You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Penyesalan



Brak 


Rayyan tersandar di pintu setelah menutup kasar pintu Apartemennya,menolak semua jawaban dari Raina.Ia mengacak rambutnya frustasi. 


Ia mengingat semua kejadian yang ada,mulutnya mengatakan kata-kata kasar pada Raina meski hatinya seakan menolak semua itu.Rayyan teringat saat kehilangan Raina waktu itu,ia begitu bersalah dengan apa yang terjadi dulu.Seakan teringat sesuatu,Rayyan langsung berdiri dan membuka cepat pintunya.


Kosong 


Tak ada siapa-siapa dihadapannya.Rayyan menoleh pada unit Apartemen Niko dan langsung memencet cepat bell pintu Apartemen. 


Cklek 


Terlihat wajah bantal Niko,bisa dipastikan jika Niko baru bangun tidur. 


"Om.. ada apa?"tanya Niko.


"Apa Raina disini?"tanya Rayyan berharap apa yang ada dipikirannya tak terjadi.Ia takut Raina kembali hilang dari hidupnya. 


"Raina? Penerbangan kami tadi sampai jam setengah 4,mungkin Rain masih tidur"sahut Niko dengan menyugar rambutnya.Masih belum tau apa yang terjadi. 


Wajah Rayyan semakin memucat,badannya terhuyung hingga Niko perlu menahannya dengan memegangi bahu Rayyan.


"Sebenarnya ada apa om,kenapa pucat gini?"tanya Niko "masuklah"lanjutnya menyuruh Rayyan masuk. 


"Minumlah om"ucap Niko memberikan segelas air mineral pada Rayyan.


Dengan tangan bergetar Rayyan meraih gelas air mineral itu dan meminumnya. 


"Aku menyakiti Raina"ucap Rayyan setelah bisa menguasai dirinya. 


"Maksut Om?"tanya Niko.


"Beberapa hari yang lalu,ada yang mengatakan padaku tentang Raina.Dia berkata Raina bukan wanita yang baik-baik bahkan Raina dengan tega menggugurkan bayinya"tutur Rayyan membuat mata Niko membola.


Dadanya bergemuruh,Niko meremas tangannya sendiri. 


"Terus,apa yang terjadi"tanya Niko lagi masih mencoba tenang.


"Aku mempercayainya karna saat itu aku juga melihat postinganmu di instastory Raina tengah duduk dengan laki-laki lain"sahut Rayyan "Aku marah,aku cemburu dan kecewa bersamaan.Lalu,barusan Raina datang.Tapi aku malah membuat hati dia luka dengan mengatakan hal-hal buruk padanya Bahkan aku mengatakan dia pembunuh"lanjutnya.


Bugh


Bugh


Bugh 


"Sialan..brengs*k...Tau apa om tentang Raina...Bajingan kau"Niko memukul wajah tampan Rayyan membabi buta,tanpa perlawanan Rayyan menikmati pukulan-pukulan dari Niko seakan menebus kesalahannya tadi membuat kekasihnya sedih.


Setelah puas Niko memukul Rayyan,Niko mengempaskan tubuh Rayyan dengan kasar. 


"Apa om tau apa yang dilalui Raina? Apa om tau kesakitan Raina selama ini?"tanya sinis Niko.Ia berjalan mengambil ponsel miliknya.Lalu menyerahkannya pada Rayyan. 


"Lihatlah ini" ucap Niko,bahkan Niko menceritakan pemerkosaan yang terjadi pada Raina sampai Raina hamil dan Niko juga menceritakan tentang keguguran yang dialami Raina karna kecelakaan dan mengakibatkan PTSD Raina kembali hadir hingga saat ini. "Aku harap Om masih mendapat pengampunan dari Raina"lanjutnya langsung pergi ke dalam kamar untuk mengganti baju miliknya. 


Rayyan melihat beberapa video yang menampilkan sosok Raina yang menangis histeris.Bahkan disana juga terdapat Niko dan Amel yang tengah menenangkan Raina.Rain terus memanggil-manggil dengan sebutan baby saat menangis membuat Rayyan yang melihat video itu ikut merasakan sakitnya tangisan Raina.Ia menyesal mempercayai ucapan Marinca,ia benar-benar termakan ucapan iblis wanita itu.


