You, Me, And My Secret Life

You, Me, And My Secret Life
38. Daniel



Mobilnya melaju kencang di antara pepohonan yang berdiri tegak. Menyusuri jalan dengan lebar 3 meter ini. Sheilla yang pandai mengendarai mobil mengikuti instruksi Arfa sedari tadi.


Ya. Sesuai rencana mereka tadi, mereka akan pergi ke kediaman keluarga Jang. Dr. Adel pun telah kembali bersamaan dengan keduanya akan keluar rumah.


Sheilla masih tak mengerti kenapa gadis di sampingnya ini sangat berantusias untuk pergi ke rumah Myung Hae. Alasannya untuk menjemput Cheon Gi tapi seperti ada yang menjanggal.


"Nah. Berhenti di sini!" ucap Arfa dan tentu saja mobil berhenti. Sheilla turun lebih dahulu. Baru saja berniat memutari mobil dan membuka pintu tapi sang empu sudah membukanya sendiri.


Terlihat dua bocah berlari menghampiri. Myung Hae dan Cheon Gi langsung menghambur memeluk Arfa. Tambrakannya menimbulkan sedikit kesakitan karena kondisi perut yang belum stabil tapi ia membiarkannya.


"Eonni. Ayo masuk!" ajak Myung Hae sambil menggeret tangan Arfa. "Amma sudah menyiapkan makan malam kita nanti,". Ya. Mereka memang datang saat malam mulai menjemput


Ia menoleh ke arah Sheilla. Mengisyaratkan untuk ikut masuk. Wanita itu pun menurut. Tapi pandangannya tak pernah lepas dari sesosok gadis bernama Myung Hae itu.


Baru masuk saja mereka sudah disambut sepasang suami istri yang tersenyum hangat. "Arfa. Aduh. Aku rindu sama kamu," wanita itu memeluk Arfa. Kali ini lembut jadi sama sekali tak menimbulkan rasa sakit.


Sheilla kembali mengerutkan keningnya memandang wajah ibu Myung Hae. Saat wanita yang dipandang membalas pandangannya ia juga terkejut akan kehadiran Sheilla. Tapi berusaha ia tutupi.


Tak lama kemudian pelukan dilepas. Arfa memberi salam pada pria yang tak lain adalah Mr. Jang. Namanya Daniel Jang. "Lama tidak bertemu," Arfa tersenyum sebagai balasan.


"Aku kira kamu akan kemari dengan pacarmu," ucap Mrs. Jang.


Pacar? batin Sheilla sambil memandang Arfa. Ia yakin gadis itu kini mendengar beo-annya meski dalam hati. "Ah. Ini sahabat Arfa. Namanya Sheilla,"


"Ohhh. Saya ibunya Myung Hae. Senang berkenalan dengan anda," sambil menjabat tangan Sheilla.


Kenapa tidak menyebut namamu? "Saya Sheilla,"


"Ah. Ya sudah. Ayo kita makan malam dulu! Kalian datang di saat yang tepat. Dulu kau bersama pacarmu tidak sempat mencicipi kan masakanku kan?"


Mrs. Jang memimpin jalan. Myung Hae dan Cheon Gi sudah kembali pada kegiatan seperti biasa. Berebut dan bertengkar. Mereka langsung berlari cepat-cepat menuju meja makan.


Sheilla mendekati Arfa. Mr. Jang berada di belakang mereka sedangkan istrinya seolah-olah berusaha menjauh dari Sheilla. Tak ada yang menyadari kecuali kedua orang yang bersangkutan.


"Apa maksudnya pacarmu?" bisik Sheilla pelan dengan pandangan menuntut jawaban.


"Ada saja," ucap Arfa sambil tersenyum. Ya. Sekarang ia sedang memikirkan Eun Jae. Sedang apa ya dia?


"Fa. Aku kan bilang, jangan mendekati cinta. Berbahaya,"


"Apa yang berbahaya? Jika aku menggunakannya dengan baik tidak akan meledak," gadis itu lalu melangkah lebih cepat. Meninggalkan Sheilla yang mulai khawatir.


Apa mungkin ia harus berkata kalau dia bisa mati jika mencintai pria lain? Ingatan seorang Veronica belum kembali sepenuhnya. Ia juga yakin tentang ingatan Dio sama sekali belum hadir. Ini akan sulit jika dijelaskan.


Sheilla selalu mengkhawatirkan ini. Seorang exhuman mencintai manusia normal. Kejadiannya akan seperti ayah ibu Cheon Gi. Dan jangan sampai Veronica menjadi seperti itu.


Mereka telah sampai di ruang makan. Mrs. Jang membantu menyiapkan makanan bersama pelayan. Daniel telah duduk di kursi utama. Myung Hae dan Cheon Gi masih saja bertengkar. Kali ini lebih sederhana. Hanya karena siapa yang makan paling rapi.


Hidangan makan malam kali ini ada korean barbeque dengan gorengan kentangnya. Ditemani segelas air putih. Ide yang bagus untuk membiarkan pengkonsumsi merasakan cita rasa dari daging itu sendiri. Sebagai penutupan sudah disediakan Custard dengan ice cream di sisi-sisinya.


Mereka makan dalam diam. Di etika keluarga Jang janganlah makan sambil berbicara. Mereka baru angkat suara setelah usai makan hidangan penutup masing-masing. Ya. Keluarga ini termasuk yang terkaya di Korea dan masuk lima besar. Namun usahanya sudah mencapai eropa.


