"Love Story" BELLE FILLE

"Love Story" BELLE FILLE
BAB - XXXV Perselisihan Cinta



Hellen yang masih dibakar oleh rasa cemburu terus ditenangkan oleh Rudi.


Rudi sendiri yang merasa bersalah mencoba membujuk kembali Hellen agar bisa tetap tenang.


Sedangkan Rio dan Sherly yang merasa kebingungan dengan kejadian itu mencoba juga untuk mencari tau perselisihan yang terjadi itu.


"Baik, begini," Rudi mencoba menerangkan duduk permasalahan yang ada, "Gadis ini adalah Hellen, dia saat ini merupakan kekasihku!" kata Rudi.


Mendengar hal itu Rio dan Sherly terkejut, selama ini Rudi punya kekasih yang tidak pernah dia ceritakan sama sekali.


"Waktu saya bersama dengan Zuridah itu hanya rasa kasihan dan iba," kata Rudi melanjutkan.


Hellen mencoba mendengarkan kata-kata Rudi.


"Kamu harus tau!" sambung Rudi, "Zuridah ini orang yang ku sekamatkan saat dia menjadi korban tindak kekerasan di jalanan!" ungkap Rudi.


"Dia merupakan wanita korban perdagangan orang," Rudi terus bercerita, "saya dan teman-teman saya ini mencoba untuk membantunya kembali ke kampungnya!"


"Saya tidak sendiri dan berdua disini, ini ada beberapa teman saya!"


Sherly yang sedikit mulai mengerti ikut nimbrung dalam penjelasan Rudi.


"Benar!" kata Sherly, "dia adalah korban, saya faham perasaan anda nona!"


Sherly yang juga seorang wanita pasti memahami hal yang ada.


"Mari kita duduk dulu," ajak Rudi.


Kemudian merekapun bersama-sama masuk dan kembali duduk di warung itu.


Hellen yang masih tampak menangis terus dirangkul oleh Rudi.


Pelayan! Pelayan!


Seorang pelayan menghampiri.


"Saya pesan air putih hangat!" kata Rudi


Kemudian pelayan itu pun pergi dan tidak berapa lama dia kembali dengan membawa air putih hangat pesanan Rudi.


Rudi mengambil segelas air putih itu dan memberikannha kepada Hellen.


Hellen yang sudah sedikit tenang memimun air itu untuk membasahi kerongkongannya yang kering akibat dari tangisnya.


Dengan sedikit terisak-isak Rudi mencoba menghapus air mata gadis itu.


"Aku yang salah!" ujar Rudi, "Aku tidak memberitahukan kepadamu tentang Zuridah,"


"Karena aku tidak ingin menyakitimu," sambung Rudi, "Percayalah, aku dan Zuridah tidak ada apa-apa!"


"Lihatlah gadis itu!" kata Rudi sambil menunjuk ke arah Zuridah yang masih menangis, "dia tetap disini, dia tidak mengerti tentang hal ini!"


Hellen masih terus menundukkan wajahnya sambil sedikit menahan tangisnya.


Zuridah perlahan mendekati Hellen yang sedang menangis, "Maafkan saya nona," kata Zuridah sambil membelai rambut Hellen.


Zuridah mencoba memegang tangan Hellen sebagai tanda oermintaan maafnya, "saya dengan tuan Rudi tidak ada hubungan apa-apa!"


"Tuan Rudi adalah orang baik," Zuridah mulai memberi penjelasan, "tuan Rudi dan teman-temannya ini berusaha mengantarkan saya kembali kekampung halaman saya!"


"Hal tadi adalah kekeliruan dari saya," kata Zuridah, "saya sangat merindukan keluarga dan anak saya!" sambung Zuridah sambil meneteskan air matanya.


Perlahan Hellen mengangkat wajahnya dan menatap dalam-dalam ke arah Zuridah.


Hellen memegang pipi Zuridah "Maaf kan saya juga nona!" kata Hellen, "saya terlalu cemburu pada anda," Hellen sudah mulai memahami semuanya.


Rudi yang sedari tadi tampak tegang sudah mulai sedikit tersenyum.


Sementara Rio dan Sherly masih terus memperhatikan Zuridah dan Hellen.


Hellen dan Zuridah saling berangkulan tanda konflik mereka telah usai.


Sherly dan Rio maupun Rudi tampak tersenyum.


Hellen mengajak Zuridah untuk duduk di dekatnya.


