You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Perjuangan Edo.



Setelah acara sarapan bersama selesai,Rain menawarkan dirinya untuk ikut ke Salon milik Ray. 


"Dear,kita naik mobil aku aja ya"ucap Ray saat didalam lift.Tanpa membantah Rain langsung mengangguk dan melingkarkan tangannya pada lengan sang kekasih. 


Rayyan begitu bahagia melihat sifat manja kekasihnya yang entah datang dari mana.Tapi sesaat ingatannya kembali saat melihat Rain menjadi Audrey,gadis itu sangat manja dengan Elang sang kekasihnya dulu.


Ah.. kenapa tiba-tiba sesak hadir didadanya. 


Ray menggeleng pelan,mencoba menghilangkan ingatannya tentang Rain yang pernah menjadi kekasih dari lelaki lain. 


Ia mencium puncak kepala kekasihnya lagi,Rain mendongak saat merasa kecupan dari kekasihnya.Ia tersenyum melihat Rayyan. 


"Kamu milikku"batin Ray


Keduanya pun masuk ke dalam mobil milik Rayyan,dengan Rain yang bersikap sangat manja.Bahkan di dalam mobil tangan Rain tak lepas dari lengan sang kekasih. 


"Sayang,apa sebaiknya kita fitting baju buat acara kita? Mumpung hari ini aku free"ucap Raina tiba-tiba. 


"Sungguh.. Kamu mau dear?"Rayyan tampak memastikan,karna sudah berapa kali ia mengajak tapi Rain menyerahkan semua padanya.Bahkan pengukuran untuk kebayanya dan gaun pengantin dilakukan di Kediaman keluarga Syahreza. 


"Hhmm.. iya sayang"sahut Rain. "Maafin aku sebelumnya acuh ya"lanjutnya kembali minta maaf. 


"Stop minta maaf dear,dengan kamu sekarang yang lebih perhatian gini udah cukup buat aku.. Aku gak akan nuntut apa-apa dari kamu" ucap Rayyan.


Raina tersenyum,lalu ia teringat sesuatu "Oh ya sayang,bisakah kalau kamu ada waktu ikut denganku ke tempat Mommy Amira?" Tanya Raina.


"Untuk apa dear?" 


"Aku ingin konsultasi traumaku"sahut Raina.


"Apa yang kamu rasain waktu aku mau cium kamu waktu itu?"tanya Rayyan. 


Rain tersipu mengingat kejadian saat Rayyan akan menciumnya"Masih ada perasaan takut disini,tapi cuma sesaat"sahut Raina jujur.


Ray mengecup punggung tangan kekasihnya "Kita sembuh sama-sama Dear,aku akan bantu kamu"ucapnya tersenyum teduh menatap sang kekasih. 


Rain membalas dengan senyumannya lalu mengangguk.Kembali ia menyandarkan kepalanya pada bahu kekasihnya yang kembali fokus menyetir mobil.Raina memejamkan matanya,menikmati kenyamanan yang ia dapatkan.


🌸


🌸


🌸


Seharian kemarin Raina menemani sang calon suami bekerja,bahkan ia ikut saat Rain melakukan private class make up.Ia melihat kelihaian sang kekasih saat mengajarkan dan mearahkan para muridnya untuk meaplikasikan segala macam produk make up yang Rain tak tau sama sekali namanya. 


Dan hari ini Rain dan Rayyan janjian untuk fitting baju pengantin dan Akad serta konsultasi ke rumah sakit tempat Mommy Amira praktek. 


Rain tengah duduk dihadapan meja rias yang isinya bukan seperti meja rias seorang gadis biasa.Meja itu seperti kapal pecah,dengan beberapa majalah otomotif serta kaset-kaset musik hardcore lawas miliknya. 


"Gue beneran cewek apa bukan sih"monolog Raina menatap hampa meja riasnya.


Tok 


Tok 


Rain mendengar suara ketukan dari luar kamar,beranjak dari duduknya dan membuka siapa yang tengah mengetuk pintu kamarnya. 


"Hay Dear"sapa sang kekasih yang tersenyum dihadapannya.Rain membalas senyuman sang kekasih.


"Sejak kapan udah ada disini?"tanya Rain.


"Kurang lebih udah satu jam aku nunggu kamu di bawah"sahut Rayyan.


"Duh lama banget ya.. Maaf ya sayang"ucap Rain sambil meayun-ayunkan tangannya yang menggenggam tangan Rayyan.


