
Cecek masih meamati penjahat kecil yang terus bergurau dengan teman-temannya,tapi tiba-tiba saja penjahat kecil itu berdiri dan meedarkan pandangannya.Dengan cepat Cecek menunduk ke bawah meja berharap penjahat kecil itu tidak melihat.
Ia bisa bernafas lega karna kaki penjahat kecilnya tak berjalan kearahnya tapi sebaliknya.
"Mau kemana dia?" Gumam Cecek.
Terdengar music yang berada di dalam Cafe mati,berubah dengan suara petikan gitar yang tengah mengalun indah.
"Buat seseorang yang spesial,calon imam gue yang masih jauh buat gue gapai"sepatah kata dari Raina dengan senyum teduhnya.
Deg
Dada Cecek bergemuruh hebat,kerja jantungnya lebih cepat dari biasanya,sampai-sampai Cecek harus meremat dadanya takut jika suara jantungnya yang bertalu-talu itu terdengar oleh orang lain.
Sorakan serta tepuk tangan terdengar dari teman-teman Raina.Amel juga langsung melakukan live Instagram saat Raina mulai menyanyi.Kapan lagi melihat Raina gadis tomboy kesayangannya ini bernyanyi lagu yang bisa ia pahami pikir Amel.
... Teruntukmu jantungku ...
... Ingin'ku bersuara ...
... Merangkai semua tanya ...
... Imaji yang terlintas...
... Berjalan pada satu ...
... Tanya slalu menggangguku ...
... Seseorang ...
... Itukah dirimu,kasih? ...
Bait pertama Rain nyanyikan membuat teman-temannya melongo,bahkan kedua sahabatnya tak menyangka jika Raina yang biasanya menyanyi lagu-lagu gendre hardcore sekarang tengah menyanyi lagu pop dan ini lagu cinta?? Belajar dari kapan cinta-cintaan pikir keduanya.
Raina,gadis itu menyanyi dengan penuh penghayatan.Senyumnya tak pernah luntur mengeluarkan setiap kata dari bibirnya.Tristan bahkan terpesona berkali-kali dengan senyumannya tanpa ia tau.
Bahkan Cecek yang menunduk dibawah meja langsung meangkat kepalanya mendengar suara Raina dan tiap kata yang Raina nyanyikan ia simak dengan jelas.
Lagu Ost.AADC berjudul Tentang Seseorang yang sedang Raina nyanyikan.
...Kepada yang tercinta ...
...Ingin'ku mengeluh ...
...Semua resah didiri ...
...Mencari jawab pasti ...
...Akankah seseorang ...
...Yang kuimpikan' kan hadir ...
...Raut halus menyelimuti jantungku...
...Cinta hanyalah cinta ...
...Hidup dan mati untukmu ...
...Mungkinkah semua tanya ...
...Kau yang jawab? ...
...Dan tentang seseorang ...
...Itu pula dirimu ...
...'Ku bersumpah akan mencinta ...
...O-o-o ...
Sampai terakhir nyanyian Raina membuat seakan Cecek kekurangan oksigennya,kenapa harus seperti ini rasanya pikir Cecek.
"Gak..gak... Seharusnya gue gak disini,gue harus pergi.."batin Cecek.
Ia meletakkan selembar uang di meja lalu dengan langkah seribu berlari keluar Cafe dan masuk kedalam mobilnya.
"Huh...hah....huh....hah....."ia terengah-engah sambil memegang dada kirinya,ia sandarkan badannya pada kursi kemudi dan sekarang bibirnya tengah terangkat.Ia tak kuasa untuk menahan senyumnya,sungguh ia terpikat dengan pesona gadis tomboy yang mengganggunya malam itu dan membuat pikirannya kacau.
Kaki nya menghentak-hentak didalam mobil dengan menangkup kedua pipinya,Cecek benar-benar dibuat jatuh cinta.
"Kecil... Apa kamu beneran mau nerima aku apa adanya"monolognya. Lalu kembali menghentakkan kakinya "aaahhh... Kenapa kayak gini sih rasanya... "Lanjutnya dengan senyum yang terus mengembang.