Saat melihat Niko keluar kamar dengan cepat Rayyan berdiri,meabaikan lebam dan darah diwajahnya akibat pukulan dari Niko. 


"Aku ikut"ucap Rayyan tiba-tiba membuat Niko menoleh.


"Untuk apa Om ikut.. Kembali menyakiti sahabatku..Jangan harap"sahut Niko sinis lalu meambil kasar ponselnya. 


Tanpa menghiraukan ucapan Rayyan tadi dengan cepat Niko keluar dari Apartemen miliknya untuk mencari Raina.Ia mencoba menghubungi Raina tapi tak ada jawaban dari sana,Niko ingin menghubungi Amel tapi ia tak tega mungkin Amel akan terpuruk lagi. 


🌸


🌸


🌸


Kedatangan Niko dan disusul oleh Rayyan membuat kediaman Syahreza mencekam,bahkan Niko dengan tergesa masuk kedalam kediaman Syahreza.


"Assalamualaikum"salam Niko langsung menerobos masuk. 


Terlihat Edo terdiam di bawah tangga dengan beberapa barang berserakan di meja makan,dengan cepat Niko menghampiri abang sahabatnya. 


"Bang.. ada apa ini bang?"tanya Niko.


Edo mendongak melihat sahabat adiknya "Raina makai narkoba Nik"ucap Edo lemah. 


Niko mengrenyit,ah hatinya mulai tak enak.Sepertinya sahabatnya mengalami hal buruk hari ini. 


"Maksut abang?" 


"Raina menggunakan barang haram itu...Aku tak tau dari siapa dia mendapatkan semua barang haram itu.Tapi itu semua bibi dapat di kamar milik Raina Nik"tunjuk Edo pada semua barang yang ada dia atas meja.


Niko mengusap wajahnya kasar.Kenapa mendadak orang-orang dewasa ini gobl*k semua pikir Niko. 


"Lalu dimana Raina sekarang?"tanya Niko.


"Abang mengusirnya tadi pagi"sahut lemah Edo yang menyesal atas ucapan kasarnya pada sang adik. 


Jjeeedddeeerrr 


Bagai disambar petir disiang bolong kedua lelaki berbeda usia itu terduduk lemas mendengar penuturan kakak Raina.


Niko tak sanggup lagi menahan amarahnya.Sumpah serapahnya keluar untuk kedua orang yang tengah terkulai lemas itu. 


"Bang..  berapa kali abang menyakiti hati Raina,abang ini kakak kandung Rain..Seharusnya abang tau apa yang terjadi pada Raina bang."Niko mengacak kepalanya frustasi. "Setelah Amel sekarang Raina yang abang sakiti.Dia adik kandung abang"lanjut Niko. 


Emak yang mendengar suara Niko pun keluar dari kamar dengan langkah tertatih. 


"Nak Niko.. ada apa?"tanya emak dengan nada khawatir. 


Niko menghampiri emak yang susah melangkahkan kaki,lalu mendudukkan emak di kursi dekat dengan kedua manusia yang tengah menyesal itu.


"Ada apa Nik?" 


"Niko kesal pada mereka berdua.. Mereka menyakiti hati Raina dengan kata-kata yang tak pantas"sahut Niko. "Sebenarnya apa yang terjadi mak.


Wajah emak memucat,lalu menceritakan kejadian sebelum Raina kembali dari Paris.


...Flasback On...


Emak memandang rumahnya yang sekarang tampak sepi,karna kepulangan keluarga besarnya.Apalagi sang suami ada proyek di Luar kota mengharuskan bapak tadi malam pergi. 


"Bi,tolong bersihkan kamar Raina.. Dia akan kembali besok"ucap Emak setelah mendapat kabar bahwa putrinya besok akan kembali dari Paris. 


Beberapa saat kemudian setelah bibi menyelesaikan tugasnya,bibi turun dengan wajah pucatnya. 


"Ada apa bi?"tanya Emak melihat ekspresi wajah bibi seakan melihat sesuatu. 


