
Rayyan yang mengecek class make up murid privatnya tengah terganggu dengan suara deringan ponsel yang sejak tadi berdering.Bahkan Miya harus menyenggol Ray karna yang terlalu serius melihat muridnya mencampurkan foundation diwadah.
"Kak,ponsel kak Cecek dering terus.. mbak Rain telfon tuh"bisik Miya.
"Abaikan"sahut Cecek dingin membuat Miya mengrenyitkan alisnya.
"Seriusan ini.."ucap Miya meyakinkan.Bahkan sebelumnya Miya belum pernah melihat Cecek mengabaikan kekasihnya.
Cecek malah sibuk menjelaskan step-step make up pada muridnya meabaikan ucapan Miya.
Setelah acara selesai Rayyan masuk ke ruangannya untuk meistirahatkan kepalanya karna terlalu banyak yang terjadi hari ini.Bertemu dengan Marinca sudah menguras pikirannya serta hatinya dan ditambah foto mesra kekasihnya yang di update di instastory milik Niko membuat Rayyan semakin meradang.
"Aku rindu tapi aku kecewa sama kamu Dear"gumam Rayyan membenamkan kepalanya pada bantal.
Kling
Notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya membuat Rayyan langsung meraih ponselnya.
"Besok aku pulang.. aku rindu" sebuah pesan yang dikirimkan oleh kekasihnya membuat Ray tanpa sadar menyunggingkan senyumnya.Entah menguap kemana rasa kesal serta kecewanya tadi pada anak emak itu.Yang ia tau sekarang ia bahagia karna bisa bertemu dengan kekasihnya lagi.
Rayyan sudah tak sabar.
🌸
🌸
🌸
Keesokan harinya,Raina sudah disibukkan dengan Amel yang kembali menarik kata-katanya ingin ikut pulang membuat Raina mengumpat kesal.
"Mel,lu gak boleh kayak gini.. ayo pulang"rayu Raina.
"Gue belum sanggup ngadepin abang lu Rain"
"Ceh… gue pastiin lu gak bakal ketemu sama tu orang brengs*k lagi"
"Enak banget sih lu ngomong brengs*k terus.. Gitu juga abang lu Rain"
"Gue gak punya abang yang otaknya ditaruh di dengkul kaga bisa mikir"sewot Rain "Ya...ya… balik ya,lu gak kasian sama gue..Omte ngambek Mel"lanjutnya mengiba menggoyang-goyangkan lengan Amel.
"Iya..iya.. bawel.Yaudah cepet beberes kita berangkat habis ini"sahut Amel.
"Eh Mel,gue emang pengen pulang cepet ya.. tapi kalo sekarang juga kaga mungkin.Tiket aja belum ke beli makkk"
"Jangan kayak orang susah.. apa gunanya Jet pribadi papa gue Raina"
"Eh iya gue lupa.. sahabat gue kan anak sultan"
"Biasanya elu yang paling tau.. kenapa jadi ngblank gini otak lu.. Udah buru,gue bangunin Niko dulu"pamit Amel untuk pergi ke kamar Niko yang berada disebelah kamar Amel.
🌸
🌸
🌸
Setelah dari kamar milik Niko,Amel tampak diam dengan sesekali alisnya menungkik seakan menerka-nerka.Sampai Raina mengejutkannya dengan suaranya yang menggelegar.
"Woy.. kesambet hantu bule lu"ucap Raina.
"Temen gak ada akhlak…."sahut Amel kesal "Eh.. Rain… Lu ngerasa ada yang aneh gak sih dari Niko?"tanya Amel yang sudah sangat penasaran.
Raina menggeleng,Amel memutar mata malas.Ia lupa jika memiliki sahabat yang tingkat kepekaannya hanya 0,01%.
"Emang dia kenapa?" Tanya balik Raina duduk disebelah Amel.
"Rain.. kayaknya beneran perlu diupgarde deh pribadi lu.. Tingkat kepekaan lu 0 besar Rain."sahut Amel "Niko deket sama seseorang deh kayaknya"lanjut Amel.
"Yaudah besok otak gue bawa ke ponsel biar diupgrade disana hehe"sahutnya sambil tertawa "Lo seriusan masalah Niko?.. tapi gelagat dia kaga ada yang aneh Mel.Lu emang tau darimana?"
"Nih"Amel menunjukkan ponselnya yang berisi foto yang dia ambil dari wallpaper ponsel milik Niko.Wanita berkerudung coklat dengan senyum indah terpampang nyata dihadapan mereka,Raina dan Amel yakin jika foto ini diambil secara diam-diam oleh sahabatnya itu.
"Cakep"respon Raina.
Amel nepuk jidat,bukan itu yang Amel maksut "Astaga Rain,yang gue maksut bukan cantiknya nih orang.. tapi lu liat gak nih cewek bawa anak pe'a"tutur Amel yang membuat Raina diam sejenak lalu menatap Amel dengan intens.
