You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Insiden



"Aaaa…."teriak Rayyan,ini sudah kesekian kalinya ia berteriak karna suara aneh-aneh dari dalam hutan setelah olahraga keduanya yang amat sangat singkat mengingat mereka ditempat yang rawan binatang buas itu. 


"Ada apa sih yank?"tanya Raina keluar dari tenda.Melihat suaminya yang berada di sebelah tenda tengah mencari kayu untuk nanti malam membuat api unggun,ketakutan sampai kayu yang dipegang terjatuh.


"Kita pulang ya dear,terserah deh mau kemana asal jangan di Hutan gini"sahut Rayyan membelit lengan sang istri.Ingat sebelum Ray menjadi benc*ng pun dirinya tak pernah berjalan ke Hutan seperti ini,bahkan waktunya sering ia habiskan untuk berkumpul dengan keluarga dan sibuk belajar.Bermain dengan dunia luar hanya saat ia menjalin kasih dengan Marinca dulu.


"Aku yang cewek aja biasa aja,kamu kenapa ketakutan gitu sih"ucap Raina sambil terkekeh. 


"Hist..gak ada hubungannya ya dear,kalo ada hewan buas kesini gimana?" 


"Tenang,aku punya ini"sahut Raina tiba-tiba mengeluarkan benda yang membuat Rayyan semakin pucat saja.


"Dari mana kamu dapet i-itu?"tanya Ray tergagap.


"Pinjem punya abang"sahutnya enteng. 


"Simpen dear,aku gak mau liat kamu bawa-bawa itu"ucap Rayyan takut-takut. 


Tak 


Raina malah mearahkan pistol itu tepat di kepala Rayyan.Jangan ditanya lagi gimana paniknya Rayyan,ia sudah histeris karna wajah Raina yang berubah datar menatap dirinya.


"Dear,gak lucu ya.. kamu mau ngapain?"tanya Rayyan takut. 


Raina diam. 


"Dear,please.. aku salah apa coba,ya Tuhan..aku suami kamu dear"ucap Rayyan takut,sangat takut.Ia bahkan meremat lengan sweater Raina.


Rain menarik pelatuk pistol dan.. 


Dorrr


"Aaaa"teriak Rayyan.


Dorrrr


Suara letusan pistol itu terdengar nyaring.


"Mati kau"Ucap Raina dengan menyeringai menyeramkan setelah bidikannya tepat sasaran. 


Ray sudah tergeletak tak berdaya di hadapannya. 


🌸


🌸


🌸


Kediaman Keluarga Syahreza yang sepi karna semua nyonya dan tuan di rumah itu pergi menikmati waktu akhir pekan,tiba-tiba kembali heboh dengan teriakan sang nyonya muda yang tiba-tiba kembali dengan membonceng sang suami dibelakangnya.Bahkan Raina harus meikat tubuh Rayyan dengan tali untuk menempel dibadannya. 


"Kirman"teriakan melengking Raina membuat hampir semua pekerja di rumah itu menghampiri sang nyonya muda.


"Ya Allah tuan Ray kenapa non?"tanya bibi terkejut. 


Raina sudah panik,tak menghiraukan ucapan bibi,ia membuka tali simpul yang ia buat tadi.Lalu Kirman dan satpam rumahnya membantu meangkat Rayyan yang sudah lemas tak berdaya dengan wajah pucat ke lantai dua kamar Raina.


"Bi,panggilin dokter Zidan sekarang"ucap Raina pada bibi untuk memanggil dokter keluarga.


Bibi yang ikut panik langsung mengikuti intruksi sang majikan.


Raina duduk disebelah sang suami yang masih tak berdaya dengan wajah pucat.Ia menggenggam tangan Rayyan dengan sesekali mengecupnya.Rayyan hanya memejamkan matanya. 


"Maaf sayang"Raina benar-benar menyesal.Honeymoon ala dirinya benar-benar tak cocok untuk sang suami.


🌸


🌸


🌸


"Suami saya gapapa kan dok?"tanya Raina dengan cemas. 


