
Tok tok tok......
"Ahmad, Falya sudah bangun belum ?" Ibu mertua mengetuk pintu dan menanyakan aku sudah bangun belum.
"Sampun, buk. (Sudah, Buk). "
"Alhamdulillah, Anu Bapak minta dibuatin opor ayam. Ibuk Ndak bisa buat seperti kamu, Fal. Tolong buatin seperti kemarin ya, nak. Bapak sudah menunggu !"
"Enggih, Buk. Mangke dalem damelaken. Sekedap tasik mberesi rasukan."(iya, buk. Nanti saya buatkan. Sebentar masih menata baju).
"Ibuk tunggu neng dapur ya, nduk !" (Ibuk tunggu di dapur ya, nak). Sambil ibuk berlalu menuju dapur dan merebus ayam yang barusan disembelih kemudian dicabuti bulunya ayam oleh Bapak.
"Enggih, Buk." (iya, Buk).
"Mau ambil crop apa nanti skripsinya ?" potong mas Ahmad.
"Aku ambil trial perusahaan tempat aku magang aja mas. Kerjasama dengan perusahaan benih. Perusahaan asing."
"Hah... perusahaan asing. Yang bener kamu, dik. Emangnya kamu kuliah sambil kerja ya ?" Mas Ahmad kaget bukan main. Menatapku heran dan tampak bingung.
"Ia mas Ahmad, emangnya cuma mas Ahmad aja yang sudah magang kerja ?" Sambil ku kibaskan rambutku yang masih basah dan belum kering.
"Issshhh kamuhhh... Mau tak titik-titik lagi..."
"sssttttt.....!" mulutnya ku beri isyarat jari telunjuk. Dia terkekeh-kekeh....
"Ayo mas, temenin aku masakin opor ayam untuk Bapak." sembari berjalan ke dapur aku terus bercerita dan menjelaskan kinerja aku.
" Iya iya... Aku belum pernah cerita ya. Kalau aku kuliah sambil magang di perusahaan asing. Sementara ini aku masih di posisi Marketing. Masih bebas berkeliaran seantero Indonesia Raya Merdeka. Jadi gini, nanti aku ambil sample benihnya dari Malang. Pengamatan treatment sudah ditentukan dari sana. Nanti kalau hasil breeddingnya sudah ada. Benih itu diminta kembali beserta hasil panennya. Kita nanti dapat uang lo dari hasil panen itu."
"Loh bukannya skripsi itu kita mengeluarkan uang ya?" potong Ibu mertua ikut bicara.
"Meniko ingkang mandiri, Ibuk. Kulo sampun taken kontrak kaliyan perusahaan. " (Itu yang skripsi mandiri, Ibuk. Saya sebelumnya sudah taken kontrak dengan perusahaan).
"Kok bisa....?"
"Bisa donggg.... istrimu gitu Lo mas... Yang punya kenalan cowok lebih banyak daripada cewek. Yang biasa dicemburuin suaminya... Nanti suatu saat, aku kenalin teman-teman marketing yang dibawahku, mas. Bakalan shock therapy jenengan (kamu) mas !"
"Pasti ganteng-ganteng, cakep, keren seumuran kamu ?" sambil melengos dia.
"Hehehe ...iya betul...."
"Ada yang kamu suka dari mereka !"
"Boten.....mas !" (tidak mas). Sambil ngupas bawang merah, bawang putih. Nguleg bumbu ketumbar sampai halus tambahin bamer, baput, kunyit, kemiri, garam, Royco ayam. Lanjut ku tumis bumbu itu dengan ditambahin sere, daun salam dan umbi Laos tinggal masukkan ayam yang sudah direbus, kasih air tutup wajan, ditunggu dan biarkan bumbu meresap. hmmmm baunya sampai seantero kampung Klaten. Hihihi....kalau sudah tinggal tambahin gulmer. Tidak lupa kasih Bagor alias bawang merah goreng.... Jadi dehhh...
"Alhamdulillah...! Jadi Ndak ada saingannya."
"Saingan apa ?"
"Jujur Lo, saat aku nembak kamu pas wisudaku dulu. Aku takut kamu tolak. Aku minder duluan."
"La kenapa emangnya?"
"Whahhh...kok gak bilang ? Padahal aku Deket cowok Gonta ganti enggak cemburu ?"
"Cemburu lhah pasti. Itu aku juga tau. Makanya aku minder sama kamu. Terakhir kamu pacaran sama anak Teknik kan...?"
"Dah Ndak usah dibahas, mas. Masa lalu. Masa depanku milik kamu." ku tersenyum dan dia membalas dengan kesengsem. Dasar pinter-pinternya aku....
" Wah merajuk nih ya... Mesti mau minta apa gitu.."
"Iya, selesaikan skripsiku...!"
"Untukmu akan aku lakukan apapun. Sebentar to, Kerjanya kapan aku gak pernah lihat kamu kerja kamu pergi kemana." pertanyaannya tambah buanyakkk.
"Kerjaku hanya calling toko pertanian aja mas. Sudah ada draft distributor yang diatur dari perusahaan. Aku hanya jadi pintu aja nyari kolega menentukan kesepakatan penjualan selanjutnya marketing wilayah yang bergerak."
"Masyaa Allah pinter banget nih istriku. Pantesan pinter marah dan gesit pula kalau marah."
"Enak aja...."
"Pantesan saja setiap ikut seminar tegas banget dan pandai banget menjatuhkan orang." sambil membelai rambutku.
"Enggak.....kayak gitu juga kali."
"Tapi kamu dibenci sama anak-anak kampus looo. Bener... Mereka sering bilang kalau seminar ada kamu. Dah skak mat mereka."
"Hahahaha....karena marketing yang bicara."
"Iya...itu bedanya. Marketing yang bicara. Tapi kemarin kamu mbantu seminarku."
"Itu kepepet....aku dibully teman-teman. Kebetulan aku juga paham materinya."
"Dibully gimana. Tadinya aku gak mau ikut seminarmu mas. Malesss banget. Ketemu sama temenmu itu."
"Hartana apa Koma ?"
"Dua-duanya nyebelin."
"Jadi nanti selepas lulus wisuda kamu berangkat ke Perusahaan itu, ya ?"
"Iya, mas. Kamu harus ridlo karena itu cita-citaku. Sudah ada job yang menanti, In Syaa Allah menduduki Asisten Breeder Cabai."
"Hah.... Masyaa Allah asisten Breeder ??? Keren banget....di posisi itu ! Dosen Yetie pasti bangga sama kamu."
"Dik, aku belum paham ceritamu tadi. Kamu mau menanam apa skripsi nanti ?" dia mengalihkan tema bicaranya males ngomongin Koma yang tak kasih surat cinta dulu.
"Cabai Keriting mas. Yang toleran terhadap serangan virus, hama dan penyakit. "
"Yang diujikan apa ?"
"Pengaruh cabai jantan terhadap efektivitas....pada keturunan F1 varietas cabai keriting, tapi varietas cabainya belum dapat. Masih dalam pencarian. Masih konsultasi sama Manager Perusahaan itu."