"Love Story" BELLE FILLE

"Love Story" BELLE FILLE
BAB - LIII. Cinta dan pekerjaan



Hellen sangat mengtahui apa keperluan Rudi, dia memgurus segala keperluan Rudi selama dia sakit dan dalam pengamanan tentara Prancis yang menjaga perdamaian.


Sampai dia sembuh dan pulih dari sakitnya, Rudi segera pamit dan berterima kasih kepada Letnan Andreas yang telah sepenuh nya merawat dan melindungi nya.


Hari itu Rudi dan Hellen langsung keluar dari camp tentara tersebut, mereka lantas menuju ke penginapan Rudi.


"Hai..., bagaimana kabar mu?" sambut Rio dan Sherly ketika melihat Rudi dan Hellen jalan menuju ke kamar.


Kedua jurnalis asal Belanda itu memanggil mereka ke kantin yang pada saat itu memang mereka sedang duduk disana untuk makan dan minum di pagi hari itu.


Rudi dan Hellen pun segera menghampiri mereka.


"Hai, kenapa dengan kondisimu?" tanya Sherly kepada Rudi.


"Dia baru sembuh sakit" Hellen menjawab peetanyaan Wartawati Belanda tersebut.


Sakiiitt!!!


kedua jurnalis asing tersebut keheranan mendengar keadaan Rudi yang baru sembuh dari sakit nya.


"Lalu selama ini kamu dimana?" tanya Sherly


"Benar, kamu dimana? Mengapa tidak memberitahu kepada kami?" sambar Rio


sambil menarik kursi Rudi dan Hellen untuk duduk.


"Begini cerita nya" sambung Hellen yang menerangkan semua peristiwa yang dialami oleh Rudi.


"Waktu terjadi perang kota kemarin, ternyata dia meliput ditempat tersebut dan kemudian terjebak ditengah-tengah peperangan" ujar Hellen.


"Untuk menyelamatkan diri dia mencari tempat perlindungan, sampai pada akhir nya ada beberapa prajurit tentara dari Prancis yang menyelamatkan nya" kisah Hellen kepada kedua jurnalis itu.


Mereka semua mendengarkan apa yang disampaikan oleh Hellen.


"Kemudian dia dibawa ke camp tentara Perdamaian Prancis, awal nya dia tidak tau jika dia terluka"


"Namun setelah dia beristirahat dan membersihkan dirinya, baru dia tau jika dia terluka" sambung nya, "tapi para perawat dan dokter disana segera menolong nya"


"Ternyata luka nya terkena sebuah besi yang sudah lama hingga membuat infeksi pada tubuh nya" Hellen menceritakan dengan detail.


"Itulah yang membuat dia dirawata" kata gadis Prancis itu kembali sambil mengakhiri kisah nya dengan senyuman.


"Mengapa kalian tidak memberi tau kami?" ucap Rio, "bukankah aku telah menelpon mu, tapi tidak ada jawaba" sambung nya kembali.


"Iya, aku juga berkali-kali menelpon, tapi telponnya selalu mati" sambung Sherly.


"Kami juga khawatir akan keselamatan nya" lanjut Sherly.


Rudi hanya diam dan tersenyum.


"Pada saat itu aku sudah tidak tau lagi harus bagaimana" kata Rudi yang mulai berbicara.


"Tubuhku mengalami demam tinggi, dan aku sudah tidak dapat apa-apa" lanjut nya.


"Untung dia datang dan merawatku, jika tidak, mungkin aku saat ini belum sembuh" sambung nya sambil mengalihkan wajah nya ke Hellen.


"Aku mohon maaf jika telah membuat kalian menjadi khawatir" kata Rudi kembali.


"Tapi saat ini aku sudah selamat dan sudah pulih" sambung nya lagi.


Suasana hening sesaat, Sherly dan Rio hanya manggut-manggut mendengar kisah Rudi.


"Okey, jika begitu apa kalian sudah makan?" tanya Sherly, "atau mau minum?" sambung nya, "atau akan langsung untuk istirahat?" tanya Sherly mencecar.


Rudi dan Hellen pun saling pandang dan menarik nafas panjang.


"Sebaik nya kami istirahat saja dulu" kata Hellen.


