
Selepas Sholat Subuh Rudi langsung pulang ke rumah nya, Ismiati yang sudah sedari tadi bekerja memenuhi kewajiban nya sebagai ibu rumah tangga tengah menyiapkan makanan untuk sarapan anak dan suaminya.
Dia juga tidak lupa mempersiapkan segala keperluan sekolah bagi anak-anak nya.
Pagi itu wajah Ismiati tampak begitu ceriah dan berbunga-bunga, dia tidak seperti hari kemarin pada saat Rudi pertama kali kembali dari Afganistan.
Hari ini wajah nya lebih sedikit merona, dia berdandan begitu baik walaupun hanya di rumah saja.
"Assalammu'alaikum" sapa Rudi ketika memasuki pintu rumah.
"Wa'alaikumsalam" jawab bersama terdengar dari dalam rumah antara Ismiati dan putri nya Salsabila.
"Mas makan dulu ya sama anak-anak" kata Ismiati kepada Rudi yang saat itu baru sampai di ruang makan.
Dia hanya tersenyum dan kemudian mengambil kursi dan duduk diantara kedua anak nya Salsabila dan Ilham.
"Bagaimana dengan sekolah kakak? Apa semua keperluan udah dibawa?" tanya Rudi kepada Salsabila untuk memastikan perlengkapan sekolah anak nya.
"Sudah yah, Semua sudah Bila masukkan ke dalam tas" kata gadis remaja itu.
Lantas Rudi tersenyum dan membelai rambut anak nya itu.
"Kalau Ilham bagaimana?" tanya Rudi.
Anak lelakinya hanya manggung-mangguk dengan tingkah yang lucu
Ismiati dan Rudi pun tertawa melihat anak bungsu nya itu.
Rudi lantas memeluk Ilham dengan kasih sayang.
"Ayo mas di makan dulu, mumpung masih hangat" kata Ismiati yang sudah bersiap untuk melakukan sarapan pagi.
"Ayo kita berdoa dulu sebelum makan" kata Rudi.
"Bismillahirrahmanirrahim, allahumma bariiklana fima razaqtana wa kinaa ajabannar" saat itu Rudi memimpin doa makan untuk keluarga nya.
"Aamiin" jawab anak dan Istri nya.
Dan di pagi itu mereka makan satu meja dengan penuh kebahagiaan dan keharmonisan keluarga.
Usai sarapan seperti biasa nya Rudi akan menghantarkan anak-anak nya ke sekolah, sedangkan istri nya Ismiati bersiap untuk melakukan aktifitas pekerjaan nya.
Para karyawan Ismiati pun tampak sudah mulai berdatangan, ruangan tempat dia bekerja sudah mulai penuh dengan orderan dari pelanggan.
Kehidupan Rudi bersama istri nya setelah dia menjadi wartawan yang boleh dikatakan Internasional mulai terangkat sedikit demi sedikit.
Sehingga pemasukan perekonomian mereka sudah mulai membaik, di tambah lagi dengan Ismiati yang rajin dan terampil mengelola usaha nya.
...****************...
...****************...
...****************...
Waktu berjalan begitu cepat, pihak CEO telah menghubungi Rudi untuk hadir dalam kegiatan peresmian gedung kantor baru dan juga peluncuran perdana stasiun televisi dan radio milik perusahaan pers tempat Rudi bekerja.
Acara yang digelar secara Nasional itu sungguh menarik perhatian investor dan para pengiklan layanan media.
Tamu undangan mulai dari pejabat Mentri hingga kepala daerah Gubernur dan Walikota serta Bupati turut hadir dalam acara kegiatan tersebut.
Ada pula Kapolda, Panglima Kodam hingga Kapolres serta Dandim turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Rudi yang datang bersama istri nya tampak begitu bersemangat dengan menggunakan pakaian layak nya seorang pejabat pula.
Acara demi acara mereka ikuti dengan penuh hikmat tanpa satu pun yang terlewatkan.
Mulai dari Ceremonial hingga pengguntingan pita gedung baru oleh Bapak Mentri.
Selain itu ada juga promosi jabatan yang diberikan oleh pihak CEO kepada karyawan yang sudah mampu mengelola manajemen yang baik, sehingga mendapatkan hasil yang begitubluar biasa bagi pertumbuhan perusahaan.
