You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Undefeated



Sesampainya di mansion milik sang papa,Amel langsung di sambut oleh mama dan beberapa keluarga yang sengaja bertamu di Mansion mereka. 


"Sayang.. sini dulu"panggil sang mama.Mau tak mau Amel menghampiri mama dan yang lainnya. 


"Hay bibi,hay Brandon dan Hay Kei" sapa Amel pada bibi serta kedua anak kembar yang berumur 10 tahun itu.


"Hay gadis manis… Kenapa sangat sulit menemuimu,bibi rindu" sahut Natalie yang tak lain adik dari mamanya. 


"Maaf bi,aku sedang menikmati hari-hariku di Paris dengan menikmati keindahan kota ini.. Bibi tau kan aku sangat jarang diajak mama pergi kesini,karna bibi sendiri tau.Mama dan papa masih meanggap jika mereka pergi meurus kerjaan sekaligus honeymoon"ucap Amel dan disambut senyum oleh sang bibi tapi tidak dengan mamanya yang mendengus kesal karna sindiran anaknya. 


"Ya memang benar kamu Mel,dimanapun dan kapanpun mama dan papamu selalu membuat bibi iri karna tak perlu membawa anak jika kemana-mana.Tak seperti bibi yang harus membawa dua bocah ini kemanapun."sahut bibi Natalie melirik kedua putra putrinya yang sibuk dengan gadget mereka.


Amel tersenyum kembali "Kalau begitu Amel pamit ke Kamar.. Amel ingin istirahat"pamit Amel pada kedua wanita itu.


"Sayang,kamu yak menunggu Sean.. Sebentar lagi dia datang" 


"Oh..jangan lagi mam,aku capek jika mendengar keluhannya lagi tentang semua gebetannya.Please..aku ingin istirahat" 


Mama Sandra terkekeh "Baiklah.. nanti mama akan kasih tau Sean"sahut lembut mamanya membiarkan putrinya masuk ke dalam Kamar. 


🌸


🌸


Sudah berapa lama Amel tertidur,ia bangun dengan sakit kepala yang menghantam kepalanya.Dengan mata terpejam ingin beralih badan,tapi tak bisa.Apa ini.. Ia merasa ada benda yang tengah melilit pinggangnya.


"Jangan bilang ada hantu pelukin aku nih"parno Amel.Karna dulu saat kecil pernah memiliki kenangan pait bersama makhluk astral.


Amel mulai meraba-raba ke bawah. 


Degh! 


Ini tangan seseorang pikir Amel.Semakin takut saja Amel dibuatnya. 


Dengan mulut komat kamit membaca semua doa yang ia bisa,Amel perlahan membuka matanya.Dan wajah takut yang sebelumnya ia rasa sekarang berubah menjadi lega. 


Sahabat bengeknya..siapa lagi jika bukan Raina tersangkanya.Raina tengah memeluk Amel posesif dan ia meedarkan pandangannya lagi menemukan sosok Niko yang tengah terlelap di atas sofa. 


Amel tersenyum "Kapan mereka sampainya"batin Amel.


"Heh… si gebleg...bangun woy"ucap Amel nyaring.Tapi seperti biasa,sahabatnya ini tuli jika sedang tidur.


Niko yang terlelap di Sofa langsung bangun mendengar suara nyaring Amel. 


"Udah bangun lu Mel"ucap Niko sambil menyugar rambutnya. 


"He'em.. ni si gebleg napa peluk gue kayak gini banget dah Nik.. alihin dong"Amel minta tolong pada Niko.


"Siapa suruh lu bikin anak singa panik.. ya gitu dah,terima aja sampai anak emak bangun sendiri"sahut enteng Niko.


"Lah..lah.. Niko.. ih.. bantuin gue elah.." rengek Amel.


Niko yang tak tega pun langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Amel yang tengah berbaring dengan badan dipeluk posesif oleh Raina.


Niko mencoba melepaskan tangan Rain dari Amel,tapi entah kenapa Raina malah meeratkan tangannya menolak tarikan Niko. 


"Pengen gue tabok beneran ni anak kalo tidur bener-bener dah bikin emosi"gerutu Niko yang kesusahan.


"Rain… bangun Raina.."teriak Amel terus. 


Hening tak ada reaksi dari Raina.


Kembali Amel berteriak memanggil namanya dan akhirnya berhasil.


"Eeerrrgggg…."suara geraman Raina menandakan empunya tubuh akan bangun. 


"Rain bangun..berat ini tangan kamu"ucap Amel.Raina mengucek matanya,melihat wajah sahabatnya yang benar ada dihadapannya.Ini bukan halusinasi tapi nyata. 


Plak 


Raina menabok lengan Amel meutarakan kekesalannya pada sang sahabat.


