
Tok...tok..tokkk....suara pintu kamar diketuk dari luar.
Seketika Rudi yang sedang tidur terbangun dan segera beranjak dari tempat tidurnya untuk membukakan pintu kamar itu.
Kreeekk..., pintu kamar dibuka oleh Rudi.
"Maaf tuan Rudi, ini makan malam buat tuan" ucap seorang tentara muda yang mengetuk pintu tersebut sambil membawakan makanan buat Rudi.
"Terimakasih" jawab Rudi dengan senyummannya meski dia baru saja bangun dari tidurnya.
Dia meletakkan piring yang berisi nasi dan lauk itu dimeja kecil.
Dia duduk dipinggir tempat tidur.
Karena Rudi masih baru bangun dari tidurnya kepalanya masih terasa pusing dan badannya pun masih terasa sangat letih akibat mengalami peristiwa ditengah peperangan.
"Ah, sudah malam rupanya" kata Rudi dalam hatinya.
Rudi bangkit dari tempat duduknya menuju kekamar mandi unduk membersihkan tubuhnya.
Sejurus kemudian diapun duduk dan menyantab makan malam yang telah disediakan.
Dengan tubuh yang masih terasa sangat letih, usai makan dia menggelengkan kepalanya untuk meringankan otot-otot lehernya yang sedikit tegang.
Kriiiiinnggg....kriiingggg...
Tiba-tiba pinselnya berdering.
"Hello....bagaimana keadaan kamu sayang?" tanya seorang gadis dari telpon.
"Ia, aku baik-baik saja" ujar Rudi yang mejawab pertanyaan dari telpon tersebut.
Ternyata yang menelponnya adalah Hellen yang juga kekasihnya itu.
"Tadi telah terjadi pertempuran dan pasukan pemerintah hari ini kalah, banyak korban jiwa dan yang luka-luka dari pihak tentara" ujar gadis itu.
Rudi terkejut menerima info dari kekasihnya itu yang menyatakan jika pihak pemerintah kalah dalam perang hari ini.
"Saat ini ditempat aku bekerja banyak merawat militer yang menjadi korban" ujar gadis itu kembali.
Rudi hanya diam mendengarkan info dari Hellen tersebut.
"Aku sangat sibuk, tapi aku mau memastikan tentangmu, apakah kau tadi juga meliput perang itu?" tanya Hellen yang sedikit khawatir.
"Benar, aku meliputnya ditengah-tengah peperangan" jawab Rudi.
"Aku terjebak ditengah pertempuran yang sangat mengerihkan itu, dan aku hanya bisa tertelungkup di lantai karena takut terkena peluru yang menyasar" Sambung Rudi.
"Aku fikir, aku akan mati disana!" lanjut Rudi kembali.
"Tetapi beberapa militer membawaku ke tepian dan menyelamatkanku" sambungnya kembali "saat ini aku diamankan oleh pihak Militer di camp mereka" ujar Rudi kembali.
"Ya Tuhan!" jawab gadis itu, "lalu bagaimana kondisi kamu saat ini?" tanya Hellen.
"Aku baik saja, namun tubuhku sangat letih serta ada beberapa luka ditubuhku" uajar Rudi, "Tadinya aku tidak tau jika ada beberapa luka du tubuhku" sambung Rudi kembali, "namun setelah aku berustirahat dan bangun dari tidur, baru aku merasa ternyata ada beberapa luka di lengan dan lutut kaki ku" ujar Rudi kembali.
"Lalu apa luka kamu sudah diobati?" tanya Hellen dengan nada yang khawatir.
"Belum" jawab Rudi ringkas
"Mengapa?" tanya gadis itu kembali.
"Aku baru saja bangun tidur, kemudian aku mandi dan makan malam" kata Rudi, "mereka memberikanku makan malam, setelah makan dan baru saja saat ini aku tau kalau aku ada terluka" sambung Rudi kembali.
"Jika begitu segeralah kau obati luka-lukamu sebelum menjadi parah!" kata Hellen dengan nada yang lebih khawatir mendengar kondisi orang yang dia cintai terluka.
"Iya, setelah ini aku akan meminta obat-obatan kepada mereka" kata Rudi.
"Kamu berada di camp mana?" tanya Gadis itu.
"Di pihak Militer Prancis" sambung Rudi.
"Oh ya, aku tau" jawab gadis itu.
"Aku pernah beberapa kali kesana" lanjut gadis itu, "setelah aku selesai bekerja, aku akan ketempatmu" sambung Hellen kembali.
