
Keesokan paginya Rudi dan keluarganya tengah bersiap-siap untuk melihat rumah barunya.
Mereka telah bersiap untuk berangkat dengan menggunakan mobil baru milik nya.
Dengan perlahan Rudi menyetir mobil miliknha itu menuju jalan raya, dengan membawa keluarganya mereka sangat begitu bahagia.
Selama dalam perjalanan suasana hati mereka sangatlah indah
Ini merupakan sesuatu keberhasilan bagi Rudi untuk keluarganya.
Setelah berapa waktu dalam perjalanan akhirnya merrka sampailah disebuah rumah yang sangat besar dan bagus.
Rumah tersebut terdiri dari tiga lantai dan sangat megah serta berkesan elegan.
Dari pagar rumahnya saja sudah dapat dilihat bahwa rumah itu sangat ekslisif dengan paduan cat berwarna putih dan bersih.
Dalam informasi yang didapat oleh Rudi bahwa Rumah itu seharga hampir satu miliyard rupiah.
Rudi dan keluarganya kemudian memasuki halaman rumah tersebut.
Satu persatu anggota keluarganya turun dari mobil tersebut dan segera memasuki rumah baru mereka.
Saat pintu pertama dibuka terlihat rumah tersebut telah lengkap bersama isinya, jadi mereka hanya tingggal menempati saja.
Ini memang bagaikan mimpi bagi Rudi dan sebuah anugrah dari Allah atas buah kerjanya selamanya.
Akhirnya sejak hari itu Rudi dan keluarganya tinggal dirumah baru mereka, dan rumah lama Rudi tetap mereka pertahankan sebagai kantor dan juga tempat produksi makanan ringat yang dikelola oleh istrinya Ismiati.
......................
......................
......................
Hampir sebulan Rudi berada ditengah keluarganya dan hari ini merupakan hari dimana Rudi harus kembali ke Afganistan untuk menunaikan pekerjaannya.
Dengan dihantarkan oleh seluruh keluarga Rudi pun berangkat menggunakan pesawat guna terbang kembali ke Afganistan
Perpisahan harus dialami oleh Ismiati karena Rudi sebagai sang suami mendapat tugas baru sebagai seorang Kepala Perwakilan dari kantornya dan bukan lagi sebagai seorang wartawan.
Rudi pun berangkat tidak sendiri, dia membawa dua orang anak buahnya untuk bertugas sebagai wartawan nantinya disana.
Dia juga diberikan beberapa orang staf kantornya, yang terdiri dari Sekrrtaris serta beberapa orang bagian Redaksi serta Redaktur.
Selama dalam perjalanan Rudi merasa sedih karena harus berpisah kembali dengan istri dan anaknya.
Disisi lain hatinyapun merasa sedikit senang karena akan bertemu kembali dengan istri keduanya Hellen serta anak nya.
Memang sudah hampir sebulan Rudi berpisah dengan anak dan istri keduanya itu untuk kembali ke Indonesia.
Rudi kembali ke Afganistan kini bukanlah seorang jurnalis kembali, akan tetapi dia adalah seorang Pimpinan Perwakilan.
Segala rasa dihatinya bercampur aduk dengan rasa bahagia dan juga rasa sedih semua menjadi satu.
Pesawat itupun terus melaju membawa Rudi dan para penumpang lainnya menuju Afganistan.
...****************...
...****************...
...****************...
Setelah menempuh perjalanan jauh akhirnya Rudi beserta rombongan tiba di Bandara Kota Kabul Ibu Kota Afganistan.
Mereka segera menuruni anak tangga pesawat.
Rombongan Rudi langsung menuju ke Bandara kedatangan Internasional dan kemudian menumpangi taksi menuju sebuah rumah yang kini telah di kontrak oleh peeusahaan Pers dimana tempat Rudi bekerja.
Rumah itu terdiri dari dua lantai dan berlokasi ditengah perkampungan penduduk.
Taksi yang di tumpangi oleh Rudi beaerta rombongannya melaju dengan cepat dari Bandara menuju rumah tersebut.
Tidak berapa lama taksi pun tiba di halaman rumah yang dituju oleh Rudi.
Mereka langsung memasuki rumah itu setelah melunasi pembayaran kendaraan taksi.
