"Love Story" BELLE FILLE

"Love Story" BELLE FILLE
BAB- VIII. Kencan pertamaku dengan Hellen



Sudah tiga hari terakhir kota Herat tampak lengang dari kesibukan aktivitas perang, sepertinya di kota ini perang sudah mulai mendingin.


Sekitar pukul 10.00 pagi tim relawan kedutaan tampak sibuk mempersiapkan beberapa orang warga Indonesia yang akan di berangkatkan ke Kota Kabul, untuk kemudian akan diterbangkan ke Indonesia.


Tampak beberapa warga yang akan kembali dalam keadaan sehat. Akupun turut serta membantu kepulangan mereka, meski ada beberapa relawan yang telah kembali ke kota Kabul, namun masih ada beberapa orang lagi tim yang tersisa untuk tetap bertahan di kota ini, sementara aku sendiri lebih memilih tetap di Herat untuk beberapa waktu kedepan.


Menjelang tengah hari, aku mencoba menghubungi Hellen melalui Telepon.


Tuuuuttttt......tuttttt.....


tuuuuttttt.......tuttttt.....


Suara nada ponsel .......


Sesaat kemudian terdengar suara gadis bule itu dibalik ujung telponnya.


"Halo..." jawab gadis itu, "bagaimana keadaan kamu hari ini Baby," tanyaku kepadanya.


"Hari ini aku sedang sibuk, banyak sekali pasien," katanya dengan nada sedikit tergesah-gesah.


"O, ya sudah lanjutkanlah pekerjaanmu dulu," kataku.


"Ok, nanti malam saja kita bertemu, aku ingin mengajakmu berkencan, datanglah nanti sekitar pukul delapan malam di Restaurant dekat ujung jalan perbatasan kota" ucap Hellen kepadaku.


"Baiklah aku tunggu kamu disana," kataku, "lanjutkanlah pekerjaanmu, nanti kita ngobrol lagi," kataku sambil mematiakan sambungan telpon.


Ya....,dia mengatakan hari ini dia sedang sibuk dan tidak bisa berlama-lama untuk ngobrol denganku, akupun sangat memahami pekerjaannya sebagai seorang perawat yang selalu dibutuhkan banyak orang.


Setelah menelpon akupun kemudian duduk ditempat yang biasa depan tenda camp dan tidak berapa lama ponselku kembali berdering.


Kriiiiiingggg.........


Kriiiiiingggg........


Kriiiiiiiinggg.....


nada ponselku berbunyi.


Saatku lihat, ternyata pak Ferry Heriyadi Pemimpin Redaksiku yang menelpon.


"Ya...halooo", jawabku


"apakabar dan bagaimana keadaanmu disana?" tanya pak Ferry kepadaku.


"Ya..Alhamdulillah baik pak", jawabku.


"ohh, aku sangat senang mendengar kabarmu," ucap pak Ferry dengan sedikit tersenyum.


"Saya merasa bangga kepadamu Rudi..., berita-berita terupdate yang kamu kirimkan telah banyak mengisi halaman dikoran kita," ucap pak Ferry.


"saat ini berita-berita situasi perang di Afganistan telah menjadi tajuk utama dimedia kita."


"kemudian reting pembacapun meningkat," ungkapnya lagi.


"teruslah engkau mencari berita-berita terupdate lainnya," sambungnya kembali.


"Nanti ada bonus istimewa buat kamu" kata pak Pemred tersebut. Akupun sangat senang mendengar kabar ini.


"Ya pak, terima kasih," jawabku.


"Saya akan bekerja lebih maksimal lagi," sambungku.


"oke, kalau begitu aku tunggu kabar-kabar selanjutnya,"


"jangan lupa jaga kesehatanmu," ucapnya mengingatkanku


"tetap hati-hati dan selamat bertugas kembali," ungkap pak Ferry sambil mengakhiri pembicaraan dan menutup telponnya.


Setelah telpon ditutup, akupun bangkit dari tempat dudukku dan segera masuk ke tenda untuk melakukan pekerjaanku.


Tak terasa waktupun telah memasukin senja, suara adzan maghrib telah berkumandang. Aku segera melakukan kegiatan pribadatan untuk sholat berjemaah.


Seusai sholat, kemudian aku langsung menuju tendaku. karena malam ini adalah malam pertama aku akan berkencan dengan Hellen, jadi aku harus tampil lebih baik, fikirku.


Dengan menggunakan kemeja kotak-kotak berwarna hijau dan berlengan panjang lalu dipadukan dengan celana jens biru dan sepatu kulit, menambah kesan modis, selesai berpakaian, aku segera menuju keluar camp lalu menunggu sebuah taksi yang sudah aku pesan untuk menghantarku pergi ketempat yang telah ditentukan oleh Hellen.


Setengah jam dalam perjalanan akhirnya akupun sampai ditempat itu, kemudian aku mencari meja kosong disudut ruangan yang mengarah kepantai.


ya...., restaurant ini ternyata dekat dengan pantai, tempatnya sungguh romantis, ucapku dalam hati


Mataku pun memandang jauh keluar kearah pantai, disana terdapat beberapa rumah seperti pondok-pondok dan cukup sejuk tempatnya ditengah padang pasir seperti ini.