"Ehem.. "Suara deheman dari sebelah mereka berdua membuat keduanya menoleh. 


"Jangan main-main didepan kamar anak perawan.. belum muhrim"ucap Edo menyilangkan tangan didepan dada. 


"Dih.. sok-sokan bilang bukan muhrim,kemarin yang nyosor Amel di rumah dia siapa ya"ejek Raina membuat Edo terdiam,wajahnya persis sekali seperti bocah yang ketahuan mencuri.Untung saja tadi malam Amel curhat padanya tentang tingkah Edo dan masakannya yang diberikan pada Amel,membuat Raina terkikik geli saat mengingat.


Tingkah Edo membuat sepasang kekasih itu menatap geli padanya. 


"Cih.. makanya kalo cinta jangan di sia-siain,gini kan jadinya nyesel..Ya udah lah bang,nikmati aja dulu patah hatinya abang.Kencengin lagi doanya sama usahanya ya bang"ucap Rain. "Rain sama Ray pergi dulu"lanjutnya. 


"Aku bawa Rain pergi dulu bang"ucap Ray lagi hanya diangguki oleh Edo. 


Sepasang kekasih itu pun turun dan kembali berpamitan dengan emak dan bapak yang berada di ruang keluarga.


🌸


🌸


🌸


Di tempat salah satu desainer terkenal kenalan Rayyan kedua calon pengantin itu pun masuk.Seseorang lelaki cantik sangat lemah gemulai mendekati keduanya membuat Rain mengerjap pelan.


"Salah satu spesies yang sama denganmu yank"bisik Rain disebelah dengan tersenyum mengatup bibirnya.Rayyan tengah senyum pada lelaki lemah gemulai dihadapan mereka.


"Udah dateng say.."sapa lelaki yang berjalan seperti putri solo itu "ini ya calon lu,cucok banget ye.."lanjutnya menatap Rain dengan tersenyum. 


Ray terkekeh "Berhenti liatin calon istri gue Yuan,dia takut sama lu" 


"Ck.. gak mungkin lah,dia malah makin nyaman sama gue Cek..Ish,lu masih manggil gue Yuan..gue ***** lu disini"ancam lelaki lemah gemulai itu dengan nada manja "Panggil gue Yulita"lanjutnya. 


"Astaga,gue udah tau aslinya elu ya.. Lagian disini gak ada customer lain,udah santai aja"ucap Rayyan santai membuat Rain yang mendengar perkataan sang keksih bingung. 


Ray melihat kebingungan kekasihnya pun menggiring sang kekasih duduk disebelahnya,sambil menanti Yuan yang meambilkan kebaya serta gaun pesanan mereka.


"Sayang,maksutnya tadi apa?"tanya Rain penasaran.


"Dia hanya berpura-pura menjadi benc*ng"sahut Rayyan.


Rain terkejut "Emang bisa benc*ng dijadiin bahan lucu-lucuan"batinnya.


"Kok bisa?"tanya Rain penasaran. 


"Kurang tau sih pastinya,yang aku tau dia masih suka cewek"sahut Rayyan.


Tiba-tiba suara mendayu sang desainer membuat pembicaraan sepasang kekasih itu terhenti. 


"Yuan,biar asisten kamu yang bantuin pacar aku"ucap Rayyan pada Yuan


"Ck.. sebel...sebel...sebel… Yulita say eke Yu-Li-Ta,ingat Yulita"sahut laki-laki itu dengan manja bahkan tangannya menepuk pelan lengan Rayyan membuat Rain yang tak jauh dari mereka bergidik ngeri. 


"Dear,kamu masuk aja..Aku tunggu"ucap Rayyan masih duduk sekarang ditemani oleh Yuan.


Rain pun masuk ke ruang ganti dibantu beberapa asisten perempuan Yuan.Kedua lelaki yang dulu satu spesies pun melakukan obrolan yang tak jauh dari gosip panas minggu ini. 


Beberapa saat kemudian,Rain keluar dengan dengan berjalan pelan.


"Sayang"panggil Rain membuat Rayyan menoleh pada sang kekasih. 


Degh! 


Rayyan terdiam beberapa saat dengan mulut menganga,ia terpesona melihat gadis yang sering mengenakan kaos oversize sekarang tampak cantik dan anggun dengan menggunakan kebaya modern berwarna putih dengan kerah sabrina yang meekspose tulang selangka dan kulit seputih susu miliknya.


