You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Jalan



Kedua sahabat yang tengah tegang dengan menonton film action itu,terlihat dua lelaki tengah bertarung sengit di satu jalan sepi.Beberapa kali Amel bergerak seakan ia yang tengah berada di dalam film.


"Eh Nik,lu percaya gak kalo Omte itu serius sama Rain?"tanya Amel tanpa mengalihkan pandangannya dari film.


"Percaya.. dilihat dari omongan dia tadi,gimana kalutnya dia nyariin anak emak Kelihatan sih kalo om itu tulus sama Rain"sahut Niko yang juga melakukan hal sama.Ia ngomong tanpa mengalihkan pandangannya dari film.


"Hhmmm… gue takut,gue takut Raina jatuh ke orang yang gak tepat.Gue udah gagal dulu jagain dia,gue gak mau itu keulang lagi"ucap Amel lagi yang sekarang mulai serius. "Sumpah gue gak nyangka Elang sebejad itu dulu"lanjutnya karna memang dari awal masuk SMA dulu Amel jatuh cinta dengan Elang.


"Bukan cuma lu,gue pun gagal jagain dia dulu..Tiap keinget kejadian itu,gue masih berharap semua itu mimpi.Liat Raina yang hampir bunuh diri,hati gue sakit"sahut Niko yang mulai mengenang kejadian mengerikan saat Raina melakukan aksi bunuh dirinya.Untung saja waktu itu Niko dan Amel tengah menginap di rumah Rain,jika tidak mungkin tubuh Rain sekarang melebur didalam tanah. 


3 bulan setelah kejadian mengenaskan itu bukan waktu yang mudah untuk ketiga sahabat itu,bahkan Niko dan Amel merelakan waktunya untuk terus memantau kesehatan Raina,Setiap malam selalu memburuk karna Raina yang tak bisa tidur sama sekali dan terus berhalusinasi tentang apa yang menimpanya.


Semua masa-masa sulit mereka jalani bersama,bagaikan saudara yang tak bisa dipisah.Sesayang itu Niko dan Amel pada Raina.


"Kita sama-sama dukung hubungan mereka selagi itu benar,dia hanya perlu dukungan.."lanjut Niko lalu tersenyum pada sahabatnya yang membalas dengan anggukan serta senyuman dan kembali mereka menyaksikan film action yang semakin greget.


Amel mengabaikan ponselnya yang tengah berdering diatas nakas.


🌸


🌸


🌸


Setelah Cecek melakukan aktifitasnya yaitu bebersih alias mandi,akhirnya ia kembali menemui Raina menggunakan kaos tanpa lengan dengan celana pendek selutut.Ia jalan perlahan dari belakang ingin mengejutkan Raina yang tengah duduk santai di Sofa. 


"Dooorrrr…"


Bukan Cecek yang berteriak,tapi Raina yang menoleh mengejutkan Cecek sampai Cecek terjatuh dibelakang. 


"Huahahahhaaa…..Kaget ya"ucap Raina sambil tertawa.


Mata Cecek masih melotot terkejut,sedangkan tersangka yang seharusnya jadi korban malah tertawa terbahak. 


"Aku padahal mau ngagetin kamu.. lah malah aku yang kaget beneran"sahut Cecek berdiri. 


"MasyaAllah gantengnya… Ini pacar aku"ucap Raina berbinar melihat Cecek yang berdiri dengan gagahnya dengan senyum mengembang. "Nikmat mana yang kau dustakan..punya pacar kelewat cakep"lanjutnya dengan pancaran seakan memuja. 


Cecek dibuat salah tingkah dengan cletukan kekasihnya,ia lalu duduk di Sofa sebelah sang kekasih. 


"Jangan gombalin aku terus deh dear,aku malu tau"ucap Cecek.


