
Sepulang Rudi dari Mesjid selepas isya dia langsung masuk kedalam rumahnya.
Terlihat Ismiati sang istri tengah menunggunya kembali dari masjid dengan menonton televisi di ruang keluarga.
Ismiati ditemani oleh anak perempuan nya Salsabila yang juga sedang menunggu ayahnya pulang.
"Assalamualaikum " kata Rudi sambil menggendong Ilham saat berada di ruang tamu.
"Wa'alaikumsalam" jawab Ismiati dan Salsabila.
Mereka sangat senang melihat Rudi dan Ilham sudah kembali
"Gimana, apa mas sudah makan?" tanya Ismiati
"Belum" jawab Rudi singkat.
"Mas mau makan sekarang? Saya siapkan ya" kata Ismiati sambil berlalu kedapur untuk menyiapakan makan malam.
"Gimana Bila? Apa kamu sudah belajar nak?" tanya Rudi kepada anak Sulungnya.
"Sudah yah, sebentar lagi juga mau tidur" jawab gadis yang sudah beranjak dewasa tersebut.
Sementara Ilham masih terlihat bermain dengan mobil remot tank perang yang diberikan oleh Rudi sebagai oleh-oleh untuk anaknya ketika ia pulang dari Afganistan kemarin.
"Mas, sudah jika ingin makan" ujar Ismiati dari yang datang dari belakang.
Rudi segera menuju ke ruang makan.
Ismiati pun mengikutinya dari belakang.
Dia mengambilkan piring untuk suaminya makan, kemudian dia berlalu untuk mengurusi anak-anak nya, karena waktu sudah beranjak malam dia juga mempersiapkan kamar tidur untuk dua buah hatinya itu.
Selepas makan malam Rudi segera menuju ruang keluarga untuk menonton televisi.
Diruang itu sudah tidak terlihat lagi Ilham dan kakak nya Salsabila yang tadi sedang asyik bermain.
Dia pun segera menukar chanel tv siaran pavoritnya.
Tidak berselang berapa lama Ismiati pun keluar dari kamar tidur anaknya.
Ternyata dia baru saja menidurkan anak-anaknya dikamar mereka.
Dengan segera Ismiati duduk mendekat kepada Rudi, sudah lama dia tidak bermesraan dengan suaminya sejak Rudi bekerja di Afganistan.
Hari ini mungkin hari yang tepat baginya untuk bermanja-manja kepada sang suami.
"Tadi mas dari kantor, ada kabar gembira yang ingin mas sampaikan kepadamu" ujar Eudi memulai pembicaraan.
"Kabar apa itu mas?" tanya Ismiati sambil menatap wajah suaminya.
"Beberapa hari lagi mas mau dipanggil oleh CEO dan para direksi" sambung Rudi.
"Menurut pak Ferry mas mau dapat jabatan baru, perusahaan sangat mengapresiasi kerja mas selama tiga tahun ini" lanjut nya.
"Berita-berita yang mas kirim dari Afganistan ternyata telah menyedot banyak pembaca, sehingga sejak itu perusahaan memiliki beberapa cabang media, seperti Online dan Cetak"
"Saat ini juga kantor pusat kami telah banyak direnovasi, dari investor yang melihat rubrik berita yang menarik pembaca"
"Perusahaan juga saat ini tengah membangun media televisi dan radio untuk siaran pers dan umum" lanjut Rudi kembali.
Ismiati tersenyum tipis dan terus melihat suaminya yang sedang berbicara.
"Dan rencannya mas sudah tidak akan lagi menjadi wartawan, tetapi akan dinaikkan jabatannya menjadi kepala biro dan perwakilan di luar negri" sambung Rudi.
"Berarti mas akan berangkat keluar negri lagi dong?" tanya sang Istri.
"Ada kemungkinan" jawab Rudi tegas.
Ismiati hanya terdiam, suasana hening sesaat.
"Kenapa? Kamu tidak suka jika mas kerja diluar?" tanya Rudi pelan sambil menarik wajah Ismiati untuk menatapnya.
"Bukan begitu mas, berarti kami akan terus mas tinggal lagi untuk waktu yang lama" tanya Ismiati.
"Jika mas menjadi pimpinan, mas pasti bisa pulang lebih awal dari pada saat ini" ucap Rudi meyakinkan istrinya.
Ismiati menarik nafas perlahan.
Kemudian Rudi pun menarik istri nya kembali dan memeluknya dengan erat.
Dia mencoba mencium bibir Ismiati dengan perlahan.
