You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Kehilangan dan Kenangan



Dua tahun berlalu,kehidupan Rayyan seakan jungkir balik sekarang.Butuh keberanian untuk kembali bangkit dari keterpurukan karna kembali kehilangan seseorang yang ia cintai. 


Ia tengah duduk di ruangannya menatap lurus gambar gadis cantik yang mengisi relung hatinya hingga 2 tahun ini. 


"Dear.. sudah cukup kamu menghukumku...aku mengaku salah.Kembalilah"monolognya menatap sedih wajah wanita yang tengah difoto dengan ekspresi datar itu. 


Tok tok 


Suara ketukan membuat Ray segera menghapus air matanya.


"Masuk Miya"ucap Rayyan.


"Assalamu'alaikum"sapa emak saat masuk kedalam ruangan Rayyan membuat Rayyan langsung berdiri dan menghampiri emak. 


"Wa'alaikumsalam"Ia mencium punggung tangan wanita paruh baya yang sangat disayangi kekasihnya. 


"Sehat Ray?"tanya emak. 


Rayyan tersenyum getir "Bagian tubuh Ray yang mana yang terlihat sehat mak,,bahkan Ray menyesal masih hidup sedangkan Raina.. Ray tak tau dia ada dimana"sahut sedih Rayyan. 


Emak duduk di sofa dekat dengan calon menatunnya,entah kapan akan berubah menjadi menantu.Emak yakin jika Rain kembali perasaannya pada lelaki ini akan tetap sama. 


"Teruslah sehat.. setidaknya dengan kita masih bernafas,kita bisa menebus semua rasa sakit Raina karna ulah kita"tutur Emak sedih memusut punggung laki-laki yang mulai bergetar. 


"Ray selalu berharap dia kembali mak.. Kembali bersama kita.. Rayyan bersalah mak.. hiks...hiks.. Ray bersalah"Rayyan kembali menangis menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. 


Bayangan kekasihnya selalu hadir,membuat rasa bersalah serta kerinduannya semakin dalam pada sang kekasih.


 Emak bahkan ikut menangis melihat kerapuhan laki-laki disebelahnya ini. 


Meskipun kematian Marinca beberapa saat lalu dengan keadaan yang mengenaskan dapat mengalihkan pikiran Rayyan tentang hilangnya sang kekasih tapi setelah itu kembali ia takut jika Raina tak pernah kembali dan bahkan ia takut jika Raina kembali dalam keadaan tak bernyawa.


🌸


🌸


🌸


"Sayang... ayolah aku ingin itu..hhmmm...hhmmm.."rayu manja gadis bermata coklat bergelayut dilengan kekasihnya.


"Nanti.. setelah aku pulang dari Kantor,bukan sekarang sayang"sahut lelaki itu.


Dengan sayang lelaki itu meelus rambut kekasihnya untuk menunda membeli kalung yang diinginkan kekasihnya.


"Kau memang tak menyayangiku" Rajuk gadis itu berdiri dan menghentakkan kaki membuat sang kekasih menggeram kesal.


"Audrey"teriak marah sang kekasih membuat wanita itu menegang.


Lelaki itu menghampiri sang kekasih dan memeluknya dari belakang. "Aku sudah mengatakan akan membelikannya nanti setelah pulang kerja.. Kau tak ingat kakimu sakit.Jangan menyiksa dirimu sayang"bisik Elang tepat ditelinga Audrey.Lalu ia mencium bahu Audrey.


"Kau selalu bisa membuatku takut sayang,aku sangat takut...Jangan marah seperti itu"ucap Audrey membalikkan badannya dan membenamkan kepalanya didada bidang kekasihnya. 


"Hhmmm.. jadilah gadis yang patuh,aku takkan marah-marah lagi.. " 


Audrey mengangguk "Baiklah" 


"Sekarang boleh aku bekerja.." 


"Silahkan tuan Elang.. Jangan lupa saat kembali bawakan aku bunga Lily"


"Selalu sayang.. aku mencintaimu"ucap Elang lalu memeluk tubuh Audrey dan mencium kening sang kekasih.Meskipun dalam keadaan hilang ingatan pun ucapan cinta tak pernah keluar dari mulut Raina.Elang tersenyum getir menghadapi kenyataan. 


Audrey atau Raina tengah melambaikan tangan meantar kepergian sang kekasih untuk ke Kantor. 


Didalam mobil Elang melihat senyum manis dari kekasihnya yang amat sangat manja padanya.Sangat bertolak belakang dengan gadis yang dulu ia kenal sangat tomboy bahkan irit senyum itu. 