Raina terus tertawa sambil merebahkan kepalanya pada paha sang kekasih. "Siapa yang gombal coba,aku tuh serius kali,apapun yang aku ungkapin itu semua emang bener  serius"


Cecek membelai sayang rambut panjang berwarna coklat itu. "Makasih… Kamu udah mau jadi kekasih pria aneh dan tua ini" 


"Yang bilang kamu tua siapa sih? Kamu tuh kayak … em.. pemain drama Korea yang sering Amel tonton? Siapa ya namanya (iya mengingat dengan mengetuk-ngetuk kepalanya).. Kim Jong-Un"ucap Raina hanya nama itu yang terlintas di kepalanya langsung disambut tawa oleh Cecek.Siapa yang kekasihnya bilang tadi.Kim Jong-Un bukankah itu Presiden Korea Utara.Astaga kekasihnya ini memang tak tau apa-apa pikir Cecek.


"Kenapa kamu ketawa coba?"tanya Rain. 


"Kamu tau siapa Kim Jong-Un itu dear?" 


"Artis Korea yang sering main drama kan" 


"Haha...sayangku yang paling cantik,dia mah bukan artis..Kim Jong-Un itu presiden Korea Utara" 


"Masa sih?? Lah trus yang sering di idolakan Amel kalo main drama itu siapa dong??"tanya Raina "Kadang sampai gini nih Amel kalo liat tuh cowok lewat di ponsel dia… Oppa.. Oppa sarangheo Oppa,Aduh suami masa depanku"ucap Raina menirukan gaya centil Amel dengan memegang ponsel miliknya. 


"Kamu tuh ngegemesin banget sih… Pengen gigit deh"sahut Cecek dengan menggerak-gerakkan jarinya seakan mencengkram didepan wajah Raina. 


"Dih.. kamu drakula ya pake gigit-gigit aku" 


"Iya aku drakula,mau gigit kamu biar kamu juga ikut jadi drakula dan kita bisa hidup abadi berdua selamanya"


"Ecie… mau selamanya..Halalin adek dong bang"sahut Raina dengan senyum genitnya. 


"Emang mau nikah muda? Kamu baru masuk kuliah lho dear.." 


"Kalo udah cocok kenapa harus ditunda sih…"sahut Raina. 


"Oke… aku bakal bilang sama orang tua kamu,buat ngelamar kamu secepatnya" 


"Eh… eh...serius?"tanya Raina serius. 


(Nah kan si eneng pas diseriusin malah takut sendiri 😅-author)


Cecek mengangguk dengan tersenyum "Aku serius" 


"Tapi kamu belum tau semua tentang aku.. " 


"Semua tentang kamu?? Em… bentar-bentar yang aku tau tentang kamu itu,kamu pacar aku yang suka banget makan,suka naik motor,suka bikin khawatir,suka banget tidur sampai susah dibangunin,pacar aku yang selalu bertiga sama sahabatnya,pacar aku yang suaranya bagus banget,pacar aku yang bikin aku jatuh cinta terus setiap harinya...terus apa lagi yang belum aku tau" tutur Cecek membuat Raina tertawa,tapi tiba-tiba senyumnya hilang.


"Belum semua kamu tau sweetheart.. aku yakin kalo kamu tau siapa aku,kamu bakal benci banget sama aku..Tapi untuk saat ini,biarin aku stay sama kamu.Aku masih belum bisa kehilangan kamu"sahut Raina menatap Cecek yang tengah menatap nya juga. 


"Hey .. kenapa coba aku harus benci dan kamu bilang apa.. Aku gak akan ninggalin kamu,Dear… apapun dan siapapun kamu,aku akan terus cinta sama kamu.Kamu tau,aku dulu pernah disakiti karna mencinta"ucap Cecek menghela nafas saat terakhir kalimatnya.Seakan masih ada sesuatu di tenggorokan yang susah untuk ia ungkap.


Raina bangun dari tidurnya,lalu bersila menghadap Cecek. "Maaf kalo aku lancang.. tapi sungguh,aku terlalu penasaran tentang ini.Apa semua ada hubungannya sama Putri?"tanya Rain hati-hati. 


Cecek menghirup udara sebanyak-banyaknya lalu mengeluarkan perlahan "Putri? Kamu kenal dia dengan nama Putri?"tanya balik Cecek.


