
Raina tengah bermain ps bersama dengan Niko di Apartemen milik sang sahabat.Satu keuntungan bagi Raina karna memiliki sahabat yang tinggalnya bersebelahan dengannya,dikala ia suntuk seperti ini ia bisa mengganggu sahabat jomblonya itu.
Rayyan terpaksa tadi harus menolak ajakan Raina untuk pergi ke tempat bapak,karna ada job make up yang tak bisa digantikan oleh yang lain.Karna calon pengantin menginginkan dirinya yang merias.
"Yuhuu Goll...... 2-0 Nyet"ucap Raina dengan sedikit berteriak kegirangan karna kembali memasukkan bola ke gawang lawan saat tanding bola dengan sahabatnnya."Kalah mulu dah lu dari tadi Ko,napa sih gak asik banget"eluh Raina karna sejak tadi main game Niko tampak tak bersemangat seperti biasanya.
"Tau lah,gue gak mood Rain"sahut Niko menyandarkan badannya pada sofa.
Raina yang mulai penasaran tentang keadaan sahabatnya menoleh dan duduk berhadapan dengan Niko,ia meulurkan tangan untuk menyentuh kening Niko.
"Gak panas"ucap Raina.
"Lu kira gue sakit pe'a"sahut Niko menaikkan sebelah sudut bibirnya.
"Kali aja.. Lu kadang kalo sakit juga gini kan,loyo kaga semangat"ucap Raina lagi.
"Rain,gue jatuh cinta"ucap Niko tiba-tiba setelah sekian purnama berdiam.
"What??? Lu ngomong apa?"sahut terkejut Raina.
"Gue jatuh cinta Rain"ucap Niko "Sama istri orang"lanjutnya lemah.
Raina langsung melotot melihat sahabatnya yang ngenes mencintai seseorang.
"Sama jamu dulu? Bukannya Jamu yang dulu udah pisah?"tanya Rain hati-hati.
Niko mengangguk lemah "Tapi mereka sekarang dalam proses rujuk Rain,hati gue kayak diremes gini"sahut Niko lemah lagi.
Raina merengkuh tubuh lelaki yang dulu sering menjadi tamengnya saat ia terpuruk,sekarang ganti dia tengah patah hati dan terpuruk.
"Gue udah coba deketin dia,gue terang-terangan bilang ke dia kalo gue suka sama dia.Bahkan gue sampai deketin anaknya ke mommy dan mommy udah suka banget sama anak dia"racau Niko "Dan sekian lama pendekatan gue sama dia hampir berhasil,kemarin gue malah dapet kabar dari dia kalo suaminya minta rujuk.Hati gue sakit tapi gue harus senyum terus di hadapan dia"lanjut Niko dengan raut wajah kecewa.Wajah yang selalu terlihat berwibawa tengah bersedih,tak terlihat sahabatnya yang tampak gagah setiap saat itu.
Raina belum pernah melihat sahabatnya sekacau ini menghadapi seorang wanita,bahkan ini kali pertama sang sahabat berurusan masalah hati dengan wanita.
"Terus dia bilang apa? belum kasih jawaban sama mantan suaminya kan?"Raina memastikan.
Niko menggeleng "Gue gak tau,setelah dia curhat ke gue kemarin gue balik dan sampai sekarang gue gak tau lagi..Soalnya gue sama sekali gak pegang hp"ucapnya lagi lemas.Ia menyandarkan kembali badannya pada sofa.
Raina bingung,ia tak mahir masalah percintaan seperti ini.Jadi oleng sendiri saat melihat sahabatnya patah hati seperti ini.
Ia menggenggam tangan sang sahabat memberi kekuatan,hanya itu yang bisa ia lakukan.
"Ikhlasin aja deh Ko,kalo dia beneran rujuk sama suaminya berarti emang dia bukan jodoh lu"ucap Raina "Inget Tuhan itu nyiptain makhluknya berpasang-pasangan,jadi jangan takut atau patah hati kek gini.Pasangan lu pasti ada dan suatu saat nanti kalian akan dipertemukan dengan keadaan yang tanpa lu sadari kalo dia jodoh lu"lanjutnya.
