
Raina masih puas menertawakan ekspresi wajah abangnya tadi,salah sendiri berani menyakiti hati sahabatnya.Ia membanting badannya ke ranjang.
"Uh… nyamannya"ucap Raina.Matanya kembali terbuka mengingat sesuatu.Ia belum memberi kabar pada kekasihnya,sudah dapat dipastikan lelaki itu pasti kelimpungan mencarinya.Lelaki itu memang super lebay.
Ia menggeser layar untuk menghidupi ponselnya dan benar 12 panggilan tak terjawab serta beberapa chat beruntun dari sang kekasih.
Baru ia ingin mengirimkan pesan,satu panggilan masuk ke ponselnya.Siapa lagi jika bukan Rayyan.Rain tersenyum geli.
"Assalamu'alaikum sayang"
"Waalaikumsalam… Dear sebenernya kamu tuh darimana,kamu tau gak aku tuh khawatir sama kamu bla..bla...bla…."Rayyan tengah mengomel di seberang sana dan apa yang dilakukan Raina,gadis itu tengah mencibir dengan berjoget mengejek kekasihnya di seberang panggilan.
"Dear.. angkat panggilan videoku"ucal Rayyan lagi.
Dengan cepat Raina menyandarkan badannya pada ranjang dan menggeser layar untuk mengganti panggilan video.
"Calon imam aku"ucap Rain tersenyum saat melihat wajah masam kekasihnya.
"Gak usah senyum-senyum.." sahut Rayyan ketus.
"Maaf sayang,tadi aku ketiduran.. Capek banget tau"
"Kan tadi aku udah bilang kalo sampai kabarin aku dulu.. Kamu tau gak aku hampir ke rumah kamu lho andai kamu gak angkat telfon ini"
"Uh.. takut kehilangan lagi ya" goda Raina.
"Menurut kamu???"tanya balik Rayyan dengan memicingkan matanya.
"Iya.. iya.. maaf deh,ntar gak lagi.."sahutnya menampilkan senyum pepsodent "Tadi tuh yank,ada juga orang curhat ke aku.Makanya aku baru buka hp" lanjutnya.
"Siapa yang curhat ke kamu?"
"Bang Edo" sahut Raina.
"Hah? Tapi kamu gak diapa-apain kan dear.. Dia gak nyakitin kamu kan?"tanya beruntun Ray.
"Gak sayangnya aku.. Aku udah maafin abang dan abang udah baik ke aku,itu udah cukup"sahut Rain tanpa membuka aib abangnya yang ditolak Amel.
"Syukurlah.."ucap Rayyan tersenyum.
"Udah gak ngambek lagi kan?"tanya Rain.
"Iya.. aku gak marah lagi,tapi jangan diulang ya.. Kamu tau kan kabar kamu tuh penting banget buat aku"sahut Rayyan yang sekarang tengah tersenyum menatap kekasihnya.
"Iya sayangnya aku...Sayang,gimana rasanya bisa ketemu sama kakak kamu lagi,kamu senang kan?"tanya Rain yang belum menanyakan perasaan kekasihnya saat bertemu Rebecca.
Rayyan semakin mengembangkan senyum. "Seneng banget.. kalo bukan karna kamu,mungkin aku masih ingin sembunyi dari dia.. Makasih Dear"sahut Rayyan sungguh-sungguh.
"Apaan sih.. bukan karna aku lagi,itu mah karna si Takdir.. Kalo kata si Takdir kalian ketemu ya bakal ketemu kayak tadi" ucap Raina.
"Dear.. kamu tau gak,aku tu beruntung banget dapetin kamu.Kamu kayak malaikat yang dikirim bunda buat aku"
"Dih.. mulai lebaynya"cibir Raina.
"Seriusan..Sejak ada kamu,aku bisa rasain jatuh cinta lagi,aku bisa rasain lagi gimana memperjuangkan,gimana aku takut kehilangan.. Dan yang pasti karna ada kamu aku mau mengubah diri aku jadi Rayyan yang dulu.Aku bersyukur banget buat itu."tutur Rayyan.
