You, Me, And My Secret Life

You, Me, And My Secret Life
57. Menghindar



Salju mulai menghilang meski ada beberapa wilayah yang berkabut tebal. Matahari mulai memberi sinar yang cukup untuk menyegarkan badan. Arfa kini sedang santai bersama Sheilla di halaman rumahnya. Cheon Gi? Anak itu sudah mulai masuk sekolah. Ya. Arfa menyekolahkannya bersama Ali. Adik Zahra.


Ini sudah sebulan sejak kesalahpahaman waktu itu. Arfa sama sekali tak punya niatan menjelaskan. Ia juga selalu menghindari bertemu dengan Eun Jae meski hanya sekedar pas-pasan. Lelaki itu juga sepertinya sangat sibuk. Dia sama sekali tak pernah absen untuk datang ke sekolah. Arfa ingin sekali hanya sekedar memberi semangat. Namun tidak. Dia tidak boleh semakin dekat.


Ia adalah exhuman. Ia tidak bisa terus-terusan di bumi yang penuh oksigen ini. Ia harus menghirup udara bersih di Smart World. Bahkan beberapa bagian sel kulitnya memutih. Jika terus begini, semua orang akan tau. Exhuman tidak bisa dijadikan bahan penelitian para ilmuan yang tergila-gila akan hal seperti ini. Ambisi mereka mematikan. Exhuman juga salah satu produk mereka yang dibuang begitu saja. Lalu, saat tubuh spektakuler tanpa oksigen itu ditemukan, bukankah akan terjadi penelitian gila-gilaan


Arfa tidak ditakdirkan untuk ditempatkan di bumi. Leluhurnya menciptakan Smart World agar hidup para exhuman tak perlu bercampur oleh para manusia. Dalam cacatan, exhuman tak akan bisa bersatu dengan manusia, makhluk tanpa hati itu.


Namun, bagi Arfa, tidak semua manusia jahat seperti tiga ilmuan yang membuang leluhurnya sebagai produk gagal. Yang jahat pun juga bisa berubah baik. Dan Arfa bahkan hidup beratus-ratus tahun bersama makhluk paling dibenci exhuman itu.


Dalam sebuah buku sejarah, seorang exhuman tak bisa bersatu dengan manusia. Entah dari sudut manapun itu.


Ada alkisah yang sudah melegenda di dunianya sana. Seorang wanita exhuman datang ke bumi hanya untuk berlibur. Entahlah. Semua sudut negri di Smart World tak menarik baginya. Jadi ia pergi ke bumi saat masih belia. Saat ia belum paham betul apa sebenarnya tubuhnya itu.


Ia anak bangsawan. Anak yang sangat cantik dan melegenda. Namun dirinya jatuh cinta pada seorang pemuda disini. Memang tak ada yang salah. Cinta tak bisa ditolak kedatangannya.


Dalam kisah itu, mereka berdua bersatu, menikah,hidup bersama, dan melakukan hubungan intim terlarang. Mengakibatkan belahan DNA bagi sang wanita mati karena tak bisa hidup sendiri. Jodohnya di dunia Exhuman.


Namun, kebahagiaan wanita itu juga tidak bertahan lama. Ia kehilangan suaminya saat mengandung seorang anak. Setelah anak itu terlahir, dialah yang menemui ajal karena semua organnya telah menjadi lemah akibat tak ada lagi tumpuan hidup.


Exhuman adalah makhluk lemah. Ia butuh penyokong. Dan sebelumnya wanita itu memiliki jodoh exhumannya meski belum ia ketahui wujudnya. Nakun setelah ia berhubungan dengan pria lain, lelaki itu sudah secara mutlak dilupakan, ia mati tepat ketika wanita pendampingnya bersama pria manusia.


Tapi, wanita bangsawan itu masih exhuman yang membutuhkan penyokong. Karena ada bayi dalam kandungannya, ia masih bisa bertahan. Bayi itu melengkapi hidupnya yang kosong. Tapi setelah bayi itu lahir, maka sang wanita tak punya sandaran lagi dalam hidupnya. Ia mati sedetik setelah bayi itu menghirup udara kotor bumi untuk pertama kalinya.


Kasus ini pernah menimpa keluarganya. Anak kecil biasa hanya menganggap itu dongeng pengantar tidur namun itu nyata. Papanya, adik dari ibundanya, ayah dari Cheon Gi, dia juga mencinta seorang manusia. Manusia wanita yang ia panggil mama.


Hubungan mereka tak mendapat restu awalnya. Namun, kekuatan cinta bisa mengalahkan tornado sebesar apapun. Satu fakta lagi yang tak disebut dalam dongeng. Bahwa sang pria meninggal untuk menyerahkan napas terakhirnya agar wanita itu bisa hidup lama hingga proses melahirkan tiba. Fakta yang sebenarnya adalah, bayi itu hanya bisa menyokong mamanya saat belum memiliki bentuk manusia sempurna.