Ingatannya kembali pada saat dia menemani Raina di rumah sakit tempat ia menyembunyikan Raina dan ucapan dokter yang mengatakan otak Raina menolak mengingat semua di masalalunya membuat Elang kehabisan kata-kata.Setengah hatinya sangat bahagia,tapi setengah hatinya menolak melihat Raina yang setiap saat duduk termenung seakan jiwanya hilang dari raga saat sendiri.


...Flashback On ...


Setelah Operasi pemasangan Pen pada paha Raina serta pemasangan mur pada lutut Raina yang remuk akibat kecelakaan,Raina harus menjalani pemulihan di Rumah Sakit ternama tempat ia menyembunyikan keberadaan Raina dari keluarganya.


Seminggu berlalu,Raina tak kunjung membuka matanya.Padahal dokter mengatakan jika tak ada cidera yang parah pada otaknya. 


Elang dengan setia terus menjaga Raina disampingnya,bahkan seperti malam ini.Elang tengah menyeka tangan Raina dengan telaten,bahkan bibirnya menceritakan tentang calon bayi mereka yang dulu hilang dengan bumbu-bumbu rekayasa dari mulutnya. 


Saat ia menyeka sela jemari Rain,tampak dua kali jemari itu melakukan pergerakan.Elang langsung menajamkan penglihatannya,ia takut salah sangka.Tapi kembali jemari itu bergerak. 


"Aa….iirrr"suara serak dari wanita yang tengah berbaring itu membuat perhatian Elang teralihkan dari tangan dan menatap wajah pucat Rain.


"Aa...iiirrrr"kembali suara itu terdengar.Elang gelagapan dan langsung meambil Air dinakas untuk ia suapkan pada Raina.Elang langsung memencet tombol yang berada diatas bangkar untuk memanggil dokter.


Semua pemeriksaan pun dilakukan langsung saat itu juga. 


"Keadaan nona baik-baik saja tuan,hanya saja dia sedikit bingung sekarang.Anda bisa menjelaskan perlahan pada nona.. Tak ada yang perlu anda cemaskan.Mungkin perlu tiga sampai empat bulan untuk penyembuhan kaki nona"ucap Sopan dokter jaga itu.


"Baik.. terimakasih"sahut Elang dan dokter itu pamit dengan sopan dari hadapan Elang. 


Elang takut untuk masuk ke dalam ruangan,ia takut Raina takut jika melihatnya.Ia takut jika Raina membencinya.


Beberapa kali ia menghembuskan nafas kasar mencoba memberanikan diri untuk masuk. 


Cklek 


Ia membuka kamar rawat Raina,terlihat gadis itu tengah memejamkan matanya membuat Elang meendap-endap untuk menghampirinya. 


"Siapa itu?? Elang"panggil Raina yang mendengar derap kaki memasuki ruangannya.


Degh! 


"Itu benar kau Elang"panggilnya lagi. 


Perlahan Elang menghampiri Raina. 


"Iya ini aku Elang"sahutnya. 


Elang langsung menghampiri Raina yang merentangkan kedua tangannya memeluk tubuh ringkih dan pucat itu. 


"Aku takut saat dokter tadi bilang kakiku terluka parah.. Sebenarnya kecelakaan seperti apa yang membuatku seperti ini Lang.. Apa ada hubungannya dengan kamu?"tanya Raina sambil memeluk Elang. 


"Tidak.. semua murni karna kecelakaan saat kamu naik motor dan melajukan motormu dengan kencang sampai sebuah truk…." 


"Stop...stop… itu terlalu menyakitkan.. aku tak mau mendengarnya"histeris Raina langsung menutup kedua telinganya.


"Oke...oke..aku gak akan bahas ini.. sekarang kamu tenang"ucap Elang menenangkan dan memeluk tubuh Raina. "Istirahatlah.. Jangan terlalu banyak pikiran,fokus dengan kesembuhanmu"lanjut Elang mererai pelukan mereka dan membetulkan selimut Raina. 


Elang merasa tangannya di cekal saat ia akan pergi,ia menoleh mendapati Raina yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca. 


"Ada apa?"tanya Elang mendekatkan dirinya pada Raina. 


"Siapa namaku Lang?"tanya lemah Raina menatap intens Elang. 


Degh! 


"Ia tak mengingatnya"batin Elang.Ada perasaan lega di hatinya mendengar ucapan Raina yang tak mengingat namanya sendiri.


"Kamu tak ingat nama kamu sendiri? Tapi kenapa kamu mengingatku?"


Raina menggeleng "Dokter tadi yang mengatakan jika kamu kekasihku Elang dan dia juga mengatakan kamu yang merawatku selama ini" 


"Apa ini yang dimaksut dengan kebingungan yang Raina alami"batin Elang lagi. 