"Baiklah" sambar Rio, "silahkan kalian beristirahat, aku dan Sherly hari ini ada liputan, mungkin kami pulang sedikit telat" sambung nya.


Rudi mwnganggukkan kepala nya.


Lalu Rudi dan hellen kembali saling berpandangan dan tersenyum.


"Baiklah, kami permisi dulu" kata Rudi sambil bangkit dari tempat duduk nya.


Kemudian mereka berdua segera berlalu dari hadapan Sherly dan Rio.


Mereka menuju kamar dimana tempat Rudi menginap selama ini.


Pintu kamar dibuka


Lalu Rudi dan Hellen segera masuk ke dalam kamar tersebut dan kemudian menutup pintu itu kembali.


Rudi segera merebahkan tubuhnya di atas kasur, kelihatan dia sudah sangat letih karena kondisinya yang baru saja pulih dari sakit.


Tangannya yang masih terlihat robekan luka itu masih tampak dan terkadang dia meringis kesakitan apabila lukanya tersentuh.


Sementara Hellen terlihat sibuk merapikan barang-barang milik Rudi yang tampak sedikit berserak dikamar itu.


Kemudian gadis itu segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Sejurus kemudian, gadis Prancis itu telah keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan bra dan ****** ***** nya saja.


Tampak Rudi yang sudah memejamkan matanya, mungkin dia sudah tertidur.


Gadis itu pun mendekat ketempat tidur, kemudian tidur disisi Rudi dengan memeluk erat tubuh lelaki itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara pertempuran kembali terjadi di wilayah pedalaman, namun pertempuran itu terjadi jauh dari pemukiman penduduk.


Rio dan Sherly pada saat itu meliput situasi perang disana.


Suara-suara ledakan dan rentetan senjata api mesin terdengar memburu waktu.


Dor....dor....dor.....


Trerrtrtetrtrt.....trettetetettettt....


Suara tembakan itu terdengar silih berganti.


Mereka seperti sedang jual beli peluru.


Namun disana juga tampak beberapa orang dari pihak tentara yang tergeletak entah itu sudah tewas apakah belum.


Kamera Rio terus mengambil gambar-gambar itu.


Beberapa tentara lainnya tampak datang membantu dan mengangkat tentara yang sudah tergeletak itu ke pinggir arena pertempuran.


Berlari dan terus berlari sambil membawa tandu dan orang-orang yang terluka pada saat itu.


Ditepian jalan telah siap-siap ambulan-ambulan yang berjejer siaga menunggu para korban.


Korban-korban itu segera dimasukkan ke dalam ambulan kemudian segera membawanya pergi kerumah sakit untuk mendapat perawatan ataupun penyelamatan nyawa jika masih hidup.


Bummmm... Bummmm...


Ledakan kembali terjadi, tampak dibarisan musuh porak poranda di bombardir oleh peluru-peluru kendali milik tentara pemerintahan.


Akan tetapi serangan balasan masih dilancarkan oleh pihak musuh.


Duaaaaarrr.... Duaaaarrrr.....


Dua ledakan dari sebuah lemparan geranat nanas yang merusak sebuah tank milik tentara.


Pihak pemberontak ssndiri memang memiliki senjata-senjata yang cukup canggih, sehingga membuat pihak tentara terkadang sulit melawan mereka.


Mereka juga memiliki pesawat-pesawat tempur yang tiba-tiba bisa datang kapan pun yang entah darimana asal nya.


Namun menurut laporan pemerintah, hingga saat ini sudah tiga pesawat mereka yang jatuh ditembak dan hancur.


Lali ada pula dua helikopter jenis puma milik mereka juga jatuh akibat dapat tembakan dari pihak tentara.


Alat-alat perang mereka inilah yang begitu sulit untuk dilacak, serta keberadaan mereka yang terkadang sering beepindah-pindah.


Meski kadang pemerintah bisa mendeteksi namun belum mampu untuk masuk kesarang mereka yang paling utama.


Suara senjata-senjata api masih berbunyi ditengah padang pasir diwilayah pedalaman dan jauh dari pemukiman.


Disini mereka yang terlibat dalam pertempuran sangat bebas menggunakan alat perang sebab tidak takut menyasar ke rumah warga.


Mereka saling menunjukkan kekuatan dengan alat tempur masing-masing.