Ismiati yang sudah cukup lama tidak dibelai mulai merasakan nafsu yang membara di tubuh nya ketika Rudi menciumi bibir nya.
Dia segera membalas perlakuan Rudi kepada nya dengan penuh semangat.
"Sebentar mas, saya bersihkan tubuh dulu" kata Ismiati, "agak risih jika masih belum bersih" sambung nya.
Rudi pun tersenyum dan membiarkan istri nya ke kamar mandi.
Rudi masih duduk di sofa keluarga di depan televisi.
Tidak berapa lama kemudian Ismiati pun datang kembali menghampiri Rudi dengan menggunakan pakaian lingerie berwarna hitam.
Dia sudah tidak menggunakan pakaian dalam lagi, terlihat dengan samar ujung bukit kembar miliknya yang lumayan besar.
Memang Ismiati memiliki buah kembar yang melekat di dada nya seperti buah pepaya yang menggantung, serta ujjunng puttiing nya cukup besar seperti kismis.
Ismiati segera duduk disamping Rudi kembali.
Rudi segera menarik istrinya itu dan menciuminya dengan sangat buas.
Ismiati pun membalas serangan itu dengan sangat buas penuh nafsu bagaikan akan memangsa mangsanya.
Mungkin ini adalah penyebab dia sudah terlalu lama di tinggalkan, dan selama Rudi pergi dia tidak pernah disentuh siapapun, itu yang membuatnya bergairah sangat tinggi.
Berbeda dengan Rudi dia sudah sering melakukan hal itu kepada wanita yang dekat dengannya selama di Afganistan.
Permainan merekapun semangkin panas, ketia Rudi mengeluarkan pepaya gantung itu dari balik busana Ismiati.
Melihat buah pepaya yang indah itu dia segera ******* Putting nya.
Dihisap dan dijilatinya buah pepaya itu secara bergantian sambil sesekali dia gigit dan diremas-remasnya.
Ismiati yang merasa sudah tidak kuat menahan gairahnya seketiak mendesis bagaikan seekor ular.
"Mas, kita dikamar aja ya? Nanti ada anak-anak atau pembantu yang melihat" kata Ismiati.
Rudi pun mengangguk tanda setuju.
Dia segera menggendong istri nya menuju kamar tidur.
Permaianan pun berlanjut dikamar itu.
Rudal Rudi yang sudah begitu keras segera meluncur.
Tanpa komando, rudal itu pun telah melesat ke dalam temapat nya.
Bleeeessss......
Rudal Rudi telah tenggelam seluruhnya diiringi suara lirih dari Ismiati.
Aaaaakkhhh.... Iiisss..... Eeewssss...
Mereka memompa kenikmatan itu yang sudah tiga tahun tidak mereka rengkuh.
Rudi terbilang seorang lelaki yang tahan lama, jangankan Ismiati, Hellen dan Sherly bahkan Zuridah saja kewalahan melawannya.
Dia bisa bertahan satu jam dan Istrinya pun sudah berkali-kali mencapai puncak.
Setelah main tiga Ronde sampai pukul satu malam barulah mereka tertidur dengan penuh rasa puas serta letih.
Tetapi tidak sampai disitu saja, menjelang pagi sekitar pukul lima sebelum subuh, Ismiati yang terbangun kembali meminta suaminya untuk bertwmpur kembali.
Tampa menolak Rudi pun melayani istrinya dengan baik, hingga permainan sampai dua Ronde di pagi subuh itu.
Setelah itu barulah mereka mandi bersama untuk menghilangkan hadast ditubuh mereka.
Rudi bersiap untuk berangkat ke masjid yang akan menjalankan Sholat subuh berjemaah.
Bagi Ismiati malam itu bagaikan ia merasakan malam pertama kembali seperti layaknya pengantin baru.
Hingga tubuhnya merasa sangat letih karena berkali-kali mencapai puncak kenikmatan.
Disekitar kewanitaannya pun dia merasa seprri sedikit perih akibat terlalu lama bermain, dan terlalu lama tidak disentuh.
Namun rasa itu terbayar dengan sebuah rasa yang bernama kenikmatan dan kasih sayang.
💗💗💗💗💗💗💓💓💗
Hello pembaca setiaku...
Sebelumnya aku ucapkan terima kasih yang udah membaca novel karya ku ini.
Aku ingin terus dukungan kalian agar aku dapat terus berkarya dengan semangat.
Ayo..., beri like, subcribe dan komen kalian ya.