Sampailah pada saat satu persatu penerima anugrah tersebut diumumkan dan mereka pun naik ke atas panggung untuk menerima anugrah tersebut.
Nama Rudi yang disebutkan oleh MC membuat dia dan Istri nya merasa senang saat itu.
MC menyebutkan nama Rudi Budiman seorang jurnalis senior yang dianugrahi hadiah berupa Sebuah Rumah Mewah dan Mobil Sport atas jasanya yang luar biasa kepada perusahaan.
Selain itu dia juga diangkat sebagai Kepala Perwakilan Luar Negri untuk wilayah kerja Timur Tengah.
Tidak hanya dia seorang, tetapi Pak ferry selaku Pemimpin Redaksi nya juga mendapatkan hadiah yang sama serta kenaikan double job untuk menjadi Menejer Oprasional.
Kebahagiaan yang luar biasa bagi Rudi dan Keluarga nya hingga tanpa terasa Ismiati pun menitiskan air mata nya melihat hasil perjuangan suami nya saat ini.
Perjuangan butuh proses dan proses yang membutuhkan waktu, namun dari waktu itu kita banyak menemukan sebuah pengalaman yang berharga, baik suka maupun duka.
"Terimakasih untuk semua nya yang telah mendukung saya hingga saya dapat berada ditempat ini"
Begitulah akhir dari pidato Rudi Budiman ketika menyampaikan rasa syukur nya di tengah-tengah acara.
Rudi pun segera mendapatkan tanda jabatan dan yang diberikan langsung oleh Bapak Mentri yang mengepalai bidang pers di Negri ini.
Dia diabadikan bersama para pejabat dan juga turut serta sang Istri Ismiati yang dengan setia mendampingi nya dalam hidup untuk sebuah perjuangan yang nyata.
Hal ini tidak bisa mereka lupakan se umur hidup mereka.
Hingga acara tersebut berakhir, Rudi swgera memohon ijin kepada atasannya untuk kembali kerumah.
Para teman san sahabat nya serta karyawan perusahaan tersebut memberikan ucapan selamat kepadanya dengan menyalami tangan Rudi dan Ismiati istri nya.
Sebuah Mobil Sport seharga satu Miliyar menggelinding membawa Rudi dan Istrinya untuk pulang kerumah mereka.
Sesampai dirumah mereka pun disambut oleh anak dan pembantu yang bekerja dirumah Rudi dan Istri nya.
Dia segera memeluk anak-anak nya dengan oenuh kebahagiaan, semua ini tak lepas juga atas rezeki anak-anak nya yang Allah berikan kepada nya.
Hari itu dia dan ismiati mengundang seluruh keluarga besar nya, mulai dari ayah dan ibu Rudi serta mertua nya dan kakak dan adik sera para ipar nya.
Mereka membuat acara syukuran keluarga, dan tak lupa pula dia mengundang para tetangga nya dan teman-teman kantir nya.
Hidangan serba mewah di hidangkan untuk para tamu yang datang.
Rudi dan Ismiati melihat seluruh isi rumah nya dari setiap sudut ruangan, di rumah inilah yang penuh kenangan, suka dan duka mereka jalani bersama.
Sampai akhir nya, sebuah sertifikat rumah baru yang berada dipemukiman elit di Kota Medan telah mereka dapati dari hasil kerja keras, meski hanya hadiah, tetapi mungkin ini adalah Hadiah dari Allah sebagai rezeki yang tak terduga dari ikhtiar yang selama ini mereka lakukan dengan sabar.
Kini Rudi tidak lagi dipandang sebelah mata, yang sebagai wartawan biasa.
Dahulu sebagai seirang wartawan yang hanya mengandalkan sepeda motor butut nya, yang harus mondar-mandir mencari berita.
Namun kini dari perjalanan hidup nya telah memiliki jabatan yang mentereng.
Selain sebagai seorang wartawan senior dia juga saat ini sebagai Kepala Perwakilan Luar Negri.
💗💗💗💗💗💗💓💓💗
Hello pembaca setiaku...
Sebelumnya aku ucapkan terima kasih yang udah membaca novel karya ku ini.
Aku ingin terus dukungan kalian agar aku dapat terus berkarya dengan semangat.
Ayo..., beri like, subcribe dan komen kalian ya