
Tristan memandang gadis yang tengah memeluk lawan bicaranya.Sebelum wajah gadis itu nyembul dari arah belakang tubuh lawan bicaranya membuat sejenak Tristan terdiam.
"Apa cowok ini yang dibilang Niko?"batin Tristan melihat Raina yang tanpa sungkan menggandeng tangan lelaki dewasa dihadapannya.
"Lho kok disini?"tanya Raina saat menyadari keberadaan temannya. Tapi Tristan masih diam.
"Iya kebetulan abang tadi liat dia,terus abang panggil dan ternyata bener dia adik sahabat abang."sahut Edo.
Raina mengangguk mengerti.
"Kamu kenal sama dia?"
"Kenallah… kita kan temen"sahut Raina dengan tersenyum.
"Masa?? Temen?? Kok kamu kelihatan seneng banget gini"
Raina hanya tersenyum menaikkan kedua bahunya.
"Masuk yuk.. Rain laper"rengeknya pada Edo dan menarik lengan lelaki dewasa itu.
Saat Tristan akan beranjak,tiba-tiba suara lelaki dewasa itu membuatnya urung berjalan dan mengikuti kedua orang dihadapannya.
🌸
🌸
🌸
Seperti biasa Raina akan memesan banyak menu untuk acara makannya,tanpa sungkan ia melahap makanan dihadapannya.Edo hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya yang tak tau malu meski dihadapannya ada seorang lelaki.
"Pelan dek… gak ada yang mau rebut makanan kamu"ucap Edo.
"Rain,ada saos di situ tuh… bersihin gih,risih gue liatnya..Kayak bayi lu"timpal Tristan menyodorkan tisu dihadapan Raina.
"Lu kayak cewek,komplen mulu tiap makan sama gue"sahut sewot Raina,tak ayal tangannya mematuhi ucapan Tristan
Tristan hanya terkekeh,sedangkan Edo terus memperhatikan tingkah Tristan yang perhatian pada adiknya dan bisa dilihat dari pancaran mata Tristan memiliki rasa lebih dari teman pada adiknya.
"Berapa lama sih kalian temenan?"tanya Edo
Tristan menoleh pada Edo,melupakan lelaki yang disebelah Raina yang Tristan pikir adalah orang yang Raina suka atau bahkan mereka sudah berpacaran pikir Tristan.
"Udah lama bang.. Sejak dia pindah ke Sekolahan aku,ni cewek tengil,songongnya minta ampun sering ngajak ribut terus gak taunya malah deket jadi temenan sampai sekarang" tutur Tristan.
"Eh kadal buntung… bukan gue yang selalu ngajak lu ribut,lu aja yang sensian kalo liat gue.."sahut Raina tak trima.
Tristan menaikkan bahu sambil menyeringai.Edo hanya tersenyum lalu manggut-manggut mengerti.
"Eh Rain,lu udah dapet kabar dari Robbin.. Kita diajak ngetrack di Bandung"ucap Tristan.
"Belum buka grup gue.. Males lah,gue sibuk cari kampus nih... kalau gue gak ikut serta bisa ngamuk kedua ajudan gue..Lu kan tau sendiri mereka gak bisa hidup tanpa gue" sahut Raina.
"Ajak aja sih… Niko bisa naik motor kan? Kalo Amel gue tau tu bocah pasti gak mau"
Raina menggeleng tak mau.
Edo mulai memicingkan keningnya.
"Raina.. Kamu masih balapan sampai sekarang?"tanya bang Edo.
Raina mengangguk sambil menyesap minumannya."Masih lah bang.. Lah si Tristan nih temen aku ngetrack"
Edo menatap Tristan dengan tatapan tajam membuat Tristan merasakan pancaran murka dari lelaki dewasa dihadapannya.
"Kamu gak inget dulu yang terjadi sama kamu? Kamu masih ngetrack" ucap dingin Edo pada Raina.
Tiba-tiba nafasnya terasa tercekat di tenggorokan,Raina sungguh menghindari pembahasan masalah ini.Raina tak ingin membahasnya.Tangan sebelah kirinya mencengkram celana jeans yang ia pakai.
