
Menjelang subuh aku mendapat informasi bahwa akan ada konfrensi pers yang akan disampaikan oleh pihak pemereintahan.
Mendapatkan informasi tersebut, aku dan Rio beserta Sherly bergegas menuju kantor gubernur Kandahar untuk mendapatkan informasinya.
Kami segera buru-buru ke tempat tersebut,karena dari rumah sakit tempat kami berada lumayan jauh ke kantor gubernur jika ditempuh dengan berjalan kaki.
Pagi itu akhirnya kami segera secepat mungkin untuk dapat hadir disana tepat waktu.
Karena masih dini hari,jadi kami tidak bisa menemukan kendaraan apapun, apalagi daerah ini baru saja berakhir perang.
Dimana-mana pasukan bersenjata dengan senjata lengkap berdiri berjaga mengamankan situasi kota.
Hampir dua jam kami berjalan akhirnya kami sampai juga ke kantor gubernur tersebut.
Meski nafas kami tersengal-sengat akibat letihnya menempuh perjalanan yang jauh hanya dengan berjalan kaki.
Sesampai dipintu gerbang,kami diperiksa oleh petugas keamanan, setelah kami memberikan surat jati diri kami, kemudian kami dipersilahkan masuk untuk mengikuti jadwal konfrensi pers tersebut.
Sambil menghela nafas dan beristirahat sejenak di dalam ruangan yang akan digunakan untuk acara tersebut.
Bersama para awak media yang hadir pada hari ini untuk mendengarkan dan menerima informasi dari pemerintah atas perang yang baru usai.
Lima belas menit kemudian terlihat para petugas keamanan mulai mempersiapkan keamanan guna pelaksanaan konfrensi pers tersebut.
Kamipun dengan segera mempersiapkan segala sesuatu untuk meliput pidato tersebut baik dengan kamera atau alat rekam suara lainnya.
Tidak berapa lama kemudian, keluarlah beberapa orang dari salah satu ruangan yang ada disana.
Mereka adalah para pejabat pemerintahan yang terdiri dari gubernur dan wakil gubernur serta para staf dan pejabat penting lainnya.
Setelah berdiri didepan awak media,kemudian gubernurpun berpidato
"hari ini telah terjadi pertempuran diutara Kandahar, dimana peristiwa pertempuran ini berada tak jauh dari pemukiman penduduk, para gerilyawan sendiri menyerang dengan senjata dan amunisi yang cukup canggih, adapun korban yang ada adalah sebanyak tiga puluh lima orang tentara tewas, kemudian yang luka-luka ada enam puluh tujuh orang mereka kini sudah diurus oleh pihak pemerintah dan militer bagi korban yang tewas sedangkan yang luka dirawat dibeberapa rumah sakit.
Kemudian dari pihak sipil korban jiwa sebanyak enam puluh lima orang yang sudah teridentifikasi dan kini jenazahnya sudah diurus oleh pihak keluarga dan pemerintah, sementara korban luka sebanyak delapan puluh sembilan orang yang kini sedang dirawat dibeberapa rumah sakit,mereka para warga umumnya menjadi korban akibat bangunan rumah mereka rubuh dan tertimpa bangunan-bangunan tersebut.
Sementara itu ada lima puluh enam orang korban jiwa yang berada dari pihak gerilyawan, adapun alat temur yang rusak dan hancur sebanyak tiga belas kendaraan.
Saya mengucapkan turut berbela sungkawa atas kejadian ini kepada para korban baik dari sipil maupun dari militer". Demikianlah pidato dari gubernur tersebut.
Setelah melakukan konfrensi pers terlihat gubernur dan wakil gubernur serta para pajabat lainnya berlalu meninggalkan tempat tersebut.
Kemudian setelah mendengarkan pidato itu aku bergegas menuliskan bahan berita untuk aku kirim.
Dengan menggunakan laptop aku pun mulai menyusun naskah berita dilaman e-mail, aku juga tak lupa membubuhi beberapa foto-foto peristiwa mulai dari pertempuran, kondisi para korban hingga pidato dari gubernur.