"Lu lagi khotbah..panjang bener ngomongnya gak capek"sahut Niko malah sambil tertawa,terasa aneh memang jika Raina memberi ceramah dadakan seperti ini.Seperti bukan Raina saja.
Plak
"Sialan emang,sahabat lucknut lu"ucap Raina setelah menampar lengan Niko.
Niko sedikit terhibur dengan ucapan Raina meski terasa aneh tapi bisa sedikit membuatnya merasa tenang.
"Nah gitu dong senyum,kan ganteng"ucap Raina melihat Niko tengah tertawa.
"Dari orok gue udah ganteng,baru nyadar"sahut percaya diri Niko.
"Kepedean lu"ucap Raina "Gue jadi inget foto lu pas lagi bocah sering banget ingus lu meler gitu kaga ada ganteng-gantengnya.Apalagi rambut udah kayak mangkok cap ajinomoto"ucap Raina lagi tiba-tiba ingat foto-foto Niko dulu yang mommy tunjukkan pada dirinya dan Amel.Foto Niko dengan ingus yang mleber kemana-mana bahkan ada yang masih menggelembung dengan wajah tengah menangis.
Bukannya marah,Niko malah ikut tertawa setelah ikut mengingat foto masa kecilnya dulu.Keduanya pun tertawa bersama.
Ting tong
Ting tong
Kedua sahabat yang tengah tertawa itu tiba-tiba terhenti lalu saling pandang.
"Siapa?"tanya Niko pada Raina.
"Geblek,mana gue tau ini kan Apartemen lu.Sono buru buka"sahut Raina menyuruh Niko cepat berdiri.
Niko berjalan menghampiri intercom yang tak jauh dari pintu masuk.Matanya membulat melihat wajah seseorang yang tengah menunggunya dengan clingak-clinguk.
"Woy"kejut Raina dari belakamg tubuh Niko.
"Itu"ucap Raina membuat Niko berbalik lalu mengangguk.
"Kok disini?"tanya Raina lagi.
Niko menggeleng "Gue juga gak tau"sahut Niko.
"Buru dah buka,ntar kabur mampus lu"ucap Raina mendorong tubuh sahabatnya.
Niko berdiam diri di balik pintu menghembuskan nafas beberapa kali,menoleh pada Raina dan disemangati oleh Raina dengan mengangkat tangan mengepal keudara menyemangati.
Cklek
Wajah wanita cantik yang baru dirinya ghibah dengan sahabatnya muncul dihadapannya.
"Mas Niko"panggil suara lembut wanita itu.Raina yang mencuri dengar dari dalam saja sampai membulatkan matanya mendengar wanita itu memanggil Niko dengan sebutan "Mas".Sejauh itukah hubungan keduanya pikir Raina.
Raina berlari masuk kedalam saat Niko mempersilahkan wanita itu untuk masuk.
Wanita itu tampak terkejut melihat kehadiran Raina didalam apartemen Niko,apalagi Rain tengah memakai kaos oversize seperti milik laki-laki membuat dirinya tambah sibuk meneliti tubuh Raina.
"Ma-maaf.. Aku ganggu kamu sama kekasih kamu mas,a-aku pergi dulu ya"ucap wanita itu membuat Raina gelagapan dan bodohnya sahabatnya itu hanya diam seakan terbius dengan kehadiran wanita itu.
Plak
"Bego,tu cewek pergi.. kejar sono pe'a"Raina menggeplak belakang kepala Niko yang hanya terdiam.Karna wanita itu langsung pergi begitu saja.
Sahabatnya yang tiba-tiba bodoh karna cinta itu tersadar dan berlari menghampiri wanita yang sudah ada diambang pintu.
Entah tak terdengar perdebatan kecil disana,ia hanya melirik Niko menggiring wanita itu menghampiri Raina.
"Hay"sapa Raina melambaikan tangan pada wanita yang Niko bawa.
"Rain kenalin,Rumaisa"Niko mengenalkan "Dan Ais,kenalin dia Raina sahabat aku yang sering aku ceritain selain Amel"Niko kembali mengenalkan Raina pada wanita yang Raina tau sekarang namanya adalah Rumaisa dan Niko memanggilnya dengan sebutan "Ais"
"Ais,manis banget lu manggilnya Nyet"tiba-tiba Raina menggeplak kembali lengan sahabatnya.
