You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Lamaran Dadakan-Rapuh



Jika ditanya siapa yang hobi merusak suasana sudah pasti jawabannya Rain.Gadis itu selalu membuat momen romantis gagal terjadi karna ulah ajaibnya. 


Kalau kadang pihak perempuan biasanya akan bertingkah malu-malu,tapi tidak untuk Raina gadis itu sengaja mengeluarkan boomnya agar dilepas dari pelukan sang kekasih. 


"Astaga..kekasihku ini"gumam Cecek yang mencium bau emejing tadi.Sambil mengibas-ngibaskan tangannya ia malah senyum sendiri dengan rona pipinya.


Bisa bilang Cecek gila 😅,cium bau kentut Rain aja dia bahagia 😁. 


Beberapa menit setelah Raina keluar dari kamar mandi,ia tak melihat keksihnya di Sofa yang tadi mereka duduki.Ia meedarkan pandangannya mencari kekasihnya,Nihil ia tak mendapati kekasihnya disana. 


"Sweetheart"panggil Raina,tapi ia melihat sesuatu yang aneh.Balkon Apartemen terbuka,Raina pun menghampiri balkon siluet seseorang yang ia kenal pun terlihat disana.


"Sweetheart"panggil Raina lagi dari belakang.


Cecek pun menoleh dengan sebuket bunga ditangannya,senyum mengembang dari bibir indahnya.Wajah tampannya tampak berkali-kali lipat terlihat jelas di hadapan Raina. 


Raina terus mendekati dengan senyumnya yang tak kalah indah. 


"Sweetheart"panggil Rain.


"Ya dear"sahut Cecek "Ini untukmu"lanjutnya menyerahkan buket bunga itu pada Raina. 


Raina menyambutnya,ia menghirup wangi bunga mawar semerbak menerpa penciumanya. 



Tiba-tiba Cecek berlutut dihadapannya. 


"Dear.. Mungkin ini terlalu mendadak buat kamu.Aku tau aku lelaki yang penuh dengan segala kekurangan,aku bukan lelaki baik tapi aku akan berusaha menjadi lelaki terbaik untukmu,waktu dua tahun perpisahan kita mengajarkan aku gimana pentingnya kamu buatku,kehilangan kamu jadi pukulan terbesar aku.Aku gak bisa nunda lagi,aku takut kamu pergi lagi.Aku begitu mencintaimu dear.Maukah kamu menikah denganku???" Ucap sungguh-sungguh Rayyan dihadapan Raina.Rayyan membuka kotak beludru warna putih,terdapat sepasang cincin simple warna silver disana.



Raina tampak terdiam dengan sesekali mengerjapkan mata.Apa kekasihnya sekarang sedang melamarnya pikir Raina. 


Senyum Raina muncul "Ya… aku mau..Aku mau sweetheart"sahut Raina membuat senyum Rayyan semakin mengembang.Ia pun meambil salah satu cincin itu untuk ia kenakan pada jari manis milik kekasihnya. 


Rain melakukan hal yang sama,membuat mata Cecek berkaca-kaca.Ini momen yang ia tunggu,saat kepergian Raina dia sudah mempersiapkan ini semua.Cincin itu sengaja ia beli untuk mengikat gadis tercintanya pada saat bertemu dan inilah waktunya. 


Tuhan masih memberinya kesempatan untuk memperbaiki semua kebodohannya,Tuhan masih memberinya waktu untuk bersama wanita yang dia cinta.


Cecek berdiri,kilatan cinta di matanya begitu terlihat.Ia menggenggam tangan kekasihnya lalu mengecup penuh cinta punggung tangan Raina. 


Ia merengkuh tubuh kurus Raina kedalam pelukannya.Ciuman bertubi-tubi ia layangkan pada puncak kepala sang kekasih.


"Makasih dear,makasih udah kasih kesempatan buatku" 


"Aku juga terimakasih kamu udah mau nerima aku,dengan semua kekuranganku ini sweetheart"sahut Raina.Rain bahkan tak pernah membayangkan akan ada seseorang yang melamarnya,masa lalu Raina begitu buruk.Ia sudah hancur,Rain tak pernah berharap lebih memiliki sebuah pernikahan karna baginya itu semua mustahil.


