"Love Story" BELLE FILLE

"Love Story" BELLE FILLE
BAB - LV. Perjalanan cinta 2



Hingga menjelang malam hari Rudi dan Hellen baru terbangun dari tidur nya, Hellen lantas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, sementara Rudi masih bermalas-malasan ditempat tidur.


Tidak lama kemudian Hellen telah keluar dari kamar mandi, gadis itu lamgsung menuju ke arah Rudi yang masih tiduran sambil main hp nya.


"Sayang, apa kamu tidak lapar?" tanya Hellen


"Sedikit" kata Rudi sambil memandang ke arah Hellen.


"Kamu mau makan?" tanya Hellen kembali, "Jika kamu mau aku akan belikan, karena aku sudah lapar dan akan mencari makanan diluar" kata Hellen Kembali.


"Baik, aku mau" jawab Rudi singkat.


"Jika begitu aku akan cari makanan dulu di luar" kata Hellen.


"Hati-hati ya sayang?" ucap Rudi.


Hellen segera meninggalkan Rudi yang masih berada di tempat tidur.


Kriiinngg....krrriingggg


Ponsel Rudi kembali berbunyi


Tertera dilayar HP nya nama si Pemred tempat dia bekerja.


"Selamat Pagi pak.." ucap Rudi kepada pak Ferry sang Pemred.


"Iya, selamat pagi dan menjelang malam untuk kamu di Afganistan" jawab Ferry.


"Bagaimana kondisi kamu saat ini" tanya Ferry kembali.


"Alhamdulillah pak, saya sudah mendingan" jawab Rudi


"Sudah beberapa hari ini kamu tidak update berita, saya harap jika kamu sudah sembuh segeralah untuk mencari informasi terbaru disana" ucap san Pemred itu.


"Baik pak, mungkin besok pagi saya sudah bisa bekerja kembali" kata Rudi.


"Bagus, oh ya.., istri kamu sangat mengkhawatirkan kamu, semalam dia dan anak-anakmu ke kantor untuk menanyakan tentang kondisimu" kata Pak Ferry lagi.


"Iya pak, barusan istri saya mengirim chat wa, dan semua sudah baik-baik saja" kata Rudi.


"Baiklah jika begitu" kata sang Pemred, "Jika begitu saya ucapkan selamat beristirahat karena disana sudah menjelang malam, semoga besok kamu bisa kembali pulih dan bekerja seperti biasa" lanjut pak Ferry.


"Terimakasih kasih pak" ucap Rudi.


Kemudian telepon pun di tutup.


Rudi menarik nafas panjang.....


Cekereekk.....


Suara pintu dibuka.


Hellen telah kembali membawa makanan untuk mereka.


"Mari sayang, kita makan dulu" kata Hellen


Rudi tersenyum lalu bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dahulu.


Tidak berapa lama diapun keluar dari kamar mandi dan terlihat Hellen sudah duduk menunggu Rudi.


Kriiiinnngggg...kriiiingggg....


Ponsel Rudi kembali berbunyi.


Dia segera mengambil ponsel itu dan menerima telpon.


"Hallo..." kata Rudi.


"Hello, apa kamu masih dikamar?" kata si penelpon yang ternyata Rio.


"Ya, aku masih disini, ada apa?" tanya Rudi.


"Saya hari ini tidak pulang, ada terjadi pertempuran kembali, jadi kami masih melakukan peliputan" ujar Rio.


"Di daerah mana hari ini yang digempur?" tanya Rudi.


"Masih di bagian Utara" jawab Rio.


"Baik, besok pagi aku akan ikut meliput kesana" jawab Rudi.


"Oke kawan, selamat malam" kata Rio sambil menutup telpon nya.


Kemudian Rudi berjalan dan segera duduk disisi Hellen yang sudah menunggunya.


"Mari kita makan" ajak Rudi.


Hellen kemudian tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Mereka menikmati makan malam dengan sangat romantis dan sederhana.


Dengan tenang Rudi membuka satu persatu siaran tv untuk melihat berita-berita perkembangan dunia terkhusus berita lokal.


Hellen segera menyusul dan duduk di samping Rudi untuk ikut menyaksikan berita tv tersebut.


"Bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Rudi yang sangat mengkhawatirkan pekerjaan kekasihnya itu.


Karena Rudi sangat takut jika dia diberhentikan kerja akibat sudah lama bolos hanya untuk merawat dirinya.


