
Rania tengah duduk bersandar di ranjangnya,ia sibuk mendengarkan lagu-lagu romantis karna ulah David yang subuh-subuh menelfonya hanya untuk mengajaknya latihan melalui video call di aplikasi Zoom.Tinggal hari ini waktu mereka bisa latihan bersama karna esok perdana mereka manggung dan besok juga wisuda Raina.Setan memang ganggu waktu tenang dirinya pikir Raina.
"Heh… bukan gue banget nyanyi lagu beginian"ucapnya melepas airportnya.
Kling
📩"Belajar Rain… jangan salah lirik lagi"pesan yang masuk di aplikasi whatshapp miliknya.Siapa lagi kalau bukan si cerewet David.
📨"Bacot.. gue capek elah" balas Rain pada David.
📩"Please Rain.. besok perdana🥺🙏"
📨"Iye elaah… gue kaga lupa oncom"
📩"Makasih ya Rain bundadari 🤗"
📨"Dih.. emot lu pengen gue timpuk😤"
Dan hanya dibalasi stiker ngakak oleh David.
Raina pun beralih membuka pesan yang lain,banyak ternyata beberapa chat dari teman-temannya dan beberapa grup.Tapi yang paling menonjol dipenglihatannya beberapa chat dari kekasihnya.
📩"Sayang udah sampai rumah?" 18.45
📩"Sayang???" 18.56
📩"Sayang udah tidur?" 22.15
📩"Good night sayang ☹️"22.20
📩"Morning sayang" 05.00
📩"Selamat beraktifitas sayang.. Aku kerja ya,miss you😘" 08.00
📩"Sayang.. Nanti kita ketemu ya jam 2an,tentuin aja dimana kamu bisa aku temuin.Ntar aku datang kesana" 09.01
Raina hanya senyum-senyum melihat begitu banyak chat dari kekasihnya dan ternyata benar kekasihnya tak kalah cerewetnya dengan David.Baru ia akan menulis sesuatu,pesan kembali masuk.
📩"Syukurlah kamu udah baca chat aku… kita ketemuan ya yank" chat dari Cecek yang baru masuk.
📨"Oke sayang,ntar aku jemput kamu di Salon aja"
📩"Iya sayang😘"
"Gak nyangka dia secerewet ini"gumam Raina lalu tertawa.Entah kenapa kecerewetan kekasihnya terasa menyenangkan untuknya.Lalu pikirannya kembali pada acara tadi malam yang hampir Raina hancurkan dengan melempar puding ke wajah perempuan yang dulu ia kagumi karna kesederhanaan dan keceriaannya.
...Flashback On ...
Setelah kedua perempuan itu berpelukan,Raina dengan semangat membawa wanita yang diajak abangnya untuk masuk.Melupakan Edo,karna sampai sekarang Raina belum memaafkan ucapan Edo yang menyakitinya.
Suara makan malam kali ini sangat meriah karna Raina lebih semangat ngobrol dengan Putri.Tapi tiba-tiba saat mereka asik menikmati puding pemberian Cecek,Putri mengeluarkan kata-kata yang membuatnya meradang,entah wanita itu menyindir atau sekedar bercanda dengannya.
"Rain.. kenapa kakak liat sekarang kamu semakin seperti anak laki deh sekarang"ucap Putri meski dengan tersenyum,tapi Raina tau itu senyuman mengejek.Putri dulu tak pernah tersenyum seperti itu.Seketika Raina meredupkan senyumnya,lalu meletakkan sendok yang ia pegang.
Semua mata yang berada di ruang makan juga menghentikan kegiatan mereka,bahkan saling pandang satu sama lain.
Raina memejamkan mata sejenak "Benarkah.. perasaan biasa aja deh penampilan aku"sahut Raina masih dengan tersenyum.
"Kamu kayaknya harus kakak ajari dandan deh,biar banyak cowok yang ngantri buat jadi pacar kamu"
"Buat apa… Gak ada gunanya,lagian aku gak minat"sahutnya masih santai.
"Omo… atau jangan-jangan kamu gak suka sama cowok lagi"ucap Putri.
Deg!
"Bangsat…"batin Raina ingin sekali ia melempar puding yang ada dihadapannya pada wajah wanita disebelahnya ini.
Raina merasa tersinggung sekarang,oke..Ini cewek bukan orang yang gue kenal dulu.Bahkan dulu saat diajak abangnya kesini Putri sering membuatnya tertawa,tapi sekarang beda 180 derajat pikir Raina.
Edo tampak diam saja duduk disebelah Putri tanpa menghentikan ocehan tak bermutu dari wanita yang ia bawa.Raina kembali kecewa dengan abangnya.