"I..ini… Nya,i..ini..milik siapa ya?"tanya bibi takut-takut menyerahkan pil kb yang sisa beberapa itu.


Degh! 


"Bibi dapat ini dari mana bi?"tanya Emak dengan nada khawatir. 


"Dari kamar non Raina Nya"sahut bibi.Emak langsung berdiri dan berjalan menuju kamar milik Raina diikuti bibi dari belakang. 


Brak


Emak membuka kasar pintu kamar Raina dan menwlisik isi kamar putrinya.


"Bibi dimana dapat ini?"tanya emak lagi.


"Disini Nya"sahut bibi menunjukkan laci yang berada di meja rias yang tertutup.Dengan cepat emak membuka laci itu dan ternyata buka saja tu keping pil kb ini saja tapi beberapa yang sudah kosong pun ada disana. 


"Raina"teriak histeris emak sudah menerka apa yang dilakukan putrinya selama ini. 


Mendengar kegaduhan dari sebelah kamar,Edo langsung menghampiri dan terlihat emaknya tengah terduduk lemas disebelah meja rias. 


"Ada apa mak?"tanya Edo.


"Lihat ini.. Emak gagal jadi orang tua Do,adek kamu.. untuk apa adek kamu meminum ini semua"tangis emak pecah,Edo memeluk emak untuk menenangkan Emak. 


Setelah emak tenang,Edo mencek isi laci itu dan ternyata bukan hanya bekas pil kb saja,bahkan disana ada narkoba dibungkus plastik dengan segala alatnya yang lengkap.


Edo mengusap wajah kasar,ia pun sama merasa gagal menjadi abang untuk Raina sampai kecolongan seperti ini.


Emak pun dengan tertatih menyuruh bibi agar menyimpan semua temuan itu untuk meminta penjelasan sang putri. 


...Flashback Off...


Niko yang mendengarkan pernyataan emak tak dapat membela Raina,karna semua bukti memberatkan Raina.Rayyan bahkan tak bisa berkata-kata mendengar penuturan calon mertuanya yang menceritakan dengan tangisan,ia teringat akan Bundanya.Niko terdiam hingga...ia ingat bahwa Raina meletakkan cctv di kamarnya.


"Bentar.. kalo boleh,Niko ingin masuk ke Kamar Raina.Karna Raina ada memasang CCTV di kamarnya,sejujurnya aku tak percaya dengan semua.Aku harap semua yang dituduhkan oleh Raina hanya rekayasa semata."ucap Niko lalu naik ke lantai Atas diikuti oleh Edo dan Rayyan.


Dan benar ucapan Niko,benar adanya bahwa Raina meletakkan CCTV di kamarnya.


"Kenapa aku tak menyadari ini"batin Edo. 


"Untuk apa semua itu Nik?"tanya Emak. 


"Niko akan membuka rekaman Raina dimulai dari Raina berangkat ke Paris,Niko yakin Raina tak pernah memakai Narkoba mak" 


Emak dengan seksama melihat malam sebelum Raina berangkat,terlihat Raina yang menangis di Kamar dengan memasukkan beberapa baju di koper miliknya.Letak CCTV yang berada di sudut kamar sebelah kanan menampilkan semua yang terjadi di kamar itu bahkan sampai disudut pintu kamar mandi terlihat di Cctv. 


Bergerak lagi tangan Niko melihat rekaman di hari selanjutnya,kamar terlihat sepi sampai pukul 7 pagi bibi masuk untuk membersihkan Kamar Raina.Nihil barang itu tak bibi temukan.


Hingga pada jam 03.15 terlihat Rayyan masuk ke dalam Kamar,terlihat jelas disana bahkan Ray yang tengah menatap foto Raina lalu tangannya mengelus foto itu juga terlihat sampai Ray masuk ke dalam kamar mandi.Beberapa saat kemudian terlihat wanita yang juga ikut masuk ke dalam kamar Raina dan duduk di tepi ranjang. 


"Putri"gumam Edo. 


Rayyan terus menatap laptop dan tak berpaling sedikitpun dari sana.


Saat Rayyan keluar dari kamar mandi,prnampakan mengejutkan membuat Edo langsung menatap menyelidik pada Ray.Begitupun Emak dan Niko.


