
Mobil BMW warna hitam milik putra bungsu keluarga Sanjaya tiba dirumah megah kediaman orangtuannya.Dengan langkah tergesa ia ingin mengenalkan gadis cantik yang sedari tadi tangannya ia genggam.
"Aku gugup sayang"ucap gadis itu saat menaiki teras rumah.
"Tenanglah.. semua keluargaku orang baik,percayalah padaku mereka akan menyukaimu"sahut Rayyan menenangkan.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"sahut sang bunda dari dalam rumah.
Rayyan Sanjaya,anak bungsu keluarga itu memang tipikal orang yang ceria dan mudah bergaul.Dia orang yang paling bahagia setiap hari didalam rumah dan juga dia anak yang paling dibanggakan oleh Arjuna Sanjaya.
Keluarga yang memang sengaja Ray kumpulkan untuk mengenalkan seseorang yang ia cinta sudah berkumpul,kakaknya Rebecca Aurely Sanjaya pun berada disana dengan sang tunangan.
Rayyan menggandeng mesra kekasihnya Marinca Putri untuk masuk ke lebih dalam ke ruang keluarga.Bunda Inge **Maheswari** mengembangkan senyumnya melihat raut bahagia putranya.
Marinca Putri adalah gadis polos,sederhana dan pintar hingga ia mendapatkan beasiswa untuk kuliah di salah satu universitas negeri di ibukota dan dia wanita pertama yang bisa mengikat seorang Rayyan Sanjaya dengan keluguannya saat pertama berjumpa.
"Bunda,Ayah,Kakak.. kenalkan dia Marinca kekasihku"Rayyan mengenalkan Marinca.
"Selamat sore tante,om dan kakak"sapa Marinca
"Sore sayang… Sini duduk disebelah bunda"ajak bunda yang memang sangat senang dengan kedatangan gadis berambut manis di hadapannya.
Gadis itu menurut dan duduk disebelah bunda Ray.
"Wah.. apa sekarang posisiku sudah tergeser dihati bunda,sampai melupakan putramu yang tampan ini"Ray memasang wajah cemberut yang malah menggelikan bagi semua orang yang tengah berkumpul itu.
"Hentikan tingkahmu itu Ray.. Aku geli liatnya"sahut Rebecca
"Apa anak bunda itu menyusahkanmu sayang?Sudah berapa lama kalian berpacaran"tanya bunda pada Marinca.
"Gak bund.. Ray baik,penyayang dan perhatian sama aku.Kami sudah berpacaran sekitar 3 tahun bund"sahut Marinca malu-malu.
"Itu sudah pasti sayang,karna aku kan kekasihmu.. Dan jika kita menikah,aku akan memberikan kebahagiaan berkali lipat untukmu"timpal Ray yang ikut duduk dibiding sofa dengan merengkuh bahu sang kekasih.
"Anak nakal 3 tahun pacaran,baru sekarang dikenalin ke bunda…"
"Bukan aku gak mau bunda,tapi dia yang gak mau aku ajak kerumah.Malu katanya"
"Jangan malu sayang… anggap bunda sama ayah seperti orang tua kamu sendiri"
Marinca mengangguk malu-malu. "Marinca bukan orang setara dengan Ray tante.. Marinca dari kalangan biasa"
"Bunda sama Ayah gak pernah bedakan itu semua sayang.. Asal putra bunda bahagia,bunda sama ayah selalu mendukung semuanya.Termasuk hubungan kalian"sahut lembut bunda Inge memeluk gadis disebelahnya.
"Makasih tante"ucap Marinca
"Sama-sama sayang… panggil bunda ya sekarang,jangan tante lagi"sahut bunda Inge dan diangguki oleh Marinca.
"Bunda… I love you"timpal Rayyan yang bahagia karna kedua orangtuanya sangat welcome dengan Marinca.
"Duduk situ Ray,Ayah sesak ini"ucap Ayah Ray yang terjepit diujung sofa.
"Tidak,Ray mana bisa jauh barang sedikit sama Marinca Yah.."
"Menggelikan Ray"timpal lagi Rebecca "Kita pergi yuk yank.. disini ada 2 orang bucin,aku bisa muntah kalo terus-terusan melihat drama menggelikan ini..Karna sebentar lagi yang senior bakal ketularan bikin drama"lanjut Rebecca mengajak tunangannya untuk pergi.
"Apa maksutmu Becca?"tanya Ayah yang merasa tersindir.