Lima belas menit kemudian, seorang gadis datang menghampiriku dan berdiri di hadapanku.


"good night" ucapnya.


Hellen....., dia telah berada di hadapanku kini.


Wooooowww malam ini dia sungguh indah dengan rambut coklatnya yang di ikat seperti ekor kuda, lalu telinganya dihiasi anting-anting yang bulat dan besar. Terlihat lehernya yang bersih dan jenjang, aku sungguh terkagum.


Dengan bibir merah merona, Hellen tampil malam ini dengan busana kaos tak berlengan berwarna putih bersih dan menggunakan celana jens berwarna hitam.


"Oh sungguh mempesonanya dia," kataku didalam hati, aku masih menatapnya penuh keindahan.


Kamipun memesan makanan dan minuman. Tak banyak bicara dia malam ini.


Setelah makanan dan minuman tersaji kami segera menyantap makan malam tersebut, inilah makan malam ku yang begitu indah.


Sambil makan, mataku tak puas-puas memandangnya.


Hidungnya yang mancung dengan kulitnya yang putih ditambah bulu-bulu halus di tubuhnya membuat kesan eksotik dari gadis bule ini.


Sekilas aku melihat ke bagian dadanya.


Ya...gadis ini memiliki dua gunung kembar yang terlihat lumayan besar dan sepertinya masih keras dan padat, dengan sorotan lampu-lampu tersamar lekuk tubuhnya, dia tidak menggunakan dalaman malam ini, aku dapat melihatnya samar-samar.


Sangat mempesona dan alangkah beruntungnya aku malam ini, gumam ku.


Usai makan, kamipun ngobrol santai bersama tentang kehidupan kami masing-masing.


Tak berapa lama dia mengajakku untuk ke tepi pantai.


Akupun segera menuruti keinginannya itu.


kamipun berjalan menuju pantai, tangan Hellen terus memegang dan memeluk lengan tanganku, suasana mesra tercipta saat itu.


Angin yang bertiup mengibaskan beberapa helai dirambutnya.


Sesampainya dipantai kami disambut dengan ombak-ombak yang menepi membasahi kaki kami berdua.


Akupun memeluk tubuhnya dari belakang dan diapun hanya diam dengan senyum manisnya.


Dia mengatakan bahwa dia rindu suasana romantis, jika di Eropa disana banyak pantai, dan dia beserta teman-temannya dahulu sering berjemur.


Tetapi selama di Afganistan, dia tidak pernah lagi menemukan pantai dan baru malam ini dia bisa melihat pantai lagi.


Sesaat kemudian suasana hening, kami saling menatap ke arah laut sambil aku tetap memeluknya dari belakang.


Aroma tubuhnya sungguh membangkitkan gairahku.


Hellen pun bertanya padaku,


apakah di Indonesia ada banyak pantai?


Akupun menjawab, tentu di Indonesia banyak pantai terutama di Bali,


pulau dewata itu merupakan pusat tujuan bagi wisata lokal maupun asing.


Angin yang bertiup semangkin dingin di malam ini, aku mencoba lebah dekat lagi memeluk tubuhnya.


tiba-tiba gadis itu membalikkan tubuhnya.


Dan kamipun saling berhadapan sambil aku tetap memegang pinggulnya.


Lama kami bertatapan, dan entah siapa yang memulai duluan yang jelas kini bibir kami saling memagut.


Dia memberikan ciuman hangat dibibirku.


Kamipun saling berciuman cukup lama, hingga akhirnya dia menarik tanganku berlari sambil menuju salah satu gubuk kecil di tepi pantai itu.


Didalam gubuk itu, Hellen terus menciumiku dan akupun membalas perlakuannya.


Kini entah setan apa yang telah merasuki kami berdua, satu persatu pakaian kami telah lepas.


Dan malam ini aku mendapatkan kegadisannya, kami bercinta hampir satu jam.


Ya...dia masih perawan rupanya,gumamku.


Saat rudalku menembus tempat ternikmatnya, kamipun malam ini sedang perang dengan hawa nafsu,


Malam teruspun menyelimuti Kota Herat, entah berapa kali kami melakukan pergumulan itu.


Yang jelas, ketika kami telah sama-sama lelah kamipun mengakhirinya.


...****************...


Keesokan harinya,sinar matahari perlahan mulai naik dari ujung pantai dan masuk ke dalam bilik tidur kami.


Akupun terbangun dan segera membangunkan Hellen untuk membersihkan tubuh kami yang penuh dengan peluh kenikmatan yang tersisa malam tadi.


Kami sama-sama mandi dipantai itu untuk membersihkan tubuh kami.


Usai mandi kamipun berpakaian dan langsung berjalan menuju jalan raya untuk menunggu sebuah taksi yang lewat.


pagi itu aku langsung menghantarkannya kembali ke ruang asramanya.


Sesampai diasramanya, sebelum dia turun dari taksi aku menyempatkan diri untuk menarik tangannya dan memberikan ciuman hangan didahinya.


"thank you" katanya.


Aku hanya tersenyum.


Sambil melambaikan tangan diapun masuk kedalam asramanya dan aku segera kembali melanjutkan perjalanan menuju camp.