
Prang
"Ah….sakit"pekik Raina kesakitan saat kembali dari dapur dengan membawa sepiring buah.Ia terus memegangi perutnya.
"Sayang"teriak Raina.
"Emak"teriaknya lagi memanggil emaknya.Karna sebulan menuju launching baby matre,emak memutuskan untuk menginap di kediaman Raina.
"Sayang….."panggilnya lagi.
"Emak,bibi"Rain terus berteriak memanggil semua orang.
Keringat dingin bercucuran,perutnya terasa diremas,seperti sesuatu terus terdorong.Pinggangnya pun terasa patah.Rain terus merintih kesakitan.Tak ada yang kunjung muncul,ia baru ingat jika emak dan bibi pergi ke Pasar sedangkan sang suami tengah mandi.
"Dear"panggil Rayyan yang baru selesai mandi setelah joging.Ia keluar kamar dengan menggunakan boxer ingin menghampiri sang istri yang berada di lantai bawah.
"Sayang"panggil Raina nyaring,karna ia yakin itu suaminya.Ia mengenali suara itu.
Rayyan yang mendengar teriakan sang istri pun langsung berlari menuruni tangga.
"Dear" Rayyan terkejut melihat Raina yang merintih kesakitan dengan badan bersandar pada dinding.
"Yank,aku kencing"teriak Raina panik melihat air yang terus keluar.
Rayyan membulatkan matanya melihat air yang keluar semakin banyak.Tanpa pikir panjang ia mengangkat istrinya menuju mobilnya.
Raina terus merintih kesakitan,nafasnya terengah-engah meski tengah duduk di kursi penumpang.Ia meremas apapun yang berada didekatnya.
Rayyan menghidupi mobilnya.
"Aduh sayang sakit"rintih Raina.
"Sabar ya dear,atur nafas kamu.Ambil nafas terus buang,inget kan kata dokter Clara"sahut Rayyan agar istrinya tak panik.Susah payah Raina mengangguk.
Rayyan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi,ia terus mengklakson dan menghidupkan lampu darurat agar diberi jalan.
"Huh...hah...huh...hah…"Raina terus mengatur nafasnya.Sungguh ia baru ini merasakan tubuhnya seperti dibanting lalu dilepaskan tulang-tulangnya.
"Yank,gak kuat yank sakit banget"lanjut Raina terus merintih,bahkan tangannya mencengkram lengan sang suami.
Rayyan kembali menggeram kesal dihadapan mereka jalan tengah macet,padahal tinggal sedikit lagi sampai rumah sakit tempat dokter Clara praktek.Rayyan yang merasa kasian melihat sang istri kesakitan akhirnya berinisiatif untuk membelokkan mobilnya pada ruko tak jauh dari tempat mereka.Ia berlari membuka pintu sang istri,lalu dengan cepat meangkat tubuh sang istri yang terus meracau kesakitan.
Dengan cepat ia berlari dan menggendong tubuh sang istri yang menopang dua kehidupan didalamnya.Tak memperdulikan pandangan orang yang melihatnya berlari tungang langgang.
"Dokter"
"Dokter"
"Tolong istri saya mau melahirkan"teriak Rayyan di depan UGD.
Beberapa orang menatapnya terkejut,bahkan para perawat wanita susah payah meneguk air liurnya melihat tubuh lelaki tanpa baju dan hanya menggunakan kolor itu berteriak sambil menggendong sang istri.
Raina langsung diletakkan di bankar dan dibawa ke ruang bersalin setelah perawat memanggil dokter Clara.
"Tuan..eh"panggil dokter Clara tertahan melihat lelaki yang tengah terlihat frustasi didepan ruangan.
"Ya dokter,bagaimana keadaan istri saya?"tanya Rayyan masih tak sadar dengan penampilannya.
Dokter Clara meraup udara sebanyak-banyaknya lalu ia hembuskan pelan.Ini godaan yang sangat nyata,masih pagi disuguhi oleh roti sobek dihadapan mata.