Tanpa lagu cinta,tanpa dekorasi yang indah kekasihnya melamarnya.Raina sudah bahagia dengan ini semua.


"Semoga kebahagiaan ini tak pernah berakhir"batinnya sambil membenamkan wajahnya pada dada Cecek.


🌸


🌸


🌸


Beberapa menit sebelum Raina keluar dari kamar mandi,Cecek yang tengah berselancar di Instagram melihat sebuah buket bunga yang sangat cantik dan letak toko bunga tak jauh dari Apartemennya.Dengan cepat ia menekan nomer toko bunga yang tertera di bio instagram itu. 


"Hallo selamat siang.. Miracle Rose disini,ada yang bisa saya bantu?"terdengar sapaan dari seberang telfon.


"Hallo kak,saya mau pesan bunga buat sekarang juga.Saya bisa gak beli bunga yang baru aja kalian post di instagram" tanya Cecek. 


"Yang mana ya kak? Kebetulan ada beberapa yang kami posting?" 


"Pinky rose bucket" 


"Wah itu.. bisa kak,bisa kirimkan alamat kaka..Kurir saya akan mengantarkan sekarang juga.Maaf atas nama siapa kak?"


"Apartemen Sky Garden,saya akan tunggu di lobby nanti.Rayyan atas nama Rayyan"ucap Cecek. 


"Baik kak.. Kurir saya menuju kesana sekarang juga" sahut Cecek.Dia pun melakukan pembayaran melalui E-banking lalu mematikan panggilan. 


Ia terus memanjatkan doa semoga saja kekasihnya berlama-lama didalam kamar mandi.Cecek bergegas turun ke lantai bawah untuk meambil pesanannya. 


Setelah mendapatkan pesanan yang ia butuhkan,Cecek pun berlari menuju lift agar bisa kembali dengan segera sebelum sang kekasih keluar. 


Cklek 


Ia meedap-endap bak maling dan syukurlah tak terlihat kekasihnya disana.Berarti sang kekasih masih melakukan setor tunai. 


Ia berjalan menuju pantry,debaran didada tak terelakkan.Ia begitu grogi sekarang,ia gugup takut jika lamarannya ditolak oleh sang kekasih.Beberapa kali ia menghembuskan nafas untuk mengurangi kegugupannya tapi tak berhasil,ia masih saja gugup.Cecek menghidupkan ponselnya dan terpampang nyata foto sang kekasihnya dengan raut wajah datar terlihat disana membuat Cecek mengembangkan senyumnya. 


"Aku bisa...Aku bisa"rapalnya dan ia pun berjalan menuju kamar untuk meambil Cincin yang sudah lama ia simpan.Sejenak ia lihat lagi cincin yang ia beli saat kepergian sang kekasih karna ulahnya. 


"Selangkah lagi"monolognya lalu membawa kotak cincin itu di balkon sambil menunggu sang kekasih keluar. 


🌸


🌸


🌸


Setelah acara peluk-pelukan,kedua sejoli yang tengah mabuk asmara itu masuk untuk kembali bersantai di ruang keluarga. 


"Dear.. kamu udah pulang ke Rumah?"tanya Cecek,ia sama sekali belum menanyakan itu.Cecek baru ingat kalau bukan dengannya saja Raina kecewa waktu itu tapi juga dengan keluarganya. 


Raina yang menyandarkan kepalanya pada bahu Cecek hanya menggeleng lemah. 


"Aku takut.. aku takut diusir kayak dulu"sahut lemah Rain.


Cecek memiringkan badannya menggenggam kedua tangan sang kekasih "Dear.. emak begitu rindu kamu,beliau sering kunjungin aku buat semangatin aku..Percaya kamu bakal kembali dan semua doa yang beliau selalu panjatkan terkabul,kamu kembali.. kembali bersama kami Dear.Pulang ya.. Aku antar" 


Raina menggeleng "Aku gak bisa.. Aku gak bisa sekarang,aku terlalu takut"sahut Raina. 