Niko salah tingkah,sahabatnya ini benar-benar.
"Ais,lu jangan salah paham ya.. Gue bukan pacar ni Onyet,gue udah nikah..Ni buktinya"ucap Raina langsung menjelaskan sebelum wanita itu kembali salah paham.Ia menunjukkan cincin indah yang terselip di jari manisnya.
"Iya gapapa,kalo pacarnya mas Iko juga gapapa"sahut Ais sedikit melemah.
"Mas Iko dia bilang.. aduduh,unyu banget manggilnya"batin Raina cekikikan.
"Cie..ngelak cemburunya keliatan"cibir Raina tak tau malu.Sampai Niko mendelikkan matanya.
Raina yang memang ceplas ceplos itu hanya menjulurkan lidahnya menatap sang sahabat.
"Jangan didengerin omongan dia..Emang anaknya agak-agak kurang seperempat"ucap Niko.Tanpa sadar tangan Niko dan Rumaisa terus bergandengan seperti orang tengah menyeberangi jalan.Raina yang menyadari itu mengulum kembali bibirnya.
"Ngapa lagi lu?"tanya Niko melihat sahabatnya.
"Lu berdua mau nyebrang.. Udah buru nyebrang sono ke KUA gandengan mulu"cibir Raina lagi sambil tertawa.
Seketika pegangan tadi pun terlepas,dengan kedua lelaki dan perempuan itu salah tingkah.Bahkan terlihat wajah Ais memerah karna malu.Sedangkan Niko jangan ditanya lagi,wajahnya seperti akan memakan idup-idup Raina yang tengah tertawa gak ada akhlak itu.
🌸
🌸
🌸
...Balkon Apartemen Niko...
Niko tengah duduk di kursi santai yang berada di balkon bersama dengan Rumaisa disebelahnya,setelah sebelumnya Niko tinggalkan untuk membuatkan wanita itu minum.Rumaisa beberapa kali meremat dressnya,seakan tengah memikirkan sesuatu.
"Ais,ada apa?"tanya Niko lembut.
Ais menoleh "Kenapa mas gak balas chat Ais?"tanya balik wanita itu menatap Niko.
"Maaf,aku belum nyentuh hp sama sekali dan tadi malem setelah ketemu kamu aku ketiduran"sahut Niko menjelaskan meski berbohong.Ia semalaman tak tidur karna ucapan Ais.
Keduanya pun kembali terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.
"Mas.."panggil Ais lagi setelah lama terdiam.
"Ya"sahut Niko kembali menoleh menghadap Ais.
"Aku udah mutusin buat gak rujuk sama dia"ucap Ais tertunduk.
"Hah?? Apa?"tanya Niko dengan wajah terkejut,ia takut salah mendengar.
Rumaisa masih tertunduk malu "Ais putusin gak akan kembali sama dia,hati Ais bukan lagi buat dia"ucap kembali Rumaisa dengan meangkat wajahnya menatap lelaki yang ternyata tengah menatap dirinya juga.
"Kamu serius sama keputusan kamu? Gimana dengan Naina?"tanya Niko mulai serius.
"Naina alasan yang bikin aku yakin buat gak kembali sama dia mas,Naina masih ingat apa yang dilakukan dia ke aku.Dia masih takut sama dia"sahut lemah Ais lagi sendu.Ais tiba-tiba berdiri membuat Niko bingung.
"Kamu mau kemana?"tanya Niko ikut berdiri.
"Aku mau pulang,aku khawatir mas gak ada kabar dari tadi malem.Makanya aku langsung kesini habis nganter Naina ke Sekolah.Dan sekarang liat mas baik-baik aja aku udah tenang"sahut Ais malu.
Niko tersenyum,wanita ini mengkhawatirkannya. "Makasih udah khawatirin aku.. Kamu tunggu dulu,aku anterin kamu pulang"ucap Niko masuk kembali kedalam menggandeng Rumaisa.
"Gak usah mas,aku bisa naik taksi.."tolak Ais lembut.
"Gak bisa,tunggu sini aja aku cuma bentar"ucap Niko berlari ke Kamar untuk meambil kunci mobil.
