
Dengan menggunakan motor trailnya,Rain menuju tempat pemotretan yang di tentukan oleh sang kekasih.Semua terlalu ribet,membuat Raina tak terlalu menyukai acara prewedding yang akan ia lakukan.
Motornya pun sampai pada lokasi,terlihat kekasihnya memakai setelan jas berwarna hitam tengah menelfon seseorang tapi matanya langsung menatapnya saat ia sampai.Bahkan lelaki itu melambaikan tangan pada Raina.
"Cute"gumam Raina melihat tingkah kekasihnya.Rasa kesalnya menguap setelah melihat senyuman Rayyan kepadanya.
Ia menghampiri Rayyan yang berdiri didepan pintu Cafe kecil itu,tubuhnya terhuyung ke depan saat Rayyan tiba-tiba menarik tangannya untuk ia peluk.
"Dear miss you"bisik Rayyan.
"Miss you too"balas Raina lalu membalas pelukan kekasihnya.
Rayyan selalu bisa memperlakukannya dengan manis,Raina menyukainya.
"Mereka udah nungguin kamu didalam,masuk yuk.. Kamu bakal suka sama konsep kita"ucap Rayyan menggenggam tangan Raina lalu menuntunnya masuk ke dalam Cafe.
Terlihat Sofia,gadis yang baru ia kenal ada disana dengan beberapa orang yang sebagian ia kenal termasuk Miya sang asisten kekasihnya.
"Mbak Rain"sapa Miya..
"Hay Miya"sapa Raina balik.
Raina menyapa dengan anggukan dan tersenyum pada yang lain termasuk pada Sofia.
"Yuk langsung make up,waktunya udah lewat nih"ucap Sofia mengajak Raina untuk mengikutinya ke Ruang make up yang mereka sediakan.
Raina masuk ke ruangan itu bersama Miya yang membawa setelan jas warna hitam.
"Mbak ganti dulu deh"ucap Miya pada Rain menyerahkan kaos hitam tanpa lengan berbahan knit.
Raina pun menerima kaos itu dan berjalan ke kamar mandi yang berada didalam ruangan itu.
"Jangan terlalu menor ya mbak..aku gak suka"peringatkan Rain pada Sofia agar makeupnya tak menor seperti emak akan kondangan.
"Siap..serahin semua ke aku"sahut Sofia.
Raina pun memasang headset dan larut dengan lagu yang ia dengar,bahkan tak menunggu lama Raina sudah tertidur ditengah Sofia yang sibuk memolesnya.
"Dia tidur"ucap Rayyan yang tiba-tiba masuk membuat Sofia dan Miya kaget.Untung tangannya belum memoleskan blush On di pipi Raina,bisa dipastikan blush On tak pada tempatnya karna ulah Rayyan yang mengejutkannya.
"Kak bikin kaget aja"sahut Sofia.
Ray tersenyum "Maaf.. Dia tidur? Udah lama?"tanya Rayyan duduk dikursi sebelah Raina.
"Lumayan.. dari pertama aku mulai"sahut enteng Sofia kembali tangannya mulai beraksi merias wajah ayu Raina.Saat Sofia merias wajah Raina,Miya pun bertugas merapikan rambut Raina.Rambutnya sengaja di gerai dan di blow bagian bawah agar terlihat semakin bervolume.
Raina yang merasakan sentuhan pada pipinya mulai mengusik tidurnya,hingga ia terpaksa harus membuka mata.Pandangannya beradu dengan lelaki yang sudah tampak gagah dihadapannya.Siapa lagi jika bukan Rayyan kekasihnya.
"Kita mulai yuk,semua udah pada nunggu"ucap lembut Rayyan.
Rain tersenyum lalu mengangguk,ia melepas headsetnya dan berdiri bersama Rayyan.
"Pake dulu blazer kamu" ucap Rayyan lagi menuntun Raina untuk mengenakan Blazer yang ia bentangkan.