"Ya.. memang aku mengenalnya dengan nama Putri.Dia dan bang Edo berteman baik"


Cecek senyum getir,lalu meraih telapak tangan kekasihnya dan ia genggam "Dia pernah menjadi seseorang yang paling aku cinta dear" 


Deg!! 


Kok sakit ya pikir Raina,dadanya terasa sesak kembali.


"Benarkah?"ucap Raina seakan terkejut "Lalu kenapa aku melihat kamu benci banget sama dia?"tanya Rain lagi.


"Bentar"sahut Cecek dan ia masuk kekamar,lalu kembali ke sofa dengan membawa sesuatu dan menyodorkannya pada Rain.


"Siapa ini?"tanya Raina melihat seorang wanita cantik dengan rambut panjang terurai tengah menggandeng gadis kecil dan menggendong bayi laki-laki dengan senyum bahagia.


"Bunda"sahut Rayyan.


"Bunda kamu? Cantik.."ucap Rain tersenyum melihat foto itu. 


"Ya,Sangat cantik.. Bunda ku"sahut Rayyan tersenyum getir. 


"Ada apa sweetheart?"tanya Rain melihat wajah Rayyan dengan bibir sedikit bergetar. 


"Maaf,aku terlalu terbawa suasana jika mengingat bunda"sahut Cecek menghapus air matanya yang tiba-tiba tergelincir. 


"Hhhmmmm .. gapapa kalo kamu gak mau cerita,aku bisa ngerti."ucap Raina menggenggam tangan Rayyan. 


Rayyan tersenyum dengan menggeleng "Kamu harus tau,aku gak akan sembunyikan apa-apa dari kamu.Kamu wanitaku kamu berhak tau,bukankah kejujuran pondasi terkuat dalam sebuah hubungan..Aku percaya sama kamu dear" 


Rain tersenyum "Makasih udah percaya sama aku" Rain membenarkan duduknya agar bisa menyimak dengan seksama kisah kekasihnya. 


"Putri itu Marinca Putri pacar aku dulu waktu kuliah.Cinta pertamaku.Aku pacaran sama dia udah lumayan lama dan saat aku kenalkan dia sama keluarga ternyata itu kesalahan terfatal aku"Tutur Cecek lalu menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya "Dia ada affair sama ayah aku,dia selingkuh sama ayahku sampai ya… dia ketahuan pas aku mau kasih surprise ke dia sama Arman"lanjutnya dengan tertawa miris sampai air matanya kembali keluar. 


Raina terkejut mendengar,seperti itukah Putri yang ia kenal pikir Raina "Jangan ketawa gitu deh gak ada yang lucu...Udah kalo gak bisa cerita oke kita skip aja oke" 


"Gak.. aku biasa aja kok,cuma lucu aja.Miris banget kan..Aku dulu udah coba buat ikhlasin dia,aku akhiri hubungan kami meskipun rasanya sungguh sakit.Aku depresi.Aku menjauhi semua yang berhubungan dengan Ayah dan aku merasa bersalah pada Bunda karna aku membawa wanita ular itu masuk ke kehidupan keluarga Bunda.Sampai akhirnya bunda tau semua kebusukan ayah dan Marinca saat wanita itu dinyatakan hamil dan ternyata sudah menikah membuat penyakit traumaku kambuh.Beberapa kali bunda ke Apartemenku yang lama buat nemenin aku,tapi bodohnya aku malah acuh sama bunda..Itu benar-benar yang bikin aku menyesal seumur hidup (Air mata Cecek mulai mengalir,dengan tubuh yang mulai bergetar.Rain terus menggenggam kedua telapak tangan sang kekasih memberi kekuatan) Bunda meninggal di depan mataku,Bunda hiks….hiks… bunda bunuh diri lompat dari Apartemenku"tutur Cecek dengan tangis yang semakin menjadi.Raina langsung memeluk tubuh kekasihnya,sebegitu mengerikannya kah Putri yang ia anggap baik dulu membuat keluarga kekasihnya ini hancur.