Merekapun bersama-sama bercerita tentang semua hal yang terjadi pada Zuridah.


Hari yang sangat menegangkan bagaikan perang jiwa-jiwa manusia yang dibakar rasa cemburu dan ketidak fahaman diantara mereka.


Rudi sendiri mencoba menjelaskan tentang jati diri Hellen kepada teman-temannya yang ada disitu.


"Saya dan Hellen juga akan segera menikah dalam waktu dekat!" ujar Rudi.


Semua yang ada tampak kaget mendengar ucapan Rudi itu.


"Saya dan Hellen sudah sangat saling mencintai," sambung Rudi, "dia adalah gadis Perancis dan bekerja sebagai seorang Perawat."


"Saat ini dia dalah tim relawan paramedis untuk membantu korban lerang disini!" sambung Rudi kembali.


Sesaat mereka semua diam dan tak satu katapun yang keluar dari mulut mereka.


Hellen kemudian menatap Rudi yang duduk disisinya, "sayang maafkan aku!" sambil memegang tangan Rudi.


Hellen sepertinya telah mengerti tentang semua kejadian tadi.


Rudi dengan segera memeluk Hellen, "maafkan saya juga !" ucap Rudi.


Suasana haru menyelimuti mereka.


Sesaat Rudi tersenyum penuh arti, "baik kalian mau makan dan minum apa?" kata Rudi.


Pelayan!


Rudi memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman.


"Ini teman-temanku" kata Rudi kepada Hellen memperkenalkan teman-temannya.


"Ini Sherly dan Rio," sambil menunjuk ke arah mereka, "mereka adalah para jurnalis dari Belanda,"


"Mereka sahabat karib ku selama disini," ujar Rudi yang masih merangkul Hellen.


"Dan ini adalah nona Zuridah, nona dalam masalah," ujar Rudi, "dia korban perdagangan orang yang akan kami selamatkan untuk kembalikan dia ke keluarganya!"


Hellen pun tersenyum setelah berkenalan dengan Sherly, Rio dan Zuridah.


"Maafkan saya, yang tadi sangat salah faham dengan semua keadaan," Hellen mulai meminta maaf kepada teman-teman Rudi.


Setelah semua keadaan telah membaik merekapun bersantap makanan bersama yang telah tersedia di meja makan itu.


Mereka sudah mulai akrab dan sangat bersahabat.


"anda tinggal dimana nona?" tanya Rio.


"Saya ada di mess perawat rumah sakit milik pemerintah," kata Hellen.


"Senang berkenalan dengan anda," kata Sherly, "sudah berapa lama anda disini?"


"Sudah lumayan lama, kurang lebih hampir dua tahunan," jawab Sherly.


"anda sendiri sepertinya penduduk asli disini?" tanya Hellen kepada zuridah.


"eee ... eh iya, saya asli dari Afganistan," jawab Zuridah yang sedikit terbatah-batah.


Sebenarnya Zuridah sendiri masih merasa malu dengan peristiwa tadi, dia tidak menyangka kalau Rudi sudah punya kekasih secantik Hellen.


Zuridah yang sebenarya juga menaruh hati pada Rudi mulai sedikit kecewa melihat keadaan ini.


Rudi yang begitu baik dan jujur ternyata telah memiliki kekasih, ditambah lagi dengan pernyataan Rudi yang akan segera menikahi Hellen si gadis Prancis itu.


Hati Zuridah sebenarnya sangat hancur, bukan saja dengan peristiwa yang baru saja terjadi.


Dia merasa sangat malu dengan kecemburuan Hellen kepada dirinya.


Zuridah mangkin banyak merenung saat itu.


"Zuridah!" panggil Rudi, "apa kamu baik-baik saja?"


Zudirah hanya diam dengan tatapan kosong.


"Zuridah!" sekali lagi panggil Rudi.


"eee ... ee iya, iya, tidak tuan, saya tidak apa-apa!" jawab Zuridah.


Sherly yang melihat Zuridah agak sedikit berbeda menciba menanyakan keadaan Zuridah, "Zuridah, apa anda baik-baik saja?" tanya Sherly.


"Jika anda tidak merasa baik, mari kita ke dalam kamar saja," ajak Sherly.


Zuridah menganggukkan kepalanya, kemudian mereka sama-sama meninggalkan makan bersama itu dan menuju kamar motel.


Rio, Rudi dan Hellen masih terus melanjutkan makan merka hingga selesai.