"Makasih sayang"sahut Raina setelah memakai blazer hitam senada dengan sang kekasih. "Bentar deh,yank kenapa aku pake blazer kayak kamu gini?"tanya Raina,karna konsep yang sebelumnya ia lihat dari meeting Ray dengan Sofia waktu itu bukan seperti ini.
"Ini konsep prewed kita dear,makanya kan waktu itu aku suruh kamu nyimak.Tapi kamu asik main hp"sahut Rayyan selembut mungkin.
Raina tersenyum "Makasih sayang,kamu emang paling tau yang aku mau.. "ucap Rain memeluk Rayyan.
🌸
🌸
🌸
Konsep Cafe yang sekaligus studio foto itu memudahkan pengerjaan sesi foto prewedding keduanya lancar meskipun sedari tadi fotografer harus berulang kali mengarahkan Raina agar tak terlihat kaku dikamera.
Saat keduanya berfoto duduk diatas pagar pun terlihat ekspresi Raina sangat kaku,gadis itu sangat susah untuk tersenyum.Hanya terlihat wajah datar.
"Smile dear"ucap Rayyan lembut.
"Udah sayang,mau senyum kayak gimana juga tetep gini aja"sahut Raina yang mulai lelah.
"Kakak kakinya boleh disilangin gak.. kayak kak Cecek gitu"arahan sang fotografer lalu menunjuk Rayyan yang memperagakan ucapan fotografer itu.
"Gini"sahut Raina mengikuti arahan.Raina meyilangkan kakinya yang tengah menjuntai kebawah dengan raut wajah datar dengan kacamata hitam bertengger dihidung mancungnya.Sama seperti yang Rayyan lakukan.
Fotografer itu meacungkan jempol "Iya… oke,tahan.. 1,2,3"
Ckrek
Terlihat senyum merekah dari sang fotografer.
"Oke bagus.. yuk udah bisa turun"
Bruk
"Dear"teriak histeris Rayyan.Bahkan semua kru menoleh kearah keduanya karna teriakan Rayyan.
Raina jatuh dengan bertumpu pada kaki dan lututnya langsung berdiri dan berbalik mendongak tersenyum pada kekasihnya.
"Aku gapapa kok"ucap Raina.
Kru tadi meletakkan tangga dibawah Rayyan dan Ray pun turun langsung memeluk kekasihnya.
"Sabar kenapa sih,bikin khawatir terus..Kalo ada apa-apa sama kamu gimana."omel Ray saat memeluk Raina.
"Lebay deh"sahut enteng Rain.
"Lebay… Lebay kamu bilang.."ucap Ray yang mulai emosi "Dear,aku khawatir sama kamu.. kamu pernah kecelakaan dan kaki kamu,kaki kamu harus hati-hati mulai sekarang kamu lupa? Aku gak mau kenapa napa,Aku sayang sama kamu,aku cinta sama kamu.Dan sekarang kamu bilang aku lebay.Kamu kelewatan"lanjut Rayyan marah dan langsung pergi meninggalkan Raina yang tampak terdiam.Bahkan semua kru melihat perdebatan sepasang kekasih itu.
"Emang gue salah ngomong ya.. Lagi pms apa gimana sih.Marah-marah mulu"guman Raina yang tak peka itu.
Ia menjadi kikuk melihat beberapa mata yang mengarah kepadanya.Sambil menggaruk tengkuk yang tak gatal ia pun berjalan masuk kedalam Cafe untuk menemui sang kekasih yang tengah merajuk.
🌸
🌸
🌸
Terlihat kekasihnya duduk menyendiri,raut wajah kesalnya tampak ia tutupi dengan rapi.Ia bahkan tersenyum dengan beberapa orang yang ada diruangan itu,tapi sama sekali Ray tak menatap Raina saat masuk.
"Sayang"panggil Rain pelan.Ia tau Rayyan marah padanya.
