A. N. S

A. N. S
Kakakku Algojoku



"Assalamu'alaikum, Fal." Di persimpangan lorong menuju kelas Pemuliaan Tanaman aku dikejutkan oleh kak Andri kakak kelasku beda satu tingkat. Atau lebih pasnya dia kawannya, pacarnya Tintin.


"Wa'alaikumussalam warrohmatullah, kak Andri."


"Masuk kuliah Pemuliaan ya ?"


"Iya nih."


"Sama dong."


"Lhoh bukannya dulu sudah ambil matkul itu ya..." tanyaku dengan terbata kepadanya.


"Iya, dulu belum ambil matkul itu. Tapi sudah mengikuti praktikum. Jadi kurang kuliahnya saja."


"O gitu, ya. Baru tau."sambil menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal.


"Ayo masuk, Fal. Tuh dosennya sudah mau masuk." ajak cowok putih manis tapi pemalu katanya Tintin. La ini kalau pemalu kenapa menyapa aku dan mengajakku masuk samaan sama dia. Wah perlu dipertanyakan nih sama Tintin.


"Tin,,,kenapa dengan Andri. Katamu dia pemalu. Kok mendekati aku sih ?" bisikku ke Tintin sambil lihatin Dosen menerangkan dan melirik Andri yang tengah mencatat materi.


Duh kece banget pikirku, biasanya cowok tuh ogah-ogahan nulis, ini cowok langka looo dia mau nulis enggak sekedar ngopy seperti yang lain.


"Hehehe...kamu belum tau ya, Falya."


"Apa ?"


"Si Andri suka sama kamu !!! Makanya ndeketin kamu, jadinya pas banget kan dia juga belum ambil matkul Pemuliaan Tanaman II. Kata pacarku, Lo ini."


"Hemmm...." tuh kakak kelas cakep juga tampangnya..manis, giginya yang bertaring menambah kegantengannya. Ditambah lagi aku suka kalemnya. Hahhh....tidak...tidak aku tak mau jatuh cinta. Nanti algojoku kumat nyiumin aku di sepanjang jalan.


"Heh...main lirik aja kamu sama cowok itu." bentak Tintin.


"Lha cuma lihat doang. Ndak ada yang istimewa. Cuma nyeleksi dia aja ndak berlebih. Apa ndak boleh?"


"kamu naksir kan... nih seumuran Lo sama kita. Ndak tuaan banget. Kalau dapat kamu pas. Kalau kamu sama Ahmad kurang pas. Terlalu jauh. Putusin saja." sambil mengibaskan tangan kanannya ke arahku.


"Merangkap mahasiswa...hahahaha..."


" Itu yang duduk di pojok sana, siapa namamu mbak. " Dosen Yetty menunjuk ke arahku. Dan Mak lappp seketika aku dipandang mata satu per satu mengarahku. Yaa Allah.... malu banget.


"Saya Falya, Bu."


"Coba kamu jawab turunan F1 itu apa ?"


"F2, Bu." Bu dosen sambil mengangguk.


"Kalau pengertian Galur murni itu apa ?" kontan saja yang tak paham dengan materi persilangan dibuat kelimpungan dengan pertanyaan ini.


Aku sih, sudah terbiasa dengan pertanyaan seperti ini. Tidak sombong lo ya. Kakakku yang notabene seorang breeder tanaman cabai sering menjelaskan tentang Galur murni suatu tanaman.


"Galur murni itu adalah sekelompok tanaman yang berasal dari suatu genotipe homosigot dan diperbanyak melalui penyerbukan sendiri, Bu."


"Keren, Masyaa Allah. Kamu berasal darimana, mbak ?" tanya Ibu dosen Yetty dan Kina dibuat melongo dengan jawabanku. Alhamdulillah kemarin Sabtu aku bertemu kakakku yang breeder itu, jadi dengan mudah aku memaparkan jawabannya.


"Rumah saya Ngawi, Bu."


"Jauh ya rumah kamu. Tidak rugi kamu kuliah jauh, Alhamdulillah kamu cerdas. Walaupun tadi Ibu lihat, kamu sedikit kurang fokus dengan materi kuliah saya. Lain kali, fokus ya, mbak. Tapi untungnya kamu bisa menjawab pertanyaan yang saya berikan, jadi kamu bebas dari hukuman saya."


"Terima kasih, Bu Dosen." Dosen Yetty sambil tersenyum melihatku.


Alhamdulillah untung saja bisa menjawab. Jadi ketagihan menjawab setiap pertanyaan dari dosen. Kata teman sih aku dibilang jenius dan berani mengutarakan pendapat. Itu sebuah nilai tersendiri untuk seorang mahasiswi.


"Ini berlaku juga ya untuk kalian semua. Kalau pada saat jam kuliah saya ada yang tidak fokus biasanya saya lontarkan pertanyaan. Jika kalian tidak bisa menjawab, maka kalian akan mendapatkan hukuman membuat makalah tentang mata kuliah saya."


"Hahhh makalah Pemuliaan Tanaman, Bu...."


"Iya." jawab Bu Dosen sambil mengangguk. "Baiklah saya rasa waktu kuliah saya sudah habis. Jangan lupa nanti siang tepat pukul 13.00 kalian mengikuti praktikum pemuliaan tanaman dengan dibantu asisten dosen. Kenalkan Ini kak Kina, Kak Kina akan membantu kalian mendampingi kalian. Begitu ya Kina..." tanya Bu Dosen memperkenalkan Kina dan yang diperkenalkan seraya mengangguk dan menatap ke arahku tajam. Aduh pertanda ndak baik nih...