"Heh,princess Elsa.. lu kalo ngilang ajak-ajak napa..Pergi ke Paris gak ngajak-ngajak,ponsel susah dihubungi..Heran gue,masih anggep gue sahabat lu apa gak sih sebenernya"semprot marah Raina. 


Amel nyengir dengan menggosok lengannya yang panas karna jujur tabokan sahabatnya ini memang sangat panas.Sakit.


"Ya maaf.. ponsel gue jatuh,rusak...makanya gue gak bisa hubungin kalian"sahut Amel tanpa berbohong karna memang seperti itu yang terjadi.


"Heh,princess Elsa yang kekayaannya melimpah sampai tujuh turunan plus tanjakan..Papa lu bangkrut? Debit dan Kredit card lu disita? Kenapa kayak orang susah sih.. Kenapa gak beli lagi.. heran,rumah segede lapangan golf kaga mampu beli hp.Habis ini gue beliin 5 pcs hp apel kroak keluaran terbaru"sungutnya lagi tak trima jawaban sang sahabat.


Niko yang masih mengantuk hanya merebahkan dirinya di samping kedua gadis yang tengah berdebat itu.


"Bodo amat lah… yang penting gue tidur dulu"batin Niko.


Perjalanan dari Indonesia ke Paris bukan waktu yang cepat,perlu 16jam 15menit waktu yang mereka gunakan dengan pesawat agar sampai di negara tempat sahabatnya berada.Dan sekarang Niko masih merasakan jetlag.


🌸


🌸


Raina duduk bersila didepan Amel,ia ingin tau apa yang sebenarnya terjadi malam itu.Karna memang benar setelah malam itu,keesokan harinya Amel tak masuk kuliah dan baru ia tahu setelah hampir 3 bulan tidak masuk bahwa Amel cuti untuk ikut bersama kedua orang tuanya ke LN.


Bukannya Raina tak setia kawan,tak langsung mencari Amel saat itu juga.Karna ia juga tau profesi Amel yang sebagai model memang biasanya ia melakukan pemotretan di luar negara.Yang membuat ia gelisah,gundah gulana hanya karna ponsel Amel yang tak pernah bisa dihubungi dan sikap abangnya jika membahas tentang Amel seakan ingin mengalihkan pembicaraan membuat jiwa kepo Raina meronta ingin penjelasan.


"Sekarang cerita ke gue.. sebenernya apa yang terjadi sama lu?"tanya Raina serius "Apa ini ada hubungannya sama abang gue?"lanjutnya bertanya dengan menatap intens Amel. 


Amel menghembuskan nafas kasar.


...Flashback On...


Malam itu setelah acara double date dadakan,Edo memutuskan untuk meantar Amel pulang.Ia berjalan beriringan dengan Amel menuju parkiran Cafe.Bahkan Edo kembali bersikap romantis dengan membukakan pintu untuk Amel masuk ke dalam mobil. 


"Mel,boleh abang bicara sesuatu ke kamu? Tapi abang harap kamu jangan marah sama abang"ucap Edo.Terlihat wajah gugup Edo dihadapan Amel. 


Amel mengangguk,ia tak kalah gugupnya dengan Edo.Bahkan Amel sampai meremat celana jeansnya saking gugupnya.


"Abang suka sama kamu"ucap Edo. 


Degh! 


Amel mendongak dan ternyata mata mereka berdua bertubrukan dan saling mengunci.Tangan Edo mencoba meraih jemari Amel untuk ia genggam. 


"Abang cinta sama kamu Mel"ungkap Edo dengan serius. 


"Bang.. Amel…" belum selesai Amel menjawab,Edo langsung merengkuh badannya.Membawanya dalam dekapannya.


"Aku gak tau dari kapan.. Tapi abang benar-benar cinta sama kamu Mel.. Kamu mau kan jadi kekasih abang?"tanya Edo tepat disamping telinga Amel. 


Dengan debaran jantung yang semakin menggila,Amel dengan antusias menganggukkan kepalanya.


"Amel juga cinta sama Abang"sahut Amel. 


Pernyataan cinta Edo malam itu didepan Cafe Selepas Hujan benar-benar membuat Amelia bahagia.Edo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang,bahkan tangan sebelah tangannya terus tertaut di jemari Amel dan sangat enggan untuk ia lepas.


Kkrriinnngg…. Kkkrriinngg…. 


Ponsel Edo yang berada di Saku terus berbunyi,membuat Edo kesal sendiri.Dengan cepat ia menepikan mobilnya untuk melihat siapa penelfon yang mengganggu acara romantisnya.


Tertera nama Putri di Layar,dengan cepat Edo meangkat telfon itu.Tak mungkin Putri menelfon sesering ini jika tak ada sesuatu yang mendesak. 