"Aku bakal temenin kamu,aku gak akan ninggalin kamu dear"ucap Rayyan sungguh-sungguh. 


Raina tampak berfikir,tapi suara pintu terbuka membuat kedua sejoli itu menatap pintu Apartemen. 


Terlihat kedua manusia dengan raut wajah cemas melihat kearah kedua sejoli itu. 


"Ya Tuhan... gue khawatir sampai gedor-gedor apartemen Niko..Lah ternyata si pe'a dimari"omel Amel saat masuk. 


"Lu kenapa sih Mel?"tanya Raina yang masih belum paham.


"Hiiihh,kalo bukan temen gue udah gue acak-acak muka sok polos lu tuh Rain."sahut Amel mengomel "Ponsel lu kemana sih Rain.. lu tau gak gue dari sejam yang lalu nelfonin lu karna lu gak balik-balik..Gue takut terjadi sesuatu sama lu"lanjutnya duduk di karpet bulu tebal milik Cecek.Manik mata Amel terlihat akan mengeluarkan air mata. 


"Lain kali ponsel lu lem aja di badan biar enak hubunginnya"timpal Niko yang tadi sama paniknya dengan Amel.Kedua sahabatnya itu takut jika Elang kembali berbuat nekat dan membawa Raina pergi lagi. 


"Iya.. iya maaf.. elah pada ngomel dah" 


Sahut Raina menggoyang-goyangkan badan Amel. 


"Eh ini apaan?"tanya Amel melihat cincin yang terpasang dijari manis Raina."Pemberian psyco masih lu simpen?"lanjutnya bertanya. 


"Enak aja, bukan ya.. Ini tuh cincin lamaran dari Omte gue"sahut Raina dengan senyum bangga sambil memamerkan cincin itu. 


"What!!! Omte lamar lu?? Kapan?"tanya terkejut Amel. 


"Iya.. cantik kan ya..Gue bakal Nikah"sahut Raina dengan mengembangkan senyum.


Senyum Amel dan Niko begitu tersungging,merek ikut bahagia mendengar dan sahabatnya ini dilamar oleh sang kekasih.


Amel memeluk Raina "Ah… gue seneng banget,akhirnya sahabat gue bakal sold out"ucap Amel.


"Lu kata gue baju"sahut tak trima Raina membuat Amel terkekeh. 


"Bahagia selalu Rain.. gue seneng dengernya.Om jagain sahabat kesayangan gue ya.. Kalo lu gak kuat,jangan sakitin dia..Anter dia ke gue"timpal Niko yang juga ikut bahagia dengan berita itu. 


"Lah.. dia kata gue barang apa.. Main anter-anter aja"kembali sewot Raina membuat mereka tertawa.


"Aku gak bakal nyakitin dia,cukup sekali bikin dia sakit hati,itu udah jadi pelajaran terberat buat aku.. aku gak mau kehilangan dia lagi"tutur Omte membuat Raina meleleh.Begitu pula Amel.


"Om so sweet banget sih.. Om gak ada kembaran kah? Boleh kalo ada 1 buat aku yang romantisnya kayak om"sahut Amel.


"Dih.. calon imam gue mah satu-satunya didunia yang model begini...kaga ada yang lain,mau nyamain ya lu..Sorry ya Mel,gue gak bagi-bagi"timpal Rain.


"Dih.. pelit"gerutu Amel membuat Niko dan Cecek geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua gadis itu. 


"Eh,bentar deh.. kalian kenapa tau pin Apartemen Omte?"tanya Raina baru menyadari sesuatu. 


Kedua sahabat itu saling pandang lalu melihat remeh pada lelaki yang lebih tua dari mereka. 


"Lu tau gak,sejak lu hilang.. tuh Om om kayak orang gila"sahut Niko menunjuk Cecek "Bahkan beberapa kali dia mau bunuh diri"lanjutnya membuat Raina terkejut.Apa separah itu dampaknya saat ia menghilang.


"Beneran?"tanya Raina pada Rayyan. 


"Hhmmmm.."sahut Cecek dengan mengangguk. 


"Makanya mommy nyuruh aku buat jagain dia.."ucap Niko lagi. 