Sedangkan Tristan yang tak tau pembahasan kedua orang dihadapannya hanya memperhatikan dengan seksama.
"Bisa gak abang gak bahas itu."ucap lirih Raina.
"Abang bolehin kamu touring tapi gak buat ngetrack… Cukup sekali abang hampir kehilangan kamu"sahut Edo khawatir.
Tristan mulai ingat,kenangan dulu saat Raina jatuh pingsan disaat mereka taruhan.
"Aku gapapa bang… Jangan parno please"ucap Raina setelah bisa menguasai pikirannya.Ia tersenyum dan menggenggam tangan sang abang.Meski ia tau mungkin sang abang merasakan kegelisahan Raina karna telapak tangannya mulai dingin.Ia takut PTSDnya kumat kembali,ia ingin sembuh,ia ingin menjadi normal kembali tanpa ada momok mengerikan disetiap langkahnya.
"Astaga ngapa pamer kemesraan didepan gue coba"batin Tristan merana.
"Ehem…"Tristan berdehem membuat kedua kakak adik itu menoleh melihat Tristan dan Tristan mengusap tengkuknya yang tak gatal merasa diintimidasi karna merusak moment romantis kedua insan dihadapannya.
(Gak tau aja kalo mereka kakak adik🤣🤣 author demen nyiksa Tristan)
"Eh maaf Tan,jadi ngacangin lu.. Abang gue emang cerewet kayak lu"ucap Raina.
"Abang?"tanyanya dengan mata membulat.
"Iya ini abang gue… Lah lu pikir siapa gue?"tanya balik Raina melihat tingkah aneh temannya.
"Gue pikir pacar lu" sahut Tristan kikuk.
"Buahhahahahhahahahahahahahhaa….. Dasar pe'a dari segi mana nya gue kayak pacaran sama abang gue sendiri.Ini abang kandung gue oncom"tutur Raina yang masih tertawa karna kebodohan Tristan.
Hati Tristan yang tadinya sempat retak sekarang kembali utuh seperti semula,bahkan harapannya mendapatkan cinta Raina semakin bertambah dengan adanya Edo.Aldi yang kebetulan kakak dari Tristan adalah sahabat karib Edo saat sekolah dan kuliah.
"Semoga jalan menuju Raina semakin mudah"rapalnya dalam hati.
(Tak semudah itu Ferguso 😏)
"Iya lu nih Tan,mikir kemana sih.. Lu gak liat muka gue sama ni bocah mirip,ya meskipun cuma hidungnya doang"timpal Edo terkekeh.
"Mana gue mikir sih bang sampe situ.. Gue juga baru ini liat Rain nempel sama cowok kecuali Niko,biasanya dia anti banget deket cowok.Termasuk gue"ucap Tristan.
Raina terus tertawa dan Edo hanya menggelengkan kepalanya.
"Gue titip Raina ke elu ya Tan,gue gak bisa tenang kalo di Singapore keinget ni anak mulu… Sekarang gue udah tenang ada tambahan ajudan buat jagain ni bocah"ucap Edo pada Tristan.
Bagai angin segar tengah memenuhi rongga hatinya,Tristan setengah mati senang dengan ucapan Edo.Artinya kunci dia mendekati Raina benar-benar ia dapatkan.
Raina memutar mata jengah,abangnya sekali abangnya menitipkan dia pada oranglain.Niko dan Amel setiap minggu sekali pasti dihubungi Abang Edo untuk ikut menjaga Raina.Dikira masih bayi kali.
"Gue bukan bayi bang"
"Buat jaga-jaga dek.. Kan kalo yang jagain kamu banyak abang bisa tenang"
"Abang lebay"
"Iya lebay ke kamu gapapa"sahut bang Edo menarik hidung mancung Raina.
Raina mendengus kesal "Pikirin abang sendiri deh… Abang sampai sekarang jomblo,mbak Ines aja udah nikah"
"Belum dapet jodohnya gimana dong"
"Abang mah gak ada usaha.. Terlalu mikirin aku"
"Iya kan emang kamu permata abang.. "
"Mbak Ines kan adek abang juga,tapi gak segitunya sama mbak"
"Mbakmu udah ada yang jagain dek.. Tinggal kamu adek abang yang perlu ekstra jagainnya,biar gak ada cowok yang macem-macem sama kamu"
Tristan tersenyum melihat kakak beradik yang saling menyayangi itu.