Raina menyeringai "Bapak gue emang cakep… biasa aja liatnya sih,mau jadi sugar baby lu"cletuk Raina dengan tatapan mengejek pada wanita disebelahnya membuat wanita itu terdiam.Raina memang menatap aneh sebenarnya pada wanita disebelahnya ini,sedari tadi wanita ini sering diam-diam mencuri pandang pada bapaknya.
"Raina"tegur Edo tak suka.
"Haha...haha...haha…Maaf ya nak Putri,Rain emang suka bercanda"ucap emak tak enak pada tamu mereka.Putri tersenyum memaklumi.
"Aku gak bercanda mak"timpal Raina.
"Raina,jaga ucapan kamu"tegur Edo lagi.
Rgeett
Dengan kasar Raina memundurkan kursinya,lalu menatap tak suka pada Edo.
"Rain hanya mengikuti perkataan seseorang,kalau kita harus menilai orang seperti apa yang ada didepan kita dan sekarang yang Rain lihat.."ucapnya "Putri tertarik sama bapak.Rain kenyang… Rain sudah selesai" lanjutnya terang-terangan mulai beranjak pergi.
"Apa maksut kamu Raina?"ia merasa tersidir dengan perkataan adiknya itu.
Raina tak memperdulikan dan terus melangkah tapi ucapan bapaknya membuat ia berhenti.
"Raina duduk"ucap pak Adrian pelan tapi penuh tekanan.
"Rain udah kenyang pak"
"Duduk selesaikan makan puding yang kamu suka.. bapak gak mau kamu pergi dengan wajah kesal,duduklah nak"ucap lembut pak Adrian.
Mendengar perkataan bapaknya yang lembut membuat hati Raina tak tega,ia mengalahkan egonya untuk pergi dari ruang makan.
Dengan cepat ia menyelesaikan makannya,meski dengan hati kesal.Ia takkan tega menyakiti kedua orang tuanya.
"Rain udah selesai.. Pak,emak,mbak Ines,Mas Willy...Raina masuk duluan"pamit Raina tanpa berpamitan pada Edo dan Putri.Ia menganggap kedua manusia itu tak ada.
...Flashback Off...
Mengingat kejadian tadi malam membuat mood Raina kembali anjlok,tekatnya semakin kuat akan menjadikan Amel sebagai calon kakak Ipar kandidat nomer 1.Daripada ia berdiam diri dikamar Raina memutuskan untuk mandi dan datang lebih awal ke Salon kekasihnya.Bukankah seru memberi surprice pada kekasihnya pikir Raina.
Ia pun bersiap-siap untuk tampil semenarik mungkin dihadapan sang kekasih,karna ia tak tau apa yang harus ia gunakan Raina pun memutuskan untuk menghubungi Amel dengan panggilan video.
Tut….tut….
"Hallo Rain… "sapa Amel yang ada dilayar ponselnya.
"Tolongin gue pilih baju"
"Baju buat apaan?"
"Buat jalan lah"
"Jalan doang ribet banget sih lu,biasa juga pake kaos sama trening juga jadi buat ke Mall"sahut Amel,memang sahabatnya sering seperti itu "Bentar-bentar… jangan bilang lu mau jalan sama Omte"tebak Amel.
"Kepo lu…. Buruan dah,mau nih gue pecat dari kandidat calon kakak ipar"
"Dih… anceman lu gak mutu"
"Mau beneran nih?"
"Eh …. Gak… gak… Emang lu mau jalan kemana sih?"
"Rahasia… udah kasih tau aja yang cocok buat gue,santai tapi cantik gitu lho"
"Pake kaos biasa warna item.."ucap Amel,Raina pun pergi untuk memakainya "Terus pakai celana skinny jeans lu warna item,kasih jaket kulit lu biar tambah cakep"lanjutnya yang langsung Raina kerjakan.
"Kayak gini.. bagus ya?"
"Kurang ternyata… "
"Lu ada jaket bomber?"
"Ada.. Bentar gue ambil"sahut Raina meambil jaket bomber miliknya berwarna hitam,Army dan putih. "Bagus yang mana menurut lu?"
"Army aja"ucap Amel yang diangguki oleh Raina.
"Makasih ya Kaip… gue matiin dulu bye…"sahut Raina langsung mematikan panggilan mereka.Sudah bisa dipastikan si Amel pasti menyumpahinya sekarang ini.
🌸
🌸
🌸
Raina pun turun dengan membawa tas ransel miliknya,serta menenteng helm disebelah kanannya.Dengan riang ia bersenandung lagu anak potong bebek angsa.
"Kurang keras suaranya"cletuk emak.
Raina nyengir "Potongggg…. Be..beeeekkk...Anggsaaaa…"nyanyi Rain dengan nada yang dibuat-buat,Karna semakin ditegur membuat Raina semakin menjadi.