Amel dan Raina saling tatap "Bini orang"ucap mereka bersamaan dengan wajah terkejut bahkan Amel menutup mulutnya saking terkejut.
🌸
🌸
🌸
Setelah prepare baju yang cuma beberapa lembar itu akhirnya mereka pamitan pada kedua orang tua Amel.
"Mam,Rain pulang ya.. Mama sama papa sehat-sehat disini"pamitnya pada kedua orang tua Amel.Memeluk tubuh wanita paruh baya yang masih kelihatan muda itu.
"Titip Amel ya Rain,mungkin mama sama papa masih disini untuk beberapa bulan lagi.. Jangan biarin anak mama galau terus"sahut mama Sandra yang memang tau permasalahan sang putri.
"Siap ma.. gak akan Rain biarin anak mama sedih"ucap pasti Raina.
"Apan sih ma,Amel bukan anak kecil ya"ucap tak trima Amel.
"Kalo bukan anak kecil gak mungkin kabur sampai ke Paris sayang"
"Tuh bener tuh.."Niko menyetujui ucapan mama Sandra.
"Tapi kan Amel cuma…"
"Udah..udah gak usah debat,ayo berangkat sekarang.Semua udah siap"lerai papa Amel yang siap meantar putri semata wayangnya.
"Niko juga pamit ya mam"panit Niko memeluk mama Sandra.
"Iya Nik..Titip anak mama ya"
"Dijagain mam.."sahut Niko
Amel hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah mama yang menitipkan dirinya seperti anak kecil.
"Mama jaga kesehatan disini ya.. Amel pulang,mama sama papa jangan lama disininya"pamit Amel dengan mata berkaca-kaca.Ia begitu malas berpisah karna pasti ia akan menangis
"Iya sayang . Mama gak lama kok,Kamu jangan mikirin hal yang gak penting.Fokus kuliah,fokus karier kamu.Jangan bikin mbak Retno pusing ya sayang"sahut mama Sandra mencium sayang kening putrinya lalu memeluk erat Amel.Tangis Amel cengeng pun pecah.
"Amel...aku ikut"teriak Sean dari ambang pintu melihat Amel yang tengah menangis memeluk mama Sandra.
Amel langsung menghentikan tangisnya,menoleh tajam pada sepupunya yang sibuk menganggu dirinya itu.
"Amel,kau jahat.. Aku baru kemarin kenal dengan kedua sahabatmu,tapi kau membawa mereka pulang..Kau jahat"Omel Sean yang terkejut mendapat pesan dari Amel bahwa sepupunya itu akan kembali ke Negaranya.Sean bahkan membolos sekolah agar bisa bertemu dengan sepupu serta sahabat sang sepupu.
"Tante.. tolong bilang pada Mommy,aku ingin ikut Amel" rengek Sean pada mama Sandra.
"Sean.. jangan kekanak-kanakan,kau harus sekolah"sahut Amel.
"Mel,kau tau aku tak betah disini" Sean dengan mode merajuk memeluk tubuh Amel.
"Sean,nanti saat bibi pulang.Kau ikutlah dengan bibi dan paman"Mama Sandra.
"Baiklah bi.. "sahut lemah Sean.
Akhirnya Sean ikut meantarkan Amel dan yang lain ke Bandara.
🌸
🌸
🌸
"Ternyata selama ini kamu bersembunyi disini"gumamnya dengan mengembangkan senyum.
Kling
Ia masuk dan langsung disambut ramah oleh Ulfa.
"Selamat datang di Cc Salon n Spa"sapa sopan Ulfa.
Putri melepas kacamata hitamnya "Aku mau cari Rayyan.. apa dia ada?"tanya Putri membuat Ulfa bingung.
"Maaf,mbak cari siapa?"
"Rayyan..Rayyan Sanjaya"ucap Putri penuh percaya diri.
"Maaf sebelumnya mbak.. Disini gak ada karyawan cowok dengan nama Rayyan"sahut Ulfa.
"Bukan karyawan disini tapi pemiliknya"
"Oh.. kak Cece maksut mbak,namanya Cece mbak bukan Rayyan"sahut Ulfa.Ulfa dibuat kesal sendiri melihat tingkah Putri berbicara aja dengan nada angkuh.
"Terserah aja.. temuin aku sama pemilik Salon ini"
"Maaf mbak,kak Cece nya lagi ada class make up jadi gak bisa diganggu"
Putri menggeram kesal,ingin bertemu saja dibuat susah seperti ini.
"Bilang pada atasan kamu,saya menunggu disini sampai dia menemui saya"ucap arogan Putri dan duduk di sofa tunggu salon.
"Maaf kalo boleh tau,dengan siapa saya berbicara"
"Saya Marinca kekasih pemilik Salon ini"dengan koplaknya si Putri ngadi-ngadi.
(Heh,kau titisan Putri kecebong… seenak jidat lebar lu ngaku-ngaku pacar si Cece.. tak semudah itu Putri kecebong-author 😠)
Ulfa dengan cepat menghubungi Miya,memberitahukan jika ada yang mencari Cece dan mengaku sebagai kekasih atasan mereka.
