"Love Story" BELLE FILLE

"Love Story" BELLE FILLE
BAB - LII Kebersamaan 2



Menjelang malam hari baru terlihat Rudi bangun dari tidur nya, ketkita itu ditangan nya sudah tidak ada lagi dilihatnya jarum infus.


Dia juga menoleh ke arah Hellen yang sedang mengupas buah pir.


"Apa yang sedang kau lakukan sayang?" tanya Rudi.


ketika itu pula Hellen menoleh kepada Rudi.


"Kamu sudah bangun sayang?" tanya Hellen kembali.


"Aku baru saja terbangun" kata Rudi sambil mencoba untuk duduk.


"Aku sedang mengupas buah pir" ucap Hellen, "hati-hati jika mau duduk, jangan terlalu dipaksakan" sambung Hellen.


sambil membawa buah pir yang telah di potong-potong oleh nya, dia pun mendekati Rudi dan duduk disampingnya.


"Ini, makan buah-buahan dulu agar menambah vitamin di tubuhmu" ujar Hellen sambil memberikan sepotong buah pir kepada Rudi.


"Apa kamu sudah makan?" ucap Rudi


"Sudah, aku sudah makan selalu tepat waktu" jawab Hellen.


"Kamu juga harus menjaga kondisi tubuhmu" ujar Rudi.


Hellen tampak tersenyum mendengar kata-kata yang menurutnya itu sangat memperhatikan dirinya.


"Oh ya, hari ini telah terjadi lagi pertempuran" ucap gadis itu.


"Aku tadi mendapatkan kabar dari temanku yang ada di rumah sakit" sambung Hellen.


"Saat ini memang sering terjadi perang" lanjut gadis itu kembali sambil memberikan buah pir itu kepada Rudi.


"Jadi, kamu harus tetap hati-hati dan menjaga dirimu" lanjut Hellen, "sebab pekerjaan mu sungguh penuh resiko yang tinggi" sambung gadis itu lagi.


Hemmmm Rudi terlihat menarik nafasnya panjang.


"Iyaaa..., itulah pekerjaan ku" kata Rudi.


"Mau tidak mau ataupun suka tidak suka, aku harus menjalani" ujarnya kembali.


kriiiinggg.. kriiiinggg.....


ponsel Rudi berdering, dia segera mengangkat telpon itu yang datang dari Pemimpin Redaksi nya.


"Hallooo......" kata Rudi.


"Ya Hello, bagaimana dengan keadaanmu?" tanya sang Pemred nya.


Lantas Rudi pun menceritakan semua keadaan yang dia alami.


mendengar Rudi yang sedang terluka, membuat sang Pemred tersebut penuh rasa Khawatir.


"Mengapa tidak kamu ceritakan dari awal?" kata Pemred nya.


Rudi pun kembali menceritakan tentang hal mengapa dia tidak menceritakan tentang keadaan nya.


"Baiklah jika begitu, saya akan mempersiapkan segala keperluanmu" kata Pak Pemred.


"Bekal akan segera sampai ke sana" lanjut sang Pemred.


"Terima kasih pak" jawab Rudi.


kemudian telepon diakhiri.


Rudi meletakkan kembali ponselnya di atas meja.


"Siapa yang menelpon? sepertinya sangat serius?" tanya Hellen sedikit menyelidiki.


"Itu Pemimpin Redaksiku yang menanyai kondisi ku saat ini" ujar Rudi.


"Jadi perusahaan tempat kami kerja belum mengetahui kondisimu?" tanya Hellen.


Rudi menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Waktu kejadian aku sedang sangat letih dan tertidur, baru saat bangun tidurlah aku mengalami demam setelah aku mengetahui ada kondisi tubuhku yang terluka" jawab Rudi.


"Setelah itu, aku tidak bisa apa-apa lagi" sambung Rudi kembali.


Hellen hanya mengangguk pelan.


diapun beranjak dari tempat tidur untuk meletakkan piring bekas buah itu.


"Aku akan ke kamar mandi dulu sebentar" ucap Hellen sambil keluar dari kamar nya.


Rudi pun hanya duduk menunggu kedatangan Hellen dari kamar mandi.


tidak berapa lama kemudian Hellen masuk kembali kedalam kamar dengan menggunakan baju daster yang sangat tipis.


kemudian dia berjalan kearah Rudi dan kembali naik ketempat tidur.


