You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Tentang Amel



Tiga bulan berlalu setelah kejadian kepergok berduaan di Cafe,hubungan kakak beradik itu semakin membaik.Tapi sekarang ia tengah khawatir dengan Amel yang sangat susah dihubungi.Setiap ia bertanya pada Edo,Edo seakan tak tau kemana Amel.Rain dibuat kesal kembali oleh abangnya itu.


Dengan tergesa Rain masuk kerumah,setelah pulang kuliah.Ia sepakat dengan Niko untuk mencari keberadaan Amel.


Brak 


Rain membuka kasar kamar Edo dan terlihat Edo tengah berkutat dengan laptopnya.


"Bang… serius kek,lu gak tau Amel kemana?? Gue kerumah mama,kata bibi mereka lagi ke LN"ucap Rain dengan marah.Sebenarnya apa yang terjadi setelah malam itu. 


Rain memijat kepalanya pusing.


🌸


🌸


🌸


"Hhooaammm"Rain menguap dengan merenggangkan badannya. 


Ia mengerjap-ngerjapkan matanya melihat disekeliling ternyata memang benar bukan kamarnya.Rain masih berada di kamar sang abang,karna terlalu memikirkan sahabatnya itu sampai ia tertidur disini. 


Raina meedarkan pandangannya mencari pemilik kamar,tapi tak ia dapati batang hidungnya.


"Abang kemana"gumamnya dengan menyugar rambut panjangnya ke belakang. 


Kkrrinngg….kkrrriiinngg… 


Terdengar bunyi ponsel milik Edo berdering,dengan cepat Rain meraih ponsel abangnya yang berada di nakas.


Nama Putri pun tertera di layar,saking penasarannya Rain menggeser tombol hijau untuk meangkat panggilan. 


Degh!


"Kak Edo.. Putri kangen"ucap wanita dengan nada manja dari seberang sana.Dada Rain berdesir hebat,sesak mulai ia rasakan.Dengan cepat Rain mematikan panggilan itu. 


"B*****t… Pasti ni Putri tokek biang keroknya"gumam Rain dengan cepat mengembalikan ponsel Edo ke tempat semula. 


Tiba-tiba Edo keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kaos warna putih dan celana kulot pendek. 


"Baru bangun"ucap Edo sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Rain duduk bersila di atas ranjang "He'em" sahut singkat Rain. 


"Ngapain kamu liatin abang kayak gitu?"tanya Edo yang terus diamati oleh adiknya. 


"Abang ada hubungan apa sama Putri?"tanya Rain. 


"Abang… Abang sama Putri udah jadian"sahut Edo santai. 


"Whaaattt!!!!!!! Abang gila"teriak marah Rain. 


"Sakit dek telinga abang.. kamu teriak-teriak"keluh Edo."Kenapa kamu ngatain abang gila coba"lanjutnya tengah duduk disebelah sang adik dan memainkan ponselnya. 


"Iya aku gak nyangka punya abang gila,stres,sarap kayak abang…. abang tega mainin hati sahabat aku.. Ini sahabat aku lho yang abang mainin,jangan macam-macam deh bang"Sahut Raina dengan kasar.


"Emang abang ngapain sahabat kamu?"tanya Edo.


"Maksut abang dulu itu apa? Genggam tangan Amel,perhatian sama Amel itu semua apa bang… Abang cuma mainin hati dia"ucap Rain dengan penuh emosi.Dadanya bergemuruh hebat sekarang.Ah.. kepalanya berdenyut nyeri. "Aaaarrgggg…."teriaknya marah.


Ia meraih ponselnya dan menekan kontak seseorang. 


"Nik.. lu udah dapet kabar Amel dimana?"tanya Raina cepat.


"Udah.. dia di Paris" sahut Niko


"Kita kesana… gue bentar lagi ke Apartemen lu"sahut Raina lalu mematikan panggilannya. 


Kembali ia menatap menyalang pada Edo,mengumpat dalam hati. 


"Abang denger kata-kata aku…Kalau terjadi apa-apa sama Amel,seumur sisa hidup Rain.Rain akan benci sama abang..Jangan pernah minta maaf sama Rain lagi.Abang inget itu..Apa bedanya Abang sama Elang..Sama-sama nyakitin"ucap Rain dengan penuh emosi dan mata yang berkaca-kaca,ia bahkan meremat tangannya sendiri saat menyebut lelaki itu.Ia meraih kasar tasnya dan turun dari ranjang sang abang. 