Plak
"Diem dek.. suara udah kayak kaleng rombeng,pake nyanyi segala"
"Jahatnya emak,gini-gini Raina besok mau manggung lho mak?"
"Dimana? Acara pelepasan? Jangan bikin malu dek"
"Astagfirlloh.. yang bikin malu siapa coba,Rain manggung di Cafe"
"Serius kamu?"
"Dua rius malah.. "
"Emak ih... Hina saja diriku ini"sahut Raina seolah paling tersakiti saat digoda oleh emak dan Emak malah terkekeh melihat tingkah putrinya.
"Kamu mau kemana? Udah rapi aja"
"Mau jalan mak"
"Kemana?"
"Kencan"
"Kencan? Sama siapa?"tanya emak menyelidik,lalu terdiam sejenak seakan ragu untuk mengatakan "Em.. Rain,apa yang dikatakan Putri tadi malam gak bener kan dek?"
Mata Raina memicing "Emak percaya omongan dia?"tanya balik Raina.
"Bukan gitu dek… Tapi emak gak mau sampai itu terjadi"
"Gak perlu juga Rain jawab semuanya,gak akan ada yang percaya sama Rain…nilai aja Rain seperti apa yang kalian dengar"tutur Raina santai "Rain pergi… Assalamualaikum"pamitnya pada Emak lalu mencium punggung tangan emaknya.
Emak terdiam,suaranya seakan terhenti di tenggorokan.Hanya sahutan salam dari Raina yang dapat ia katakan.
"Waalaikumsalam"lirih emak melihat punggung anaknya yang semakin menjauh.
🌸
🌸
🌸
Dengan santai Raina melajukan kendaraannya menyusuri jalan menuju Salon milik kekasihnya.Ia berhenti saat lampu merah menyala.
Pandangannya menajam saat seorang ibu-ibu tengah teriak minta tolong dipinggir trotoar,Raina dengan cepat menghampiri ibu-ibu itu.
"Ibu kenapa?"
"Jambret" dengan menunjuk motor yang tengah melaju dengan cepat.
Secepat kilat Raina langsung mengejar motor yang ia curigai juga sebagai jambret yang melakukan kejahatan pada ibu-ibu tadi.
"Berhenti lu… Woy,balikin tasnya"teriak Raina yang sudah bisa mensejajari motor hitam itu.Tapi dengan cepat motor itu kembali melaju,membuat mereka saling kejar-kejaran.Lelaki dengan badan bantet mengeluarkan pisau kecil dari sakunya dan menodongkan lalu meayunkan pada Raina yang kembali dapat mensejajari mereka.
"*Benc*ng beraninya pake senjata… balikin gak tasnya"teriak Raina lagi*.
"Cari gara-gara beneran lu pada brengsek"teriaknya lagi
Brak
Raina menendang motor itu sampai terjatuh disisi jalan dan dua orang itu tertimpa motor saking lajunya.
"Tolong woy… Ini jambret"teriak Raina pada pengguna jalan yang berada tak jauh dari mereka,dengan cepat mereka menghampiri Raina.
"Kenapa mbak?"tanya seorang lelaki.
"Jambret pak.. Ini buktinya"sahut Raina sambil menunjukkan tas perempuan yang tak lain milik ibu-ibu tadi.
Seorang pemuda pun datang dengan membawa polisi bersamanya,dengan cepat polisi meringkus sepasang jambret itu.Raina yang tak ingin ribet langung memberi keterangan pada polisi itu dan menunjukkan tempat ibu korban jambret itu.
"Makasih ya nak udah bantu ibu"ucap ibu-ibu itu.
"Iya buk sama-sama,orang blegug kayak gitu emang harus dikasih pelajaran.."sahut Raina.
"Sepertinya kaki anda harus diobati mbak"cletuk seorang polisi yang memperhatikan Raina.
"Ya Allah nak,iya itu kaki kamu luka.. Mari ikut saya ke Rumah sakit,kita obati dulu"ucap ibu-ibu.
Raina baru tersadar jika pergelangan kakinya berdarah,mungkin saat ia menendang motor tadi seorang pelaku meayunkan pisaunya lalu mengenai kakinya.
"Gapapa pak buk.. gak sakit juga,kalau gitu saya permisi dulu buk… pak.."pamitnya.
Ia pun menghidupi motornya dan melajukan kembali motornya untuk ke Salon Cecek.
🌸
🌸
🌸
Raina telah sampai di Salon milik Cecek,ia merapikan ikat rambutnya lalu mengsampirkan tas ranselnya di punggung.
Kling
Dengan sopan kembali gadis bername tag Ulfa kembali menyapa Raina dan dibalas senyuman oleh Raina.
"Lho mbak,mbak bukannya yang ngaku waktu itu calon istrinya kak Cecek ya"tebak Ulfa.Mita terkejut dengan ucapan Ulfa dan Raina gadis itu malah tersenyum bangga karna ada yang masih mengingatnya.