"Cantik"hanya itu yang bisa keluar dari mulut Rayyan,ia benar-benar terpesona dengan kecantikan yang terpancar dari diri sang kekasih.


Seakan tersadar dari lamunannya,Yuan langsung tersenyum memperbaiki ekspresinya agar terlihat biasa saja dihadapan Rain. "Aduh calon manten.. Awas say ilernya jatuh tu"ejeknya pada Rayyan yang membuat Rayyan mengatup bibirnya. 


"Udah gak sabar unboxing ya say"ejek Yuan lagi pada Ray membuat Ray malu setengah mati. 


"Sayang gimana?"tanya Rain yang hanya berdiri dengan manatap kekasihnya yang hanya mengeluarkan satu kata tadi.


Rayyan berdiri dan menghampiri Raina "Kamu cantik.. sangat cantik,boleh aku cium disini"ucap Rayyan dengan senyum menggodanya. 


Rain tersipu,apa yang diucapkan kekasihnya ini.Yang benar saja akan menciumnya dihadapan benc*ng yang melihat ke arahnya saat ini.Ah.. aku tak ingin berbagi pikir Rain.


"Cobalah gaun pengantinnya lagi dear.. aku yakin kamu semakin cantik dengan gaun yang aku desain"ucap Rayyan lagi.


"Kamu yang desain?"tanya Rain tak percaya.Ini bahkan butik milik orang lain. 


"Ya.. aku memberikan desain hasil karyaku ke Yuan dan dia yang membuatnya semakin cantik dengan tangan terampilnya."sahut Rayyan bangga.Yuan pun meiyakan ucapan Rayyan. 


Raina kembali masuk dan berganti dengan gaun yang Ray katakan tadi.Saat Raina keluar,kembali Rayyan berdecak kagum.Gaun brokat dengan bentuk duyung yang dipenuhi payet-payet sangat pas dibadan Raina,mahkota kecil dengan berlian di atas membuat Rain tampak seperti putri bangsawan.Bahkan bentuk model sabrina dengan belahan rendah di dada membuat Dada mulus Rain sedikit terekspose dan itu sangat menggoda.Ya Tuhan,berkali-kali Ray jatuh cinta pada kekasihnya ini.Ia meneguk salivanya sendiri susah payah.


"Dear,boleh aku nikahin kamu sekarang.. Ah,aku tak ingin berbagi dengan orang lain.Kecantikan kamu buat aku takut"ucap Ray.


"Takut apa?" 


"Takut kamu direbut orang lain"ucap Ray lagi ia memegang pinggang kecil kekasihnya,tersenyum penuh cinta menatap sang kekasih.


"Aduh… eke baper,please jangan disini mesra-mesraannya.Eke gak tahan say"cletuk Yuan dengan mengigit bibir bawahnya. 


Rain terkikik geli melihat teman kekasihnya ini. 


Setelah selesai melakukan fitting baju pengantin keduanya pun pegi ke Rumah Sakit tempat mommy Amira praktek.


🌸


🌸


🌸


"Ah.. kenapa sih harus kesini lagi,aku harus gimana coba"erang Amel yang terganggu dengan kedatangan Edo lagi.Apalagi mamanya malah mengajak Edo masuk dan tanpa tau malu melamar dirinya dihadapan kedua orang tuanya. 


"Ah.. benar-benar gila"teriak Amel frustasi.


Ia meraih ponsel untuk menelfon sahabatnya,menceritakan kelakuan abang daris sahabatnya ini. 


Tut...tut… 


Tut...tut… 


Panggilannya tidak dijawab oleh Rain,kembali Amel meletakkan ponselnya kasar.Ia pun mengirimkan pesan pada Rain.


📨"Rain lu dimana,abang lu makin gila" tulis Amel pada sahabatnya di aplikasi whatsapp.Tadi malam ia sempat menceritakan kejadian sebelumnya saat Edo menciumnya,malah ia mendapatkan godaan dari sang sahabat dan memberikan saran untuk memberi kesempatan pada abangnya.Bahkan Rain meyakinkan Amel jika abangnya menyesali semua yang abangnya buat pada Amel,Edo sudah mendapatkan karmanya.


Tok… tok.. 


"Sayang,Edo masih nunggu kamu dibawah..Apa masih lama?"teriak mama Sandra dari balik pintu. 


"Iya ma,bentar lagi"sahut teriak Amel dari dalam kamar


Makin frustasi Amel dibuatnya,ia terduduk disamping ranjang"Masih belum nyerah juga"erang Amel.Ia ingat tadi setelah sarapan bersama kedua orang tuanya. 