"Ada hubungan apa kamu sama Putri?"tanya Edo.


"Sebaiknya kita lihat dulu,sebelum tanya apa hubunganku dengan wanita jal*ng ini"sahut dingin Ray.


Terlihat disana Putri yang memeluk Rayyan sampai Putri yang dihempaskan oleh Rayyan ke lantai semua terlihat jelas disana.Sampai akhirnya Rayyan pergi meninggalkan Putri yang terduduk di lantai. 


Saat Rayyan pergi,kembali sesuatu yang mengejutkan terjadi.Putri mengeluarkan beberapa benda yang mereka kenali itu dan menaruhnya di Laci meja Rias milik Raina.Bahkan setelah itu Putri sempat masuk ke Kamar mandi dan keluar dengan menyunggingkan senyum disana.


"Bang,cari Raina bang...hiks...hiks... emak menyesal,cari adik kamu bang"tangis emak pecah.


Bruk 


Tak tahan melihat rekaman CCTV itu membuat tubuh emak kembali lemas,emak merasa bersalah telah menuduh putrinya dengan kejam. 


"Emak"Edo dengan sigap meraih tubuh emak yang tak sadarkan diri.Edo meangkat tubuh emak untuk dibawa masuk ke dalam kamar hingga….


Tak...tak...tak… 


Suara langkah kaki dari luar membuat semua orang yang tengah khawatir dengan keadaan emak menatap manusia yang baru saja datang.


Dengan mengembangkan senyum,Putri masuk dengan percaya diri.Saat melihat emak yang berada di gendongan Edo membuat Putri langsung menghampiri memasang wajah sedihnya.


"Emak kenapa kak?"tanya Putri pada Edo. 


Edo tak menjawab hanya memasang wajah penuh amarah dihadapan Putri. 


"Jaga wanita ini agar tak bisa keluar dari rumah"ucap Edo sebelum pergi meantar emak ke dalam kamar.


🌸


🌸


🌸


"Sudah puas kau Marinca.. Aku sudah memperingatkanmu agar tak membuat masalah denganku serta kekasihku.Tapi kau ternyata tuli"ucap Dingin Ray dihadapan Marinca.


"Apa maksutmu Ray aku tak mengerti"sahut Marinca masih mengelak.


Rayyan langsung mencengkram lengan Marinca dan menyeretnya pada Laptop yang masih menyala,Niko bahkan dengan sigap mengulang adegan yang terjadi beberapa saat lalu. 


"Sakit Ray.. kamu nyakitin aku"ucap Marinca sambil memegang perutnya.


"Lu cewek berhati iblis yang pernah gue kenal"ucap Rayyan.


Tiba-tiba senyum iblis Marinca keluar,dengan tertawa lalu bertepuk tangan memandang rendah laki-laki dihadapannya.


"Jadi kalian baru tau… haha...haha… Kasian sekali"ucapnya. 


"Apa maksutmu dengan semua ini hah?"


"Gampang saja.. Aku tak mau gadis munafik itu bahagia dan beruntungnya aku karna dia aku bisa menemukanmu.Dimana dia sekarang? Apa kalian sudah mengusirnya.. Aku harap malah dia mati"dengan sangat santai Marinca menjelaskan semuanya. 


Niko terdiam melihat tingkah wanita yang ada dihadapan Rayyan sudah seperti wanita yang tidak waras.


"Kau gila"ucap Rayyan langsung mencekik leher Marinca dengan kuat sampai wajah Marinca memerah.Marinca terus memberontak serta memukul lengan Rayyan,tapi tak membuat Rayyan melonggarkan cekikannya. 


"Kurang puas kau menyakiti bundaku.. dan Sekarang kau menyakiti kekasihku… kau gila Marinca.. Gila"teriak marah Rayyan menghempaskan tubuh Marinca hingga terbentur kursi.


"Uhuk...uhuk...uhuk.."Dengan mata memerah Marinca terbatuk-batuk karna cekikan Rayyan yang sangat kuat."Dengan ini,aku akan jadikan bukti pada polisi bahwa kamu menganiayaku.Bersiaplah kembali padaku atau mendekam di penjara"lanjutnya dengan susah payah meraih tasnya ingin pergi dari kediaman Syahreza.