Ray berdiri dan menghampirinya "Pulanglah.. prewed memuakkan ini selesai,kamu bisa pulang.Silahkan bersantai seperti yang kamu mau"ucap Ray pelan agar tak ada yang dapat mendengarkan ucapannya.Rain yang sebelumnya tersenyum melihat Ray yang menghampirinya langsung kehilangan senyumannya saat mendengar perkataan Ray.Sangat terlihat wajah kesal dan marah di wajahnya.
Rain mengepalkan tangannya,ia kesal karna masalah sepele selalu dibesar-besarkan oleh sang kekasih.Ia menatap penuh permusuhan pada kekasihnya.
"Oke.. Aku pergi"sahut Raina.Ia segera meambil baju miliknya dan mengganti dengan baju yang ia pakai saat ini.
Setelah ia berganti,ia hanya melirik sebentar pada kekasihnya dan berlalu meninggalkan lokasi.Meskipun beberapa kali Miya mengejarnya untuk kembali tapi tak dihiraukan Rain.Ia menstater motor trailnya,menggas beberapa kali motor miliknya hingga bunyi knalpot nyaring itu terdengar sampai dalam Cafe lalu pergi meninggalkan tempat itu.
"Sialan"umpatnya saat melajukan motornya.
🌸
🌸
🌸
Rayyan yang dipenuhi dengan emosinya hanya terdiam duduk di ruangan ganti.Ia marah dengan ucapan kekasihnya.Beberapa kali ia mendengar bunyi knalpot yang begitu nyaring tapi tak ia hiraukan.
"Kak,Kak Cecek gak ngejar mbak Rain.. mbak Rain ngebut"ucap Miya tergopoh memberitahu Cecek.
Cecek teringat kejadian dimasa lalu,seakan dejavu ia langsung meraih kunci mobil miliknya lalu pergi untuk mencari kekasihnya.
"Aku salah… maaf aku salah"rapal Cecek,ia tak ingin terjadi apa-apa pada kekasihnya.
Ray melajukan mobilnya dengan kencang,menyusuri sepanjang jalan berharap ia masih bisa mengejar kekasihnya.Rapal kata maaf terus terucap dari bibirnya,ia sangat merasa bersalah pada sang kekasih. Sampai ia melihat seluit kekasihnya berada didepan minimarket tengah mengigit roti ditangannya membuat Ray lega.
Ia hanya melihat Rain dari jauh,ia takut jika keksihnya semakin marah padanya jika sekarang Ray menghampiri Raina.Terlihat sekali dari cara makan kekasihnya itu tengah menahan rasa kesal.Ia melihat dari dalam mobil semua itu,hingga seseorang menelfon Raina membuat Rain langsung meletakkan minuman serta roti di meja depan minimarket dan langsung melajukan motornya.
"Mau kemana lagi kamu Dear"gumam Ray yang mengikuti kepergian Raina.Ia tak ingin kehilangan keksihnya lagi.
Lihatlah,Rain tampak sangat kencang menjalankan motornya sampai beberapa kali Ray mengumpat dalam mobil.Ray kewalahan mengikuti Raina yang sangat cepat itu.
"Ya Tuhan.. Calon istriku bener-bener titisan kancil"gumamnya lagi.
Sampai ia berhenti disuatu tempat yang tak asing bagi Ray,ia pernah kesini sebelumnya.Rayyan melihat Rain masuk kedalam sana.Ia hanya melihat dari dalam mobil apa yang dilakukan kekasihnya.
...💜💜💜💜💜...
...Kemana lagi ya kira-kira Raina ini??...
...°TBC°...
...💜💜💜💜...
...Hay sahabat..ketemu lagi nih sama Amma...
...Ada yang bosen liat Amma?? ada yang rindu sama Omte??...
...Kalo rindu kasih jempol,komen dan tebar hadiah buat Omte ya biar bisa naik ranknya hehhe...
...Salam Sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...