
Hari itu adalah hari yang indah bagi Hellen dan Rudi, mereka dapat tidur bersama didalam satu kamar.
Ting..
Bunyi Whatsaap Rudi.
Dia segera terbangun dan melihat isi WA tersebut.
"Mas, kata pak pemred mas sedang sakit, lalu bagaimana keadaannya saat ini" pesan tersebut datang dari Ismiati istri Rudi.
Rudi segera membalas pesan tersebut.
"Alhamdulillah, mas saat ini sudah sehat dan sudah bekerja kembali" balasan pesan Chat Rudi.
"Syukurlah mas jika begitu" pesan balasan kembali dari Ismiati.
"Boleh saya vicall mas, jika tidak mengganggu?" pesan datang kembali dari istrinya.
Rudi sedikit bingung untuk menjawab, sebab dia swdang tidur bersama Hellen yang hanya mengenakan pakaian dalam saja.
"Maaf sayang, mas lagi bekerja, ini sedang liputan perang, doakan aja agar mas selamat, dan salam buat anak-anak" Rudi membalas Chat tersebut.
Untuk meyakinkan istrinya Rudi mengirim foto-foto pertempuran dan video peperangan yang pernah dia liput.
"Sudah ya, nanti kita sambung lagi" ucap Rudi dalam pesannya.
Kemudian Rudi segera mematikan jaringan wifi yang ada di Handphon nya.
Hellen masih tidur dengan nyenyaknya disamping Rudi.
Setelah menerima Chat dari istrinya Rudi kembali tidur, dia memeluk erat gadis bule asal Prancis itu.
Sangat hangat terasa tubuh gadis teraebut, dia pun mencium dahi gadis yang tertidur nyenyak itu.
Kelihatannya si Hellen berasa capek sekali, dia tidak bangun sedikit pun meski Rudi memeluknya dengan erat.
Rudi mencoba sedikit jahil dengan mengintip isi didalam bra Hellen.
Begitu mudah Rudi untuk melihatnya, sebab Hellen hanya mengenakan bra dan ****** ******** saja.
Tampak oleh pandangan mata Rudi sebuah bukit indah yang lumayan besar itu dan terdapat puttinng yang indah, kecil dan berwarna kemerahan.
Rudi hanya tersenyum melihat itu, lalu kemudian dia pun kembali memejamkan matanya dengan memeluk erat Hellen.
...****************...
...****************...
...****************...
Rio dan Sharly sedang sibuk meliput perang yang baru saja usai tersebut, setelah pasukan pemberontak dipukul mundur.
Tinggallah puing-puing bekas peperangan yang tampak dengan jelas.
Sementara rumah sakit-rumah sakit kembali penuh menerima pasien korban perang.
Dunia pun masih disibukkan dengan pemberitaan perang yang terjadi di Afganistan tersebut.
Kali ini pertempuran terus meluas, ibu Kota Kabul pun kembali meletus peperangan disana.
Begitu juga di daerah Kandahar dan daerah lain yang ada di Afganistan.
"Sepertinya kita akan lama tinggal disini" ujar Rio kepada Sherly ditengah-tengah peliputan mereka.
"Benar, kemarin pimpinan menelponku dan dia katakan agar kita terus mendapatkan berita di wilayah ini" jawab Sherly.
"Jika seperti ini, kita harus mencari tempat yang lebih baik lagi" kata Rudi.
"Penginapan yang saat ini kita tempati, sepsrtinya sudah tidak layak lagi" ujar Rio kembali.
"Sepertinya begitu" jawab Sherly sambil meneguk air mineral yang ada di botol.
"Lalu, bagaimana dengan teman kita dari Asia itu?" tanya Sherly.
"Nanti kita bicarakan padanya, aku rasa dia cukup memahami" ujar Rio menjawab.
Mereka duduk di tepian jalan sambil me gamati situasi yang ada disana.
"Aku rasa dalam waktu lama mungkin belum juga berakhir" ujar Rio.
