
Sedangkan di Negara bagian sana,Cecek tengah berada didalam hotel tempatnya menginap untuk acara pernikahan sahabatnya besok.ia terus mondar mandir karna kekasihnya sama sekali tak mengabari dirinya.
Malam itu saat meantarkan ke bandara,Rain sudah berjanji akan mengabarinya jika sampai di tujuan.Ia menghembuskan nafas kasar,kenapa semenyebalkan ini kekasihnya.
"Gadis tak peka"gerutunya langsung merebahkan diri di ranjang.
🌸
🌸
🌸
Kembali ke Mansion milik keluarga Amel.Ketiga sahabat yang tengah jingkrak-jingkrak dibuat kaget dengan adanya seseorang yang ikut nimbrung dengan mereka.Seketika membuat ketiga sahabat itu terdiam.
"Siapa Mel?"tanya Raina.Raina bukan orang yang nudah akrab dengan orang lain.Apalagi laki-laki.
Amel memutar mata malas "Sepupu gue.."sahut malas Amel.
Raina membulatkan bibirnya.
"Lanjut"ucap Raina keras dengan menyetel kembali lagu bergendre hardcore yang lain.
Keempat manusia itu menikmati waktu bersama dengan jingkrak-jingkrak mengikuti alunan lagu.Dalam hati Raina berharap ini bisa membuat sahabatnya melupakan luka yang ditorehkan oleh abangnya.
"Hah..huh...hah...huh...hah" Suara deru nafas terengah-engah menandakan bahwa keempat manusia itu kelelehan.
"Asli capek"ucap Niko merebahkan diri dilantai keramik yang dingin.
"Haha… Tapi enak kan"sahut Raina yang merebahkan diri tak jauh dari Niko.Bahkan ia menarik lengan Niko untuk dijadikan sandaran kepalanya.
Raina menepuk lengannya agar Amel melakukan hal yang sama,tanpa pikir panjang Amel mengikuti kedua sahabatnya.
"Aku seneng,kalian datang disaat yang tepat.. Makasih selalu ada buat aku"ucap Amel sungguh-sungguh,karna sebenarnya ia pun tak sanggup jauh dari kedua sahabatnya ini.Tapi demi menghilangkan rasa sakitnya ia mencoba menjauh.Dari ketiga sahabat itu memang Amel yang hatinya paling rapuh,Amel mudah sekali sedih dan sakit hati.
"Makanya jangan sok-sokan ngilang" semprot Raina.
"Hahhaa… kan ngikutin jejak lu"sahut Amel sambil tertawa.
"Eh.. yang itu mah karna lu berdua salah paham.. gue mah kaga ngilang"ucap Raina tak trima.
Ckrek
Tiba-tiba bunyi kamera memoto ketiga sahabat yang tengah berbaring itu.Mereka melupakan seseorang yang dari tadi ikut bersama mereka.
"Sean,kenapa kamu masih disini?"tanya Amel memicingkan matanya. "Jangan bilang kamu mau curhat lagi?"tebak Amel.
"Tidak… Aku kesini karna tadi bibi Sandra bilang sahabatmu datang dan aku ingin mengenal mereka juga."sahut sepupu Amel yang bernama Sean itu dengan senyum mengembang "Ternyata kita satu frekuensi"lanjutnya dengan tertawa.
"Maksut kamu?"
"Aku juga suka lagu-lagu bergendre hardcore yang kalian dengarkan.. Boleh aku gabung?"sahut Sean.
Astaga manusia seperti Raina tambah satu lagi,pasti akan memusingkan.Tabiat Sean yang slengekan dan terus mengganggu membuat Amel sakit kepala.Ia tak ingin pulang ke Negaranya dengan keadaan gila.
"Kalo itu,Raina yang paling suka.. Aku dan Niko hanya mengikutinya"sahut Amel."Sebaiknya kamu pulang dan belajar"ucap Amel lagi.
"Tidak.. aku akan disini"sahutnya menolak.
"Terserah"Amel malas berdebat.
Raina dan Niko hanya diam mendengarkan kedua saudara itu mengobrol tanpa tau apa yang dibicarakan.
"Boleh aku berkenalan dengan kedua sahabatmu?"tanyanya pada Amel.
"Mereka berdua tak bisa bahasa Prancis Sean"
"Aku bisa menggunakan bahasa inggris,kalo mereka bisa"ucap Sean tak pantang menyerah.
"Ya… silahkan saja"sahut Amel dan berdiri untuk mengambilkan minum.
Hening
Rain dan Niko tampak asik memainkan ponsel mereka dengan duduk bersila dilantai.Tanpa memperdulikan Sean yang duduk tak jauh dari mereka.
"Hay.. bolehkah aku berkenalan dengan kalian?"tanya Sean menggunakan bahasa Inggris.
Niko dan Raina mendongak lalu saling pandang.
"Kenapa tidak"sahut Rain lalu mengulurkan tangan. "Kenalkan namaku Raina sahabat Amel"lanjut Raina mengenalkan dirinya.Sean menyambutnya dengan senang hati.Untung ia bisa bahasa orang bule,jadi ia bisa menyahuti ucapan Sean.