"Gue baru tau Rain semanja ini"
Edo terkekeh "Aslinya ni anak emang kayak gini"
"Abang ih" Raina mendengus kesal abangnya sebentar lagi akan membuka aibnya.
Mereka asik mengobrol tanpa Raina sadari ada hati yang tersakiti didekatnya.Cecek menatap nanar seseorang yang menggetarkan hatinya tengah bercengkrama dengan lelaki disebelahnya dan parahnya Raina menyandarkan kepala dibahu lelaki itu.
🌸
🌸
🌸
Setelah acara Beauty workshop,Mita asisten Cecek dan para panitia memutuskan untuk makan bersama di resto yang berada di Mall depan hotel yang mereka jadikan tempat untuk acara.
Dia duduk bersama teman-temannya di meja yang panjang,sesuai reservasi yang asisten Cecek pesan.Ia dan para panitia membahas acara tadi yang berjalan dengan sukses,saat tiba tawa seseorang membuat Cecek mencari pusat suara yang ia kenal.
Deg!
Ia melihat Raina,gadis kecil itu tengah bergelayut dilengan lelaki dewasa dan mereka tertawa bersama.Entah apa yang mereka bicarakan,tapi disudut hati yang paling dalam perasaan Cecek seakan tak terima dan kesal secara bersamaan.
"Kak Cecek?"panggil Mita
"Iya say"sahut Cecek mengalihkan pandangannya dari kedua manusia yang sukses membuat mood Cecek hancur.
"Kak Cecek besok kita berangkat jam berapa? Biar enak aku siapin semuanya buat berangkat"tanya Mita.
"Pagi aja ya say.. biar gak macet,jemput eke kayak biasa ya say"sahut Cecek.
Mita mengangguk patuh.Cecek mengulas senyum palsu.
"Eke balik dulu ya say… Makasih buat kalian semua yang udah bantu acara hari ini,sukses terus buat kita semua"ucap Cecek lalu meambil cluth warna navy miliknya lalu berjalan keluar.
"Omte!!!"panggil seseorang yang bisa Cecek tebak siapa.Ia memejamkan matanya sejenak,lalu berbalik badan.Dengan dada yang bergemuruh,sial….kenapa saat seperti ini dadanya harus berdebar tak karuan.
Ia meulas senyum terpaksa "Hay say ketemu disini"sapa Cecek dengan nada mendayu.
Raina berdecak kesal mendengar gaya bicara lelaki yang ia sukai ini.
"Kan gue udah bilang jangan bicara kemayu gitu,gue gak suka"
"Ha...ha...ha.. Kamu ini lucu deh,kan eke emang kayak gini"
Raina memicingkan matanya "Kenapa nih omte,perasaan tadi pagi biasa aja.. kenapa sekarang kayak kaku gitu ngomongnya ke gue"batin Rain bertanya-tanya.Tatapannya menyelidik melihat lelaki lemah gemulai dihadapannya.
"Sini ikut gue"ajak Rain langsung mengaitkan jemarinya dengan jemari Cecek,membuat empunya tubuh bersorak dalam hati bahkan pipinya sudah bisa dipastikan sekarang merona.
Tatapan mata Cecek masih fokus pada jemarinya yang tengah digandeng oleh seorang gadis.
🌸
🌸
🌸
"Pindah Tan"ucap Raina pada Tristan agar dia bisa duduk dengan Cecek.
Dengan terpaksa Tristan pindah duduk disebelah Edo yang tengah terdiam dengan pikiran yang entah berjalan kemana.
"Bang kenalin dia em….Om..emm...Kak Cecek"ucap Raina bingung mengenalkan Cecek pada sang abang. "Dan kak Cecek,kenalin dia ini abang Edo kakak gue.Yang itu Tristan temen gue"ucap Raina pada Cecek.
"Cecek"ucap Cecek mengulurkan tangan.
"Edo"sahut Edo menyambut tangan Cecek.