"Kalo lu liat Rain,Omte lu udah kayak mayat idup.. makan jarang,sering ngelamun,sering nangis sendiri dan dia selalu muter video lu disini nih.. Abis itu nangis lagi"Amel membuka aib Rayyan didepan Raina. 


Raina memandang sedih Rayyan,segitu kehilangan kah Rayyan. 


"Kedua sahabat kamu ini sesuatu ya dear.. buka aib orang lancar banget"timpal Cecek yang ikut duduk dibawah mendelik kesal pada Amel dan Niko yang sudah Cecek anggap seperti keluarganya. 


Greb 


Raina memeluk Rayyan dengan penuh kasih sayang,ia tak tau jika kekasihnya menjalani harinya dengan begitu menyedihkan.Cecek membalas pelukan Raina. 


"Aku gak nyangka kamu bakalan ngalamin semua itu"ucap lirih Raina.


"Semua gak sebanding sama apa yang kamu alami selama ini dear.. "sahut Cecek.


"Aku cinta kamu" 


"Aku lebih cinta kamu" 


"Hoek….hoekkk….hoek"kedua sahabat itu langsung berakting mual melihat tingkah menggelikan sahabatnya dengan sang kekasih.


"Sirik aja lu pada"ucap Raina mererai pelukannya.


"Geli gue liat lu kayak gitu"sahut Amel.


Raina dan Cecek hanya tertawa melihat tingkah Amel. 


🌸


🌸


🌸


Dilain tempat,seorang laki-laki terus mengurung diri di kamar tempat sang kekasihnya dulu berada.Elang masih tak menyangka kebahagiaannya sudah berakhir,kisah cintanya dengan ibu dari calon anaknya dulu kandas saat Audrey mengingat semuanya. 


Elang bukanlah orang yang bisa mengumbar kesedihannya dengan menangis,ia lebih banyak diam dan mengamuk jika sesuatu terjadi padanya. 


Lelaki dengan wajah imut itu meringkuk bak bayi di ranjang tempat Audrey tidur,semua masih sama.Barang-barang yang berserakan ia biarkan begitu saja karna ia tak ingin jejak Audrey hilang dari ingatannya. 


Dia memandang foto di figura yang berada dihadapannya,senyum manja Audrey yang menatap kamera bersandar dibahunya serta duduk dipangkuannya terlihat sangat indah disana.Kebahagiaan waktu itu masih amat sangat nyata. 


"Sayang.. sekarang kau bahagia?"tanyanya melihat foto itu."Apa dengan aku melepasmu,kamu bahagia? Aku harap kebahagiaan selalu menyertaimu sayang.."lanjutnya. 


"Baby?? Baby kau disini?"monolognya lagi.Seakan berbicara dengan seseorang. "Mommy sudah bahagia dengan pilihannya.. bolehkah jika daddy ikut bahagia.Bolehkah baby? Haruskah daddy ikut denganmu"lanjutnya terus berbicara sendiri. Sebenarnya pukulan terbesar untuknya saat kenyataan kehilangan sang calon buah hatinya dulu,bahkan Elang sempat depresi karna terlalu kehilangan hingga harus dirawat intensif oleh dokter.


Tiba-tiba Elang duduk,dia meedarkan kembali pandangannya ke ruangan yang sering Audrey gunakan untuk istirahat ini.Ia turun menuju balkon tempat bunga Lily yang sering ia belikan untuk sang kekasih diletakkan.


Ia meangkat vas itu dan ia letakkan di meja balkon dia tata dengan figura foto mereka berdua.


Elang tersenyum getir,ia memejamkan matanya untuk mengingat kembali masa-masa indah keduanya.Biarlah semua menjadi kenangan yang akan selalu ia kenang sampai kematian menjemputnya. 


...💜💜💜💜...


...Nyesek kalo liat si Elang 💔💔...


...ikutan nangis😭😭...


...Semoga ada kebahagiaan juga buat Elang ya men temen...


...💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜...


...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...


...Apalagi kalo sahabat mau kasih hadiah buat amma,paling gak bunga mawar lah biar Amma makin semangat nulisnya 🥰😘...


...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...