Raina tak dapat berbicara lagi,ia biarkan kekasihnya menangis.Ia tak menyangka Cecek yang lemah gemulai serta ceria memiliki kisah pilu di masa lalunya.Tak ubahnya seperti dirinya yang juga memiliki kisah pilu dan kehilangan,Rain tau rasanya.Ia masih beruntung memiliki dua sahabat yang selalu ada saat ia terpuruk,saat traumanya kembali.Tapi apa kabar kekasihnya ini,pada siapa ia berkeluh kesah.Membayangkan saja membuat hati Rain teriris pilu.


"Ada aku sekarang sayang,cerita semua ke aku… Aku cinta kamu"bisik Rain yang sudah ikut menangis.Kedua sejoli akhirnya sama-sama menangis.


Bukan hal yang mudah menceritakan masa lalu yang penuh dengan luka,butuh keberanian untuk melawan ketakutannya akan bayangan masa lalu dan Cecek berhasil menceritakan bebannya pada sang kekasih. 


🌸


🌸


🌸


"Mel,ponsel lu berisik..Jawab dulu deh"ucap Niko yang terganggu nada dering ponsel milik Amel. 


"Hallo ma.."sapa Amel.


(Penonton kecewa….kirain tadi bang Edo🤦)


"Hallo sayang,dari tadi mama telfon gak kamu angkat kemana aja sih"omel sang mama. 


"Amel lagi serius nonton film sama Niko mah,ini juga kalo gak Niko ngomel suruh angkat Amel gak tau kalo mama nelfon.Ada apa ma?" Tanya Amel.


"Gini sayang,mama mau ke rumah nini di Banjarmasin sama Papa.. Kamu mama tinggal sendiri gapapa kan?"


"Nini kenapa ma? Masuk rumah sakit lagi? Amel ikut aja ya" sahut Amel khawatir.


"Nini gapapa sayang,cuma lagi kangen papa kamu katanya.. Kamu disini aja deh,ntar kuliah kamu gimana kalo kamu ikut"ucap sang mama membuat Amel menghela nafas.Ia rindu sang nini.


"Iya deh iya..Papa sama mama kapan berangkatnya?" 


"Ini mama sama papa udah di mobil mau ke Bandara" 


"Lah,gak nunggu Amel pulang dulu.. huh,selalu gitu ngasih tau kalo udah dijalan.Sengaja banget biar Amel gak ikut"sahut Amel dengan kesal. 


Mama Sandra malah tertawa mendengar omelan putri semata wayangnya. "Ponsel kamu kasih ke Niko.. mama mau ngomong"ucap mama Sandra. 


Amel mentoel Niko dengan ponselnya,saat Niko menoleh Amel memberikan ponselnya pada Niko. 


"Mama mau ngomong"ucap Amel


"Hallo ma"


"Hallo Nik.. Niko,mama mau ngerepotin lagi nih.. titip Amel ya nak.Mama sama papa mau ke tempat nini Amel" 


"Siap ma..dijagain,gak bakal lecet.Mama sama papa hati-hati ya"sahut Niko membuat mama Sandra tertawa disebrang telfon.Lalu ia mengembalikan ponselnya pada Amel.


"Yaudah sayang hati-hati disana ya.. "ucap mama Sandra pada Amel.


"Iya ma,mama sama papa juga ya.. hati-hati di jalan,titip salam sama Nini" 


Setelah panggilan mati,Amel kembali menyaksikan film yang tertunda.Tapi kembali ponselnya berdering.


"Kebiasaan mama kalo telfon gak bisa kalo cuma sekali doang"gerutunya meraih ponsel.


Degh!


Mata Amel membulat dengan sempurna melihat siapa yang tengah menelfonnya.


"Ini gak mimpi kan.. gak mimpi kan"gumamnya dengan histeris. 


"Kenapa sih lu Mel?"tanya Niko melihat tingkah sahabatnya. 


Amel memperlihatkan nama seseorang yang tengah menelfonnya pada Niko dengan sebelah tangan tengah menutup mulutnya. 


"Yaudah angkat cepet"ucap Niko lagi. "Kenapa malah lu anggurin"lanjutnya membuat Amel dengan cepat meangkat telfon dari Edo.Ya.. Edo tengah menelfon Amellia. 