" Aduh..aduh… udahan ngebanggain aku yank,aku mau terbang ini"sahut Raina dan Rayyan terkekeh gemas sendiri melihat senyum kekasihnya yang tampak sangat cantik di layar kamera.
Cup
Tiba-tiba Rayyan mengecup ponsel yang bisa dilihat jelas oleh Raina.
"Ih.. centil deh cium-cium aku"ucap Raina dengan menangkup kedua pipinya.
Rayyan terkekeh "Cium calon istri mah sah-sah aja dear.. "
"Cie.. udah punya calon istri"goda Raina.
"Kan calon istrinya kamu"
"Cie.. sekarang udah mau ya jadi calon suami,dulu aja pas nikahan mbak Ines pake bilang gak mungkin segala kamu suka cewek.Buktinya sekarang malah mau jadi suami aku tuh"
"Iya.. aku sendiri juga gak nyangka"
"Ini semua kan gara-gara kegigihan aku buat halalin kamu"
Rayyan terkekeh kembali "iya aku akui,kamu bener-bener cewek paling gigih yang pernah aku kenal dan aku bersyukur sekali ternyata cewek paling gigih ini kekasihku"
Keduanya pun tertawa bersama,mereka larut dalam obrolan yang terus penuh dengan gombalan receh Raina yang dilayangkan pada Rayyan.Rayyan pun mengingatkan Raina untuk ke Salon miliknya agar bisa bertemu dengan seorang MUA teman Rayyan yang akan merias dirinya untuk prewedding sampai acara pernikahan,meskipun penolakan Raina tentang prewedding yang tak Raina suka tapi karna rayuan Rayyan akhirnya Raina setuju dengan terpaksa.Sedikit.
🌸
🌸
🌸
Setelah video call waktu itu,beberapa hari terakhir kedua sejoli hampir setiap hati berdebat hingga membuat keduanya saling tak memberi kabar.Hari ini Rayyan menyambut kedatangan teman seprofesinya yang tak lain bernama Sofia,gadis cantik berambut panjang berwarna coklat dengan tubuh semampai itu tanpa sungkan memeluk dan cipika cipiki Rayyan yang dulu mereka panggil dengan nama Cecek.
"Ini beneran kak Cecek kan?? Kok jahat banget sih mau nikah ngabarinnya dadakan udah mau prewed aja"ucapnya pada Cecek.
Cecek tersenyum malu"Aku kan tau say kamu sibuk banget di Bali,jadi aku pikir ngasih taunya pas aku mau pake jasa kamu sekalian aja"sahut Cecek dengan gaya bicara kemayunya.Ia masih susah mengubah gaya bicaranya dengan wanita lain selain orang-orang terdekatnya.
"Ck.. jahat banget"decak Sofia tak suka tapi dengan senyum menawannya. "Aku penasaran secantik apa calon istri kakak sampai kakak berubah drastis gini"lanjutnya sambil terkekeh memandang penampilan Cecek yang berubah ia memasang seatbelt lalu tersenyum.Mobil Cecek pun berjalan melawati jalanan ibukota yang tampak padat itu.Keduanya hanyut dengan obrolan yang tak jauh dari kerjaan keduanya.
🌸
🌸
🌸
Sesampainya di Salon,Rayyan langsung disambut oleh Ulfa.
"Pagi kak Bang Bos" sapa Ulfa dengan membungkukkan badan sejenak.
"Kak Bang Bos?"tanya ulang Sofia dengan mengrenyit bingung.
Rayyan tersenyum melihat wajah bingung Sofia "Pacar aku nyuruh semua anak-anak manggil aku gitu say.. Lucu kan?"
Sofia menggeleng-gelengkan kepalanya,seperti apa sebenarnya kekasih teman seprofesinya ini.
"Kak Bang,mbak Rain nunggu diatas"ucap Ulfa lagi.
"Iya makasih"sahut Ray mengajak Sofia naik ruangannya.
Sampai didepan ruangan keduanya asik mengobrol perihal prewedding yang Rayyan inginkan.