"Ya kan emang ayah senior bucinnya hehehe.."sahut Rebecca cengengesan. "yaudah Becca sama Aldi pergi dulu,mau ngedate.."lanjutnya meraih pnggung tangan sang ayah dan bergantian tangan bunda untuk ia cium.Aldi pun melakukan hal yang sama dan pergi dari kediaman Sanjaya.
Setelah pertemuan sebelumnya yang lancar,Marinca sering berkunjung ke kediaman Sanjaya dan kadang Inge menyuruh Marinca untuk bermalam dirumahnya.
*
*
Saat kelulusan mereka tiba,Rayyan sudah sibuk dengan tugas-tugas kantor karna sang ayah memberikan kepercayaan Ray belajar mengelola perusahaan.
"Lama amat sih lu Ray… sampai keder gue nunggunya"gerutu Arman yang langsung masuk kedalam mobil Rayyan membawa buket bunga mawar yang sangat teramat besar dan puluhan balon warna warni yang ia masukkan kedalam bagasi milik Rayyan.
"Sorry… jalanan macet bro"sahut Rayyan dengan nyengir kuda.Ia akan memberikan kejutan pada sang kekasih hari ini dan Ray sudah membayangkan hal-hal romantis yang akan terjadi selanjutnya membuatnya senyum-senyum sendiri.
"Lah gila nih bocah… ayok jalan"tegur Arman membuat Ray sadar dari lamunannya dan mulai melajukan mobilnya ke apartemen sang kekasih.
*
*
*
Rayyan dan Arman sudah sampai didepan pintu Apartemen milik kekasih Rayyan,karna memang Rayyan yang membeli jadi ia memiliki akses untuk masuk keapartemen.
"Cewek lu beneran lagi keluar kan Ray?"tanya Arman memastikan.Karna kan gak lucu jika ketahuan sebelum memberi kejutan.
"Iya.. ini kan jam kerja,dia pasti masih diperusahaan.. Tenang aja"sahut Ray setelah bisa masuk ke Apartemen sang kekasih.
Setengah jam Ray menyiapkan semua,ruang makan yang ia dekor seperti restoran yang sudah siap dengan segala hidangan menggugah selera sang kekasih.
Arman sendiri stanby didekat ruang tv dengan mendekor ruangan sederhana itu dengan balon-balon berwarna pink
"Tuh kayaknya cewek lu dateng Ray"ucapan Arman membuat kedua lelaki itu gelabakan.
Ray dan Arman bersembunyi di belakang lemari yang berada diruang tv.Arman dengan membawa buket bunga besar sedangkan Ray dengan cake ulang tahun dan sebuah paper bag kado untuk sang kekasih.
"Kenapa kita mesti nyempil dimari sih Ray.. berat gue bawa nih bunga"
"Diem Man.. brisik,bantuin gue kek buat kali ini aja gue mau lamar cewek gue ini"sahut Rayyan dengan berbisik dan mereka pun diam menunggu empunya apartemen ini masuk.
"Ah…." Suara desahan,decapan terdengar ditelinga kedua pemuda itu.Geraman seseorang pun terdengar sangat nyaring membuat kedua pemuda itu saling pandang.Ray sudah gemetaran,ia takut apa yang ada dipikirannya saat ini benar-benar nyata.
"Aku ingin segera memasukimu baby"ucap seorang laki-laki
Deg
Ray sangat mengenali suara itu.
"Ayah"panggil Rayyan geram dengan mengepalkan tangannya.Cake yang cantik itu pun sudah hancur dilantai.
Kedua manusia yang saling bercumbu itu pun terkejut dengan suara seseorang yang mereka kenal.
Bugh
bugh
Ray langsung menghantam wajah lelaki patuh baya yang selalu ia jadikan contoh teladan baginya.Karna ayahnya yang ia kenal selama ini orang yang baik,setia,dan bijaksana.
"Brengsek"ucap Rayyan dengan terus menghajar lelaki paruh baya itu.
"Ray .. stop Ray...Stop"jerit kekasihnya dengan memeluk tubuh Ray dari belakang untuk melerai.
Pukulan Ray pun terhenti,dadanya gemuruh memendam amarah dengan terus naik turun. Arman diam tanpa ikut atau melerai,ia sama murkanya seperti Ray.Karna ia tau bagaimana perasaan sahabatnya yang teramat dalam pada gadis lugu itu.Dan ternyata gadis yang mereka anggap lugu itu tak selugu pikiran mereka.
"Lepas tangan menjijikan lu"ucap dingin Rayyan pada gadis yang ia teramat cinta itu.
"Ray"panggil lirih Marinca.
"Aaaarrrrrrrrgggggggggg...."teriak frustasi Rayyan dan langsung membuat Rayyan pingsan saat itu juga.