"Kenapa sih semenjak kak Cece balik normal banyak yang ngaku jadi pacar dia… Sekarang udah ganti pangkat jadi playboy"gerutu Miya yang berada diruangan Spa untuk turun ke lantai dasar.
Miya dengan senyum manisnya menemui Putri yang duduk dengan angkuhnya.
"Beda banget sama mbak Rain"batin Miya menilai.
"Maaf.. saya Miya asisten kak Cece,mbak…"
"Marinca.. Marinca Putri"ucapnya
Miya mengangguk "Baik mbak Marinca,mau bertemu dengan kak Cece? Kalau boleh tau ada urusan apa ya mbak Marinca mau bertemu dnegan atasan saya"
"Saya punya urusan pribadi dengan atasanmu.Sebaiknya kamu antar saya ke tempat dia sebelum nanti saya memecat kamu" ucap Marinca membuat Miya terkejut.
"Heh.. seenak jidat lu mau mecat gue..emang lu siapa?? dasar titisan grandong"batin Miya berteriak.
Miya yang mencari jalan aman,hanya bisa menurut meantarkan Marinca ke ruangan Cece.
"Mbak tunggu disini aja.. kak Cece masih ada kelas di ruangan tiga,mungkin sebentar lagi selesai"ucap Miya lalu meninggalkan Marinca sendiri di raungan milik Cece yang penuh dengan alat-alat make up serta beberapa gaun pengantin yang sangat mewah.
🌸
🌸
🌸
"Dear" panggil Rayyan saat membuka ruangannya.Tapi apa yang ia lihat,bukan kekasihnya Raina yang dimaksut oleh asistennya tapi wanita iblis yang menjelma seperti manusia tengah menoleh dan memandangnya dengan senyum diwajahnya.
"Hay Rayyan.. aku gak nyangka kamu ganti nama jadi Cece"ucap Marinca langsung duduk di Sofa ruangan Cece.
Cece hanya diam dan mengepalkan tangannya.
"Keluar"ucap Cece dingin mengusir wanita tak tau malu.
"Aku kesini bukan untuk menggoda kamu.. Gak ada gunanya,toh tanpa aku goda kamu akan kembali padaku"ucap Marinca terlalu pede.
"Ceh… tak tau malu"cibir Cece.
"Duduklah disini.. aku mau memberitahu sesuatu padamu sebelum kamu semakin terjebak dengan gadis jadi-jadian itu"ucap Marinca langsung.
"Apa maksutmu.. tak usah bertele-tele aku tak ada waktu meladenimu"
"Sebaiknya kau mengakhiri hubunganmu dengan Raina.Karna dia bukan gadis baik-baik"tutur Marinca.
"Ceh.. kau tak sadar dengan dirimu sendiri"sahut Cece.Meski ia terkejut dengan ucap Marinca tapi ia ta ingin terprovokasi.
Marinca hanya tersenyum"Gadis yang kau puja itu bahkan pernah mengugurkan kehamilannya karna tak ingin memiliki bayi.Dia bahkan bukan dengan satu orang melakukan itu tapi beberapa orang.Apa kau tak mengerti.. Aku berbicara seperti ini untuk menyelamatkanmu"
"Menyelamatkan..Lucu sekali"sahut Cece.Badannya sudah bergetar mendengar penuturan Putri yang membuatnya terkejut.
Putri menyadari itu,seringai liciknya muncul.Ia berhasil menggoyahkan Cece.
"Sebentar lagi… sebentar lagi kalian akan hancur sepertiku"batin Marinca jahat.
"Sebaiknya kau pergi dari pada berbicara omong kosong padaku" ucap Cecek menggeram kesal.
Marinca berdiri "Terserah.. kau mau percaya atau tidak denganku.. Aku sangat menyesal pernah menyakitimu serta Bunda..aku harap bisa menebus semua kesalahanmu dengan tak membuatmu terjebak dengan gadis murahan sepertinya"tuturnya dengan wajah sedih lalu menghampiri Cece yang masih diambang pintu.
Cup
Ia mencium pipi Cece dan pergi dari Salon.
Sedangkan Cecek yang syok dengan apa yang ia dengar hanya bisa bersandar dan menerka semua ucapan Marinca.
"Apa benar semua yang dikatakan Marinca"batin Cecek.Ia mengacak rambutnya frustasi.
Kling
Cecek merogoh sakunya dan membuka pesan yang masuk.
📩"Sampai bertemu di Jakarta sweetheart💜😘" kembali pesan whatsapp dari kekasihnya masuk.
Ia meremat erat ponsel itu lalu membenamkan kepalanya pada kedua kakinya.
...💜💜💜💜...
...Semakin merajalela ya bund si Putri Kecebong...
...Please.. Omte jangan terpengaruh...
...💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜...
...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...
...Jangan jadi readers bayangan ya,paling gak kasih jempolnya aku udah seneng kok 😘...
...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...