
Tiga tahun sudah Rudi di Afganistan menjalankan tugas nya sebagai seorang jurnalis, kini dia akan kembali ke Indonesia untuk sementara.
Rudi akan kembali untuk mengurus paspor dan juga kartu pers nya yang telah lewat masa kerjanya, begitu pula dengan surat tugas yang dia pegang.
Siang itu Rudi dan Istri nya Hellen sedang duduk di beranda rumah nya, Rudi menjelaskan kepada Istri nya tujuan dia untuk kembali ke Indonesia.
"Setelah nanti segala surat-surat ku telah diperbaharui, secepatnya aku akan kembali kemari" kata Rudi kepa istri nya Hellen.
"Berapa lama kamu akan mengurus nya?" tanya Hellen.
"Aku belum tau, yang pasti aku akan secept nya kembali" ujar Rudi.
Hellen tampak murung dan sedikit bersedih.
Rudi yang mengetahui isi hati istrinya sedikit memberikan hiburan dengan kata-kata yang meyakinkan.
"Percayalah, aku tidak mungkin meninggalkanmu dan anak kesayangan kita" ucap Rudi sambil merapatkan kedua bibir nya.
"Aku takut, kau tidak akan kembali, sebab kau punya anak dan istri di negaramu" kata Hellen dengan nada yang sedih.
"Bukankah, aku juga punya kamu?" tanya Rudi.
Suasana sesaat hening.
Terlihat beberapa buturan air bening menetes di pipi wanita Bule itu yang kini telah resmi menjadi istri Rudi.
"Apa kau takut kehilanganku?" tanya Rudi.
Hellen menganggukkan kepalanya pelan.
"Percayalah, aku tidak akan meninggalkanmu, aku mencintaimu" ucap Rudi sambil memeluk Hellen dengan penuh kasih sayang.
"Lalu, kapan kamu akan berangkat ke Indonesia?" tanya Hellen sambil menghapus air mata nya.
"Mungkin Munggu depan" jawab Rudi singkat.
Hellen kembali menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, mari kita makan siang dulu" kata Hellen mengajak suami nya untuk makan siang bersama, sebab waktu telah menunjukkan sudah menjelang siang hari.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Hari ini merupakan keberangkatan Rudi untuk kembali ke Indonesia dengan jadwal penerbangan di sore hari.
Hellen beserta anaknya Arzetta turut mengantarkan Rudi ke bandara di ibu Kota Kabul.
Sebelum pesawat take off Rudi menyempatkan diri mencium putri kecilnya dan Hellen istri tercintanya.
Hellen pun membalas kecupan suaminya dan suasana haru tampak terjadi saat itu di pintu keberangkatan.
Dengan perlahan Rudi meninggalkan mereka berjalan menuju tangga pesawat.
Bersama para penumpang lainnya Rudi pun segera menuju pesawat untuk tinggal landas menuju Indonesia.
Dari tangga pesawat Rudi sempat membalikkan tubuh nya untuk melihat istri dan anak nya sebelum dia benar-benar masuk ke dalam pesawat.
Lambayan tangannya seakan-akan mereka tidak akan bertemu lagi untuk selamanya.
Suasana seperti ini mengingatkan Rudi akan hal tiga tahun silam pada saat dia akan berangkat ke Afganistan.
Saat itu anak dan istrinya juga menghantarkannya seperti mana pada saat ini terjadi ketika ia akan kembali ke Indonesia.
Pintu pesawat pun telah tertutup, kini pesawat boing 737 itu bersiap menuju lamdasan pacu.
Dengan kecepatan maksimum pesawat tersebut bagaikan kuda yang berlari sangat kencang.
Pesawat itu melaju dengan kekuatan penuh dan akhirnya terbang meninggalkan Afganistan di ujung landasan pacu.
Hari itu mengakhiri tugas Rudi di tiga tahun pertamanya bertugas di luar negri sebagai seorang jurnalis.
Dihati kecilnya yang dia takuti adalah pihak perusahaan tempat dia bekerja tidak lagi mengirimkannya untuk bertugas ke Afganistan.
Jika begitu, maka terkuburlah segala cintanya sampai disini.
Rasa resah dan gelisah menghantui perasaannya selama dalam penerbanagan.