Brak 


Rain kembali membanting pintu dengan kencang. 


"Aaaarrrrrgggg….."teriak Edo didalam kamar dan membanting benda-benda yang berada di nakas. 


🌸


🌸


🌸


Dengan terisak Rain masuk ke kamarnya,entah kenapa ia yakin ada sesuatu yang tak beres.Ia memasukkan beberapa bajunya ke dalam koper. 


Ia keluar dengan menarik koper kecilnya turun ke lantai bawah.Tampak emak dan bapaknya tengah bersantai di ruang keluarga dengan emak yang tengah mengupaskan buah untuk bapak. 


Prang


Pisau yang emak pegang langsung dijatuhkan saat melihat Rain turun dengan tangis.


"Dek..kamu kenapa?"tanya khawatir emak melihat bungsunya menangis terisak.Bahkan tengah membawa koper. 


"Hiks….hiks...hiks… Rain mau jemput Amel mak..hiks...hiks… Amel pergi mak"tangis Rain semakin menjadi dipelukan emak. 


"Duduk sini dulu.. cerita yang bener..ada apa?"timpal bapak yang ikut khawatir. 


"Izinin Rain pergi sama Niko ke Paris jemput Amel ya pak mak.. hiks...hiks…"


"Emang apa yang terjadi sama Amel sampai kamu harus kesana?"tanya Emak. 


"Nanti Rain cerita kalo udah tau kebenarannya.. please.. ya Mak.. pak..Izinin Raina kesana ya.. Rain pergi sama Niko kok"sahut Rain meminta izin dengan terisak. 


Emak dan bapak saling tatap lalu bapak meanggukkan kepalanya. "Bapak izinin.. Biar bapak yang pesankan kamu tiket...Nanti bapak yang anter kamu berangkat,kasih tau Niko berangkat dari sini aja"ucap Bapak membuat Rain bisa bernafas lega karna persetujuan dari orang tuanya.Ia langsung mengirimkan pesan pada Niko dan dibalas Niko dengan setuju.


Rain masih menangis dipelukan emak,entah kenapa ia sangat sedih saat ini.


Tiba-tiba saja Edo turun dari lantai dua dengan santai.Ia melirik sekilas adiknya yang tengah menangis lalu berpamitan pada kedua orang tuanya. 


"Abang mau kemana kamu?"tanya emak. 


"Mau keluar bentar mak,aku ada urusan" 


"Cih ..Urusan sama Putri tokek pasti"timpal Raina sinis,matanya menatap tak suka pada sang abang. 


"Assalamu'alaikum"salam orang dari luar membuat Edo urung untuk membalas ucapan sang adik. 


"Waalaikumsalam"sahut bersamaan.


Tampak Rayyan masuk dengan senyum merekah di bibirnya dan membawa bungkusan yang tak tau apa isinya.Tapi saat melihat kekasihnya yang menangis dipelukan calon ibu mertua membuat senyum Ray redup.


"Sayang"panggil Rain langsung mehambur ke pelukan sang kekasih.


Ray dengan tatapan bingung menyambut pelukan sang kekasih dan mengelus punggung Raina dengan sayang.


"Kamu kenapa dear?"tanya Ray menghapus lelehan air mata dipipi sang kekasih.


"Bener kan kata aku.. Ada apa-apa sama Amel" ucap Raina yang masih menangis."Aku mau izin ke Paris jemput Amel ya.. boleh ya"pamitnya pada sang kekasih.Melihat adegan seperti itu membuat Edo menjauh untuk pergi lebih dulu.


Rayyan menatap tak percaya kekasihnya yang akan meninggalkannya. "Dear.. kamu serius? Aku gak bisa jauh dari kamu"ucap Rayyan 


"Tapi aku harus.. Amel butuh aku sama Nik sweetheart" 


"Uhuk...uhukk….masih ada emak sama bapak disini..uhuk.."ucap emak menyindir kedua sejoli dengan sengaja batuk. 