Dorr


Tiba-tiba suara ledakan dari pistol mengenai tubuh Marinca yang tertatih berjalan itu."Aaarrrggg…."teriaknya kesakitan karna peluru yang mengenai kakinya. 


Mata mereka menatap seseorang yang melepaskan tembakan itu,tak lain adalah Edo. 


Dengan perlahan Edo mendekati Marinca yang terduduk sambil memundurkan badan ketakutan. 


"Aku tak menyangka bisa menyimpan ular berbisa didekatku"ucapnya sambil menekan pistolnya.Ia menekan pistolnya dan diarahkan pada kepala Marinca dan….. 


Dorr


Suara pistol itu kembali menggelegar bebarengan dengan suara pak Slamet yang menyampaikan kabar duka untuk mereka.


"Den...Non Raina kecelakaan"teriak Pak Slamet dari luar tadi membuat Edo melepaskan tembakannya ke arah tembok.Meurungkan niatnya untuk membunuh wanita iblis dihadapannya ini.Marinca pingsan karna syok mendengar suara letusan tadi.


Pak Slamet sempat terkejut melihat wanita yang ia kenal sebagai kekasih Edo tengah bersimbah darah di lantai. 


"Den ini… ini motor non Raina kan… Non Raina kecelakaan Den"ucap Pak Slamet dengan wajah pucat dan khawatir. 


Edo meambil ponsel milik pak Slamet yang menampilkan breaking news di televisi swasta.Niko dan Rayyan pun menghampiri saat mendengar ucapan pak Slamet.


Bruk 


Rayyan kembali hancur mengetahui kejadian yang ada,ia menyesal tak mempercayai kekasihnya tadi.Ia menyesal telah berkata kasar pada Raina bahkan menuduhnya tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi. 


Dengan cepat ketiga lelaki itu menuju rumah sakit yang dimaksut dalam berita. 


🌸


🌸


🌸


Sesampainya di Rumah sakit Pelita Insani,Rayyan dan Niko berlari lebih dulu untuk masuk ke UGD.Edo melakukan panggilan pada bapak karna bapak juga mendengar berita itu tadi dan sekarang beliau masih di Luar Kota membuat bapak panik dan langsung membatalkan meeting disana. 


"Mbak,korban kecelakaan yang baru dibawa kesini ada dimana ya?"tanya Niko karna Rayyan panik tak bisa diajak bicara.Bahkan Rayyan berjalan masuk melihati setiap bankar pasien disana.


"Atas nama siapa?" 


"Kecelakaan yang baru aja kejadian,korbannya cewek namanya Raina umur 19 tahun"sahut Niko dengan nada khawatir. 


"Oh iya.. Pasien atas nama Raina sudah dibawa pihak keluarga untuk menjalani operasi di Rumah sakit di Singapore "ucap perawat jaga disana. 


Degh! 


Tubuh Niko lemas,badannya seakan seperti jelly sudah tak ada tenaga lagi untuk mendengarkan kata-kata dari perawat tersebut. 


"Nik.. ada apa?"tanya Rayyan dengan bibir bergetar. 


Niko menutup wajahnya dengan telapak tangan,lelaki itu menangis.Niko menangis,meratapi nasip buruk yang kembali menimpa sahabatnya. 


Rayyan mengguncang tubuh Niko yang tak kunjung mengeluarkan suaranya,ia menyerah dan menanyakan hal yang sama pada perawat jaga yang berada disana.


Bruk


Rayyan langsung pingsan mendengar penuturan perawat itu. 


🌸


🌸


🌸


"Sayang... ayolah aku ingin itu..hhmmm...hhmmm.."rayu manja gadis bermata coklat bergelayut dilengan kekasihnya.


"Nanti.. setelah aku pulang dari Kantor,bukan sekarang sayang"sahut lelaki itu.


Dengan sayang lelaki itu meelus rambut kekasihnya untuk menunda membeli kalung yang diinginkan kekasihnya.


...💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜...


...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...


...Jangan jadi readers bayangan ya,paling gak kasih jempolnya aku udah seneng kok 😘...


...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...