"Nona sudah pembukaan 8 tuan,tapi posisi dede tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan normal seperti kehendak nona.Saya akan melakukan operasi darurat."sahut dokter Clara
"Dokter ada apa?"tanya Rayyan yang bingung melihat dokter muda di hadapannya salah tingkah.
"Em.. itu..tuan"sungguh maha karya tuhan yang maha esa menciptakan lelaki gagah dihadapannya tanpa cacat.Tubuhnya yang berotot dengan keringat yang bercucuran.
Rayyan mengikuti pandangan dokter muda yang tampak merona dan astaga,ia langsung membulatkan matanya melihat penampilannya seperti model majalah dewasa.Bahkan ia memakai sandal rumah.
"Astaga sudah berapa ribu orang yang liat gue kayak gini"batinnya syok.
"Lakukan apa saja demi mereka dok"
"Baik..Anda bisa ikut suster Anna untuk melakukan tanda tangan persetujuan operasi"ucap Dokter Clara mencoba fokus.
🌸
🌸
🌸
Setelah melakukan tanda tangan,Ray meminjam telfon rumah sakit untuk mengabari orang rumah dan menyuruh mertuanya membawakan baju untuknya.Sungguh ia tak punya muka lagi saat ini,ia harus jalan kesana kemari untuk mengurus semuanya dengan penampilan bak model majalah dewasa.
Rayyan sekarang tengah duduk menunggu di depan ruang operasi,duduk gelisah menunggu yang lain datang.Rasa khawatir dan bahagia karna bayi mereka akan hadir membuat perasaannya campur aduk.
"Ray"panggil seseorang membuat Rayyan menoleh.
Tampak emak dan bibi sudah datang dengan wajah tampak khawatir.
"Kenapa bisa kayak gini Ray,bukannya masih dua minggu lagi hpl nya?"tanya Emak.Rayyan meraih paperbag yang diberikan oleh bibi padanya.
"Ray juga gak tau mak,tadi Raina udah duduk aja dilantai kesakitan."sahut Ray,dengan tak tau malu memakai baju didepan ruang operasi.Biarlah,toh sudah banyak yang melihat bentuk badannya pikir Ray.
"Kamu juga kenapa gak pakai baju,ya Allah.. ternodai semua mata orang yang ada di rumah sakit ini"emak yang mulai sadar dengan penampilan sang menantu.
"Gak kepikiran Ray mak,Raina lebih penting"sahut Rayyan kembali duduk dengan wajah cemasnya.
Tiba-tiba saja ruang operasi terbuka,tampak seorang suster keluar dari ruangan.Rayyan langsung berdiri saat melihat suster itu.
"Bagaimana keadaan istri saya?"tanya Rayyan langsung.
"Ibu memanggil bapak untuk masuk"sahut suster itu langsung diangguki oleh Rayyan.
Rayyan pun masuk ke dalam mengikuti suster.Setelah memakai baju steril,Rayyan dapat melihat sang istri tengah pasrah.Sedangkan para dokter sudah siap untuk mengeluarkan para bayi matre yang siap untuk menghirup udara.
"Sayang"panggil Raina melihat sang suami berada disebelahnya.
"Hay dear,kuat ya sayang"ucap Rayyan mengecup beberapa kali kening sang istri.
"Kita mulai ya.. Bismillah"ucap dokter muda itu tersenyum dibalik masker yang ia pakai.
Meski sebenarnya Rayyan takut melihat semua prosesi operasi caesar yang tengah dilakukan tapi Rayyan terus memberi semangat pada sang istri dan ungkapan cinta terus Rayyan bisikkan pada sang istri agar sang istri tak tegang.
Tiba-tiba setelah beberapa saat.
"Oooeeekkkkk….oooeeeekkkk…."tangisan menggema yang bersahutan membuat sepasang suami istri itu menangis haru.
"Kamu berhasil dear,kamu berhasil…kita jadi orang tua"ucap Rayyan menciumi seluruh wajah sang istri yang tengah menangis haru.