Cecek dengan gaya kemayunya bersalaman dengan Edo,Edo sempat dengan suara Cecek yang mendayu ia sampai bergidik ngeri mendengarnya.Nemu dimana sebenarnya sang adik dengan manusia aneh seperti ini pikir Edo.
Bukan hanya Edo yang ngeri,Tristan pun demikian saat Cecek ingin menjabat tangannya.Bahkan Tristan merinding dibuatnya.
(Author ngakak dulu bayangin si Mamas Tristan wkwkwkkwkkkwk 🤣🤣🤣 eh kadal buntung,ni orang saingan lu.Inginnya author berteriak)
"Temen kamu dek?"tanya Bang Edo.
"Calon imam aku bang"sahut Raina penuh semangat.
Jeedddeeerrrr
Seakaan ada petir didalam Mall ini membuat kedua lelaki dihadapan Rain,syok berat.
"Astaga,manusia modelan cacing kermi gini saingan gue"batin Tristan menelangsa,saingannya adalah cacing kermi.
"Astagfirlloh… adek gue kena guna-guna apa gimana laki modelan gini dijadiin calon imam"batin Edo miris.
Sedangkan Raina,tersangka yang membuat kedua lelaki itu syok berat hanya tersenyum bahagia sambil memandang lelaki lemah gemulai disebelahnya dengan penuh cinta.Ecie… cinta ehek.
Edo mencoba mengembalikan raut wajahnya seperti semula,mencoba tenang dengan kejutan yang diberikan oleh adik kesayangannya ini.
Cecek melihat abang dari gadis kecilnya ini tampak tak menyukainya,sangat terlihat jelas diwajah lelaki itu yang mungkin seumuran dengannya.
"Say,calon imam apasih… masih aja kamu ngelucu haha...haha..."sahut Cecek dengan bertepuk tangan pelan.
"Omte,gue udah bilang ya stop bicara kemayu"ucap Raina tak suka.
"Say…"
"Om.."sela Raina dengan menatap tajam Cecek,membuat Cecek kicep.
Seakan meabaikan kedua lelaki yang ada dihadapannya,Raina fokus pada Cecek.
"Dek,abang nebeng kamu sekarang bisa? Abang mau ke kantor bapak"ucap Edo pada Raina.
"Harus sekarang banget bang?"tanya Raina balik dan Edo menganggum pasti.
"Iya dek,ada kerjaan di kantor bapak"sahut Edo.
Raina tampak berat untuk meiyakan karna sekarang ada Cecek bersamanya.Ia memandang Cecek tengah menunggu reaksi Cecek.
"Kamu anter aja say abang kamu..Eke juga mau balik"ucap Cecek.
Astaga Raina benar-benar dibuat kesal dengan logat bicara Cecek yang masih kemayu.
"Eh,iya gue juga mau balik…"timpal Tristan "Bang Edo,gue balik dulu ya"lanjutnya pamit pada Edo.
"Oke Tan,hati-hati lu …"sahut Edo "Oh iya Tan,salam buat Aldi sama istrinya ya..Kapan-kapan gue main kesana."lanjutnya yang langsung diangguki oleh Tristan serta meacungkan jempolnya dan pergi meninggalkan saingan cacing kermi serta calon ipar dan calon kekasihnya.
Edo kembali menatap tajam Cecek membuat Cecek tak enak.
"Omte beneran gapapa Rain tinggal?"tanya Raina.
"Gapapa say...udah duluan aja"sahut Cecek yang ikut berdiri,karna ia memang akan kembali.Dan akhirnya dengan berat hati Raina meantarkan abangnya untuk ke kantor Bapak.
🌸
🌸
🌸
Plak
"Jaga ucapanmu Raina"teriak marah Edo pada sang adik.
...💜💜💜💜💜...
Hayolo..... kenapa ya sama Raina,sampai bang Edo murka kayak gitu?????
...💜💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜...
...Para sahabat Raina dan Kak Cecek,terus dukung kisah cinta jumpalitan mereka ya.... Tinggalin jejak kalian,kasih komen,love,like and vote kalian untuk mereka. Komen kalian berarti banget buat aku 🥰🥰...
...Dukung terus otor amatir ini ya sahabat....
...😍🤗Salam sayang dari Rain and Kak Cecek🤗😍...