Cklek
"Ya Ampun Dear"teriak Rayyan tertahan melihat kekasihnya yang tidur di Sofa dengan kaos penuh darah serta kepala yang masih mengenakan Helm.Ia berlari menghampiri sang kekasih dan mengguncangnya.
Sedangkan Sofia yang syok melihat seseorang yang terlihat tidur dwngan kacau itu hanya terdiam diambang pintu.
"Sof,tolong panggilan ambulance"pinta Ray yang menghadapnya dengan linangan air mata.
Sofia yang melihat kepanikan temannya langsung merogoh ponselnya yang berada dalam tas miliknya,sampai suara seseorang membuat ia menghentikan tangannya untuk memanggil ambulance.
"Astaga pada brisik"erang Raina merenggangkan badannya. "Eh buset,gue masih pake helm"monolognya lagi lalu membuka helm cross yang ia pakai.
"Sayang"teriaknya kaget melihat wajah Rayyan yang tampak sedih serta air mata berlinang di matanya.
Greb
"Aish… Kamu tuh bikin aku takut tau"ucap Rayyan tengah memeluk Raina.
"Aku kenapa?? Aku tidur doang ih"sahut Raina masih belum sadar sepenuhnya.
"Coba deh liat,liat ini baju kamu kenapa sampai banyak darah gini?"Rayyan merenggangkan badannya lalu menyuruh Raina melihat badannya sendiri.
Rain terkekeh "Ini.. tadi ada kucing ketabrak mobil,jadi aku turun terus gendong tu kucing buat kepinggir.Kasian banget dia udah mati,mobil sialan itu malah kabur.Gemes banget pengen aku kejar tapi udah ilang aja tu mobil"ucal Raina menjelaskan."Aku dari tadi nyari baju barangkali bisa aku pake,eh.. malah ketiduran hehe"lanjutnya menjelaskan.
Cup
Ia mencium bibir yang mengoceh tadi,mengacak gemas rambut kekasihnya.Saat itu juga ia baru ingat jika ada seseorang yang tengah berada didalam ruangannya juga.Ia menepuk dahinya karna merasa malu dengan apa yang ia lakukan tadi.
"Dear,kenalkan dia Sofia"ucapnya mengenalkan.Rain yang menegang saat mendapat ciuman dari kekasihnya secara mendadak itu pun tersadar.
"Hah.. iya.. siapa?"tanya beruntut Raina "Kok reaksi badan aku berubah.. udah gak takut lagi.Enak"batin Raina tertawa dalam hati.
"Kak Cecek main nyosor aja.. hargain aku yang jomblo ini dong,kan jadi pengen juga kalo liat kayak gitu" cletuk Sofia masuk kedalam ruangan.
Cecek tambah merona saja mendengar ucapan Sofia. "Makanya jangan jomblo terus dong say.. Cowok yang deketin kamu kan banyak,masa gak ada yang nyantol"sahut Cecek mengurangi kegugupannya.
Sofia hanya tersenyum lalu mealihkan pandangannya pada gadis cantik berbaju penuh dengan darah yang tengah terdiam melihat dirinya.
"Hay cantik.. kenalkan nama aku Sofia teman kak Cecek"sapa Sofia dengan meulurkan tangan.
"Jomblo ya.. udah berapa lama? Mau aku kenalin sama abangku?abangku jomblo lho,eh gak jadi deh.. dia brengs*k"tanya Raina beruntun "Namaku Raina"lanjutnya menyambut uluran tangan gadis itu.
Sofia kikuk sendiri mendapat pertanyaan beruntun dari kekasih temannya yang membuatnya mati kutu.Kaget melihat tingkah gadis didahapannya yang terang-terangan menawarkan abang gadis itu menjadi kekasihnya dan terang-terangan mengatakan jika abang gadis itu brengs*k.Gadis yang unik.
"Pink?"tanya Raina melihat kaos polos warna pink yang disodorkan oleh Ray.
Rayyan mengangguk
"Big no"tolak Raina yang memang tak suka apapun yang berwarna pink itu.