"Bisa ketemu sama kak Cecek?"
Mita mngrenyit bingung "Bukannya mbak tadi kekasih kak Cecek..Seharusnya mbak tau dong kak Cecek dimana"Ia masih kurang percaya,karna yang ia tau atasannya itupun belok.
"Saya mau kasih surprise ke dia,makanya gak ngabarin kesininya"sahut Raina. "Kalo kamu gak percaya kamu bisa tanya ke dia,tapi sekarang aku tanya Ceceknya ada?"
"Ada.. Kak Cecek lagi meeting sama klien di ruangannya,kamu bisa tunggu disini" sahut Mita lalu mempersilahkan Raina duduk di sofa panjang yang ada di dekat mereka.
"No problem"ucal Raina lalu duduk dengan santai di Sofa sambil memainkan ponselnya.Ia melupakan luka dikakinya yang masih mengeluarkan darah.
🌸
🌸
🌸
Cecek yang melakukan meeting dengan calon pengantin yang akan jasanya untuk merias diacara sakral mereka akhirnya selesai.Ia pun bersantai dengan melihat kembali chatannnya dengan sang kekasih membuat senyum kembali terukir dibibirnya.Akun sang kekasih terlihat sedang online,tapi gadis itu tak mengirimkan pesan untuknya.2 jam lagi waktu mereka bertemu,Cecek jadi tak sabar sendiri.
Mata Cecek berbinar,melihat tampilan layar CCTV menampilkan seorang gadis yang mengisi penuh pikirannya.Gadis itu bahkan tengah santai sambil memainkan ponsel.Dengan cepat ia pun berlari menghampiri sang kekasih yang berada di lantai 1.
"Sayang"panggilnya langsung menghampiri kekasihnya itu dan langsung menggenggam tangan kekasihnya.Membuat para karyawan terkejut menyaksikan kejadian yang pertama kali terjadi.
Dengan senang hati Raina menyambut uluran tangan sang kekasih yang ingin menggenggamnya lalu tersenyum.
"Sayang,kamu datang lebih awal"
"Surprise"sahut Raina lalu terkekeh.
Cecek gemas sendiri langsung mencubit pipi mulus kekasihnya.
"Enaknya kita kemana yank?"
"Kita ngedate"sahut Raina lalu mngedipkan mata sebelah genit.Membuat Cecek tersipu melihatnya.
Para karyawan di Salon sampai menghentikan kegiatan mereka dan asik menonton adegan romantis seperti di FTV secara nyata.
"Aduduh,mbak panas ini"teriak salah satu customer di Salon membuat semuanya menatap ke arah suara.
"Maaf mbak maaf"ucap karyawan Cecek karena terbuai dengan adegan ftv hingga melupakan jika ia tengah mencatok rambut pelanggan lupa untuk menariknya.
"Kalau rambut saya rusak gimana,mbak mau ganti"ucapnya lagi marah,menatap pantulan di kaca besar didepannya.Karyawan Cecek hanya bisa menunduk ketakutan.
"Maaf mbak"sahutnya takut.
"Maafin karyawan aku ya Say,dia gak sengaja"ucap kak Cecek menghampiri pelanggannya dan menundukkan badan.Ikut merasa bersalah. "Sebagai gantinya,eke kasih diskon deh 70% buat smooting keratinnya gimana?"lanjutnya mengajak customer yang tadinya marah-marah untuk nego.
Wajah yang sebelumnya garang langsung melemah mendengar diskon yang sangat menggiurkan,dengan cepat ia meangguk "Deal"sahutnya lalu kembali duduk dengan senyum merekah.
"Maafkan saya kak"ucap karyawannya itu.
"Gapapa,udah kamu kerja lagi.Lanjutin aja"sahut kak Cecek yang masih dalam keadaan bahagia itu.Lalu ia berjalan kembali menghampiri sang kekasih.
Karyawan disana sebagian masih melihat tingkah bosnya itu,mereka berfikir bosnya bersikap lemah gemulai untuk menjaga hati calon istrinya ini pikir mereka.
🌸
🌸
🌸
Cecek mengerjap-ngerjapkan matanya melihat penampakan yang dihadapannya.
"Kita ngedate disini"ucap Raina yang baru membuka helm miliknya.
...💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜...
... Kira-kira si Omte diajak kencan kemana ya sama Rain???...
...💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜...
...Para sahabat Raina dan Kak Cecek,terus dukung kisah cinta jumpalitan mereka ya.... Tinggalin jejak kalian,kasih komen,love,like and vote kalian untuk mereka. Komen kalian berarti banget buat aku 🥰🥰...
...Dukung terus otor amatir ini ya sahabat....
...😍🤗Salam sayang dari Rain and Kak Cecek🤗😍...