhh...di perjalanan saja kamu gak berani ngomong apa-apa. Apa yang kamu mau tanyakan sama aku ?" sambil dia mengetikkan banyak pesan di SMS memberikan kabar tuan putri sudah datang. Hiyahhhh...hihihi....
"Kamu itu ngapain coba, memperjuangkan cinta orang lain ketimbang perasaan kamu."
"Karena cinta tak harus memiliki, Fal."
"Hah.....!!!"
"Ho oh, betul..." sambil aku ketawa melihat tingkah Gendut yang ngrekam gaya bicaraku ketika aku sindir dia.
"Ayo kamu harus sholat dulu, aku kan Nasrani. Aku antar kamu dan kawal kamu sampai pagar kos. Awas melarikan diri. Nanti aku tunggu di depan bakso Bu Gito."
"Melarikan diri maksudmu. Palamu peyang....emang kamu suruh aku lompat dinding kos ini apa ?" dah mulai rame kalau dah kayak gini. Makin tak ada yang ngalah. Dan Gendut hanya tertawa... Terkekeh-kekeh.
*****
"Piye Ndut, beres..." (gimana Ndut, beres). SMS teman-temanku di grup SMS panitia teman-temanku.
"Beres ini masih sholat dluhur di kos. Nanti aku anter langsung ke Hotel Asia aja. Untuk mengikuti wisuda kedua. "
"Siyap..." sontak SMS mereka berisikan sama satu sama lain.
Gugup juga ya rasanya. Acara wisuda kayak apa. Hanya yang terlintas saat aku menghadiri wisuda kakak-kakakku. Dimana ada kakakku dan pacarnya. Habis itu foto-foto dan peresmian hubungan mereka. Apakah itu berlaku juga untuk aku.
Pacaran aja enggak. Ditembak aja belum. Pedekate aja ogak. Entahlah aku bingung dengan hubunganku sama Kak Ahmad. Aku jawab Ndak punya hubungan istimewa, enggak salah kan. Giliran aku Deket sama cowok sana cemburu. Lhah gimana sih... Ah entahlah pusing pusing pusing.... Lebih pusing ngerjain makalah. Tapi Alhamdulillah harusnya aku ngumpulin makalah hari ini jadi bisa diundur waktu pengumpulan dan seminar makalahnya.
Bakalan pusing beneran dah pokoknya Minggu depan. Harusnya ini sudah selesai dan sampai pembahasan malah aku tinggal makalahnya di rumah. Alah entahlah jadi pusing beneran ..
"Tok tok tokkk..."
"Hei..Ayo... Segera berangkat sudah jam 12.30 nih loo... Rombongan wisuda sudah sampai Hotel Asia." kata Gendut menanti lama aku gak segera turun ia nyamperin aku di kamar. Sedang aku masih menata kerudung dan kebiasaan memakai sepatu kets. Sepatu kebanggaan kaum tomboy. Hihihi....