A. N. S

A. N. S
Lantunan Suara Merdu Itu



Jam kedua mata kuliah Kultur Jaringan sudah kelar. Habis dluhur masuk jam Ilmu Tanah I. Masih ada waktu buat Dluhur daripada buat pulang ke kos yang hanya berjarak lima rumah menyeberang gang dan jalan raya sepuluh menit sampai kalau jalan kaki.


Mendingan sholat dluhurnya di Masjid kampus saja pikirku. La gimana kalau sudah pulang kos, siang hari yang panas dan teriknya sampai membakar nih kulit. Ya memang sih aku pakai hijab, gak terlalu mikirin terik panas. Jaman semongko, kerudung ku ikat di leher. Hahahaha masih jaman jahiliyah dulu. Beralaskan sepatu Kets. Berbrand Watson jaman semongko juga dia lagi naik daun dikalanya. Udah pokoknya tomboy muslimah deh coverku dulu di kuliah.


Panasnya yang menggelora, Kota Solo Lo bayangkan. Suhu panasnya memang terbilang cukup panas karena banyak pabrik-pabrik aneka jenis berdiri dan sampah-sampah banyak terbuang dimana-mana, penduduknya sangat padat.


Kebayang panasnya dan dahaganya, kayaknya enak buanget habis dari kampus beli makan sambil membawa es jeruk diplastik....whah surga dunia dah. Nanti ujung-ujungnya kalau sudah di kos males balik ke kampus lagi. Dahhh ahhh...ku hilangkan pikiran error' ku.


Ku berjalan menuju masjid kampus. Ku lepas sepatu, kaos kaki dan segera ambil air wudlu, karena mu'adzin sudah mengumandangkan adzan. Masyaa Allah merdu banget suara itu. Seperti sudah ku kenal Suara mu'adzin yang nyaris tajwid nya tanpa salah. Masyaa Allah benar-benar bagus dan merdu. Aku sampai takjub dibuai suara merdu pengumandang adzan itu.


Setelah ambil air wudlu aku beranjak menuju Shof Putri, Ku gelar sajadah panjang, pakai mukena masjid itu dan lantas sholat takhiyatul masjid sekalian sholat Sunnah empat rokaat sebelum sholat jama'ah dhuhur.


Siapa ya mu'adzinnya ? siapa ya imamnya tadi ? Tanda tanya. Ternyata jama'ah masjid ini begitu banyak terbukti banyak jama'ah ikhwan berdesakan dan jama'ah akhwat apalagi. Tapi Alhamdulillah semuanya bisa ditampung masjid Universitas ini. Masjid berlantai dua tingkat yang letaknya diatas base camp MENWA yang bersebelahan dengan fakultas Ekonomi dan dibelakang masjid itu ada Fakultas POK. Idung banget karena dikelilingi pepohonan yang menambah segar udara disekelilingnya.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi....." terdengar lantunan salam sang imam jama'ah sholat itu. Suara ini aku bergumam dalam hati. Ingin sih menengok siapa gerangan sang imam merdu ini. Tapi segera ku urungkan harapku, karena masjid ini dibatasi oleh tirai panjang antara akhwat dan ikhwan.


Berarti dia merangkap Mu'adzin yang adzan tadi. Masyaa Allah Kaka siapa ya namanya. Pasti dia agamanya bagus banget. Siapa ya...tanda tanya... Apa perlu ya kayak anak SD alasan minta tanda tangan. Ihh...malu kali. Ku lanjutkan dengan sholat Sunnah ba'diyah dua rokaat, setelah salam. Aku segera melipat mukena dan ku simpan kembali di almari mukena.


Aku rapikan kerudungku dan sedikit berbedak serta menipiskan lipstik berwarna merah bata tipis ke bibir ini. Minimalis aja berbedaknya biar kelihatan tidak sayu dan segar. Tapi tidak ketebalan seperti toko bedak berjalan. hihihi... ada yang lucu di hati kalau keinget kejadian tadi pagi yang ditengarai Kak Kina.


Segera ku beranjak dari masjid dan bergegas menuju tangga masjid itu memakai kaos kaki dan hendak memakai sepatu. Sambil terus bertanya-tanya suara merdu yang tadi milik siapa...