Meski keinginan Raina gagal untuk lahiran normal,tapi ia bahagia akhirnya momen yang ia tunggu sekarang terjadi.Bayi kembar mereka lahir dengan normal dan sehat.
🌸
🌸
🌸
Ruang VIP riuh dengan kedatangan keluarga besar yang bergantian menjenguk bayi matre yang baru saja launching.
Semua orang mengerumuni ranjang bayi yang tak jauh dari bankar Raina berada.
"Ya Allah.. cantik ganteng cucu eyang"girang emak yang melihat kedua cucunya yang berada didalam ranjang bayi.Terlihat sepasang bayi kembar itu dibedong dengan warna pink dan biru menambah kesan sangat lucu untuk kedua bayi yang tengah terlelap itu.
"Mukanya mirip omte ya beb?"ucap Amel pada sang suami melihat wajah keduanya yang mirip dengan Rayyan.
"Iya.. si Rain dapet hidungnya doang"sahut Edo karna memang bentuk hidung keduanya mirip dengan hidung Raina yang mancung dan lancip.
Semua orang mengangguk setuju.
Raina tersenyum diatas bankar melihat semua keluarganya tengah bahagia melihat sepasang bayinya.
"Aku bahagia"ucap Raina.
Rayyan yang masih terharu itu terus menempel di sebelah snag istri,melihat sendiri perjuangan sang istri di ruang operasi tadi masih terngiang dikepalanya.
"Aku juga bahagia,makasih ya sayang.. kamu udah berjuang menyempurnakan keluarga kecil kita,love you"sahut Rayyan kembali melow mencium kembali kening sang istri dengan sayang.Merengkuh tubuh wanita yang ia cinta,wanita yang memberinya kebahagiaan yang tiada tara.
"Ooeeekk….Oooeeekkk"tangisan nyaring tiba-tiba membuat sepasang suami istri itu merenggangkan pelukan mereka.
Emak meangkat salah satu bayi kembar itu untuk menghampiri Raina.
"Si dede mau nen deh ini"ucap emak menggendong bayi laki-laki tampan dengan hidung mancung bak prosotan tk tengah kejer menangis.
Bayi laki-laki itu sangat kuat menghisap asi milik sang mama,sedangkan kembarannya tengah masih anteng terlelap di tanjang bayi tanpa terusik dengan tangisan saudaranya tadi.
"Semangat banget sih nyedotnya.. itu punya papa tauk"goda Rayyan dengan tangan yang usil mentoel-toel pipi sang putra.
"Ish.. sempet aja cemburu sama anak sendiri"
"Gak.. gak cemburu kok,papa cemburunya cuma sama daddy kamu aja"sahut Rayyan seakan berbicara dengan putranya.
"Dih.. paklek itu no daddy"ucap Raina membenarkan.
"Dia minta dipanggil daddy dear" Sahut Rayyan "Kamu juga iyain kan?" Lanjutnya melirik sang istri.
"Bodo' lah.. panggil paklek aja dia mah"ucap Rain.
"Apa sih yang kalian debatin.. gak ada faedahnya,udah belum dia nyusunya?"tanya emak yang menghampiri Raina.
"Masih asik nyusu dia mak"sahut Rayyan melihat bayinya dengan kuat menyusu pada Raina.
"Udah ada bayangan nama mereka dek?"tanya emak melihat cucunya.
Raina mendongak lalu tersenyum "Udah dong.. iya kan yank"
Rayyan pun mengangguk lalu tersenyum.
🌸
🌸
🌸
6 tahun berlalu,susah senang menjalani peran sebagai orang tua keduanya lalui dengan tangis dan tawa.Bahkan selama sebulan baby twin itu lahir,Raina sering menangis saat malam karna tak mampu lagi menyusui.Luka karna isapan baby twin mereka membuat luka di dadanya.Itu membuat Raina stres dan sering menangis bersahutan dengan bayinya.Tak disangka semua sudah dilalui mereka berdua.