Tubuhnya menggeliat sambil terus tersenyum.Omte jatuh cinta 😁.
Sedangkan Raina gadis yang tengah menyanyikan bait terakhir lagu itu dibuat gelisah karena melihat siluet seseorang yang ia sepertinya kenal. Matanya kesana kemari melihat barangkali orang itu masih di Cafe ini.Apa benar itu dia? Pikir Raina.
"Rain lu mau kemana?"teriak Amel melihat Raina yang langsung berlari keluar.
"Bentar.. gue keluar bentar"sahut Raina yang juga berteriak membuat beberapa pengunjung Cafe melihat kearahnya.
Ia berdiri diparkiran Cafe,meedarkan matanya tapi nihil seseorang yang ada di pikirannya tak ada disini.
"Apa gue terlalu mikirin dia ya,sampe mikir kalo kita bakal ketemu lagi.Huh..."gumam Raina lalu kembali masuk ke Cafe.
🌸
🌸
🌸
Raina masuk kembali kedalam Cafe,dengan mata yang masih kesana kemari.
"Ngapain sih tadi lu Rain?"tanya Amel.
"Ngejar kang somay"sahut asal Raina.
"Elah.. ni makanan segini banyaknya masih kurang Rain"timpal Niko yang meanggap ucapan Raina itu serius. Raina hanya nyengir.
"Suara lu bagus juga ya Rain"ucap Tristan.
"Iya dong.. anak emak suaranya harus bagus" sahut Rain.
"Tanggal berapa acara wisuda kalian?"tanya Tristan lagi.
Raina menggeleng sambil menggigit burger ditangannya "tanggal 28 Tan, lu jangan tanya ke Raina..Dia mana mikirin acara-acara begituan"sahut Amel. Niko mengangguk setuju.
"Eh,berarti ntar kita bakal di make up in dong??"tiba-tiba saja Raina bertanya dengan mulut yang masih mengunyah burger.
"Ya iyalah... Eh Rain,jangan lu pikir mau kabur ya ntar"curiga Amel.Ia takut kejadian waktu dipenganten mbak Ines terjadi saat wisuda nanti.
"Ya gak bakal lah... Gue mah pasrah kalo di make up in,asal MUA nya Omte mah gue pasrah"sahut Raina dengan senyumnya.
Niko dan teman-temannya yang lain mengrenyit bingung,bahkan Niko sampai sekarang belum tau ada hubungan apa Raina dengan om-om sebelah apartemennya yang Raina panggil 'Omte' .
"Dia siapa lu sih Rain?"tanya penasaran Niko.
"Calon imam gue"sahut santai Raina.
Tristan yang mendengar sahutan Raina pada Niko pun langsung meneguk saliva susah payah,rasanya ada ledakan di dadanya mendengar ucapan Raina.Pupus sudah harapannya pikir Tristan.
"Dih.. kalo dia udah punya bini begimana?? Lagian tu cowok kayak seumuran bang Edo deh.. gak ketuaan lu cari calon laki?"tanya Niko lagi.
Raina hanya tersenyum sambil menaikkan bahu "Asal lu tau Nik,tu orang belok"timpal Amel yang jengah melihat Raina begitu tergila-gila dengan lelaki yang kenyataannya tak menyukai wanita itu.
"Hah??? Maskut lu Gay??" Tanya Niko tak percaya.Teman-temam Tristan beberapa yang acuh dengan main game online.tapi tidak dengan Tristan,lelaki itu menyimak dengan baik.
"Bisa dibilang gitu.. malah gue sama Raina mergoki tu orang pelukan sama cowok.."sahut Amel lagi dengan ekspresi jijik.
"Njiirrr.. lu sekali jatuh cinta ngapa gitu sih Rain target lu.. Udah gue cariin cowok deh yang beneran,gue gak mau lu kenapa- napa ya Rain.Inget!!!"
"Dia cinta pertama gue.. ngapa lu pada sih yang repot"
"Tapi Rain,tu orang belok.. Lu seharusnya lebih ngerti kalo orang kek gitu susah sembuhnya" sahut Amel lagi.