"Aku gak ada baju yang lain dear,semua warna punyaku cerah-cerah"
"Biarin aku pake ini aja deh,ntar pas mau pulang mampir distro buat beli baju..Aku gak mau ya pake kaos itu" tolak Raina.
"Dear,tapi itu banyak darah" Sejujurnya Rayyan sangat takut dengan darah,mengingat dulu ia pernah melihat dengan mata kepalanya sendiri darah yang mengucur dari kepala sang bunda.
"Udah kering ini gak ganggu juga yank" sahut Raina masih tak mau kalah.
Keduanya pun berdebat hanya karna baju,Sofia kembali menjadi penonton disana.Memang kedua sejoli ini tak sadar diri.
"Ehem"Sofia berdehem mencoba menghentikan perdebatan keduanya membuat kedua sejoli itu sadar dan menatap kearah Sofia.
"Maaf Say,pacar aku emang gini.. suka bikin gemes"ucap Rayyan sambil mencubit pipi Raina,membuat Raina melotot kearahnya.
"Lebih gemes juga kamu,suka banget debat sama aku"timpal Raina tak kalah kuat mencubit pipi Rayyan membuat Rayyan mengaduh kesakitan karna cubitan Raina dengan sekuat tenaga.Raina tersenyum menang,ini pertemuan pertama mereka setelah beberapa perdebatan mereka.Tapi sekali lagi keduanya berdebat.
"Sudah...sudah… sebaiknya kita bahas buat make up prewed kalian,pengennya kayak apa"Sofia sekali lagi melerai kedua sejoli itu.
Selama pembahasan konsep prewed saja kedua sejoli itu saling beradu agrumen karna Raina menolak memakai gaun sesuai usulan Rayyan,alasannya karna terlalu terbuka lah,terlalu seksi lah dan banyak lagi alasan-alasan yang Rain ucapkan dan akhirnya Raina pusing sendiri.Ia menyerahkan semua pada kekasihnya dan memilih main game tanpa peduli apa yang akan Rayyan rencanakan dengan Sofia.
"Dear,liat deh.. ini bagus lho"ucap Rayyan merayu Raina untuk melihat konsep yang ia rancang.
"Terserah deh.. aku ngikut aja"sahutnya "Lagian nikah aja ribet banget sih… Cari yang gampang aja deh yang,tinggal cari penghulu terus ijab qobul udah Sah aja.Gak usah pake ribet gini"lanjutnya menggerutu sambil memainkan gamenya.
Rayyan tak habis pikir dengan ucapan kekasihnya yang terlalu meentengkan semua.Sekali lagi Rayyan harus extra sabar menghadapi Raina,ia menghembuskan nafas berat lalu tersenyum mengelus rambut panjang kekasihnya.
"Iya,biar aku yang urus semuanya.. Kamu duduk manis aja temenin aku ya,maaf udah bikin kamu ikutan pusing"ucapnya lembut lalu mengecup pipi kekasihnya.
Senyum pun terbit dari bibir Raina,ia suka perlakuan manis kekasihnya ini.
"Calon suami aku manis banget akn mbak.. Bisa banget bikin mood aku baik lagi"ucapnya pada Sofia membuat Sofia tersenyum.
Tiba-tiba ponsel Rain berdering,terlihat nama Rio memanggil.
"Aku angkat telfon dulu yang"ucap Raina menjauh dari Rayyan.Ray mengangguk dan tersenyum,Raina pun menjauh dari Sofia dan Rayyan yang kembali membahas konsep prewed.
"Hallo Rain"
"Hhmm.. ada paan Yo?"tanya Raina.
"Turnamen 2 minggu lagi,lu udah tau? Robbin bilang ke gue,kalo lu ikutan daftar juga"sahut Rio.
"Iya gue tau,gue ikut sih.. Tapi masalahnya,gue baru tau hari itu acara gue.. Gimana dong?"tanya Raina yang memikirkan cara meundur jadwal yang bertabrakan dengan jadwal turnamen.
"Lah kok bisa,Robbin berharap banget ke lu Rain.. Omongin dulu deh sama calon laki lu barang kali bisa diundur"sahut Rio.
