"Love Story" BELLE FILLE

"Love Story" BELLE FILLE
BAB - XV. Perang yang berkelanjutan



Pagi yang cerah sekitar pukul delapan aku, Rio dan Sherly serta Zuridah kami berampat berkumpul diaula penginapan untuk sarapan pagi bersama.


Hari ini kami memang berencana untuk sarapan pagi bersama diaula itu,suasana keakraban terlihat diantara kami.


"Bagaimana keadaan kamu hari ini" tanya Sherly kepada Zuridah.


"Hari ini aku sangat baik, kalian adalah teman-teman terbaikku" ucap Zuraida kepada Sherly.


Sambil menyantap hidangan yang telah tersedia didepan mata itu.


"Seharusnya hari ini dia sudah bisa aku antar ke kampungnya,akan tetapi dari pihak yang ingin membantu membatalkannya dengan alasan keamanan" ucapku pada mereka.


"Kamu harus tetap bersabar, kami akan berusaha untuk menolong kamu" ucap Sherly kembali.


Zuridah hanya terlihat diam saja tanpa banyak kata-kata.


Sementara itu Rio dengan asiknya sedang menyantap sarapan pagi itu tanpa ikut dalam pembicaraan kami.


"Hari ini kami akan pergi ke kota, kamu tetaplah dikamar saja," ucap Sherly.


"Benar, jangan tinggalkan kamar,kami takut ada apa-apa dengan kamu nantinya," ucap Rio.


Dengan wajah yang ayu Zuridah hanya tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya.


Kami berampat pagi itu sungguh dalam keadaan kekeluargaan dengan melakukan makan pagi bersama.


Usai makan pagi,kamipun bersiap-siap akan melanjutkan pekerjaan kami.


"Setelah makan, kamu boleh masuk dalam kamar" ucap Sherly kepada Zuridah.


"Jika engkau ada keperluan, kamu boleh minta bantuan kepada pihak motel ini" tandas Sherly kembali.


"Baiklah, aku akan menuruti semua perkataan kalian" jawab Zuridah.


Lantas kamipun bersiap-siap dengan barang bawaan dan akan segera bekerja.


Dan tampak Zuridah berjalan menuju kamar motel tersebut.


Kamipun segera berjalan menuju jalan raya untuk melakukan tugas kami sebagai jurnalis.


Hari ini memang kami bersepakat untuk berjalan mengelilingi beberapa daerah di Kandahar ini.


Kami mengambil keputusan agar tidak menggunakan mobil sebab kami akan menelusuri beberapa lorong-lorong yang ada.


Dibawah teriknya sinar mentari yang telah naik tinggi diatas kepala kami terus menelusuri setiap jalan dan lorong-lorong kota.


Akan tetapi kami dikejutkan oleh suara tembakan-tembakan.


Treteeeeeteeettt....


treteeeeeetetttt.....


Bunyi senjata api mesin yang silih berganti menukar serangan.


"Come on ...... come on, let's hide..." ucap Rio sambil berlari ke bagian timur.


Duaaaaarrrrrr.......


sebuah nuklir menghantam tembok bangunan, dan saat itupula tembok itu hancur luluh lantak.


Bangunan tiga tingkat yang dihantam nuklir itu berserakan yang disertai abu-abu berterbangan kamana-mana dan membuat suasana sedikit gelap.


Duaaarrrrr.....


duaaaaarrrrrrr.......


Berkali-kali suara ledakan terdengar.


Orang-orang pada berlarian untuk menyelamatkan diri, perang kali ini memasukin kawasan kota tidak seperti biasanya yang pertempuran dilakukan di tengah gurun pasir.


Treeeetetereetttt.....


treeeteeettt.....


"Come on .... go .... go..." terdengar suara tentara-tentara perang sedang berkomando.


Duaaaaarrrrrrr.......


Ledakan kembali terjadi dan asap hitampun seketika mengepul ke udara.


Duaaaaarrr......


dar....dar.....darr.....


darr.....darrrr......


treteeeeeteeeteeeeeteeeeettttt.....


Rentetan senjata silih berganti,suasana semangkin mencekam.


Duaaaaaaaaarrrrrrrr.......


kali ini sebuah nuklir menghantam mobil tank milik tentara.


sontak terlihat seorang tentara keluar secepat kilat dari tank tersebut dan seorang lagi tampak terbang melompat meninggalkan tank itu sedetik sebelum nuklir itu meluluh lantakkan mobil baja tersebut.


Duaaaaarrr.....


dar.....darrr.....darrrr......


dar.....darrrrr...darrr.......


duaaaaarrr.......


berkali-kali suara tembkan dan ledakan terjadi.