"ARAAAAAAA!!!!!!"lengkingan suara ibu muda terdengar sampai gerbang depan.
Sedangkan bocah yang dipanggil bersorak gembira karna sukses membuat mamanya kembali mengeluarkan suara merdunya.
"Ara kamu bikin ulah lagi?"tanya bocah laki-laki yang asik membaca komik ditangannya bernama Rafasya Erlangga Sanjaya.Melihat adik perempuannya tengah bingung mencari tempat sembunyi.
"Diamlah Rafa.. kamu sih tidak asik diajak main,jadi aku ajak main mami aja.Awas kalo kamu kasih tau aku sembunyi disini,akan ku pastikan besok di sekolah takkan tenang"sahut ketus bocah perempuan bernama Arasyie Aurora Sanjaya itu meancam kembarannya dan bersembunyi di dalam lemari baju.
Brakk
Kamar si kembar di buka dengan kuat,siapa lagi yang membuka jika bukan sang ibu.
"Mana adek kamu?"tanya mami Rain pada putranya.
"Rafa gak tau mi"sahut cuek tanpa melihat maminya yang tengah bersungut-sungut.
"Ara.. kamu dimana,kalo hitungan sampai tiga kamu gak berada dihadapan mami.Mami pastikan selama sebulan mami gak akan belikan kamu mainan"ancam mami Raina dengan wajah merah padam.
Bagaimana tak kesal,semua masakannya ditaburi lada dan garam oleh putrinya membuat semua rasa masakannya asin pedas.Bahkan ikan goreng yang berada dipiring tiba-tiba mengambang karna piring diisi air oleh sang putri.
"SATU"
"DUA"
"TIGA"
Krekk
Tiba-tiba pintu lemari kayu pun terbuka dan ada kepala sang putri nyembul dari sana.
"Sini kamu"panggil Raina dengan wajah garangnya.
"Peace mi,adek kan cuma iseng"sahut bocah perempuan berumur 5 tahun itu dengan meangkat jari berbentuk V 😁✌️.
"Iseng kamu kelewatan adek,mami gak suka"ucap Raina masih dengan nada tegasnya.
Bocah cilik itu pun berlari kecil menghampiri sang mami dsn mencium punggung tangan maminya berulang kali agar maminya tak marah.
Cup
Cup
"Maafin Ara ya mi.. janji deh gak gitu lagi,abisnya si Rafa gak mau diajak main.Kan Ara kesel"dengan merayu sang mami dan menjelekkan sang abang bocah cilik itu bergelayut dikaki maminya.
"Kakak adek,udah berapa kali mami bilang..Panggil kakak Rafa bukan Rafa aja"
"Ck.. Rafa sama Ara cuma beda lima menit mami,gak mau manggil dia kakak.Kenapa sih gak aku dulu ya keluar.Sebel deh"rajuk bocah cilik yang terlihat imut dimata sang mami.
"Gak usah pake acara merajuk deh,kamu ada salah ya sama mami..Sekarang ikut mami sebelum mami gak kasih uang lagi buat beli mainan"
Bocah itu kembali memeluk kaki sang mami lalu menggeleng cepat. "Jangan mami.. adek mau mainan mobil remot control yang baru mami"sahut bocah cilik itu.
"Kamu itu cewek,kenapa minta mainan cowok terus sih"keluh Raina sampai memijit pelipisnya karna kewalahan dengan tingkah ajaib sang putri yang beda 180 derajat dengan sang putra.
"Hari gini main barbie udah gak jaman mami,temen-temen aku kalau main barbie pasti mereka cengeng..Kan aku gak,aku anak kuat jadi aku gak mau main barbie ntar akunya jadi cengeng juga"celoteh panjang lebar sang putri pada maminya.
"Belajar dari siapa kamu nak..nak"gumam Raina melihat putra putrinya yang beda jauh.
"Ayah Niko mi... Ups"sahut bocah itu dan langsung menutup mulutnya setelah rahasia dirinya dan papa angkatnya terbongkar.