"Mel,lu pernah gak jatuh cinta?"tanya Raina lalu pandangannya pindah pada Niko dan Tristan "Lu Nik,Tristan... Kalian pernah gak jatuh cinta???"
Amel mengangguk,Niko menggeleng dan Tristan mengangguk.
"Lu pada bisa ngatur cinta lu ke siapa?? Gak kan.. Nah itu sama kaya gue sekarang" ucap Raina.Entah kenapa ia tak bisa mengelak telah tertarik dengan seorang lelaki.Meskipun ketakutannya masih menghantui,ia takut tak ada yang mau menerimanya dengan kekurangannya.Raina sadar dia gadis kotor.
"Serius banget sih lu ngomongnya,kayak orang lagi wawancara aja.. Lagian kita masih dini kali ngomongin cinta-cintaan."sahut Niko.
"Gue sih berharapnya juga gitu... Gue berharap gue bisa ngerasain cinta sama cowok,siapapun itu" ucap sendu Raina.
Amel memeluk Raina,topik yang dari tragedi kehancuran Raina terjadi selalu mereka hindari untuk dibahas.Karena Raina sangat ketakutan dan tak percaya diri akan kekurangannya.
"Udah napa jadi sedih-sedih gini... Kita kan mau seneng-seneng karna kelulusan kita.. Gimana sih" ucap Niko mengalihkan perhatian.
"Permisi kakak...."ucap lelaki dengan pakaian rapi menghampiri mereka.
"Iya mas... Ada apa ya"sahut Niko.
"Tadi yang nyanyi sama main gitar temen kakak kan? Boleh saya ngobrol bentar"ucapnya pada Niko.
"Boleh mas... Yuk Dav" ajak Raina pada David,teman Tristan yang main mengirinya saat bernyanyi.
🌸
🌸
🌸
Mereka duduk disalah satu meja yang berada di tamam kecil Cafe.Raina duduk disebelah David.
"Gini kak,tadi saya sempat denger suara kakak,saya sebagai manager suka dan saya ada penawaran untuk kakak-kakak apa mau ngisi live music buat malam minggu di Cafe ini?"
"Yaelah mas,gue gak jago nyanyi.Tadi cuma pas aja lagunya sama suara gue nyatu"sahut enteng Raina. Tapi tiba-tiba lengannya di toel-toel oleh David.
"Apasih Dav?"
"Gue mau bicara bentar... Mas permisi bentar ya" ucap David menarik baju seragam Raina.
Mereka berdiri beberapa meja dari manager Cafe.
"Apaan sih Dav?"tanya Raina lagi.
"Rain,terima aja sih... Pas banget gue lagi butuh duit nih buat bayar kontrakan"ucap David.
Raina menaikkan sebelah alisnya.
"Lu bisa ngajak temen lu buat duet Dav"
"Ya kan tadi managernya maunya lu Rain.. please bantuin gue ya"
"Dav,emang lu perlu berapa sih?"tanya Raina pada David.
"Elah... Gue gak mau ngutang kali,kalo ada kerjaan gini kan enak..Tu duit dari hasil jerih payah gue sendiri.. Ya...ya...Rain..pleaseeee" mohon David dengan menangkup kedua telapak tangannya didepan dada.
Raina menatap teman-temannya yang ada didalam Cafe yang tengah menatapnya juga,Niko bahkan sempat melotot seakan bertanya.
"Ada apa?"
Rain hanya tersenyum sambil menggeleng.Lalu ia pun menatap David yang tengah memohon.
"Oke lah kalo gitu... " Sahut Raina yang disambut suka cita oleh David,bahkan David reflek memegang kedua tangan Raina membuat empunya menegang. Dan Tristan langsung berdiri akan menghampiri Raina dan David jika tak di cegah lebih dulu oleh Niko.
"Gue tembak lu berani pegang-pegang gue lagi"ucap garang Raina.