"Halo Put" 


"Hiks.. hiks.. Kak,bisa jemput Putri di resto xxx" 


"Stop kamu jangan nangis.. kebetulan aku gak jauh dari lokasi kamu.. Sebentar lagi aku kesana"ucap Edo dengan nada khawatir.Semua itu tak lepas dari pengawasan Amel. 


Setelah telfon dimatikan,terlihat Edo langsung menggas laju mobilnya agar bisa cepat sampai ke Lokasi Putri saat ini. 


"Siapa bang.. kok abang panik gini" 


"Putri Mel.. Putri tadi nangis,aku takut ada yang gak beres sama dia"sahut panik Edo. 


Amel mencoba menenangkan Edo dengan mengelus lengan Edo,membuat Edo menoleh dan mengecup jemari Amel.


"Makasih sayang.. udah nenangin aku"ucap Edo dengan senyum penuh cintanya. 


🌸


🌸


Terlihat wanita dengan dress berbahan satin tanpa lengan berwarna maroon itu berdiri didepan Restoran mewah dengan tertunduk. 


Amel yang terus melihat interaksi keduanya menggeram kesal,perasaan cemburu menyelimutinya.Bahkan dengan seenak jidat tanpa memikirkan perasaan Amel,Edo malah mengecup puncak kepala Putri dengan sayang. 


Perlahan Amel membuka pintu mobil untuk menghampiri keduanya.Tapi sayup-sayup ia mendengar percakapan Edo dengan Putri. 


"Kakak janji,Kakak gak akan pergi atau ninggalin Putri.Kakak akan selalu ada buat Putri."ucap Putri disela tangisnya.


"Iya kakak janji.. Kakak bakal terus sama kamu"sahut lembut Edo mendekap Putri. 


Degh!


Hati Amel terasa diremas.Seakan ribuan jarum menghujam jantungnya.Ah.. kenapa sakit sekali. 


"Bang"panggil Amel dengan memaksakan senyumnya.


Seakan tersadar,Edo melepaskan pelukan Putri.Menatap manik mata Amel yang memancarkan kesedihan dan kekecewaan disana. 


"Sayang"panggil Edo. 


Ganti Putri menatap Edo dengan kesedihan disana Edo ingin menghampiri Amel tapi tangan Putri mencekal Edo. 


Amel hanya bisa mengangguk sambil tersenyum. 


Merasa Amel mengerti dengan masalah Putri,Edo pun menuntun Putri untuk masuk ke dalam mobilnya.Kembali Putri membuat Amel menggeram kesal,dengan seenaknya ia duduk di kursi depan dan menyuruh Amel duduk di kursi belakang. 


Tanpa membela Amel,Edo seakan membiarkan Putri dengan semua tingkahnya.Akhirnya mobil milik Edo melenggang menembus jalanan malam ibukota untuk meantar kedua wanita itu pulang. 


Sesekali Edo melirik ke spion untuk melihat kekasihnya yang duduk sendiri di belakang.Amel hanya menatap lurus luar jendela.


Sesampainya di lobby Apartemen Putri,Edo meantar Putri masuk.Semua terlihat jelas di mata Amel,ia tak tahan.Entah kenapa seakan ada benda besar tercekat ditenggorokannya.


Apalagi kembali ia melihat adegan romantis yang ditayangkan live oleh Edo dan Putri.Putri memeluk Edo,mengalungkan tangannya pada leher Edo dan tiba-tiba mencium bibir Edo. 


Amel langsung memalingkan matanya,tak ingin melihat lebih dalam lagi adegan tak senonoh itu.Dengan cepat ia turun dari mobil tanpa disadari Edo dan memilih pergi dengan taxi yang kebetulan lewat didepannya.Bahkan Amel mengabaikan ponselnya yang jatuh dan membuat LCD ponselnya pecah.


Amel menangis didalam taxi,merutuki kisah asmaranya yang sangat memilukan.Memendam rasa bertahun-tahun,saat semua menjadi nyata ternyata hanya bertahan beberapa menit.Hanya beberapa menit Amel bisa merasakan kebahagiaan karna cintanya terbalas,tapi beberapa menit setelahnya hanya luka yang digores sangat dalam didalam hatinya. 


...Flashback Off ...


"Sialan… ******.. brengs*k.. laki kardus.. cowok modus.. kadal buntung...gila… aaarrrgg…,napa gue harus punya abang kayak bang Edo sih"umpat Raina terus-terusan saat mendengar cerita dari Amel.


Amel kembali menangis,bayangan lelaki yang ia cintai kembali hadir.Suara,perhatiannya,genggaman tangannya bahkan Amel masih mengingat semua. 


Raina hanya mampu merengkuh tubuh kecil Amel sahabatnya dan mulutnya komat kamit terus mengumpat pada abangnya yang dianggap bodoh. 


Niko bangun saat mendengar tangisan Amel yang semakin menjadi. 


"Kenapa dia Rain?"tanya Niko pada Raina. 


