
Alhamdulillah presentasi selesai dengan applaus meriah Pak Lis dan seisi penghuni kelas Kultur Jaringan.
"Presentasi dan Pembahasannya bagus Fal. Penyampaian juga jelas. Ini yang saya suka dari Falya. Belum paham materinya tapi ia berusaha untuk mencari sumber literatur dari mana saja. Tak lepas dukungan Ahmad ya ini, Fal." tanya pak Lis seraya mempersilahkan duduk aku untuk bergabung dengan teman-teman dan mengikuti kuliah seperti biasa.
Aku duduk dekat Sartini dan pacarnya. Ada bangku kosong disitu kebetulan bersebelahan dengan Andri. Aduh...kenapa yang kosong disini ya. Seketika aku teringat maklumat mas Ahmad. Haduhhh jadi berantem beneran nih. Maaf mas aku menguji kesabaranmu. Toh kamu Ndak lihat aku duduk dimana nanti pasti beritanya sampai di telingamu.
"Fal, gimana rasanya nikah sambil kuliah ? Apa iya bisa seimbang ? Pasti repot ya ngurus suami sama tugas kuliah ?"kepo banget sih nih anak.
"99 % enak Tin. Yang 1 % enakkk banget. Cepetan tuh minta dihalalin biar enggak dosa. Nanti lhak berkah."
"Hahhh....nih anak. Ditanyain beneran kok." sambil aku duduk dan sembari menyapa Andri. Tersenyum simpul seperti dulu ia pedekate padaku. Duh senyumnya. Manusiawi lah aku. Dikasih senyum tertampan dengan gigi taringnya yang aduhai....langsung aku menunduk. Inget mas Ahmad cemburu membabi-buta.
Entah dimana dia aku tak tau. Nanti lhak nyari sendiri. Biar dia berpikir dewasa. Sudah tua jauh diatas umurku harusnya paham. Gak dicari aku ya pulang ke timur atau kalau endak ikut nge kos Beta. Tidur kosnya.
Mulai pegel melanda. Bingung apa-apa serba salah. Apa-apa dicemburui. Gini lah gitu lah... Harusnya dia ngerti dulunya istrinya primadona kampus. Hahahaha ... Banyak cowok yang takluk sama dia. Hihihi ...
"Fal, jangan melamun lagi ya. Biar tidak terhukum dengan makalah yang baru. Atau kamu malah seneng ya, Fal. Ada tugas menanti."
"Iya, Pak Lis. Ndak itu saja, Pak." Jawabku males banget sama makalah. Iya sih dibuatin tapi ya itu Lo jadi harus kasih tanda terima kasih segala. Hhmmm... Segera aku ikuti perkuliahan pak Lis sampai selesai.
Selanjutnya acaraku hari ini, menunggu pengumuman pengajuan skripsi. Biar cepat selesai. Dapat gelar sarjana pertanian cepet melamar kerja. Biar enggak ngrepoti mas Ahmad. Iya memang aku sudah jadi tanggungannya. Tapi itu bukan tipeku. Ngrepotin orang. Ngrepotin suami. Setidaknya aku harus punya yang bisa aku banggain dan itu jadi nilai plus dari aku.
Alhamdulillah kuliah sudah selesai. Lalu aku bersama AW menuju ruang administrasi untuk melihat pengajuan skripsi.
"Fal...gimana kabarmu sama mas Ahmad. Baikkan.. Wah jadi pengantin baru. Teman-teman pada nyinyir tuh lihatin kebahagiaan kalian."
"Alhamdulillah w, baik. Kamu kapan di halalin Marwan ?"
"Aku to.... Kamu ini ada-ada saja, Er. Masih lama masih skripsi kita." sambil tertawa kecil.
Disitu ada teman-teman seangkatanku dan angkatan atas tapi hanya beberapa gelintir. Kita menunggu sambil berkerumun di bawah tangga ruang administrasi. Ada yang duduk berkerumun ada yang berdiri menggerombol.
Aku ikut nimbrung nih teman-teman seangkatanku. Ya ada cowok ceweknya lah. Campur aduk. Aku mulai lupa dengan statusku. Aku ikut berhaha hihi dengan mereka. Biasa seperti jaman sebelum aku nikah. Tertawa losss tersenyum dibanyakin menebarnya. Biar entar cepat panen dan hasilnya melimpah ruah....hihihi...
Meski sudah ada cincin yang melingkar. Namun teman-teman cowok ndak merasa terganggu biasa aja mereka ke aku. Karena mereka tau aku ini supel anaknya. Kita tinggal sejenak aktivitasku disini.
Aku lirik mas Ahmad di perpustakaan, apa kabar hatinya. Karena aku agak meninggikan suaraku.
Kamu kalau digituin bisa marah enggak, sih....