Ray terkejut,baru ingat jika calon mertuanya ada diantara mereka. 


"Keasikan pelukan mulu..Emak sama bapak udah kayak patung aja ya.. bagus"ucap Emak lagi membuat Rayyan menggaruk tengkuk yang tak gatal."Nikahin aja pak.. pelukan terus"lanjut emak pada bapak membuat Rain mendelik tak suka.


"Mak,ini anakmu lagi sedih lho.. masa' emak nambahin kesedihan aku sih" 


"Oh jadi kamu sedih.. gak mau nikah sama Rayyan..??"sahut Emak "Sini nak Ray,kamu emak jodohkan sama anak temen emak yang cuantiknya nauzubillah.. daripada sama kutil perawan yang jarang mandi"lanjut emak memancing emosi sang anak. 


"Emak!?"lengkingan suara Rain malah membuat emak tersenyum.Setidaknya dengan begini Rain melupakan kesedihannya untuk sesaat.


Rain menutup kedua telinga Rayyan "Jangan dengerin semua kata-kata emak.. itu bisikan setan" 


"Heh.. kutil perawan,kamu ngatain emak setan?" 


"Gak siapa yang bilang coba" 


"Lah tadi.." 


"Mana ada… Emang aku tadi ngomong apa?"tanyanya balik. 


"Jangan dengerin semua kata-kata emak… itu bisikan setan…Nah itu apa namanya kalo gak ngatain emak"ucap emak mengulang kata-kata Rain.


"Lah.. itu emak sendiri yang ngomong bukan aku" 


Emak sudah hendak berdiri tapi dicekal oleh bapak "Udah gak usah berantem.. dikontrol emosinya,ntar tensi kamu naik lagi sayang"ucap lembut bapak. 


Emak bisa apa,jika suaminya sudah menyebutnya dengan kata sayang.Sudah tak ada lagi yang bisa emak katakan.Ia langsung patuh.


"Ecie.. gak inget umur masih sayang-sayangan…"goda Rain. 


"Kamu tuh udah bisa ketawa sekarang.. tadi aja nangis kejer"ucap Emak.


Eh iya.. Rain lupa jika saat ini tengah sedih karna nasip sahabatnya.Wajahnya berubah sendu kembali. 


"Sampai lupa mau kasih ini.. ini buat emak sama bapak"ucap Rayyan menyerahkan 2 kotak yang beirisi martabak manis dan martabak telur.


Wajah emak berbinar,tapi lebih berbinar lagi wajah Raina yang tak bisa menolak makanan.Apalagi karna ia ketiduran plus menangis,membuatnya belum makan. 


"Bi,ambilin piring dong"teriak Raina 


"Ambil sendiri deh dek.. kayak gak punya kaki sama tangan aja"omel Emak. 


Ia menyandarkan badan pada bapak "Lemes ini mak.. belum ada makanan yang masuk dalam perut" 


Bapak meelus rambut panjang Rain "Kasian anak bapak"ucap bapak "Dek,semua udah bapak siapin.. 1 jam lagi kita berangkat.. "lanjut bapak membuat Rain mengangguk.Tapi beda hal nya dengan lelaki yang duduk diseberangnya,wajah sedih,gundah gulana sudah terpatri di wajah tampannya. 


Emak yang melirik wajah sedih calon mantunya langsung meintrupsi Raina untuk mengajak Rayyan pergi keluar. 


🌸


🌸


"Apa-apaan sih emak pake ngusir segala.. Takut banget martabaknya aku abisin"gerutunya sambil berjalan ke taman depan bersama Rayyan.


Rain meletakkan piring yang berisi martabak manis dan martabak telur yang diberikan emak diatas meja taman.Rain menyuap sepotong martabak manis bertoping keju itu dengan lahap. 


"Pelan dear"ucap Rayyan membersihkan keju yang menempel dibibir kekasihnya tapi dengan tatapan sendu. 


"Sweetheart jangan liatin aku pake tatapan sedih kamu"sahut Rain dengan mengunyah.


"Apa gak bisa ditunda perginya?" Tanyanya.


Rain menggeleng "Seperti yang aku bilang,Amel perlu aku sama Niko.. Boleh ya…"pintanya pada Rayyan "Atau kamu ikut aja"lanjutnya meusulkan agar Rayyan ikut pergi bersama. 