"Iyadeh.. gampang lah gimana jadinya ntar"
"Yaudah,kalo lu senggang.. Sore ini jam 5 anak-anak nunggu lu buat latihan di sirkuit.Lu dateng ya"
"Oke.. ketemu ntar disana"sahut Raina lalu mematikan panggilannya.
Saat ia berbalik ternyata Rayyan tengah memandangnya,Rain tersenyum manis membalas pandangan kekasihnya lalu duduk kembali disebelah Rayyan.
"Udah selesai? Siapa?"tanya Rayyan.
Raina mengangguk "hhmm… Rio temen club aku"
Rayyan mengangguk-ngangguk,padalah ia ingin melontarkan ketidaksukaannya Raina kembali masuk dalam club motor lagi.Tapi sekali lagi ia mengalah asal Rain tak marah dengannya.
Setelah semua yang dibahas selesai,Sofia pamit untuk pergi dari sana dan sekarang bukan Cecek yang meantarnya kembali tapi Miya.Tak mungkin Cecek meninggalkan kembali kekasihnya.
"Kalo gitu aku pulang ya Kak"pamit Sofia.
"Iya say.. hati-hati dijalan,Miya udah nunggu di bawah"sahut Cecek lalu cipika cipiki dengan Sofia.
Rain melihat itu sampai terbatuk-batuk. "Apa-apaan Ray ini.. Bikin kesel aja"batin Raina gondok.
Raina menaikkan kakinya ke meja,lalu menyandarkan badannya pada Sofa melihat Rayyan yang meantar Sofia keluar.
"Sesenang itu kamu sampai senyum-senyum"sindir Raina bersedekap.
"Maksut kamu apa dear?"tanya balik Rayyan bingung.
"Kamu yang maksutnya apa.. kenapa pake segala cium-cium pipi,maksutnya apa?"tanya Raina dengan mata menatap Rayyan kesal.
"Itu udah biasa dear,bahkan dari dulu kalo ketemu temen-temen seprofesi ku juga gitu.Kamu tau kan"
"Kamu gak ngehargain aku? Mungkin dulu boleh,karna kamu belum punya pasangan.Tapi ingat sekarang udah ada aku,aku pasangan kamu dan aku gak suka kamu peluk-peluk apalagi cium-cium cewek atau cowok sekalipun didepan aku"ucap Raina melontarkan ketidaksukaannya.
Rayyan mendesah frustasi,kekasihnya akhir-akhir ini sangat sensitif dan mudah marah.Ia mendekati Raina lalu menggenggam tangan kekasihnya.
"Maaf.. maafin aku bikin kamu kesel kayak gini,aku janji gak akan gitu lagi..Maaf ya"ucap Rayyan memohon maaf pada Raina.
"Oke aku maafin,aku gak mau debat kepalaku pusing"sahut Raina kembali menyandarkan kepalanya pada Sofa.Rayyan duduk disebelah Raina lalu membawa tubuh kekasihnya untuk ia peluk.
"Dear,kamu tau.. Aku cinta banget sama kamu,jangan marah-marah gini.Aku gak suka liat kamu marah sama aku,aku gak bakal bisa maafin diri aku sendiri kalo kamu benci sama aku"
Raina mendongak pandangan mereka bertemu,entah siapa yang memulai kedua sejoli itu sudah saling menempelkan bibir mereka.Terlihat tangan Raina bergetar meremas kaos kekasihnya,ia mencoba memejamkan matanya agar bisa mengurangi ketakutannya.Rayyan menggigit bibir bawah Raina agar ia bisa menelusupkan lidahnya untuk ia ajak berperang dengan lidah sang kekasih.Tapi sebelum itu terjadi Raina lebih dulu mendorong Rayyan dengan nafas yang terengah-engah.
"Maaf… A-ak-aku belum bisa"ucap Raina terbata.Ia merasa sesak didadanya kembali.Tapi tak parah seperti dulu.