"Astaga... Maaf.. maaf.. gue terlalu seneng sampai reflek... Maaf Rain,beneran gue gak sengaja"ucap David tak enak hati.
"Hhmmm.."gumam Raina lalu menghampiri manager Cafe tadi.
🌸
🌸
🌸
Raina dan David kembali duduk dihadapan manager Cafe.
"Oke mas,aku sama David udah rundingin.. Kami mau"ucap Raina.
Manager Cafe itu mengembangkan senyumnya "terimakasih kakak udah mau mengisi acara disini..Live music disini akan dilakukan setiap malam minggu dari jam 7 malam sampai jam 8"sahut manager Cafe "Mari kita keruangan saya,supaya enak buat atur semuanya"lanjutnya mengajak Raina dan David ke ruangan manager Cafe.
Setengah jam berlalu akhirnya Raina dan David pun keluar dengan wajah cerah,apalagi David.Uang yang diberikan sekali manggung benar-benar cukup untuk menambahi kekurangan bayar kosnya.
"Makasih ya Rain,lu udah baik banget mau bantu gue"ucap David beriiringan mereka berjalan.
"Makasih mulu lu Dav.. heran gue"sahut Raina terkekeh.
David malah nyengir "Gak salah kalo Tristan suka sama lu"
Deg
Tubuh Raina langsung menegang.
"Rain,lu gapapa?"tanya David.
"Ehh … apa gimana"sahut Raina tergagap.
"Yaelah.. segitunya tau Tristan suka sama lu sampai bengong gitu.. hehe"ucap David "Lu juga suka ya sama Tristan.. apa jangan-jangan lagu tadi buat Tristan?"tanyanya lagi dengan senyum penuh arti.
"Eh..Ya bukan lah,ngaco aja sih lu.. Jangan bikin gosip macem-macem deh,mana ada temen suka sama temennya"ucap Raina.
David malah terkekeh.
🌸
🌸
🌸
Disela obrolan mereka saat Raina dan David kembali,Raina malah tampak terlihat diam dan sepertinya sedang berfikir membuat kedua sahabatnya harus sedikit berteriak untuk menyadarkan Raina.
"Guys… gue balik dulu ya"
"Kok lu balik sih Rain"ucap Amel.
"Emm.. ada yang mau gue kerjain bentar"sahut Raina.
"Apa yang mau lu lakuin?"tanya Niko menyelidik.
"Adalah"sahut Raina seadaanya.
"Mau gue anter Rain?"tawar Tristan.
"Eh . Eng...enggak usah repot-repot kan gue bawa motor"sahut Raina. "Yaudah gue cabut ya guys.. malam minggu ini inget..liat gue manggung"lanjutnya terkekeh dengan gaya sok kerennya.
"Gaya lu Rain"ucap Niko melihat kembali tingkah tengil Raina.
Wwlleekkk
Raina hanya menjulurkan lidah sambil berlari keluar Cafe.
"Hati-hati Rain"teriak Tristan yang melihat Raina berlari.
Tapi badan Niko menegang saat menangkap gelagat aneh dari sang sahabat saat diparkiran.
"Mel,kita balik juga yuk.. ntar sore gue ada tanding basket"
"Oke" sahut singkat Amel.
"Gue sama Amel cabut… Semua udah gue bayar kok"pamit Niko pada teman-temannya yang diikuti juga oleh Amel.
🌸
🌸
🌸
Bruk
"Kecil…. Kecil"ucap Cecek saat menangkap tubuh Raina yang terkulai lemas didalam lift.
🌸
🌸
🌸
...Hay semua......
...Selamat hari senin.,....
...Maaf baru bisa up Omte,karena 2 hari ini kerjaan di RL numpuk...
......🌸......
...Para sahabat Raina dan Kak Cecek,terus dukung kisah cinta jumpalitan mereka ya.... Tinggalin jejak kalian,kasih komen,love,like and vote kalian untuk mereka. Komen kalian berarti banget buat aku 🥰🥰...
...Dukung terus otor amatir ini ya sahabat....
...😍🤗Salam sayang dari Rain and Kak Cecek🤗😍...