"Love Story" BELLE FILLE

"Love Story" BELLE FILLE
BAB - LVIII Berkumpul dengan keluarga



Setelah kurang lebih sembilan jam menempuh perjalanan udara dari Afganistan ke Indonesia, kini Rudi tiba di Bandara Kedatangan Internasional Polonia.


Dengan perlahan Rudi mulai menuruni anak tangga pesawat dengan perlahan dan kemudian menuju lobi utama bandara tersebut.


Disana telah menunggu Istrinya Ismiati dan dua anak nya yaitu Salsabila dan Ilham.


Mereka langsung memeluk Rudi ketika mereka telah melihat Rudi memasuki Lobi Bandara.


Ismiati tak mampu menahan tangis bahagianya ketika melihat sosok suaminya yang telah tiga tahun tidak bertemu dengannya.


Begitu lama terasa waktu berjalan hingga semua telah tampak berubah, Salsabila kini sudah mulai tumbuh menjadi gadis remaja.


Saat ini usia Salsabila telah menginjak sebelas tahun, gadis itu tampak cantik dengan rambut hitamnya yang panjang sebahu dan memiliki kulit sawo matang.


Begitu juga dengan anak laki-lakinya yang ketika dia tinggal masih menjadi bayi dan berusia baru satu tahun.


Kini anak laki-lakinya Ilham telah berusia empat tahun dan bersekolah di paud islam.


Rudi lantas memeluk kedua anak-anaknya tersebut dengan penuh kerinduan, dia juga tidak sadar telah mengeluarkan air mata.


"Sudah lebih baik kita segera pulang ke rumah ya?" kata Rudi kepada keluarganya.


Ismiati pun menganggukkan kepalanya, dan mereka berjalan menuju kenderaan mereka.


Sejak Rudi bekerja di Afganistan, memang tidak memungkiri bahwa Rudi banyak mendapatkan uang masuk berula tip-tip dari beberapa narasumber yang dia temui.


Dari hasil uang itu dan gaji bulanannya, dia telah mengirimkan kepada istrinya, dan semua pemberian Rudi disimpan dengan rapi oleh Ismiati, dengan hasil itu kini Rudi telah memiliki sebuah kendaraan pribadi yang lebih baik.


Sebuah Mobil Keluarga yang lumayan mewah yang dibeli olehnya.


Kini Rudi dan keluarganya telah memiliki kemampuan ekonomi yang sedikit lebih baik, istrinya juga telah memiliki sebuah usaha home industri pengiriman buah-buahan ke luar kota.


Dengan mengendarai mobil pribadinya, Rudi membawa keluarganya kembali ke rumah mereka.


Tidak berapa lama, mobil berwarna putuh tersebut telah sampai di depan Rumah nya.


Dia segera turun dan masuk kedalam rumahnha dengan membawa seluruh barang-barangnya.


Dia membelikan oleh-oleh bagi anak laki-lakinya beberapa mainan dan juga pakaian yang bagus buatan timur tengah dan eropa untuk anak gadis nya dan Istrinya Ismiati.


Hari itu merupakan hari yang sangat bahagia bagi Rudi dan keluarganya.


...****************...


...****************...


...****************...


Pagi telah menjelang Rudi baru saja bangun dari tidurnya, dia segera menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Setelah membersihkan tubuhnya dia segera menuju ke meja makan, disana telah tersedia hidangan sarapan pagi buatan istrinya.


Saat ini, Rudi juga telah memiliki seorang pembantu rumah tangga yang selalu siap mengurusi keluarga.


Yang pasti selama tiga tahun dia bekerja di luar negri, setiap hasil honor bulanan dan juga uang-uang yang dikirim Rudi kepada istrinya mampu terjaga dengan baik.


Ismiati sangat pintar menabung dan menjaga harta suaminya, sedikit demi sedikit dia mampu membeli ini dan itu sehingga level drajat keluarganya sedikit meningkat.


Tidak sia-sia Rudi dikirim bekerja ke luar negri oleh perusahaan pers nya.


Keesokan hari nya Rudi bersiap untuk berangkat ke kantornya untuk melaporkan segala hasil pekerjaannya selama di Afganista.


"Sayang, sarapan dulu" kata Ismiati sang istri


"Iya, sebentar sayang" jawab Rudi dari dalam kamar.


Tidak lama kemudian Rudi segera keluar dari kamar nya dan langsung menuju meja makan nya.


"Hmmm...sepertinya enak sekali ini" kata Rudi


"Sudah lama Mas tidak makan seperti ini, jadi ingat tiga tahun lalu sebelum mas berangkat ke Afganistan" kata Rudi.


Ismiati hanya tersenyum mendengar kata-kata suaminya itu.


Pagi itu Rudi dan Ismiati makan bersama di rumah mereka dengan penuh rasa kasih sayang diantara suami dan istri.


Ismiati merupakan istri yang baik, dia sangat jarang keluar rumah jika tidak ada sesuatu keperluan yang mendesak.