***


Myung Hae masih ingin menghabiskan masa pertengkarannya bersama dengan Cheon Gi. Lihatlah! Di malam hari begini mereka malah bermain lempar bola salju di luar. Sungguh!


Mrs. Jang sudah berulang kali memaksa mereka masuk namun sia-sia. Keduanya sama-sama kepala batu. Apalagi Arfa. Mana bisa ia melakukan hal yang dilakukan oleh Mrs. Jang. Terlalu banyak bergerak akan membuat lukanya lama sembuh.


Ah. Ia hampir lupa dengan tujuan utama. Arfa bangkit dari duduk di depan perapian. Sheilla yang bertanya ingin kemana sama sekali tak mendapat jawaban. Akan mengikuti namun Mrs. Jang sudah lebih dahulu mengalihkan pembicaraan.


"Tentang apa?" Arfa bingung mau memulai. Apa ia harus bilang minta maaf terlebih dahulu? Atau ia harus menjelaskannya di awal pembicaraan? Atau langsung sebut saja kalau dia Arfa mantan pacarnya dulu? Gila. Mana ada yang akan percaya.


"Aku minta maaf Daniel," ujarnya dalam satu tarikan napas. Lelaki di depannya terdiam. Suara dengan panggilan seperti itu memenuhi otaknya. "Maksudku, maafkan dia. Arfa yang itu. Dia sadar kalau semua adalah salah paham. Kau dijebak. Jadi....,"


"Jadi. Kau tau semuanya? Kau ingat semuanya?"


Arfa yang awalnya menunduk karena rasa takut langsung mengangkat kepala. Ia memandang heran ke arah Daniel yang malah tersenyum. "Aku juga tau semuanya. Segala hal tentang dirimu. Istriku yang memberitaukannya,"


"Istri? Mrs. Jang?"


Lelaki itu mengangguk. "Lupakan yang sudah terjadi. Hidup ini memang rumit. Awalnya aku tak percaya dengan apa yang dikatakan istriku. Tapi, benar. Setahun setelah kau meninggal terlahir kembali anak yang sangat mirip denganmu. Anak yang bernama Arfalia,"


"Tapi... bagaimana Mrs. Jang tau? Siapa dia?" tanya Arfa bingung.


"Dia.... adalah istriku," lalu diikuti kekehan kecil. "Sudahlah. Masa itu benar-benar buruk. Aku tidak ingin mengingatnya. Tapi, aku bersyukur. Karenamu aku bisa bertemu dengan istriku sekarang,"


"Bertemu? Karena aku? Kenapa?"


"Dia yang membawa dan menguburkanmu dengan layak. Mengurus semuanya bersamaku juga,"


Arfa tersenyum lebar. Entahlah. Di ingatannya ia belum bertemu dengan sosok Mrs. Jang. Mungkin tak lama lagi ia akan tau segalanya.


"Aku benar-benar minta maaf atas namanya,"


"Kau bahkan tidak ingin mengakui kalau dia dirimu," mereka tertawa bersama.


"Bolehkah aku memelukmu?"


"Tentu," Arfa langsung memeluk tubuh Daniel. Mereka terlihat seperti ayah dan anak. Siapa sangka jika mereka memiliki hubungan yang bertajuk mantan kekasih. "Jadilah Arfa yang sesungguhnya. Semoga semua masalahmu hilang. Aku masih mencintaimu, Fafa,"


"Jangan begitu! Nanti aku dipenggal Mrs. Jang," mereka kembali tertawa. Dalam pelukan.


Di dalam kehidupanku, selalu tertera nama yang sama. Arfalia. Namun bagi mereka yang memang menemani dan memberiku kasih sayang. Mereka yang pernah aku cintai pada masa itu, memanggilku dengan sebutan Fafa. Sama seperti Min Ho dan Daniel. Ngomong-ngomong anak itu kemana, ya...


"Sudah jangan terlalu lama. Katanya tidak ingin dipenggal Mrs. Jang?" bukannya melepas, ia malah mempererat pelukannya.


"Tidak. Aku tidak takut lagi. Aku memelukmu bukan sebagai mantan kekasih. Aku memelukmu sebagai gadis 17 tahun memeluk ayahnya,"


"Baiklah. Kalau begitu panggil aku ayah juga,"


"Baik appa," keduanya kembali tertawa. Arfa melepas pelukan beberapa menit kemudian.


"Ayo kembali keluar! Kita ajak mereka masuk,"


"Hemmm," keduanya berjalan bersama. Ini bukan cerita pasal cinta lama bersemi kembali. Ini seperti teman lama ingat kembali.


"Bagaimana hubunganmu dengan Eun Jae? Apa dia pacar yang baik? Atau kau juga menfitnahnya?" Arfa langsung menghentikan langkah. Menoleh ke arah Daniel dengan tatapan tajam. "Aku bertanya sebagai ayah yang baik,"


Ah. Iya. Bagaimana dengan yang satu itu lagi? Sepertinya kita sudah lama tak bertemu. Tapi kenapa rasanya baru kemarin bertemu ya....? Min Ho dan Eun Jae sama sekali tak terlihat.


...💕💕💕...


...YA IYALAH. MIN HO DAN EUN JAE NGGAK KELIATAN. ORANG MEREKA LAGI LATIHAN NASKAH BARENG AUTHOR....


...BAIKLAH. PUAS DENGAN CERITAKU ?...