"Jadi jawab siapa namaku Lang?"tanya Raina lagi. 


"Audrey...Zivana Audrey Calista"sahut Elang cepat dengan mata menatap dalam Raina.Nama bayi perempuan yang pernah Elang bayangkan untuk anak yang Raina kandung dulu,sampai kabar mengejutkan keguguran Raina membuat Elang sangat terpukul.


"Terimakasih.. Terimakasih karna kamu ada untukku saat aku terpuruk"ucap Raina mulai menangis.


"Sssttt... sayang,jangan menangis.. "Elang mengusap lembut lelehan air mata Raina. 


"Berjanjilah untuk ada disampingku selalu.. Jangan pernah tinggalkan aku"ucap Raina sambil terisak.


"Ya.. Aku berjanji.. Aku berjanji.Aku mencintaimu"sahut Elang pasti "Semoga saat kamu mengingat semua,kamu takkan membenciku Rain"batin Elang.


...Flashback Off...


Bahkan sampai dua Tahun ini ingatan Raina yang selalu ia takutkan kembali tak terjadi dan hubungan Elang dengan Raina semakin dekat,bahkan keduanya memutuskan untuk saling mengikat dengan pertunangan yang akan diadakan beberapa bulan yang akan datang.


🌸


🌸


🌸


Sinar matahari kembali menyambut dengan cahayanya yang tampak gagah menantang di ufuk timur.Celah-celah gorden di Apartemen milik Rayyan sudah dipenuhi cahaya matahari seakan membangunkan dirinya dari tidurnya. 


Rayyan merenggangkan badannya,ia menoleh melihat foto di atas nakas lalu mengecupnya. 


"Pagi Dear.. Aku harap harimu menyenangkan"monolognya seakan berbicara dengan manusia dihadapannya. 


Dia keluar membawa foto sang kekasih ke Dapur miliknya dan meletakkan foto itu di meja makan.


"Dear,aku akan memasakkan nasi goreng sosis pedas kesukaanmu.. Kamu suka kan? Tunggu disini ya"ucapnya lalu dengan cekatan ia memotong-motong bawang dan menyediakan nasi serta sosis untuk memasak. 


Setelah beberapa menit berkutat dengan wajan serta gara,gula dan ***** bengeknya akhirnya nasi goreng sosis pedas kesukaan Raina tersaji di piring putih yang tertata dengan cantik. 


"Ini spesial buat kamu Dear"ucapnya dengan senyum mengembang. "Kita makan sama-sama"lanjutnya duduk dihadapan foto yang berada di meja makan. 


Dengan tangan bergetar Ray mencoba memasukkan nasi goreng itu kedalam mulut.Ia tersenyum setelah berhasil memasukkan sesuap nasinya.Ia mengingat tingkah Raina bak anak kecil saat menyuapkan nasi goreng kesukaannya kedalam mulut,kaki Rain yang selalu ia hentakkan pertanda ia menyukai masakan Ray juga masih teringat jelas di kepalanya.


"Bukankah enak dear.. Kamu selalu memuji masakanku"ucapnya lagi. 


Kembali ia menyendokkan nasi goreng kedalam mulutnya sekarang air matanya mulai meleleh,tapi ia terus tersenyum sambil menatap wajah kekasihnya di foto itu.Sekali lagi ia menyendokkan nasi goreng ke mulutnya dan… 


Prang 


Ia menjatuhkan sendoknya,lelaki rapuh itu kembali menangisi kekasihnya yang tak ia ketahui keberadaanya. 


"Dear.. kembali dear huhuhu… Bukankah kamu janji sama aku,kita akan buka restoran sama-sama.Kamu bilang sama aku mereka akan suka masakanku.. Tapi kenapa kamu malah pergi.. kembali,aku butuh kamu huhuhuhu…."tangis Rayyan begitu pilu. 


Kehilangan Raina benar-benar membuatnya terpuruk,lubang lukanya karna kehilangan bundanya sekarang kembali menganga karna kehilangan kekasihnya.


Kenangan-kenangan manis kebersamaan keduanya masih terbayang jelas diotak Rayyan membuatnya semakin sulit untuk menerima kenyataan kehilangan sang kekasih.


🌸


🌸


🌸


"Rain kau kah ini?? Ya Tuhan kau mengabulkan semua doaku .. Rainku kembali"ucap seseorang didepan Audrey.


Bruk


Audrey menatap dingin orang yang ia dorong sampai terjatuh dilantai dan melanjutkan langkahnya untuk menemui sang kekasih.


...💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜...


...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...


...Jangan jadi readers bayangan ya,paling gak kasih jempolnya aku udah seneng kok 😘...


...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...