Papa Arfa melakukan itu. Papanya melakukan hal itu agar Cheon Gi bisa lahir dan hidup di dunia ini. Ya. Cerita mereka tak seindah ayah bunda Arfa yang memang satu darah mutan. Exhuman.


Dan sekarang, Arfa mengalami permulaan. Dulu ia selalu berkomentar bahwa wanita itu gila karena tak bisa mengendalikan diri. Kenapa harus tergila-gila pada cinta yang nyatanya semu dan abstrak? Tapi saat ini, Arfa merasakannya. Betapa gila hidupnya sekarang.


Cintanya jatuh pada sosok manusia bernama Song Eun Jae. Ia ingin hidup bahagia namun ia juga tak bisa mengorbankan belahan jiwanya. Ia seorang putri mahkota. Panutan bagi rakyatnya. Dan siapa yang akan tega menjadi aib keluarga tersayangnya.


Alasan dibalik ia tak ingin mendekati Eun Jae lagi adalah ini. Sebelum dirinya jatuh terlalu dalam, semua harus dihentikan. Tuhan memberinya kesempatan untuk menjauh maka ia menjauh. Meski sakit namun semua harus terjadi.


Mungkin alasan Min Ho ada dikala itu, agar dapat membantu Arfa. Membantunya memutus hubungan tanpa susah payah.


"Fa. Bukankah kau akan berkemah sebentar lagi?"


Suara Sheilla mengalihkan pikirannya dari hal rumit mengalahkan 10 km liliran kabel yang membentuk bola.


"Jangan terlalu banyak berpikir, Fa!" gadis yang dimaksud menoleh. Sheilla memandang tepat ke manik matanya. "Jangan terlalu banyak beban! Kau bisa sakit,"


Arfa mengulas senyumnya. "Jangan terlalu mengkhawatirkanku! Aku baik-baik saja,"


"Aku tidak melihat begitu," Sheilla berpaling. Menatap taman di halaman depan rumah Arfa. "Aku tidak ada untuk sebulan ke depan. Jadi, jangan cari masalah dan hidup berdamailah!"


"Hey. Aku juga bisa mengatasi semua masalahku sendiri," timpal Arfa tak terima. Sheilla hanya tertawa mendengarnya. "Memang apa yang kau lakukan hingga punya banyak tugas seperti itu?"


"Kau akan tau jika ingatanmu kembali,"


***


"Cepatlah!," teriak Shi Ah dari dalam mobil. Arfa masih mencium pipi Cheon Gi sebelum pergi dan berlari ke mobil sahabatnya itu. Ya hari ini adalah jadwal mereka akan berkemah. Mungkin juga tamasya terakhir Arfa di bumi.


Mengingat itu rasa-rasanya tubuh menjadi lemas seketika. Oke. Untuk hari ini lupakan bahwa dia adalah sosok exhuman.


Ia meletakkan tas ransel di kursi belakang. Mengalungkan safety bet dan mobil melaju setelahnya. "Kita satu tenda dengan Bella dan Nayla. Mereka anak kimia,"


"Oh. Kemah ini 3 hari bukan?"


"Ya,"


"Semua kelas akhir?"


"Tentu saja,"


Nama seorang Eun Jae terlintas di otaknya begitu saja. Lelaki itu sama sekali tak pernah absen hadir dalam pemikiran Arfa meski tak jumpa selama sebulan. Hari ini, tak ada yang menyangkal jika ujungnya mereka akan bertemu. Ya. Meski kemungkinannya kecil namun tetap saja. Ada kemungkinan iya.


Arfa berniat menikmati. Tamasya yang lalu terganggu akibat penculikan dan.... Anna. Ia menunduk sedih. Andai saja sahabatnya itu ada sekarang. Mungkin tak akan sesedih ini. Selain Sheilla, ia sangat dekat dengan Anna sejak kecil.


"Fa. Ayo keluar!" ajakan Shi Ah memecah lamunan dan nostalgianya. Arfa menurut dan keluar. Mereka langsung menuju ke depan bus yang berjejer rapi siap untuk keluar. Ini bus yang sama seperti yang dinaikinya dulu saat akan bertamasya.


"Baiklah! Dengar disini baik-baik!" ucap salah satu panitia dengan microfonnya. Semua mata langsung tertuju pada lelaki agak pendek itu. Setinggi Arfa mungkin. "Penggolongan bus sama seperti saat tamasya. Duduk kalian bebas,"


Satu kelas Arfa bersorak senang. Sedangkan Arfa, masih berpikir sejenak. Satu bus dua kelas. Kemarin saat tamasya kelas apa yang bersamanya?


Wali kelasnya mister Albert yang resek. Jadi... mata Arfa langsung terbelalak. Terlambat menyadari kalau dia sudah melangkah masuk bahkan duduk di salah satu bangku bus. Dia menoleh ke pintu belakang. Benar. Dia satu bus dengan kelas Fisika spesial 1, kelas milik Eun Jae.


...💕💕💕...