"Love Story" BELLE FILLE

"Love Story" BELLE FILLE
BAB - LXV . Dirumah keluarga



   Hanya hitungan menit suara dengkuran Rudi sudah sangat keras, pria itu sudah benar-benar terlelap.


Zuridah yang melihat Rudi tengah tidur bersama anaknya segera menutup pintu kamar tersebut.


Sejak Rudi dan Hellen menikah, Zuridah memang telah menjadi pembantu didalam rumah tangga Rudi.


Meskipun dahulu Zuridah dan Rudi sempat tidur bersama dan juga pernah membuat Hellen cemburu, akan tetapi saat ini dialah yang menjadi teman setia Hellen.


Zuridah sangat menghormati Hellen sebagai majikannya.


Akan tetapi Hellen menganggapnya sebagai saudaranya.


Sampai saat ini Zuridah belum juga bisa kembali ke kampung halamannya akibat perang yang masih sering terjadi disana.


Sesekali dia juga rindu kepada anaknya yang saat ini masih tinggal dengan kedua orang tuanya.


Namun dengan lahirnya Arzetta putri pertama Hellen dengan Rudi telah menjadi obat kerinduannya kepada anaknya yang berada dikampung halamannya.


Diapun begitu menyayangi Arzetta seperti anaknya sendiri.


...****************...


...****************...


...****************...


    Waktupun berjalan begitu cepat, tanpa disadari hari telah mulai senja.


Suara langkah kaki menaiki anak tangga Apartemen dengan sangat perlahan.


Dan tidak berapa lama pintu Apartemen itupun dibuka oleh seorang wanita yang menggunakan hijab panjang berwarna putih.


"Assalammu'alaikum" ucap wanita berhijab itu setelah memasuki kamar Apartemen itu.


"Wa'alaikumsalam" jawab Zuridah yang tengah menonton tv sambil memangku Arzetta.


Wanita yang masuk tersebut adalah Hellen yang baru saja kembali dari kantornya.


"Hai baby...." sapa Hellen kepada putri kecilnya sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.


Arzetta pun sangat gembira setelah melihat ibunya telah kembali.


"How Are You My Baby" kata Hellen sambil mendekati putrinya itu yang tengah dipangku oleh Zuridah.


Hellen segera mengambil anaknya dari Zuridah dan menggendong bayi perempuan tersebut.


Seperti ibu-ibu pada umumnya saat bertemu dengan anak kesayangannya.


Begitu juga Hellen yang telah seharian tidak bertemu dengan anaknya.


Dia langsung saja mengambil putrinya itu untuk di gendongnya dengan penuh kasih sayang dan rasa rindu sambil menciuminya.


Zuridah hanya tersenyum melihat ibu dan anak itu saling bermanja.


Hellen kemudian duduk disamping Zuridah dengan masih menggendong anaknya.


"Nyonya, Tuan Rudi sudah kembali" kata Zuridah.


Mendengar nama Rudi Hellen segera terperangah dan tersenyum.


"Tadi siang tuan Rudi tiba disini, dan sekarang dia sedang tertidur dikamar nyonya" sambung Zuridah.


"Oh ya...? Mengapa kamu tidak mengabari saya?" tanya Hellen.


"Saya mau mengabari nyonya, tapi tuan Rudi melarang" jawab Zuridah.


"Dia bilang tidak perlu, dia tidak ingin mengganggu nyonya yang sedang bekerja" sambung Zuridah kembali.


"Oh begitu" kata Hellen sambil tersenyum.


Kemudian Hellenpun segera beranjak dari tempat duduknya.


Sambil menggendong Arzetta dia segera menuju kamar tidur.


Melihat suaminya yang sedang tidur dengan pulasnya Hellen tersenyum dengan penuh rasa kerinduan.


Hellen mengusap-usap rambut suaminya dan kemudian mencium hangat dahi suaminya itu.


Rudi yang tertidur dengan sangat pulasnya tidak sadar juga istrinya telah berada disampingnya dan memberikan ciuman kasih sayang.


Melihat Rudi yang masih tidur membuat Hellen enggan mengganggunya.


Dia membiarkan saja Rudi yang masih tertidur dan kemudian Hellen berdiri kemudian berlalu keluar kamar itu.