"Dasar.. Kampret"umpat Raina dalam hati pada sahabat pe'anya yang telah mengajari putri unyunya ini sembarangan.Ingatkan Raina untuk memberi pelajaran pada Niko.
Putranya yang anteng,gemar membaca buku cerita dan lebih suka belajar.Berbeda dengan sang putri yang terlalu aktif,sangat jail dan cerewet.
🌸
🌸
🌸
Raina menuruni tangga dengan memijit pelipisnya.Masih pagi di hebohkan dengan keusilan sang putri membuat sakit kepala Raina kembali hadir.
"Assalamualaikum"salam dari luar rumah langsung disahuti Raina.
"Waalaikumsalam"sahut Raina mengembangkan senyum melihat sang suami yang baru datang dari job diluar kota. "Kok udah datang yank?"lanjutnya menghampiri sang suami dan mencium punggung tangan sang suami.
"Sengaja..Kangen sama kamu,makanya cepet pulang"sahut Rayyan memeluk tubuh sang istri.Ia tau istrinya pasti kewalahan mengurus putrinya yang satu itu.Makanya ia berinisiatif untuk cepat pulang.
Rayyan menggiring sang istri untuk duduk di sofa ruang keluarga.
"Kamu kenapa? Sakit?"tanya Rayyan merengkuh tubuh sang istri,menyandarkan kepala sang istri pada dada bidangnya.
"Anak kamu.. Bikin aku darting yank"sahut Raina.
Rayyan terkekeh.
"Kenapa lagi dia?"
"Masakan aku semuanya ancur sama dia.. Padahal belum ada yang sarapan lho"sahut lemah Raina lagi.
Rayyan kembali terkekeh.Membayangkan wajah tanpa dosa sang putri yang pasti bikin gemas.
"Terus dia sekarang dimana?"tanya Rayyan.
"Dikamar sama kakaknya" sahut lemah Raina "Kalau bukan anak sendiri,udah aku sleding tau gak yank.Gemes banget"lanjutnya gemas sendiri dengan tingkah sang putri.
Cup
"Dia itu fotocopy kamu tau dear.. gemesin,ada aja tingkah ajaibnya"
"Cih.. emang kamu kira aku jin botol ajaib segala"sahut Raina membalas pelukan sang suami.
Keduanya tertawa.
Rayyan mengembuskan nafas pelan "Gak terasa udah 6 tahun kita nikah ya Dear"ucap Rayyan mencium puncak kepala sang istri.
"Iya.. waktu terasa begitu cepat"sahut Raina.Mengingat dulu ia masih mengejar-ngejar sang suami saat menjadi b*nc*ng.,
"Aku masih inget pas kita ketemu pertama kali dan kamu langsung cium aku"ucap Rayyan mengenang masa dulu. "Aku bersyukur banget Tuhan pertemukan kita berdua,Kamu membuat aku berubah sampai bisa seperti sekarang"lanjutnya.
"Aku juga sangat bersyukur,karna Tuhan baik sama aku.Memberikan jodoh yang sangat sayang,perhatian dan cinta sama aku.Aku bahkan gak pernah menyangka dulu bisa menikah dan memiliki keluarga sendiri.Terimakasih sudah menerima aku apa adanya"ucap Raina mendongak menatap sang suami. "Love you Omte"
"Love you more dear"sahut Rayyan mencium bibir sang istri,******* bibir yang masih menjadi candunya.Keduanya terhanyut dengan pagutan bibir mereka.Mencurahkan semua perasaannya pada sang istri kecilnya.
Kebahagiaan yang tak pernah Rayyan bayangkan akan terjadi padanya.Dipertemukan dengan gadis unik ini memang sesuatu yang terus ia syukuri sampai sekarang.Ia hanya berdoa agar keluarga terus dilimpahi kebahagiaan dan takkan terpisahkan hingga kematian yang memisahkan mereka.
...Happily After Ever...