"Tidak apa-apa nona,tuan hanya syok"sahut Dokter Zidan. "Biarkan tuan istirahat dulu,agar tekanan darahnya kembali normal"lanjut dokter Zidan. 


Bersama dengan Dokter yang menjelaskan tiba-tiba,Ines serta suami dan putrinya datang.Edo dan Amel juga datang,hanya berselang beberapa menit dari Ines dan keluarga.


"Kenapa Ray dek?"tanya Ines khawatir. 


"Dia cuma syok mbak.."sahut Raina tanpa melepas genggamannya pada sang suami. "Lebih baik kita bicara diluar,biarin Ray istirahat"lanjutnya mengajak semua keluarganya keluar kamar. 


Dan tak berselang lama,Dokter Zidan pun berpamitan untuk pergi. 


Raina dan yang lainnya tengah duduk di ruang keluarga,menunggu penjelasan dari istri Rayyan itu. 


"Jelasin,kenapa Ray sampai syok? Emang kalian dari mana?"tanya mbak Ines tak sabar.


Karna sebelum berangkat meantar emak serta bapak ke Bandara,Emak sempat memberitahu pada Ines jika Raina mengajak Ray pergi tapi tak ada yang tau mereka pergi kemana


"Rain cuma ngajak Ray pergi ke Danau,rencana mau camping disana"ucap Raina membuka suara.Semua tampak menyimak tanpa ada yang menyela. "Tapi gara-gara ayam sialan,Ray sampai syok" lanjutnya mengingat. 


"Kok bisa? Emang tu ayam ngapain si Om?"tanya Amel melipat bibirnya karna ingin tertawa,membayangkan hanya karna ayam suami dari sahabatnya ini sampai syok.Hebat juga tu ayam pikir Amel. 


Lalu Raina pun menceritakan dari Rayyan yang terus berteriak saat mencari kayu dan saat Rain keluar Rayyan sudah mengajaknya untuk kembali,mengurungkan niat untuk camping.Dan Raina menggoda Rayyan dengan mengeluarkan pistol karna Ray yang terus ketakutan,bukannya merasa terlindungi Rayyan malah semakin takut saat pistol itu Rain letakkan di depan kepala Rayyan.(Raina bercerita bahkan sambil tersenyum,melihat ekspresi ketakutan sang suami yang sangat lucu baginya).


Mata Raina melirik melihat sesuatu yang kembali terdengar,sampai pohon yang lebat di belakang tubuh Rayyan bergerak dan ia melihat ada ayam hutan disana.Ide Raina pun muncul untuk menembak ayam itu dan dijadikan santapan malam mereka berdua. 


Dor…


Dor… 


Suara letupan dari pistolnya ternyata malah membuat Rayyan syok sampai tergeletak.Raina langsung panik,karna Ray pingsan.Ia mengumpat karna ayam tadi.Ia terus menyalahkan ayam yang mengganggu suaminya sedari tadi.


Raina mengguncang tubuh Rayyan dan mengoleskan minyak kayu putih agar suaminya cepat sadar.Terlihat Rayyan mengerjapkan matanya membuat Raina berulang kali bersyukur,tapi sang suami kembali melemas.Raina ketakutan dan memutuskan untuk kembali.Membawa barang yang penting saja dan meninggalkan sisanya disana,bahkan tenda masih tertancap kokoh disana. 


Raina menyelesaikan ceritanya dan mendesah pelan menyandarkan badannya pada sofa.Belum sampai mendarat punggungnya pada dinding Sofa.


Teriakan dari mbak Ines membuat Raina terjingkat kaget,bukan hanya dirinya tapi semuanya. 


"Kamu keterlaluan Rain.. kamu benar-benar kekanakan"teriak marah mbak Ines "Kamu tau,kamu main-main sama senjata api dan kamu pikir itu lucu.Gak sama sekali Rain,gak semua orang bisa terima sama tingkah kamu.. Kamu harus tau itu"lanjutnya dengan berkacak pinggang dan mata menatap tajam sang adik.


"Aku cuma bercanda mbak"sahut Raina.


"Bercanda kamu bilang,kalo ada setan lewat dan tiba-tiba peluru di pistol itu nyasar di kepala suami kamu.Kamu mau apa? Menyesal yang ada Rain.Kamu harus tau itu"ucap marah mbak Ines lagi. 