"Noh.. panutan lu bikin Amel nangis"sahut sinis Raina.


"Bang Edo.?"


"Gue tanya,selain bang Edo emang ada panutan lu yang dicintai Amel"sahut Raina penuh emosi


"Iya kaga ada.. gak usah ngegas juga kali" 


"Kesel gue.. berani banget bikin sahabat gue nangis kayak gini..Biarpun dia abang gue,tapi sumpah gue gedeg banget pengen tonjok tu muka kadal buntung..Gak tau aja bejadnya si Putri,gue bakal bikin dia nyesel seumur hidup udah bikin lu patah hati kayak gini.. "makinya yang ditunjukan pada sang abang.


"Emang Putri kenapa?"tanya Niko dan membuat Amel ikut menatap Raina. 


"Kalian kalo tau pasti bakalan syok.. mending gak usah tau deh"sahut Rain. "Udah jangan nangis lagi buat cowok brengs*k kayak bang Edo… Lu cantik,pinter,baik.. gue yakin bakal banyak cowok yang ngejar-ngejar lu,cinta tulus ke lu" lanjutnya menyeka air mata sahabatnya yang terus mengalir menangisi abangnya.


"Eh.. yang lu bilang brengs*k abang lu sendiri pe'a" tonyor Niko pada Raina. 


"Fakta itu mah.. kesel gue sama dia sumpah" ucapnya bersungut-sungut."Dicekokin apa dah sama Putri sampai otak abang gue gak jalan"lanjutnya masih dengan memaki.


Tak taukah Raina,jika di belahan dunia sebelah sana Edo terus tergigit lidahnya saat berbicara. 


"Siapa yang lagi ngomongin gue"batin Edo. 


🌸


🌸


🌸


Setelah selesai acara menangis tadi,Amel duduk menyandarkan badannya pada ranjang.Sedangkan Raina,gadis itu tengah mandi.Kalau tanya dimana Niko,lelaki itu tengah berkutat dengan tugas kuliah di sofa panjang dalam Kamar. 


Cklek


Saat pintu kamar mandi terbuka,suara nyaring dengan musik keras itu menggema membuat kedua sahabatnya itu menoleh ke arah Raina. 


Gadis itu tengah manggut-manggut dengan rambut setengah basah.Menyanyi lagu yang tak Amel dan Niko mengerti karna suara scream milik Raina keluar. 


Raina loncat ke atas Ranjang dan seolah tengah konser,ia menyanyikan reffren lagu itu.Burgerkill - Undefeated.


...I was born, with a fire in my head, Burnin’ in my head!  ...


...(aku terlahir, dengan nyala di kepalaku, membakar di kepalaku)...


...Show your guts, And fight like a man should be!  ...


...(tunjukkan nyalimu, dan bertarunglah seperti seorang pria)...


...Don’t you dare?, No!, No, you’ve got no balls!  ...


...(beranikah kau? Tidak! Tidak, kau tak punya nyali!)...


...Ugh.....


...Don’t tell me, that i f**kin’ owe you  ...


...(Jangan bilang, jika aku berhutang padamu)...


...I won’t give in, from the truth and pain  ...


...(Aku tidak akan menyerah, dari kebenaran dan rasa sakit)...


...there’s something wrong with you, I’m done with you  ...


...(ada sesuatu yang salah denganmu, aku sudah selesai denganmu)...


...Speak the words, but it’s sounds too weak  ...


...(ucapkan kata-kata, tapi itu terdengar terlalu lemah)...


...Things you weep, pretending just like that you are neat...


...(seakan menangis, kau atur hanya berpura-pura seperti itu)...


...Now i see.. Now i see, lies  ...


...(sekarang aku melihat, sekarang aku tahu, kebohongan)...


...I will choke you in the throat!  ...


...(aku akan membuat tenggorokanmu tersedak)...


Lagu bergendre hardcore dengan elemen punk serta rock benar-benar menyerang,memaksa pendengar untuk mengikuti sampai akhir.


Raina sampai menarik tangan Amel agar mengikuti dirinya yang tengah jingkrak-jingkrak di atas ranjang dengan lagu keras itu.Raina terus bernyanyi dengan mengepalkan tangannya mengikuti semua lirik lagu dengan suara screamnya. 


Amel tertawa,tak ayal ia mengikuti tingkah sahabatnya.Tak beda jauh dari Amel,Niko pun langsung berlari keatas Ranjang juga mengikuti kedua sahabatnya yang tengah larut dengan lagu hardcore itu. 


Tanpa sadar kegiatan mereka itu disaksikan seseorang pemuda yang berdiri di pintu kamar Amel dan merekam kejadian itu di ponsel miliknya. 


"Ketemu yang sefrekuensi"gumamnya dengan bibir yang menyunggingkan senyum tampannya. 


...💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜...


...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...


...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...