"Hallo..halo"ucap Amel.


Tak ada jawaban. 


"Halo bang" hening tak ada jawaban 


"Kepencet aja kali ya"gumam Amel dengan nada sedih.Saat ingin mematikan panggilan tiba-tiba Edo menyahut dari ujung telfon. 


"Halo Mel"ucap Edo 


"Eh iya bang.. kirain kepencet,ada apa bang.Tumben nelfon Amel?" 


"Em.. gini,Rain ada disana sama kamu?" 


"Ada.. dia sama aku di tempat Niko"sahut Amel bohong.Ia tak mungkin kan bilang pada abang sahabatnya jika Raina di Apartemen sebelah. 


Hening 


"Bang.. halo" 


"Eh iya Mel" 


"Ada yang mau abang bicarakan lagi.. kalo gak,Amel mau nerusin nonton film dulu"ucap Amel datar.Ia enggan berharap lebih sekarang pada Edo.


Kembali tak ada jawaban,hanya terdengar helaan nafas dari seberang sana. 


"Kalo gini caranya gimana gue mau move on coba"batin Amel menjerit. 


"Amel matiin ya bang"ucap Amel karna tak kunjung ada suara dari sana. 


"Mau gak jalan sama abang sekarang?"tanya Edo dengan nyaring sebelum Amel mematikan panggilan. 


Amel langsung terserang syok,dia hanya terdiam dengan beberapa kali mengerjapkan matanya.Ponsel masih menempel di telinga masih mendengar nafas seseorang disana.


"Mel jawab"ucap Edo lagi. 


"Mau bang"sahut Amel dengan spontan. 


"Abang jemput 30 menit lagi"ucap Edo langsung mematikan panggilan. 


Dengan lemas tangan Amel menurunkan ponselnya. 


"Nik,cubit gue"ucap Amel 


"Aw…..aw….. ogeb kenceng banget lu cubit gue"keluh Amel karna capitan dari Niko dilengannya. 


"Lah tadi kan lu yang minta.. Lagian apa sih yang diomongin sama bang Edo sampai gitu banget lu"tanya Niko pada Amel. 


Amel mengulum bibirnya sambil menyandarkan badannya pada Sofa "Bang Edo mau ngajak gue jalan dong …. Aaaaaa…."ucap Amel dengan teriak bahagia. 


"Dih.. udik banget,gitu aja lebay" 


"Biarin dong wleeekkk..syirik ya lu jomblo" 


"Sapa juga yang iri...Eh,lu ngatain gue jomblo.. ngomong-ngomong apa kabar lu kan juga jomblo" 


"Eh iya gue jomblo ya.. lupa"sahut Amel dengan nyengir tanpa dosa.Saat ingat bahwa waktunya untuk bersiap hanya 30 menit membuat Amel seketika berdiri. 


"Napa lagi lu?"tanya Niko.


"Bang Edo mau kesini dan waktu gue buat dandan cuma 30 menit .. gue harus gimana dong? Masa gue pake baju ini dan em… gue harus mandi,tapi gimana caranya mandi cepet.. gue gak bisa"ucap Amel gelisah dengan mondar mandir. 


"Pinteran dikit kayak temen lu si tukang ngebo kek.. Cuci muka,gosok gigi,langsung dandan.Gak usah ribet"sahut Niko santai.


"Trus baju gue?" 


"Noh di lemari punya siapa yang paling banyak kalo bukan punya lu.. Kurang tuh baju di kamar tamu"ucap Niko lagi. 


"Tapi kan semua baju udah gue pake Nik" 


"Ribet lu mah.. Emang bang Edontau semua baju yang lu pake? Gak kan..udah sono gak usah ribet"ucap Niko " waktu lu tinggal 22 menit lagi.. waktu jalan terus"lanjutnya. 


"Aaaaa…."teriak Amel sambil berlari ke kamar tamu.


"Napa gue temenan sama mereka berdua ya.. pada aneh semua perasaan"gumam Niko kembali menikmati film daripada ikut repot seperti sahabatnya itu.


...💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜...


...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...


...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...