"Nggak ada masalah, jika kamu besok sudah normal, aku pun akan bekerja kembali" kata gadis tersebut.


Mereka sangat asyik menonton berita yang ada di tv sambil ngobrol santai.


Hellen yang kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Rudi sambil memeluk pinggang Rudi dengan penuh kemesaraan.


Rudi mencium wangi aroma rambut wanita Prancis itu dengan penuh rasa cinta.


Tiba-tiba Hellen mencium pipi Rudi dan tersenyum


Rudi yang mendapatkan ciuman lantas memandang wajah Hellen sangat lekat, perlahan-lahan wajah mereka saling mendekat dan Rudi dengan segera melahap bibir gadis Bule itu.


Muuuuuuaaaccchh....


Kecupan hangat mulai sama-sama mereka nikmati, bibir mereka saling memagut dan lidah keduanya saling membelit, kedua mata merekapun saling terpejam menikmati setiap sentuhan.


Tangan kekar Rudi mulai bergerilya di tubuh Hellen, dan dengan segera Rudi melepas satu-persatu pakaian Hellen, begitu juga dengan dirinya yang membuka pakaiannya.


Dua bukit kembar yang indah mulai diremas dan ujungnya diplintir-plintir oleh Rudi.


Ujung bukit itu masih tampak kecil dan kemerahan, selanjutnya Rudi pun menyesep salah satu ujung dari bukit itu secara bergantian.


Achhhhhh.... Suara desisan dari Hellen terdengar.


Rudi mulai tidak tahan, akhirnya diapun menjebloskan Peluru kendalinya ke tempat Hellen.


Aaauuuuhh.....uuuuuhhh....


Suara Hellen bergema, gesekan dan pompaan mempercepat olah raga malam yang mereka lakukan diatas sofa panjang.


Derit suara sofa penuh irama, begitu pula tubuh mereka yang saling beradu hingga keringat mengucur deras.


Sudah sekian lama Rudi mamcu pompanya namun di belum juga mencapai tingkat akhir, sementara hellen sudah mulai tampak kelelahan.


Hampir satu jam akhirnya Rudi menyelesaikan serengannya dan dia pun mengerang menikmati puncak yang tinggi.


Hellen yang sudah berkali-kali melepaskan pelumasnya kali ini juga dia mencapai puncak kenikmatannya.


Eeeeeeegghhhhaaahh.....


Suara gerengan Hellen sambil tanggannya mencengkram lengan Rudi dengan sangat kuatnya.


Matanya membulat besar seperti akan keluar, ketika puncak itu meneepa dirinya, jantungnya berdetak dengan kencang dan seperti ada sesuatu yang keluar dengan sangat kental dan menyemprot di dalam liang yang hangat.


Setalah sama-sama mencapai tujuan, mereka pun segera istirahat dan merebahkan tubuh di sofa itu.


Haaammmmmmm...


"Kamu hebat sekali sayang" kata hellen dengan nafas yang masih tersengal.


"Apakah kamu puas?" tanya Rudi.


Hellen hanya tersenyum dan memejamkan matanya kemudian menganggukkan kepalanya.


"Kita istirahat dulu ya? Nanti kita sambung lagi" kata Rudi.


Hellen menarik nafas panjang dan dia pun menganggukkan kepala.


"Aku sayang kamu" bisik Rudi di telinga gadis itu yanng sedang memeluknya erat, kemudian Ru mencium dahi wanita bule itu.


Sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan, Rudi mulai memejamkan matanya dengan masih memeluk gadis itu.


Perasaan mereka kini terbang melayang entah kemana, setelah satu ronde bertempur menggapai kenilmatan.


Sungguh hari yang indah bagi kedua insan berbeda ras tersebut, sepertinya bukan hanya pertempuran di padang pasir saja yang terjadi di Afganistan, tetapi pertempuran diatas ranjang pun sedang terjadi.


Dengan menikmati sejuknya udara AC yang menyapu tubuh polos mereka, akhirnya mereka berduapun tertidur dengan sangat lelap.


💗💗💗💗💗💗💓💓💗


Hello pembaca setiaku...


Sebelumnya aku ucapkan terima kasih yang udah membaca novel karya ku ini.


Aku ingin terus dukungan kalian agar aku dapat terus berkarya dengan semangat.


Ayo..., beri like, subcribe dan komen kalian