"Aku Jovan Sean Verino panggil saja Sean"ucapnya dengan bangga.
Beralih pada Niko dan mengenalkan dirinya dengan nada bangga seperti tadi.
"Kalian sudah lama bersahabat?" Tanya Sean pada keduanya.
"Ya,,aku dan Amel sudah bersahabat sejak sekolah dasar",sahut Raina.
"Kalau aku bersahabat dengan mereka sejak awal masuk sekolah menengah pertama" timpal Niko.
Sean mengangguk mengerti dengan senyum yang tak pudar dari bibirnya.
"Kau kuliah dimana Sean?"tanya Rain.Karna dilihat dari postur badannya ia terlihat seperti mahasiswa,apalagi style pakaiannya meskipun wajahnya masih imut-imut.
"Adek gue masih SMA nyet.. Lu kira dia seumuran kita"timpal Amel yang membawa cemilan dan minuman di nampan.
"Seriusan lu,badan kekar tapi muka unyu-unyu ini masih SMA? Kelas berapa?"tanya Rain tak percaya.
"Baru juga kelas 1"sahut Amel meletakkan nampan dilantai dan langsung diraih oleh Niko karna kehausan.
Raina tertawa,ternyata lelaki dihadapannya ini bocah.Hampir saja dia khilaf.
Sedangkan sosok yang dibicarakan hanya tersenyum tanpa tau apa yang Amel dan Raina bicarakan.Sean mencoba meakrabkan diri dengan Raina dan Niko,bahkan Sean berjanji nanti malam akan mengajak Rain serta Niko ke tempat-tempat yang menyenangkan.
Kalo kata Amel mah sepupunya ini sedang Caper (cari perhatian).
🌸
🌸
🌸
Kepulangannya dari acara pernikahan Arman,Cecek benar-benar dibuat lelah.Lelah tenaga,lelah hati.Kekasihnya ini benar-benar keterlaluan,bahkan sampai sekarang dia tak menghubungi dirinya.
Ia membuka story whatsapp dan ternyata kekasihnya meupdate status,menulis kata rindu disana.
"Cih… kalo rindu kenapa gak ada kabar coba"gerutunya.
Ia langsung mendial kontak kekasihnya,tapi nihil nomer kekasihnya tak dapat dihubungi.
"Maunya apa sih"teriaknya marah.Benar-benar menguji kesabarannya.
Tiba-tiba ponselnya bergetar,dengan cepat Cecek meambil ponselnya.Tertera mama sang kekasih menghubunginya.
"Hallo"
"Waalaikumsalam" sindir emak.
"Eh.. Assalamualaikum mak" ucap Rayyan nyengir meskipun tak dapay dilihat emak.
"Hehe.. iya maaf Ray lupa.Ada apa mak tumben telfon Ray?"
"Kamu sibuk gak? Ke rumah emak bisa.. Disini lagi ada acara selamatan kecil-kecilan buat kehamilan mbak Ines,Rain lagi gak ada dirumah seenggaknya kamu dateng biar rame"ucap Emak.
"Ray usahakan mak.. Memang jam berapa?"
"Jam 3"
Rayyan melihat arlojinya "iya mak,nanti Ray kesana"
"Yaudah kalo gitu.. emak matikan dulu ya.Assalamulaikum"
"Waalaikumsalam"
Panggilan pun berakhir.Ia beruntung karna memiliki kekasih yang keluarga juga welcome dengan dirinya.Meskipun sempat susah mendapatkan restu dari kakak tertua kekasihnya tapi Ray sekarang bahagia karna keluarga kekasihnya akrab bahkan sudah meanggap Ray seperti keluarga sendiri.
🌸
🌸
🌸
Sampai akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 3 sore,Rayyan sudah berada di depan Pintu kediaman Syahreza.
Terlihat beberapa keluarga Raina datang,ia pun meraih parsel yang sengaja ia beli untuk memberikan pada ibu hamil dan calon mertuanya.Calon mertua,memikirkannya saja membuat ia geli sendiri.
Ia mengirimkan pesan pada kekasihnya,meski tak di balas Ray tetap mengirimkan Raina pesan.Mengatakan bahwa Ray berada di rumah kekasihnya.
Rayyan masuk dengan mengucapkan salam dan disambut hangat oleh Emak serta mbak Ines.Rayyan digiring masuk oleh emak agar emak bisa memamerkan Rayyan si tampan ini pada seluruh keluarga bahwa lelaki ini bakal calon menantunya.Seperti wanita yang dibawa Edo tadi.
Degh!
Pandangan Rayyan langsung menangkap sosok wanita yang begitu ia benci.Siapa lagi kalau bukan Marinca,gadis itu tengah bercengkrama dengan Edo.
Ah.. kenapa ada wanita itu saat kekasihnya tak bersamanya.Rayyan menggeram kesal.
"Siapa ini mbak?"tanya Adik Emak.