Sherly menarik nafas nya.
"Disini situasi sudah tidak nyaman lagi" kata Sherly.
"Kita akan terus tetap mencari informasi dan menyajikan berita-berita kepada banyak orang" ungkap Sherly.
"Sebenarnya aku sudah jenuh disini" sambung nya lagi.
Suasana kembali hening.
Orang-orang terus terlihat dalam kesibukan masing-masing, mondar-mandir untuk melakukan penyelamatan ataupun pengobatan.
"Bagaimana menurutmu tentang Zuridah?" tanya Rio.
Mendengar kata Zuridah, Sherly diam sejenak.
"Aku tidak tau harus bagaimana dengan anak itu" jawab Sherly.
"Tapi, kita akan terus membawa dia kemanapun kita pergi" kata Sherly, "kita harus menjaganya sampai dia kembali kepada keluarganya" ungkap Sherly lagi.
"Aku tau itu!" jawab Rio.
"Mari kita lanjutkan pekerjaan kita" ajak Rio sambil dia berdiri dari tempat duduknya.
Kemudian Sherly pun mengikuti nya untuk berdiri.
Tampak rasa lelah yang dialami oleh mereka untuk meliput berita tentang peperangan ini.
Tetapi mereka tau dan sadar memang beginilah pekerjaan jurnalis itu, harus siap siaga selama 24 jam dan tetap selalu dalam tekanan.
Peluh keringat meliput di Padang pasir yang gersang, dan debu-debu yang sangat banyak harus mereka hadapi demi mendapatkan dan mengabarkan segala peristiwa penting di belahan dunia pada saat ter update.
Tak ada kata letih, kerja sama tim dan tugas dengan selalu bahagia agar mereka dapat menjaga stabilisitas tubuh mereka.
Terkadang sesekali mencari hiburan untuk menenagkan diri mereka.
Bekerja penuh waktu dan tekanan, belum lagi resiko besar yang akan mereka hadapi bahkan kehilangan nyawa sekali pun.
Hari sudah mulai gelap, kesibukan masih terlihat di rumah-rumah sakit yang ada.
Saat ini kendala yang terjadi adalah kurangnya pasokan obat-obatan.
Ssmsntara pemerintah telah mengajukan bantuan obat-obatan kepada negara-negara sahabat.
Begitu juga dengan pasokan makanan yang ada dibeberapa tempat camp-camp pengungsian yang ada di wilayah pedalaman.
Stok persediaan sudah hampir menipis, sedangkan pemerintah belum bisa masuk ke wilayah tersebut.
Belum lagi beberapa bantuan makanan yang dikirim pernah dibajak oleh pasukan pemberontak di tengah perjalanan.
Sehingga pemerintah masih sangat sulit untuk mengirimkan pasokan tersebut.
Sedang kepala negara juga sibuk berdialog dengan negara-negara lain untuk membantu memecahkan persoalan yang ada di dalam negri mereka.
Sementara itu perserikatan negara dunia masih belum menemukan jalan untuk segera mendamaikan pertikaian yang terjadi.
Walau demikian, pasukan pemberontak tidak lagi sebanyak dan sekuat diawal pergerakannya.
Merwka sudah banyak yang tewas dalam pertempuran, begitupun dengan anggota mereka yang sudah banyak tertangkap dan diproses hukum oleh pemerintah.
Memang yang agak sulit melawan medeka adalah gerakan gerilya yang mereka lakukan.
Dan juga penyerangan mereka yang secara tiba-tiba terhadap pasukan pemerintah.
Hal inilah yang selalu dikeluhkan pihak Pemerintah.
Disisi lain, pemerintah juga tidak dapat mendeteksi paengiriman senjata dari luar negri.
Dikarenakan Geografis negara tersebut sangat berdekatan dengan negara-negara lain.
Belum lagi ditambah dengan perselisihan negara itu dengan negara tetangganya.