Ingatannya kembali pada kejadian pagi tadi.Setelah sarapan bersama,Amel yang hari ini tak ada kelas pagi pun bersantai dengan sang mama di ruang keluarga,sampai suara bibi meintrupsi jika ada laki-laki yang mencari Amel. 


"Suruh masuk aja bi"ucap mama Sandra


"Baik Nyah"sahut bibi dan menyuruh lelaki yang mencari Amel masuk. 


"Pagi Tante"sapa lelaki tampan dengan wajah campuran Indo-Rusia itu. 


"Uhuk...uhuk…."Amel langsung tersedak melihat lelaki tampan tengah tersenyum padanya dan sang mama. 


"Sial.. kenapa ganteng banget"teriak frustasi Amel dalam hati melihat Edo.Hanya menggunakan sweater warna hitam dengan celana cino membuat Edo terlihat sangat tampan.


"Mama tinggal dulu ya"ucap mama Sandra,tapi dengan cepat Edo mencegah.


"Tante disini aja.. Om ada tante?"tanya Edo setelah mencegah mama Sandra untuk pergi. 


"Abang ada perlu apa pake nyari papa segala"batin Amel bertanya-tanya.


"Hah.. Oh,Om kah? Iya om ada,bentar biar bibi panggilkan Om"sahut mama Sandra "Bi,panggilkan tuan di Ruang Kerja.. Bilang nak Edo mau ketemu"suruh mama Sandra pada bibi. 


Mama Sandra pun menyuruh Edo untuk duduk,sedangkan Amel hanya diam mengamati apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh abang sahabatnya ini. 


"Abang mau minum apa?"tanya Amel,ia tak mau dianggap tak sopan pada tamu.


"Gak usah repot-repot"sahut Edo tersenyum senang mendengar Amel menawarkan minum padanya.


Amel pun beranjak dari duduknya lalu berjalan kearah dapur.Edo hanya dengan melihat gadis itu saja sudah membuatnya bahagia. 


"Edo"panggil lelaki paruh baya yang tak lain ayah dari gadis yang ia suka. 


"Om Anton"sahut Edo berdiri menunduk sopan. "Maaf kalo pagi-pagi Edo sudah bertamu,ada yang mau Edo sampaikan"lanjut Edo. 


Papa Anton mengangguk.


"Apa yang mau kamu sampaikan nak?"tanya Mama Sandra Kepo.


"Edo ingin memiliki Amel untuk melengkapi hidup Edo,izinkan Edo menikahi Amel Om,tante"ucap Edo serius dengan menatap bergantian kedua orang tua Amel.


Prang!!!


Suara pecahan kaca membuat ketiga manusia yang tengah mengobrol melihat ke arah suara itu berasal.Terlihat Amel yang tengah terdiam dengan nampan yang berisi cangkir itu sudah pecah dibawah kakinya.Ia menatap nanar pada lelaki yang akan menghampirinya,tapi reaksi tubuhnya malah membuat dirinya mundur beberapa langkah.


"Am-Amel mau ganti baju dulu,abang tunggu sini..Habis ini ada mau Amel bicarakan sama abang"ucap Amel langsung berlari ke lantai dua ke arah kamar miliknya.


Hingga yang Amel lakukan didalam kamar hanya bingung dengan semua ucapan Edo yang tiba-tiba melamarnya.Ingatannya selesai saat kembali pintu kamarnya diketuk.


"Minta maaf aja belum aku maafin sekarang malah mau ngelamar.. hiss,abang pengen aku gila apa gimana sih"erangnya lagi.


Amel menggeleng berkali-kali "Aku gak bisa gini.. Harus lurusin semua..Huh.. semangat Amel"monolognya meacungkan kedua tangannya di udara,menyemangati dirinya sendiri.Ia pun berjalan ke meja rias untuk merias sedikit wajahnya. 


...Cklek ...


...💜💜💜💜...


...Kita kasih part untuk Edo dan Amel sampai mereka akur kembali ya temen-temen.. Kasian bang Edo udah kelamaan main sama Karma...


...°TBC°...


...💜💜💜💜...


...Hay sahabat..ketemu lagi nih sama Amma...


...Ada yang bosen liat Amma?? ada yang rindu sama Omte??...


...Kalo rindu kasih jempol,komen dan tebar hadiah buat Omte ya biar bisa naik ranknya hehhe.....


...Salam Sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...