"Bakal calon mantu buat bungsu"sahut emak bangga menggandeng Rayyan.
"MasyaAllah,ponakanku seng ndak tau adus calonne kok ganteng eram… Pas nembak mripate ndak burem kan ngejak Raina pacaran"ucap tante Dian dengan logat khas jawa Timur.
(MasyaAllah,ponakanku yang gak pernah mandi calonnya tampan sekali.. Waktu nembak matanya gak kabur kan ngajak Raina pacaran)
Emak hanya tersenyum,karna memang putrinya satu itu orang paling unik dari semua keluarga.Rain memang paling jorok jarang sekali mandi dan doyan tidur.Meskipun begitu Rayyan sudah cinta mati pada Rain.Aneh memang.
Dengan sopan Rayyan memperkenalkan diri pada seluruh keluarga Raina.
"Mak,Ray izin mau ke toilet bentar"izin Ray pada Emak.
"Pake kamar mandi Rain di atas aja… dibawah kalo ada yang ngisi"sahut Emak mempersilahkan.
Rayyan pun mengangguk,ia yang sudah tau letak kamar langsung saja menuju ruangan yang dituju.
Cklek
Saat membuka pintu kamar milik kekasihnya,aroma vanilla yang sering dipakai kekasihnya menerpa hidung mancungnya.
"Aku rindu kamu dear"gumamnya dan masuk kedalam kamar.
Matanya menelisik,melihat dekorasi kamar yang tak ada satupun accessories wanita disana.Bahkan di meja rias hanya sedikit perlengkapan make up,selebihnya hanya kaset-kaset music rock yang bertebaran diatasnya.
Lalu matanya menelisik lagi dan mendapati photo Raina,terlihat sangat cantik dengan dress bunga-bunga berwarna putih.
"Cantik",gumam Rayyan mengelus photo yang tergeletak di nakas itu.
Setelah menyelesaikan buang hajatnya,Rayyan keluar dari kamar mandi sambil membenarkan gulungan lengan kemejanya.
Degh!
Ia melihat kembali wanita yang menyakitinya tengah duduk ditepi ranjang dengan mata memandang dirinya.Rayyan mencoba tak memperdulikan dan ingin segera keluar dari kamar kekasihnya.
Greb
"Ray.. maafin aku"ucap wanita itu saat memeluk tubuhnya dari belakang.
Rayyan mengepalkan tangannya,ia mencoba meredam emosinya agar tak menghajar wanita dibelakangnya ini.
"Lepasin tangan menjijikkan ini dari tubuhku"sahut dingin Rayyan tanpa memalingkan badannya. Sekuat tenaga Rayyan memberanikan diri.
"Gak..Gak… aku minta maaf sama kamu Ray,maaf sudah nyakitin kamu..maaf"ucap wanita itu mulai menangis.
Ray meraih pergelangan tangan Marinca dan dicengkramnya kuat,lalu ia berbalik dan menatap tajam wanita yang meringis kesakitan dihadapannya.
"Sa..sa..kit Ray"ucap Marinca terbata.
"Sakit?? Gimana kalo tangan ini aku potong sekalian"desis Rayyan dengan mata tertutup kabut amarah. "Lebih sakit mana ini atau terjun dari lantai ini"lanjutnya menunjuk balkon kamar Raina.
Marinca menggeleng pelan dengan air matanya yang semakin mengalir karna rasa cengkraman kuat Rayyan.
"Maaf...maaf"ucap Marinca berulang-ulang.
"Apa dengan kata maafmu,kamu bisa mengembalikan bundaku kembali… Jawab!!!!"ucap marah Rayyan dengan menekan akhir kalimatnya.
Marinca terisak.
"Kalau bukan karna ulah biadabmu dan tuan Arjuna.. Bundaku takkan mati konyol karna sakit hati."ucapnya lagi "Busuklah dikubangan penyesalan,aku takkan memaafkan semua perlakuan busukmu dulu"ucap tajamnya lagi.
Ia menyentak tangan Marinca sampai wanita itu jatuh tersungkur.
"Aku sudah cukup berbaik hati membiarkanmu hidup.. Tapi sekali kau membuat masalah padaku atau kekasihku.. Ku pastikan kematian menghampirimu saat itu juga"ucap Rayyan lagi sebelum ia meninggalkan kamar kekasihnya.
Marinca terduduk dengan menangis,menahan sakit karna cengkraman Rayyan serta sakit karna ucapan tajam Rayyan.
"Aku takkan membiarkanmu pergi begitu saja Ray"gumamnya dengan mengepalkan tangan.
...💜💜💜💜...
...Si Putri tokek mulai bertingkah dan tak tau malu ya bund.....
...Berharap aja cepet ketahuan belangnya.....
...Btw Omte bisa juga ya tegas.. Omegat klo lagi tegas gitu kan emejing,kelihatan machonya gitulhoo 😍...
...Jadi makin sayang sama Omte 🥰😍...
...💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜...
...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...
...Jangan jadi readers bayangan ya,paling gak kasih jempolnya aku udah seneng kok 😘...
...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...