"Kamu jaga Arzetti dulu ya" kata Hellen sambil memberikan bayi imut itu kepada Zuridah.


"Saya mau madi dulu, dan jangan lupa beri dia susunya" ucap Hellen.


Zuridah pun mengambil Arzetti untuk digendongnya.


"Baik nyonya" sebut Zuridah.


Sambil tersenyum Hellen segera meninggalkan mereka untuk masuk kekamar mandi.


Tidak berapa lama kemudian Hellen telah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk tebal sebagai pembalut di tubuhnya.


Dia menggunakan sebuah gaun malam yang indah agar terlihat mempesona dihadapan suaminya yang baru saja kembali dari kampung halamannya itu.


Harapannya Hellen selalu dapat membahagiakan suami tercintanya tersebut seperti mana janji mereka berdua dahulu saat menikah.


Dengan memakai parfum sebagai pengharum tubuh guna memikat gairah suaminya yang saat ini masih sedang tidur dengan sangat pulasnya.


Hellen tidak ingin membangunkan suaminya yang sedang tertidur, dia tau bahwa suaminya pastilah merasakan keletihan yang sangat menyengat tubuhnya.


Dia baru saja melakukan perjalanan jauh dan langsung bekerja pada hari yang sama.


Sebagai seorang istri yang baik dia dapat merasakan hal tersebut, itulah sebabnya dia hanya tersenyum saat memandang wajah sang suami yang sedang tertidur pulas itu.


Meskipun saat ini waktu telah menunjukkan pukul 20.15 namun dia tetap membiarkan suaminya untuk beristirahat.


"Kamu pasti belum makan" ujar Hellen lirih sambil mengelus wajah sang suami.


Senyuman manis tersungging di ujung bibir wanita bule itu.


"Aku tidak akan mengganggumu, tidurlah sayang" kata Hellen lirih kembali.


Kali ini dia memberikan kecupan pada dahi suaminya.


Begitu letihnya Rudi sehingga dia tidak sadar bahwa istrinya telah memberikan belaian dan kecupan kepadanya.


Hellen kemudian beranjak dari sisi Rudi dan segera keluar dari kamar tersebut.


Zuridah yang saat itu tengah mengasuh Arzetta yang akan tidur karena hari sudah larut.


Hellen berjalan menuju ruang makan, perutnya terasa lapar karena sedari tadi dia belum makan.


Zuridah terus memomong Arzetta yang tampaknya sudah mulai tertidur.


Malam kini tengah menyelimuti kota Kandahar yang terasa begitu sejuk dan tenang.


Meski langit malam hari tampak berawan seperti akan turun hujun namun masih terasa indah dengan lampu-lampu yang menerangi setiap sudut kota.


Sebuah Apartemen ditengah kota yang saat ini tengah dikontrak oleh keluarga baru Rudi dan istrinya Hellen terasa sangat hening dan hangat.


Keluarga baru yang berlainan suku dan ras maupun negara itu menjadi satu kumpulan yang membentuk generasi selanjutnya.


Meski awalnya mereka berbeda agama dan budaya, akan tetapi cinta telah menyatukan segala perbedaan sehingga mereka menjadi satu ikatan yang pada akhirnya Hellen dapat memeluk agama Islam sebagai agama keyakinan suaminya itu.


Sebagai wanita yang berpendidikan baik, dia meyakini bahwa apa yang telah dipilih oleh suaminya pastilah itu yang terbaik baginya.


Karena itulah dia mau memeluk agama suaminya sebagai istri yang baik untuk menentukan masa depan generasinya yang akan meneruskan pewaris keluarga yang saat ini tengah mereka bina bersama.


Disatu sisi, meski Hellen sebagai wanita kedua didalam hidup seorang pria yang saat ini telah menjadi suami dan ayah bagi anaknya itu namun dia tetap tabah dan semua itu atas dasar cinta dan keyakinannya.


Dia berhaharap agar Rudi tetap selalu dalam pegangan hidupnya untuk menjaga cinta yang dia bina saat ini.


Sambil menikmati hidangan malam, Hellen tetap bahagia dan semangat untuk melanjutkan hari-hari bersama Rudi sang suami tercintanya.


Tujuan mereka hanyalah satu, yaitu kebahagian lahir dan bathin untuk menuju rumah tangga yang bahagia.