Malam itu mereka pun tidur berdua dengan sangat mesra, setelah beberapa hari mereka tidak dapat tidur dengan nyenyak.


...****************...


...****************...


...****************...


Pagi telah menjelang, Hellen baru saja terbangun dari tidurnya, dia segera bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan menyiapkan makanan bagi Rudi.


Diluar tampak para pasukan tentara milik Prancis itu sedang apel pagi, namun kali ini tampaknya mereka tidak hanya apel tapi juga gladi kotor untuk menerima kedatangan tamu.


Hellen yang telah selesai membersihkan tubuhnya segera mempersiapkan makanan untuk disantap sebagai sarapan pagi.


Rudi yang kala itu sedang tertidur dengan nyenyak.


Hellen bertemu dengan Letnan Andreas ketika ia akan mengambil keperluan didapur.


"Hai nona Hellen" sapa Letnan.


"Hello pak, selamat pagi" ujar Hellen menyapa dengan senyum nya.


"Selamat pagi kembali" jawab sang Letnan, "Emmmm...bagaimana dengan kondisi tuan Rudi nona?" tanya Letnan Andreas ingin memastikan.


"Saat ini kondisinya sudah normal" jawab Hellen, "dia hanya butuh pemulihan saja satu atau dua hari kedepan" sambung Gadis itu.


"Setelah itu mungkin dia sudah bisa kembali ke penginapannya" lanjut Hellen.


Letnan Andreas menarik nafasnya sambil mengulum bibirnya dan mengerutkan dahinya.


"Jika begitu, itu sangat bagus" ujar Letnan tersebut.


"Anda benar-benar orang luar biasa, jam terbang dan pengalaman anda sudah sangat banyak" kata Letnan itu.


Hellen hanya tersenyum.


"Negara kita sangat membutuhkan orang-orang seperti itu" ujar Sang Letnan.


Mereka sangat kompak dan berbicara dengan panjang lebar.


Memang mereka berdua berasal dari negara yakni Prancis.


"Lalu setelah ini apa yang akan anda lakukan?" tanya Letnan itu.


"Aku akan kembali ke camp Rumah Sakit" jawab Hellen.


"Beraktifitas seperti biasa dan menjalankan amanat negara" sambung nya lagi.


"wah..luarrr biasa apa yang anda kerjakan saat ini" ujar Letnan Andreas sambil bertepuk tangan.


"Lalu apa kamu sudah berkeluarga?" tanya sang Letanan kembali.


"belum!" jawabnya dengan tegas.


"Baiklah nona, oh ya, nanti malam akan ada sedikit pertunjukan" kata sang Letnan.


"Ada tamu dari negri kita yang akan datang berkunjung kemari" ujar Letnan.


"Terima kasih pak, jika nanti saya sempat, saya akan datang untuk menyaksikannya" ujar gadis itu.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu kata sang Letnan sambil berlalu.


Hellen hanya menganggukkan kepalanya saja.


Kemudian Hellen terus melanjutkan pekerjaannya memasak nasi.


Setelah selesai masak, Hellen segera membawa masakan tersebut ke kamar Rudi.


"Makanan udah siap, kita makan dulu ya sayang" kata Hellen.


"Jika bisa berdiri, berdirilah untuk berjalan" ujar Hellen, "agar otot-otot kamu kembali bekerja dengan normal" lanjut gadis bule itu.


Dengan perlahan-lahan Rudi berusaha untuk turun dari tempat tidur nya.


Lantas dia pun berjalan menuju meja yang telah berisi hidangan tersebut.


"Jika kamu tidak menggerakkan otot-otot mu, nanti dia akan menjadi kaku akibat tidak berjalan peredaran darah nya" ujar Hellen sambil mengambil kan nasi buat Rudi.


Rudi hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan dan tersenyum lebar.


Dia merasa sangat senang diperlakukan demikian oleh Hellen, Rudi juga merasa dia sangat di hormati oleh seorang lelaki.


Perasaan yang teramat senang itulah yang membuat sakit nya cepat sembuh, dan ditambah obat-obatan yang dia minum mengikut anjuran dokter membuat seluruh tubuhnya berasa mulai pulih kembali.


Pagi itu mereka makan bersama untuk pertama kali nya.