Rayyan mengangguk mengerti dan kembali memeluk tubuh raina yang tampak ngos-ngosan seperti orang yang kelelahan setelah berolahraga.
"Aku bisa ngerti,gak usah dipaksa.. Waktu kita masih panjang.Aku cinta kamu'"ucap Rayyan.
"Aku lebih mencintaimu"sahut Raina membalas pelukan Rayyan dan menyembunyikan wajahnya pada dada Rayyan.Terdengar di telinga Rain,detak jantung kekasihnya yang berdetak begitu kencang.
Rain sampai lupa akan membahas tentang jadwal turnamennya karna larut dalam pelukan enak sang kekasih.
🌸
🌸
🌸
Pagi ini Raina sudah dipusingkan dengan suara emak yang mengisi seluruh kamarnya,Emak tengah mengomel karna kebiasaannya yang tidur kembali setelah sholat subuh.Hari ini jadwal pemotretan untuk preweddingnya dan Rayyan telah menelfon emak karna Raina tak kunjung menjawab telfonnya.
"Iya ini Raina berangkat"sahut Raina yang mendengar kembali omelan dari emak.
"Kamu beneran gak mandi dek,Ya Allah… dosa apa calon mantu emak punya calon istri kayak begini modelannya"
"Apaan sih mak,Ray tuh dapat anugerah dari Tuhan bisa punya calon istri secantik Rain.Biarpun gak mandi juga tetep cantiknya gak luntur"
"Buat apa kalo cantik tapi joroknya na'udzubillah kayak kamu.. Bencana yang ada dek..dek" sahut emak memusut dadanya melihat tingkah bungsunya yang kelewat pede.
Raina yang selesai memakai jaketnya,langsung menghampiri emak dan mencium punggung tangan emak lalu pamit meucap salam pada emaknya.
Ia berjalan menuruni tangga sambil mengenakan helmnya,pas sekali bertemu dengan abangnya yang tengah galau merana itu.
"Hay abang yang lagi patah hati.. Enak bang?"ejek Raina pada sang abang karna Amel dan Dewa semakin dekat saja.
Sedangkan Edo yang mendapat ejekan hanya diam menatap datar sang adik.
"Daripada galau,besok touring yuk bang"ajak Raina merangkul bahu sang abang. "Gak usah jauh,kita ke Bandung aja yuk"lanjutnya.
"Ck.. kamu tuh udah mau nikah,pamali jalan-jalan terus dek"
"Aduh.. itu mah cuma omongan orang dulu abang,kita hidup dijaman sekarang.Asal hati-hati,gak akan ada apa-apa kok.. Gimana deal"tawar Raina lagi sambil menaik turunkan alisnya.
Edo terlihat ragu,tapi benar kata sang adik dia butuh pengalihan agar pikirannya tak melulu tentang Amel.Bahkan ia baru pulang dari tempat pemotretan Amel dengan Dewa,demi melihat Amel.Mamam tu Karma.
"Deal,sebelum subuh kita jalan.Biar emak gak ngomel"sahut Edo akhirnya.
"Yeay…"teriak Raina gembira "Ini baru abang aku,yaudah Rain jalan dulu ya.Mau prewed ini calon manten.Babay abang jomblo"lanjutnya menepuk lengan bang Edo lalu turun dari tangga,menyisakan Edo yang terdiam.
"Enaknya mau jadi manten..Aku mau juga"teriaknya dalam hati melihat adiknya yang begitu bahagia akan menikah membuatnya iri.
...💜💜💜💜...
...Hay...Hay...Hay... Amma kembali menyapa kalian semua,gimana kabar semua sahabat?? Semoga dalam keadaan sehat semua ya.....
...Minal Aidzin Wal Faidzin.Mohon maaf Lahir batin ya sahabat 🙏🙏...
...💜💜💜💜💜...
...Ada yang Rindu sama Omte gak nih?? Cung dong yang Rindu sama mereka?? Bantu Amma bangun mood buat rajin Up ya sahabat dengan kasih like,komen dan vote terus buat Omte 💜...
...Salam sayang dari Amma,Omte dan Raina 🤗🥰💜...