Rayyan menggeleng "Gak bisa dear.. Aku ada job di luar kota.. Pernikahan sahabat aku"ucap Rayyan.


"Berapa hari?"tanya Rain.


"Sekitar tiga harian mungkin.. " ucap Rayyan


"Kamu juga akan sibuk kan beberapa hari,jadi pas aku kembali kamu juga udah kembali dari luar kota.."sahut Rain dengan tersenyum.Rayyan mendekati Rain dan memeluknya dari samping. 


"Gak tau kenapa,aku berat buat pisah jauh dari kamu… Semoga cuma perasaanku aja"ucap Rayyan lirih dan memejamkan matanya. 


"Sama aku juga,mungkin ini karna pertama kali kita pisah jauh"sahut Rain. 


"Dimanapun kamu berada.. Inget dear,aku cinta sama kamu..Sangat cinta" Rayyan meeratkan pelukannya dan mecium pundak kepala Raina bertubi-tubi.


🌸


🌸


🌸 


...Paris Prancis ...


Paris...Kota yang dijuluki dengan Kota Cinta.Ya..Ibukota Prancis ini memang dikenal dunia karna suasananya yang begitu romantis.Banyak wisatawan asing berkunjung ke Paris untuk mengabadikan momen terindah dengan orang terkasih di Kota ini.Tapi semua itu tak berarti pada gadis yang satu ini.Ia berkunjung ke Paris untuk menghilangkan perasaan cintanya pada seseorang. 


Duduk disalah satu kedai kopi  dekat dengan menara Eiffel tak membuat hati Amelia Angelica membaik.Sudah tiga bulan ia cuti dan meninggalkan semua kenangan di Negara kelahirannya dan pergi ke tempat asal sang mama. 


"Nona,apa anda ingin secangkir kopi lagi?"tanya seorang pelayan dengan bahasa Prancis.


(Otor kaga bisa bahasanya yak,anggaplah mereka ngomong pake bahasa orang sana..wkwkwk) 


Sudah 2 jam berlalu Amel hanya menghitung beberapa pasangan yang saling bercanda,saling memeluk,saling menggenggam lewat di depan kedai itu. 


"Berikan aku secangkir americano lagi"sahut Amel dengan senyum manisnya. 


Sebenarnya ia tak tega menawari kembali kopi pada Amel,tapi mau bagaimana pun ini sudah pekerjaannya.Bahkan ini cangkir keempat hari ini. 


Pelayan laki-laki itu langsung membuatkan pesanan milik Amel. 


"Hey Bara.. tolong buatkan ke cup pesananku tadi.Sepertinya aku harus pulang"ucap Amel menghampiri pelayan yang tengah meracikkan pesanannya. 


"Baik nona.."sahut sopan lelaki bernama Bara itu. 


Setelah pesanannya jadi,Amel pun diantar oleh Bara untuk keluar dari Cafe. 


"Mampirlah kembali saat kau jenuh.. Apa sudah selesai menghitung pasangan yang lewat tadi?"tanya Bara sambil terkekeh.Ia dan Amel mulai dekat saat Amel mengunjungi kedai kopi tempatnya bekerja hampir setiap hari.Kebiasaan Amel menghitung pasangan yang lewat pun diketahui oleh Bara. 


Amel tersenyum "Kurasa hari ini cukup."sahut Amel dengan terkekeh.Lalu ia melangkah pergi menjauhi kedai kopi langganannya.


"Hati-hati dijalan.. "ucap Bara dari belakang dan melambaikan tangannya. 


Amel menoleh dan tersenyum. 


Ia berjalan menyusuri trotoar jalan,tapi entah kenapa otaknya selalu melanglang buana pada Kejadian tiga bulan yang lalu masih terpatri jelas dikepala Amel,sampai ia bingung harus bagaimana menghilangkan semua kenangan malam itu.Jika bisa,ia ingin sekali membongkar otaknya dan mencuci agar ingatan tentang malam itu hilang dan perasaan cintanya pada lelaki itu musnah. 


"Dua kali aku jatuh cinta... Dua kali pula merasakan luka"monolognya sambil terus berjalan.


...💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜...


...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...


...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...