Kini wiliyah itu penuh dengan lautan api,beberapa rumah milik warga juga banyak yang terbakar akibat ledakan dari nuklir tersebut.


Entah berapa warga pada hari itu yang menjadi korban akibat serangan ini,sebab melihat kondisi seperti ini pasti banyak warga yang menjadi korban.


Sementara melintas kembali tepat didepan kami puluhan truk-truk pengangkut tentara berdatangan, seketika itu para tentara-tentara itu turun dari truk-truk itu dengan senjata lengkap.


Mereka menambah kekuatan pasukan,mungkin ini merupakan rangkaian perang yang dahsyat.


Tak lama kemudian disusul beberapa mobil tank-tank canggih juga melintas di hadapan kami.


Tank-tank itu terus melaju memasuki daerah pertempuran dengan melindas apa saja yang dia lalui dengan roda rantai besinya.


Duaaaaaarrrrr......


duaaaaaarrrr......


tak lama kemudian dua ledakan kembali terjadi tepat didekat sekelompok pasukan tentara yang sedang bertempur.


"akhhhh...akhhhhhh" suara rintih dari tentara itu terdengar sayup.


Terlihat memang tentara-tentara itu terkena ledakan yang terjadi, beberapa diantaranya banyak yang tidak bergerak lagi, kemungkinan mereka tewas.


Dar....darrr....darrr.....


dar...daarrrr.....


"come on .... come on....."


suara tembakan dan komando terdengar.


Suasana mangkin mencekam ketika mobil pelontar nuklir berdatangan.


Mobil-mobil itu tersusun sejajar bagaikan saf-saf dalam barisan dalam sholat.


Kemudian dengan sebuah komando mobil arteleri itu melontarkan nuklir-nuklirnya satu demi satu.


"go....." sebuah suara komando


zzzzzeeeeeepppp...........


sebuah nuklir terlontar dengan asap yang mengepul.


Nukli-nuklir itu terbang menuju arah sasaran


dan terdengar ledakan-ledakan di kejauhan.


Dooooorrrr.....


duaaaarrrrr......


duaaarrrrrrrr......


Beberapa ledakan terdengar diujung kota yang disusul asap hitam mengepul ke langit.


Sementara serangan balasan terdengar sesekali dan ledakan nuklir mereka juga sesekali menyambar daerah pertahanan tentara.


Tampaknya mereka para gerilya sudah mulai terdesak dengan bantuan tempur milik tentara.


Daaarrr.....darrrr....darrrr......


Suara-suara tembakan sedik menjauh dan terus menjauh menandakan para grilyawan sudah mulai terpukul mundur.


...****************...


Usai para tentara memukul mundur gerilyawan suasana kota menjadi sepi dan senyap dari tembakan-tembakan.


Tampak para tentara-tentara itu berlari kesana dan kesini, kemudian mereka ada yang membawa teman-temannya yang terluka untuk segera ditolong.


sebagian lagi ada yang menggunakan tandu untuk mengangkat tentara itu yang bersimbah darah di beberapa kujur tubuhnya.


Aku dan Rio serta Sherly mulai membidik peristiwa itu dengan kamera yang ada.


Tampak didepan kami ada tentara yang membawa tandu berisi potongan-potongan tubuh.


Begitu seram sekali aku melihat peristiwa itu.


Kemudian kamipun bergerak untuk mendekat,akan tetapi kami dilarang oleh para tentara-tentara tersebut.


Kami hanya dapat memantau peristiwa itu dari luar garis kuning yang telah mereka pasang.


Suara-suara ambulance juga mulai terdengar dari kejauhan untuk membantu evakuasi para korban.


Mungkin sangat banyak korban yang berjatuhan dari kalangan sipil dan militer jika melihat kondisi saat ini.


Bangunan-bangunan tempat tinggal para penduduk banyak yang hancur bahkan hanya tinggal puing-puingnya saja.


Aku terus mengamati rumah-rumah penduduk yang hancur sambil sekali-kali aku mengabadikannya dengan kameraku.


Mataku terus melihat seluruh suasana yang saat ini telah ramai didatangi oleh oara relawan dan tim medis yang membantu evakuasi.


Sebuah alat berat terlihat didatangkan untuk membantu korban dari balik reruntuhan bangunan-bangunan itu.


Peristiwa hari ini sangat miris sekali, pertempuran dahsyat yang terjadi memasuki wilayah kawasan kota.


Asap-asap hitam masih mengepul tinggi keudara, dan nyala api-api dari bahan yang terbakar juga masih menyala.