"Love Story" BELLE FILLE

"Love Story" BELLE FILLE
BAB - XIX. Teror Bom di Kandahar



Suasana pagi ini sedikit mendung, awan-awan hitam tampak menyelimuti kota Kandahar, akan tetapi aktivitas tetap berjalan setelah pertempuran dahsyat yang terjadi kemarin, meski sisa-sisa duka masih terlihat diwajah kota ini.


Dibekas reruntuhan bangunan-bangunan itu aku mencoba untuk membidik kameraku untuk menjadi bahan foto ke kantor mediaku. Dari sini banyak sisa-sisa perang yang menjadi saksi bisu atas peristiwa yang terjadi.


Masih terlihat juga masyarakat yang datang mungkin tempat ini adalah bekas rumah-rumah mereka, mungkin mereka mencari-cari barang berharga miliknya, walaupun sekarang tempat ini sudah dipasang garis pilisi dengan pita berwarna putih dan menggunakan strip biru bertuliskan "Police Line" sebagai pembatas.


Aku mrnyaksikan banyak sisa-sisa barang warga yang masih dapat diselamatkan.


Setelah aku mendapatkan foto-foto aku mencoba untuk mewawancarai satu orang wanita yang sedang menggali-gali sisa reruntuhan.


"selamat pagi, saya seorang jurnalis, apakah tempat ini adalah bekas dari rumah anda?" tanyaku kepadanya.


Sambil sedikit menangis ia menjawab pertanyaanku.


"ditempat ini adalah tempat tinggal saya, dan ditempat ini dua anak gadis saya tertimbun akibat serangan kemarin" jawabnya kepadaku.


"lalu ada berapa keluarga ibu yang menjadi korban?" tanyaku kembali


"dua putri saya tewas dan kemarin jasadnya telah dikuburkan, sedangkan suami saya masih dalam perawatan, kakinya harus diamputasi akibat tertimpa bangunan saat ingin menyelamatkan putri kami" jawabnya kembali.


"lalu apa harapan anda kepada pemerintah?" sambungku


"kami berharap agar perang ini dapat segera berakhir dan kami bisa hidup damai kembali?" jawab wanita itu kepadaku dan sekaligus mengakhiri wawancara itu.


Begitulah seklumit kisah para warga yang dilanda peperangan ini, begitu sedih dan mengharukan, penderitaan yang belum tau kapan akan berakhir.


Sementara akupun terus berjalan melihat sekeliling daerah itu, kaki ku berhenti dusuatu tempat dekat persimpangan jalan, ada sebuah payung besar dilengkapi tempat duduk yang terbuat dari batu, bentuknya seperti sebuah halte.


Akupun mengeluarkan laptop dan memasang perangkat hotspot melalui handpon ku. Setelah sudah terkoneksi kemudian aku membuka laman e-mail, akupun menuliskah naskah-naskah berita dan hasil wawancaraku beserta foto-foto lokasi kejadian untuk menjadi sebuah berita.


Suasana mendung hari ini cukup bersahabat dan tidak begitu oanas seperti hari-hari biasanya, setelah berita-beritaku terkirim akupun dengan segera mematikan laptop dan memutus alat hotspotnya.


Aku mengambil sebatang rokok dari saku bajuku kemudian menyalakannya. Sambil melihat-lihat situasi jalan raya yang sedikit padat pada hari ini.


Tidak berapa rama terdengar suara sirine dari dua motor patwal yang diikuti dengan beberapa mobil dibelakangnya.


Saat rombongan itu melintas tiba-tiba sebuah mobil sedan menabrakkan salah satu mobil milik rombongan itu, seketika terjadi ledakkan besar.


Duaaarrr.....duarrrrrrr........


beberapa polisi pengawal melakukan pengamanan langsung, dari mereka ada yang menghubungi pusat bantuan perang, orang-orang yang berada disitu lari menyelamatkan diri.


Tidak berapa lama rombongan mobil lapis baja dan truk-truk pembawa pasukan tentara tiba dilokasi kejadian, aku yang sedari tadi mengamati jalannya peristiwa itu terus merekam semua kejadian itu.


Mobil-mobil ambulan tiba dilokasi, belum diketahui berapa jumlah korban dan siapa saja yang berada didalam mobil tersebut.


Api masih membumbung tinggi, dari kejauhan terdengar suara sirine mobil pemadam kebakaran, kini tempat kejadian telah di penuhi para pasukan tentra dan kepolisian.


Para warga dan wartawan termasuk aku digiring menjauh oleh para pasukan karena mereka akan melakukan idientifikasi.


Tak lama kemudian tiba dilokasi mobil pemadam kebakaran dan mobil itu segera memadamkan api-api yang ada ditempat itu, tidak berapa lama kemudian api itupun mulai padam.


Tandu-tandu ambulan telah dikeluarkan dan kemudian mengangkat beberapa jenazah kemudian ambulan itu membawa jenazah-jenazah itu menuju rumah sakit.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


tidak berapa lama aku mendapat informasi bahwa walikota akan melakukan konfrensi pers, akupun segera menuju kantor walikota yang tidak begitu jauh.


Setibanya dikantor walikota aku segera menunggu konfrensi pers tersebut, para jurnalis disibukkan dengan alat-alat kamera masing-masing.


Tidak berapa lama walikita dan beberapa pejabat penting keluar dan menuju mimbar konfrensi pers tersebut.


"Dalam hal ini pihak keamanan dan tentara termasuk pemerintahan mengalami duka yang mendalam dimana seorang oejabat pemerintahan telah tewas dalam serangan bom bunuh diri yang baru terjadi, adapun korban jiwa sebanyak tiga orang dari kalangan militer satu orang dan pelaku pengeboman satu orang, belum diketahui dari kelompok mana penyerangan ini". Isi pidato dari walikota tersebut.


Ada tiga orang yang menjadi korban, dengan rincian seorang pejabat pemerintahan, seorang supir dan seorang lagi adalah pengawal dari militer.


Kondisi korban sangat mengenaskan, seluruhnya terbakar dan ada juga yabg terpotong, selanjutnya pelaku bom tidak dapat dikenali lantaran seluruh tubuhnya telah hancur.


Kini seluruh korban sudah berada durumah sakit dan sedang dilakukan autopsi, demikian isi pidato walikota itu.


Sejak peristiwa perang kemarin kini kota Kandahar kini kota Kandahar dipenuhi rentetan peristiwa dan kejadian mulai dari teror dan pembunuhan.