Raina tertunduk,mencerna ucapan mbak Ines.Ia menyadari kesalahannya.


Berita dari bibi tentang kedatangan Raina dan Rayyan kembali ke rumah dengan Rayyan jatuh sakit saja sudah membuat Ines dan lainnya khawatir takut terjadi apa-apa dengan adik dan adik iparnya dan ternyata biang kerok semua masalah ada pada adiknya sendiri.


Dada Raina berdenyut nyeri,Apa benar emak sampai stres memikirkan nasip dirinya.Ia memang sering melihat emak mengkonsumsi obat darah tinggi,tapi bukannya itu memang sering dikonsumsi pikir Raina lagi. 


Bang Edo bahkan yang akan menyemburkan kemarahannya,urung karna adiknya sudah berteriak marah lebih dulu.


Edo menepuk bahu sang adik "Bersikaplah dewasa seperti wanita yang sudah menikah pada umumnya dek,sudah saatnya kamu berubah"ucap lembut abang.Ia tak mau Raina terlalu disudutkan,ia tau adiknya akan memberontak jika terus disudutkan.


Amel pun setelah mendengar penuturan Raina merasa menyesal mengejek suami sang sahabat yang ternyata menjadi korban kejailan Raina yang tak tanggung-tanggung.Jika ia tak mengingat ada calon suami dan calon adik iparnya,mungkin Amel sudah menjenggut rambut Raina itu agar sadar.


🌸


🌸


🌸


Raina kembali kedalam kamar setelah ceramah dari mbak Ines yang menghabiskan dua roll kaset itu,terngiang terus di kepalanya.


Setelah ia membersihkan badan,Raina duduk di kursi kecil miliknya dan menghadap pada sang suami yang tengah terlelap itu. 


"Maaf,aku keterlaluan sama kamu"ucap Rain membelai pipi sang suami.Perasaan bersalah menghinggapi seluruh tubuhnya.Matanya tak berhenti menatap wajah sang suami,hingga mata yang terpejam itu mulai bergerak.Mengerjap beberapa kali dan tampak terbuka.


"Sayang?"panggilnya. 


Rayyan menoleh terkesiap dan langsung memundurkan badannya,seakan takut.Raina terkejut melihat reaksi sang suami. 


Ia tersenyum kecut,shit.. karna ulahnya suaminya sendiri bahkan menjauhinya pikir Rain.


Rayyan yang tersadar langsung menegakkan kembali badannya mendekat perlahan meski sedikit takut.


"Maaf dear,reflek"ucap Rayyan lirih. 


Raina hanya berdehem,lalu beranjak dari duduknya ingin meambilkan minum.


Rayyan langsung mencekal pergelangan tangan Rain,ia takut sang istri marah padanya karna sikapnya tadi.


"Dear kamu marah?"tanyanya.


Raina membalikkan badannya,tanpa senyum ia menatap datar sang suami.Air matanya sudah menumpuk dipelupuk mata hingga matanya berangsur memerah. 


Greb


"Bodoh.. bodoh,mana mungkin aku marah sama kamu.Bahkan yang bikin kamu kayak gini aku"racau Raina di pelukan sang suami "Maafin aku,maafin aku yang keterlaluan sama kamu.."racaunya terus.Rayyan hanya bisa membelai punggung sang istri yang sedikit terguncang itu. 


"Iya..iya.. aku udah gapapa kok,maaf karna ini kita harus pulang dan tak bisa melanjutkan niatan honeymoon di Danau"sahut Rayyan mencium beberapa kali puncak kepala sang istri.


"Sayang,mulai sekarang kalau aku keterlaluan tolong tegur aku.. Aku ingin jadi istri yang bisa kamu banggakan,aku ingin berbakti sama kamu"ucap Raina merenggangkan pelukan mereka dan menatap serius pada sang suami. 


Setiap melihat wajah sang istri yang tengah menatap dirinya membuat dada Rayyan seakan ada kembang api yang tengah meletus disana.Manik mata coklat yang sudah membuatnya jatuh cinta itu nampak semakin membius dirinya dalam lubang cinta seorang Raina.