Ridu tidak dapat beristirahat dengan baik di dalam pesawat yang membawanya terbang kembali ke Tanaha Air.
Fikirannya selalu tidak tenang dan hatinya pun sangat gelisah dengan keadaan yang dia alami saat ini.
Dia telah benar-benar mencintai dan menyayangi Hellen dengan sepenuh hati dan jiwa raganya, dan disisi lain dia juga mencintai Istri pertamanya Ismiati dan kedua anak nya.
Dua cinta dalam satu hatinya membuat rasa dilema yang begitu tinggi.
Dia sempat berandai-andai jika Ismiati mau terima Hellen sebagai saudara mudanya mungkin dia tidak akan se dilema ini.
Hellen sendiri telah siap lahir batin menjadi istri kedua, dan dia juga pernah mengatakan kepada Rudi bisa menerima istri pertamanya dan bersedia hidup serumah bersama dengan dua cinta.
Hati gadis Prancis itu benar-benar kuat dan mampu menjalani kehidupan seperti ini.
Dengan kekuatan cinta itulah dia juga rela berpindah agama menjadi Muslimah sejati yang kini sangat taat beribadah kepada Allah.
Dari ilmu agama yang diapelajari tentang islam itulah menjadikan Hellen wanita Eropa yang berpenampilan Muslimah.
Setiap kali keluar rumah dia selalu menggunakan hijab bahkan cadar seperti mana wanita-wanita timur tengah lainnya.
Dia juga mudah beradaptasi dengan keadaan dan saat ini dia tidak pernah menggunakan pakaian yang minim setiap dia berada diluar rumah.
Rudi selalu terbayang ketika Hellen yang setiap hari akan berangkat bekerja menggunakan hijab nya.
Betapa cantiknya dia yang begitu mempesona.
Rudi sendiri merasa sangat beruntung menikahi Hellen yang begitu setia dan mau mengikuti Islam dengan baik.
Sejak menjadi istri Rudi, Hellen setiap hari selepas pulang bekerja dia selalu belajar agama selama satu jam sstengah di masjid Islamic Centere yang ada di Afganistan.
Dari sinilah selama setahun menimah Hellen sudah memahami betul tentang Islam dan Budaya nya.
Hellen juga sudah mulai bisa membaca Al - Qur'an sebagai kitab suci nya saat ini.
Dia selalu membaca kitab tersebut setiap hari meski hanya satu atau dua ayat dan dia juga mempelajari setiap ayat-ayat nya.
Hal ini yang membuat Rudi snagat menyayangi Hellen, dengan mengenal agama Hellen tau kodratnya sebagai wanita dan sekaligus sebagai istri dan juga ibu.
Saat ini kehidupannya berubah jauh dari sebelumnya, jauh dari budaya barat, baik itu cara berfikir maupun sosial budaya dan penampilan.
Rudi mampu merubah wanita Eropa itu menjadi wanita Eropa yang modren dan islami, meski mereka juga harus berjibaku di tengah konflik negara yang mereka temapati saat ini.
Selama di dalam penerbangannya Rudi selalu mengingat akan perubahan besar Hellen, dia merasa bangga kepada dirinya sendiri atas usaha yang dia kerjakan untuk merubah Hellen menjadi wanita Muslimah sejati.
Mungkin Allah telah menunjukkan jalan kepada Hellen melalui diri nya untuk menuntun jalan yang baik kepada Wanita Eropa itu.
Perjalanan yang panjang dan penuh Konflik yang dilalui Oleh Rudi selama dalam masa pekerjaannya telah mendapatkan satu hikmah yang besar pada hidupnya.
Kehidupan pribadinya dia juga tau akan bakal timbul konflik rumah tangga nya kedepan jika Ismiati mengetahui hal ini
Namun Rudi adalah Pria yang dewasa, cepat atau lambat Ismiati pasti akan tau dan itu sudah ada di dalam otak nya.
Tinggal lagi bagaimana dia akan mendamaikan keadaan tersebut nantinya.
💗💗💗💗💗💗💓💓💗
Hello pembaca setiaku...
Sebelumnya aku ucapkan terima kasih yang udah membaca novel karya ku ini.
Aku ingin terus dukungan kalian agar aku dapat terus berkarya dengan semangat.
Ayo..., beri like, subcribe dan komen kalian ya.