Raina hanya melongo melihat sahabatnya dan wanita tengah berdebat tapi terlihat manis dimatanya.Ah.. andai dirinya bisa menjadi wanita lemah lembut seperti Rumaisa pikir Raina.
"Ais duduk sini"panggil Raina yang melihat Ais hanya berdiri meedarkan pandangannya.
Wanita itu tersenyum dan menghampiri Raina.Belum sempat keduanya ngobrol Niko sudsh datang dengan membawa kunci mobil ditangannya.
"Ayo Ais"ajak Niko.
"Ayo Ais"cibir Raina mengikuti ucapan Niko.
"Diem lu"ucap Niko mendelik melihat sahabatnya.
"Aduh mas Iko kamu kok kasar banget sih sama aku"cibir Raina lagi dengan gaya terluka yang dibuat-buat.
Rumaisa tertawa melihat tingkah Raina yang pura-pura terluka dengan tertunduk itu.
"Jangan diliati titisan kancil emang kayak gitu.. Ayo kita pergi"ajak Niko lagi membuat tawa Ais perlahan mereda.
"Eh Onyet,lu belum mandi dari pagi"teriak Raina membuat kedua sejoli itu menghentikan langkahnya.
Niko langsung lari terbirit ke arah kamar dengan mata melotot pada sang sahabat.Ia pun lupa jika dirinya dari pagi memang belum mandi,kedatangan wanita yang membuatnya patah hati ini membuat blank otak pintarnya.Raina terus tertawa melihat tingkah sang sahabat dan ia memiliki waktu untuk mengobrol dengan wanita yang dicintai sahabatnya.
🌸
🌸
🌸
"Gue cuma mau pesen sama lu,jangan sakiti hati sahabat gue kalo emang lu gak punya perasaan ke dia.Gue baru ini ngeliat sahabat gue jatuh cinta dan gue gak mau dia terluka juga karna cinta.Gue sayang banget sama dia"ucap Raina setelah ngobrol masalah kedekatan keduanya.
Rumaisa melihat wajah cantik Raina yang memang menunjukkan keseriusan,rasa sayang pada lelaki yang dekat dengannya.
Rumaisa menanggapi dengan mengangguk sambil tersenyum.
Deringan ponsel Raina yang memekakan telinga membuat Rumaisa terkejut.
"Maaf,hp gue bunyi"ucap Raina nyengir karna memang suara musik hardcore yang terpasang sebagai nada dering ponselnya tak jarang membuat Rayyan sang suami sering terkejut.
Matanya mengrenyit melihat nomor asing yang tak ia kenal.
"Siapa ini?"molonognya masih melihat panggilan yang belum berhenti.
Ia pun menggeser tombol hijau dilayar.
"Hallo" ucap Raina saat meangkat panggilan.
"......."
Mata Raina membulat sempurna.
"I-iya.. Bagaimana jika di Rain Resto,setengah jam lagi saya datang"ucap Raina lalu mematikan panggilan.Wajahnya memucat setelah meangkat panggilan itu.
"Kamu gapapa?"tanya Ais melihat perubahan mimik wajah Raina.
"Eh,i-iya gue gapapa"sahut Raina "Gue balik dulu ya,bilang ke Niko"lanjut Raina mulai beranjak dari duduknya.
Sebelum Rain pergi ia sempet menoleh pada Ais "Gue seneng bisa kenal lu.. Jagain hati sahabat gue ya"pesannya lalu keluar dari Apartemen Niko setelah melambaikan tangan pada Ais.
🌸
🌸
🌸
"Bismillah semoga baik-baik aja"rapal Raina sebelum menaiki kuda besinya.
Bbrruummm
Bbrruummmmm
Motor trail BMW pemberian sang suami pun ia bawa ke Resto untuk menemui seseorang yang tadi menghubungi dirinya.
...💜💜💜...
...°TBC°...
...💜💜...
...HAY SEMUA,CUMA MAU BILANG LAGI.. JANGAN LUPA KOMEN,VOTE DAN LIKE OMTE YA.....
...KOMEN KALIAN AKU TUNGGU BANGET....
...SALAM SAYANG AMMA NADA😍🥰...