Cup 


"Sampai sekarang kamu sudah jadi yang terbaik buat aku dear"sahut Rayyan dengan mencium bibir ranum sang istri.


"Cih.. kamu cuma akting biar aku seneng kan,sayang aku gak keberatan kalo kamu negur aku.Sungguh."ucap Raina.


Memang benar,Rayyan sering ingin menegur Raina.Apalagi jika Rain sudah memainkan stik ps kesayangannya,ia seakan lupa jika memiliki seorang suami.


"Baiklah,kalo itu yang kamu ingin..Suami cantikmu akan mengabulkan,sebagai awal..Gimana kalo kita olahraga dulu biar tenagaku kembali lagi?"tawar Rayyan dengan senyuman m***m yang selalu terbit jika mereka tengah berdua.


Raina membelalakkan matanya.Masih sempat saja disaat seperti ini sang suami minta jatah.


Belum sempat Raina menjawab,bibir sang suami sudah menjelajahi leher jenjangnya dan tangan yang bergerilya menyentuh benda-benda kesukaannya.Squishy yang tampak besar dan bikin nagih. 


"Ah..."desahannya meluncur begitu saja.


Raina yang tak bisa mengendalikan dirinya jika sudah mendapat serangan sang suami hanya bisa mengikuti alur dengan membantu sang suami saling melucuti apa yang tertempel.


Dibawah langit senja yang masuk dari jendela kamar pengantin,sepasang cucu adam dan hawa tengah memadu kasih didalam selimut tebal menjadi saksi bisu olahraga enak mereka.Desahan dan lenguhan yang begitu erotis mengisi kamar kedap suara itu,hingga pelepasan terakhir keduanya terlelap dengan keadaan berpelukan.


🌸


🌸


🌸


"Aku mau kamu belajar naik motor sayang"ucap Raina mengekori sang suami kemanapun Rayyan pergi.


Tiga bulan berlalu setelah honeymoon setengah hari itu terjadi,keduanya memutuskan untuk tinggal di Apartemen milik Rayyan.Menolak tawaran dari bapak untuk tinggal dirumah yang menjadi kado pernikahan mereka berdua dengan alasan akan pindah jika mereka sudah memiliki anak. 


"Dear,kamu tau kan aku takut naik motor"sahut Rayyan.


"Sayang,gak ada yang perlu ditakutkan.Aku bakal ngajarin kamu"ucap Raina percaya diri. 


"Emang kamu bisa ngajarin aku,kalo aku jatuh terus kamu ikut jatuh gimana..Aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu ya"sahut Rayyan.Wajah Raina sudah ditekuk berlipat-lipat,Rain tengah merajuk dengan bersidekap.Melihat itu Rayyan tak tega juga,ia mendesah pelan "Oke..tapi aku mau kita pakai pemandu yang ahli,aku gak mau pakai yang amatiran"lanjut Rayyan menangkup wajah Raina.


"Aku,aku kan ahli"


"Kamu ahli kebut-kebutan.. Dan kamu tau,aku gak suka itu"sahut Rayyan.


"Terus siapa dong,kenapa harus pake pemandu segala sih.. Ibu-ibu komplek aja pada belajar sama suaminya,seminggu aja udah pada bisa.. Gak segala pake orang ahli"ucap Raina. 


"Tapi aku gak mau kalo kamu yang ngajarin"sahut Rayyan. 


Otak Raina mulai berfikir,siapa yang sebaiknya menjadi guru les berkendara suaminya ini. 


Ting


Ia menemukan satu nama,dengan menjentikkan jari Raina tersenyum pada sang suami. 


"Ayo kita kerumah bapak"ajaknya pada sang suami dengan senyum mengembang.


...💜💜💜...


...°TBC°...


...💜💜...


...HAY SEMUA,CUMA MAU BILANG LAGI.. JANGAN LUPA KOMEN,VOTE DAN LIKE OMTE YA.....


...KOMEN KALIAN AKU TUNGGU BANGET....


...SALAM SAYANG AMMA NADA😍🥰...