Satu persatu mereka masuk kedalamnya.
"Inilah tempat tinggal kita selama tinggal disini" ujar Rudi kepada para kru nya.
"Sekarang kalian boleh memilih kamar mana yang mau kalian tempati" kata Rudi.
"Kita istirahat dulu, setelah itu kita akan adakan Meeting perdana" lanjutnya.
Para kru pun menganggukkan kepalanya dan berlalu dari tempat tersebut untuk memilih kamar mereka masing-masing.
Begitu juga dengan Rudi yang telah mengambil sebuah kamar yang sedikit lebar dan besar ruangannya sebagai tempat dia beristirahat sebagai seorang pimpinan.
Setelah berada didalam kamar, Rudi segera merebahkan tubuhnya diatas kasur yang empuk.
Rasa lelah selama didalam perjalanan menghantui tubuhnya sehingga dia swgera terlelap dalam tidur.
Rumah yang telah dikontrak tersebut memang terbilang cukup luas dengan bangunan tiga lantainya.
Di tempat ini pula nantinya akan menjadi kantor perwakilan Media Pers milik perusahaan mereka.
Selain itu, rumah tersebut telah dilengkapi segala fasilitas kantor dan ruangan pimpinan.
Tak lupa pula ada tiga orang pelayan kantor yang siap membantu mereka dalam menyusun pemberitaan.
Tak terasa hari telah senja, beberapa dari mereka sudah ada yang bangun dan menunggu di ruang utama.
Begitu juga dengan Rudi yang baru saja selesai mandi, dia langsung mengenakan pakaian yang rapi dan segera menuju ruang utama.
"Mana yang lain?" tanya Rudi kepada para kru nya sambil menuruni anak tangga.
Merekapun berkumpul mendekati Rudi ketika dia telah sampai di lantai utama.
"Ruangan ini kita jadikan sebagai ruang utama dan penerima tamu" kata Rudi sambil menentukan letak kantor mereka.
"Yang itu saya rasa cukup lebar untuk kita jadikan sebagai ruang rapat dan balai pertemuan" lanjut Rudi sambil menunjuk ke sebuah ruangan.
"Yang itu sebagai ruang Redaktur dan para staf nya" sambung Rudi kembali.
"Yang ini sebagai ruang sekretaris, dan yang sebelahnya lagi sebagai ruang Pemimpin Redaksi" sambung Rudi sambil menunjukkan ruangan-ruangan sebagai tempat kerja mereka.
"Sedangkan ruangan saya ada diatas lantai dua yang terlihat kosong dan besar itu" lanjutnya.
"Baik, setelah semua mengerti ruang-ruangnya dan peruntukannya, sekarang bereskan ruangan masing-masing" sambung Rudi lagi.
"Saya kira itu saja dulu, mungkin besok kita akan mulai bekerja" lanjutnya.
Para kru itu pun segera membubarkan diri dan masing-masing sibuk memberesi ruangan yang ada serta menata kursi dan meja.
Sedangkan Rudi dibantu oleh dua pelayan membersihkan dan menata ruangan kerja miliknya.
Hari itu rumah tersebut terlihat ramai karena masing-masing dari mereka sibuk menata ruang kerja mereka yang baru.
Mereka tampak begitu semangat melakukan semua ini, sebagai tempat mereka mencari rezki didalam kehidupan sehari-hari.
Sampai saat ini di Afganistan masih terjadi peperangan meski tidak sehebat beberapa bulan yang lalu.
Meski gencatan senjata sudah mulai berkurang akibat para pemberontak telah banyak yang tewas dan bahkan ditangkap oleh pihak pemerintagh setempat.
Namun situasi keamanan diaini masih terbilang belum benar-benar kondusif.
Satu dua serangan masih terjadi dan bom bunuh diri juga masih banyak ditemui.
Maka para Polisi dan Tentara Republik masih tetap berjaga yang dibantu oleh pasukan keamanan dari PPB.
Dunia Internasional pun masih banyak memberitakan tentang situasi dan kondisi Afganistan terkini.
Namun ada beberapa Tentara yang sudah ditarik kembali ke Negaranya oleh Pemerintah.
Sejak saat ini pasukan asing jumlahnya tidak lagi sebanyak beberapa bulan yang lalu.