Setelah semua naskah dan foto-foto itu tersusun aku mulai mengirimkannha ke alamat e-mail redaksi karya warta milik perusahaan pers tempatku bekerja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini cukup melelahkan perjalanan tugas peliputan berita, semalaman aku beserta Rio dan Sherly tidak kembali ke penginapan.
Setelah semua pekerjaan rampung aku dan teman-teman bersepakat untuk kembali ke penginapan.
Hari sudah agak siang, sinar matahari pun sudah meninggi, lalu kami memutuskan untuk menumpang taksi menuju penginapan.
Setelah taksi datang kami segera naik dan menuju kepenginapan.
Sesampainya dipenginapan kami segera menuju kamar masing-masing, dan sebelum masuk kamar aku menyempatkan diri untuk melihat kondisi Zuridah yang kami tinggal dikamar Sherly kemarin.
"Ah , gadis itu rupanya baik-baik saja" ucapku dalam hati.
Kemudian akupun berjalan menuju kamar tidur.
Aku lihat Rio sudah tidur dengan pulasnya, dengan senyum tipis melihatnya akupun menuju trmpat tidurku.
Tidak tau dari arah waktu yang mana, akupun mulai tertidur dengan lelapnya di hari itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya aku bangun sebelum subuh, aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku.
Hari itu langit sangat cerah seperti yang tergambar denga cahaya rembulan yang masih ada.
Tubuhku masih tersa sangat berat, hampir dua malam aku tidak tidur betapa letihnya tubuhku.
Sesudah mandi aku lantas menuju warung dekat penginapan ku, perut ku terasa keroncongan, aku pesan nasi dan minum di pagi itu.
Udara tidak terlalu dingin, sedikit panas dan gerah.
Tak berapa lama makanan pun datang, dengan segera aku melahap semua yang ada.
Selepas makan aku duduk bersandar di kursi dan menyalakan sebatang rokok.
Ku tarik perlahan rokok itu dan ku nikmati setial tarikan nya.
Mata ku memandang ke arah luar.
Sesaat ponselku berdering.
Sebuah pesan SMS masuk.
"Pagi sayang ....."
Ia, itu pesan dari Hellen kekasihku.
"Pagi .... bagai mana keadaan kamu?" aku mebalas kiriman pesan itu.
"Aku baik .. dan aku merindukanmu, I Love you," balas Hellen dalam pesannya.
Aku oun tersenyum menerima ucapan itu.
"I Love you to ..." Balasku.
Setelah mendapat balasan dariku dia pun berhenti mengirimkan pesan.
"Oh mungkin dia sedang lagi banyak pekerjaan" tanya ku dalam hati.
Ku letak kan ponselku di meja dan aku pun melanjutkan lamunanku.
Aku terus menghisap rokok ini sambil sesekali menyerutup kopi hitam.
Pandanganku masuh menatap keluar dan jauh melayang.
Terkadang aku merasa sangat rindu dengan Hellen, namun terkadang aku juga rindu akan keluarga ku, istri dan anak ku.
Aku mulai berfikir tentang hubungan ku dengan Hellen, kadang terlintas di otak ku, apakah aku bersalah dengan semua ini.
Namun aku tidak bisa berbohong pada hati ku, aku jujur memang sangat mencitai istri ku dan aku pun sangat mencintai Hellen juga.
Apakah nantinya aku akan menjalankan hidup ku ini dengan dua cinta?
Terkadang saat-saat seperti ink aku baru terfikir tentang semua ini, namun aku harus bisa mampu menjalankan nya.
Afganistan negara pertama yang aku kunjungi se umur hidupku, baru beberapa bulan aku disini negara ini telah banyak mengenalkan ku akan pengalaman-pengalaman baru.
Aku pun tidak tau harus sampai kapan aku disini, ah tapi semua akan aku jalani dengan senang hati, dan juga doa buat anak dan istriku.