You, Me, And My Secret Life

You, Me, And My Secret Life
16. Angelia



Arfa yang baru sampai rumah setelah kunjungannya ke rumah Shi Ah –yang pastinya memilih naik taksi. Daripada mendebatkan hal tadi– dibuat terkejut dengan kehadiran dua koper besar di ruang tamu. Tak lama kemudian kakak perempuannya muncul dari arah dapur.


"Eonni!!!"


"Surprice!" Angel menyambut pelukan hangat adiknya. "Selamat ulang tahun, adikku tersayang. Maaf telat,"


Arfa melepas pelukannya. "Kenapa baru kembali? Apa sebegitu tidak pentingnya aku bagi Eonni?"


"Uhhh. Cemburu nih?? Yang penting kan sekarang aku udah ada disini. Ah iya. Aku sudah masak makan malam. Sana bersihin diri!"


Arfa mengernyit. "Emang udah waktunya makan malam?" sambil melirik jam di pergelangan tangan. Angel langsung menjitak kepala adiknya cukup keras.


"Makanya jangan main terus. Mentang-mentang jadi duta seni,"


"Eonni! Ini hari minggu. Memang harusnya aku pergi keluar,"


"Orang jomblo pergi sendiri ya?? Kasihan,"


Arfa hanya menjulurkan lidah sambil berlalu ke kamarnya. "Buat apa punya pacar kalau LDR an mulu,"


***


Arfa berucap terimakasih pada Angel yang baru saja mengambil piring kotornya untuk dicuci "Kenapa Eonni berhenti tiba-tiba? Bukannya studynya belum selesai,"


"Ada yang lebih penting untuk diurus. Ah ya. Arfa," ia berbalik sebentar dengan tangan yag masih penuh busa. "Jangan masuk kamar dulu! Ada yang mau kakak bicarakan,"


"Uhhh. Serius amat. Aku tunggu di depan tv yaa,"


Arfa lalu beranjak ke ruang tengah. Ia menyalakan televisi namun matanya tak memandang ke arah sana semenjak sebuah notifikasi muncul. Anna, wanita yang beberapa hari lalu ia tabrak, mengirimkan pesan. Ya. Mereka memang sering chat an akhir-akhir ini.


Gadis diseberang sana menanyakan apa Arfa besok akan ke sekolah untuk mengurus tamasya akhir pekan.


"Arfa!" eonni nya datang tepat setelah Arfa menjawab pesan Anna dengan satu kata, Ne. "Ada yang mau aku tunjukkan," wanita itu sudah duduk di sebelahnya. Ia membuka laptop dalam pangkuan, lalu menunjukkan sebuah foto anak lelaki.


"Ini Cheon Gi kan kak? Ada apa?"


"Dia masih hidup,"


"Hah? Jangan bercanda!" Cheon Gi, adik lelaki mereka memang sudah meninggal sejak tiga tahun lalu. Sebelum Arfa memilih pergi ke Indonesia.


Arfa lalu meraih laptop dalam pangkuan kakaknya dan menjelajahi semua foto di sana. Anak lelaki yang berumur sekitar 7 tahun itu terlihat berbaur dengan yang lain. Arfa memperbesar gambar dan itu memang adiknya. Adiknya yang dinyatakan hilang lalu ditemukan abunya bersama gedung kebakaran pabrik. Memang disana terakhir tempat Cheon Gi berada.


Adiknya itu sangat menyukai otomotif dan Arfa beserta Angel mengajaknya berkunjung. Lalu hari itu Cheon Gi menghilang. Esoknya potongan pakaian anak lelaki itu ditemukan bersama gedung otomotif yang menjadi santapan si jago merah.


"Kenalan Kevin bilang kalau Cheon Gi yatim piatu sejak lahir. Ia punya dua kakak perempuan tapi semuanya mati tiga tahun lalu. Dalam tragedi kebakaran,"


Arfa sontak menoleh memandang kakaknya. "Konsep gila apa ini?! Lalu abu yang kita bawa punya siapa? Dna nya menunjukkan itu Cheon Gi,"


"Itu palsu. Kevin sudah memeriksanya ulang,"


"Mwo?" mata gadis itu sudah mulai berkaca. "Siapa yang tega melakukan hal ini pada anak kecil? Bagaimana hidup Cheon Gi selama tiga tahun ini?" kali ini air matanya benar-benar menetes setelah merujar dengan menggebu-gebu.


"Tenang Arfa. Eonni berusaha membawanya kembali. Kita masih melakukan pengamatan sebelum hal yang lebih buruk terjadi,"


"Aku–aku bahkan me-mengambil kelas online. HIKS. Aku merasa bersalah. HIKS. Aku... yang mengusulkan HIKS kesana hari itu,"


"Sudah-sudah. Sekarang adik kita kembali. Tidak akan ada masalah lagi. Oke? Berhenti menangis,"


"Eonniiiii,"


***


Angel menaikkan selimut Arfa yang sudah tertidur usai menangis histeris. Ia memandangi wajah adiknya sayang. Ada gelenyar aneh saat membayangkan bagaimana jika ia kehilangan Arfa. Tidak. Ia tidak bisa.


Arfa sama sekali tak pernah mendapatkan kasih sayang orang tua sejak kecil. Ayah bundanya meninggal dalam tragedi kecelakaan pesawat saat akan pulang dari Indonesia menuju Korea. Ayahnya yang memang asal Indonesia menikah dengan bundanya yang asli keturunan Korea Selatan.


Dari papanya inilah, Arfa dan Angel punya mama, adik dari sang ayah, yang seharusnya ia panggil tante. Wanita itu menetap di Korea setelah ayah dan bunda Arfa menikah.


Dari mama lah, Arfa mendapat kasih sayang orang tua. Lalu tak lama kemudian, mamanya menikah dan kali ini gadis itu mendapatkan papa juga. Meski bukan anak kandung, tapi mereka sudah merasakan sebuah keluarga yang sangat harmonis.


Dan kini, hanya tersisa mereka berdua. Sebelumnya Cheon Gi ada disisi mereka. Papanya meninggal saat Cheon Gi masih dalam kandungan, lalu mamanya menyusul seusai proses melahirkan. Karena itu, Arfa merasa bercermin melihat adiknya yang tidak punya papa mama. Mereka sangat dekat, bahkan jika dibandingkan dengan Angel.


Arfa selalu memperhatikan apapun kebutuhan Cheon Gi. Ia memang tidak memanjakannya tapi gadis ini selalu ada untuk Cheon Gi. Maka dari itu, tahun akhirnya di junior high school terasa sangat menyakitkan saat kehilangan adik yang paling ia sayang. Ditambah lagi dengan perselingkuhan Min Ho yang makin memperburuk suasana.


"Selama kau masih adikku, aku akan menjagamu dengan baik," ujar Angel yang matanya mulai berair.