Dia hanya mengurus usaha rumahannya saja yang dia kelola dengan baik dan menjadi ibu bagi anak-anaknya.


Ismiati merupakan wanita berdarah jawa asli yang penuh kesederhanaan, meski dia juga memiliki wajah yang lumayan manis dengan lesung dipipinya.


Rudi pun merasa bangga dengan istrinya yang mampu menjaga harta dan harga diri, serta dia juga mampu membangun usaha yang saat ini di tekuninya.


Usai sarapan, Rudi segera bersiap menuju kantornya.


"Hati-hati ya mas" ucap Ismiati sambil mencium tangan suaminya.


Rudi segera berlalu, dengan menggunakan motor miliknya, dia melaju meninggalkan rumahnya.


Setelah sampai di kantornya, Rudi segera memarkirkan sepeda motornya lalu masuk ke dalam kantor media tersebut.


Banyak perubahan yang dilihatnya dikantor itu, kini kantor tersebut lebih luas dan banyak renovasi yang dilakukan oleh sang pemilik perusahaan.


Banyak juga pegawai-pegawai baru di dalamnya meski masih ada pegawai lama yang bekerja dikantor itu.


"Hai Rudi...." teriak seorang pegawai memanggil namanya ketika dia melintasi ruangan staf administrasi.


"Hai....apa kabar kalian?" tanya Rudi kepada teman-teman lamanya yang datang memeluk dan menyalaminya.


"Kami baik saja, udah hebat kau sekarang ya" kata temannya sambil tersenyum dan bercanda.


"Ah biasa saja, justri aku banyak merasa suka duka disana" jawab Rudi.


"Kapan kamu tiba?" tanya seorang temannya lagi.


"Kemarin siang" jawab Rudi.


"Kalau begitu aku keatas dulu ya, mau jumpai pak ferry" lanjut Rudi.


"Iya..yaa...silahkan" kata teman-temannya.


Rudi segera berjalan menaiki anak tangga menuju ruangan pemimpin redaksi yang ada di lantai tiga.


Sesampainya di depan pintu ruangan Pemred Rudi segera mengetuk pintu itu.


Tok...tok....tok....


"Iya masuk" suara dari dalam mempersilahkan untuk masuk.


Cekreeekk....


Pintu dibuka oleh Rudi dan dia segera berjalan menuju sang Pemred.


"Hei Rudi Budiman, silahkan...silahkan duduk" kata pak Ferrt dengan sangat senang melihat kehadiran Rudi di hadapannya.


Rudi segera duduk.


"Kapan tiba ke Indonesia?" tanya Pak Ferry


"Kemarin siang pak" jawab Rudi sambil tersenyum.


"Aku bangga padamu" kata Pak Ferry.


"Dari berita-berita yang kau kirim, kini media kita terkenal dan menjadi laku keras di pasaran" ujar pak Ferry.


"Aku tidak menyangka hal ini terjadi, tapi atas usaha dan keberanianmu, menjadikan semua berubah" ujar pak Ferry lagi.


"Kau bisa lihat kantor kita sekarang? Inilah salah satu perubahan itu" kata Pak Ferry kembali.


"Kedepannya media kita akan membuka stasiun tv dan juga radio, direksi telah menggelontorkan biaya untuk itu" lanjut pak Ferry kembali.


"Dan kedepannya kita akan membuka perwakilan diluar Negri khusus untuk meliput peristiwa manca negara"


"Media Online kita juga sangat pesat minat pembacanya, dan itu negara-negara luar juga banyak membaca media kita tersebut"


"Padahal Media Online baru berjalan setahun lebih, tapi hasilnya sangat woww!" ujar Pak Ferry.


Rudi hanya diam sambil tersenyum mendengarkan kata-kata pak Ferry.


"Untuk itu, kebetulan semua surat izinmu telah berakhir, perusahaan akan memperpanjangnya, dan ada bonus khusus untuk kamu serta kenaikan jabatan" ujar Pak Ferry.


"Kamu akan di promosikan untuk tidak lagi menjadi wartawan, nanti CEO dan Direksi mau bertemu dengan mu" kata Pak Ferry kembali.


"Jadwalnya sedang dipersiapkan, sekarang kamu istirahat saja dulu, nanti saya kan memberi kabar ke kamu lagi" ucap Pak Ferry.


Rudi sangat gembira mendengarkan hal tersebut, dan dia juga terharu atas semua ucapan yang disampaikan oleh pak Ferry.


Hari itu hati Rudi betul-betul sangat bahagia mendengarnya, "mungkin ini adalah suatu anugrah bagiku" kata Rudi didalam hatinya.


💗💗💗💗💗💗💓💓💗


Hello pembaca setiaku...


Sebelumnya aku ucapkan terima kasih yang udah membaca novel karya ku ini.


Aku ingin terus dukungan kalian agar aku dapat terus berkarya dengan semangat.


Ayo..., beri like, subcribe dan komen kalian ya.