"Jika begitu, segeralah kamu obati luka-lukamu" kata Hellen kembali, "aku bekerja dulu, setelah ini aku akan kesana" ujarnaya, "ok, sampai nanti, jaga dirimu!" ujar gadis itu.
"Baik terima kasih" jawab Rudi, "terimakasih juga atas infonya tadi" ujar Rudi.
"Okey, Aku sayang kamu, bye..." kata gadis itu sambil menutup telponya.
"Selamat malam" kata Rudi kepada tentara yang berjaga.
Melihat kehadiran Rudi, tentara tersebut sibuk mendekati Rudi, karena mereka telah ditugaskan oleh Letnan Andreas untuk menjaga dan mengurusi Rudi selama ada di camp tersebut.
"Malam tuan!" ujar tentara tersebut dengan sikap yang sigap.
"Saya mau meminta beberapa obat-obatan untuk mengobati luka-luka saya" kata Rudi dengan nada yang lembut dan sopan.
"Oh anda terluka rupanya taun Rudi?" jawab seirang tentara dengan sigap.
Mendengar Rudi terluka mereka sibuk untuk segera mengobati luka-luka Rudi.
"Mari tauan, mari ikut saya" salah seorang dari tentara itu membimbing Rudi menuju sebuah ruangan.
Di depan ruangang tersebut bertanda palang merah yang berarti adalah tempat perawatan.
"Silahkan duduk tuan" kata Tentara tersebut.
Rudi segera duduk di kursi yang telah disediakan.
Beberapa tetes darah mengalir di lengan kiri Rudi, dan dia terlihat sedikit Meringis menahan sakit yang baru terasa.
Tentara itu mendekato seorang perawat, dan entah apa yang dia bicarakan kepada perawat wanita itu, yang jelas saat itu juga perawat itu mendatangi Rudi dengan teegesah-gesah.
"Coba saya lihat lukanya?" tanya perawat itu.
Rudi segera menunjukkan beberapa luka di bagian tubuhnya.
"Maaf tuan, boleh saya mengobatinya?" tanya wanita itu dengan bahasa Prancis.
"Silahkan!" kata Rudi.
Perawat itu dengan segera mengobati segala luka-luka yang ada ditubuh Rudi yang sebelumnya dia bersihkan dengan alkohol.
"Maaf, tuan pintar berbahasa Prancis?" tanya perawat itu sambil menobati luka-luka Rudi.
"Tidak banyak, hanya beberapa" jawab Rudi sambil tersenyum.
"Itu cukup bagus" jawab Perawat itu.
"Kenapa tidak dari tadi tuan mengobati luka tuan?" tanya perawat itu, "Ini sudah hampir infeksi" lanjut Perawat itu kembali.
"Tadinya saya tidak tau jika saya terluka" jawab Rudi, "setelah bangun tidur dan makan malam, baru saya tau jika saya terluka" sambung rudi kembali.
"Ya Tuhan" jawab Perawat itu.
Setelah selesai mengobati dan memberikan ferban di tangan Rudi perawat itu beranjak berlalu.
"Sebentar ya tuan" kata perawat itu.
Tidak berapa lama kemudian, perawat itu kembali dengan membawa obat-obatan.
"Ini tuan, jangan lupa obatnya diminum" kata perawat itu sambil meberikan beberapa pil obat untu Rudi.
"Jika anda merasa demam, anda. Boleh kembali kemari" kata perawat itu lagi.
"Baiklah" jawab Rudi, "Terima kasih atas pertolongannya" lanjut Rudi sambil tersenyum kepada perawat tersebut.
"Sama-sama tuan" jawab perawat itu sambil tersenyum ramah.
Rudi segera berlalu dari ruangan pengobatan.
Seorang tentara yang tadi mengantarkan Rudi ke tempat pengobatan itu segera menghampiri Rudi yang telah terlihat keluar dari ruangan tersebut.
"Bagaimana tuan?" tanya tentara itu.
"Saya tidak apa-apa" jawabnya.
"Mari saya hantar ke ruangan tuan" kata Rudi.
Merekapun berjalan bersama menuju kamar Rudi.
"Baiklah, terimakasih atas bantuannya" kata Rudi dengan tersenyum dan menepuk bahu tentara itu.
Tentara itupun tersenyum "sama-sama taun" jawabnya, "jiak ada perlu sesuatu bilang saja" kata tentara itu.
Rudi menganggukkan kepalanya.
Kemudian tentara itupun permisi kepada Rudi dan berlalu pergi untu melanjutkan tugasnya.