You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Kebersamaan



Audrey tengah sarapan bersama Elang pagi ini,masih pagi sekali kekasihnya sudah berkunjung di rumah yang diberikan padanya. 


Hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar di ruang makan itu. 


"Sayang,aku sangat ingin makan nasi goreng sosis pedas"


"Tumben"sahut Elang masih menyuap salad sayur dengan telur. "Biasanya kamu gak suka sarapan pakai nasi"lanjutnya. 


"Lagi pengen aja"ucap Audrey. 


"Ntar minta bibi masakin ya"sahut Elang yang sudsh menyelesaikan sarapannya. "Aku berangkat.. Kamu hati-hati dirumah,jangan terlalu banyak gerak..Kaki kamu masih sering sakit kan"lanjut Elang memakai jas warna hitam miliknya. 


"Iya sayangnya aku yang bawel.. "ucap Audrey mengerucutkan bibirnya.


Elang menghampiri Audrey lalu mengecup puncak kepalanya.


"Aku berangkat" 


"Iya .. hati-hati"Audrey melambaikan tangannya meantar kepergian sang kekasih. 


Saat ia meneguk air mineral,tiba-tiba ia teringat ucapan Elang tentang Cecek.Elang mengatakan jika Cecek itu tidak normal,makanya Elang membiarkan dirinya berteman dengan Cecek. 


Tapi entah kenapa semua itu berbanding terbalik dengan apa yang ia dengar dari Cecek kemarin. 


"Kenapa aku jadi penasaran banget sama dia ya"gumamnya lalu beranjak dari duduknya. 


🌸


🌸


🌸


Jam menunjukkan pukul 1 siang,Audrey bingung harus melakukan apa sedangkan sang kekasih tadi memberi tahu jika akan bertolak ke Paris lagi untuk urusan pekerjaan dan sudah bisa Audrey pastikan bukan hanya sehari dua hari kekasihnya disana. 


📩"Maaf sayang.. aku akan kembali dsn membawa ribuan buket Lily untukmu.Aku mencintaimu💜"pesan whatsapp yang Elang kirimkan.


Ia membuka kontak ponsel yang berikan oleh Elang dan apa ini,isinya hanya kontak Elang,ayah Elang dan supir pribadi yang diutus untuk meantar dirinya kemana-mana.Tapi ada satu kontak yang membuatnya penasaran.Nama Cecek tertera disana,kontak yang dikirimkan oleh kekasihnya kemarin. 


"Coba aku telfon deh"gumamnya memberanikan diri mendial nomer milik Cecek. 


Tut..tut… 


"Hallo… Kak Cecek"sapa Audrey saat panggilan itu menyambung. 


Tak ada balasan. 


"Hallo… kakak mendengarku"ucapnya lagi. 


Hening


"Apa orangnya sibuk ya.."gumamnya,Audrey ingin mematikan panggilan tapi suara dari sana seolah meintrupsi agar meurungkan niatnya.


"Iya hallo..dengan siapa disana"sahut dari sebrang sana mendayu. 


"Lah… suaranya kok mendayu gini"batin Audrey. 


"Ini kak Cecek kan?"


"Iya sayang.. ini saya Cecek,maaf sebelumnya saya bicara dengan siapa?" 


"Saya Audrey kak"sahut cepat Audrey. 


"Oh kamu say..Em..gimana kemarin kamu gapapa? Aku kaget lho liat kamu tiba-tiba pingsan gitu"ucapnya masih dengan nada bak perempuan.


"Kok beda sama kemarin ya"batin Audrey lagi. 


"Iya kak gapapa kok.. Kak,kakak sibuk gak?? Mau nemenin aku.. aku suntuk dirumah"tanpa malu Audrey mengungkapkan perasaannya. 


"Boleh say.. kebetulan aku juga lagi free"sahut Cecek. 


"Oke.. kasih tau alamat kakak,aku kesana" 


"Gak usah..biar aku yang jemput kamu say"sahut Cecek cepat. 


"Oke.. aku tunggu"ucap riang Audrey lalu memutuskan panggilan.


Audrey menaiki tangga rumahnya dengan langkah ringan,hatinya berbunga-bunga entah karna apa tapi ia sangat senang bisa pergi sekarang. 


Ia memilih baju yang cocok untuk jalan dengan Cecek,bak gadis yang ingin kencan dengan kekasihnya.Beberapa kali ia berganti pakaian karna banyak yang tak cocok untuknya sekarang. 


"Apa gak terlalu biasa ya"ucapnya melihat dirinya yang menggunakan kaos knit warna abu-abu dan celana skinny jeans."Gapapa lah.. udah cantik kok"ucapnya lagi. 


🌸


🌸


🌸


Jangan ditanya bagaimana perasaan Cecek sekarang,ia sangat bahagia karna mendapat ajakan dari wanita yang ia cinta untuk bertemu. 


"Bismillah.. semoga jadi awal yang indah"gumamnya.Meskipun ia harus meubah dirinya bak benc*ng kembali,asal ia bisa dekat dengan wanita yang ia cinta biarlah ia akan ikhlas melakukannya. 


Setelah 40 menit perjalanan akhirnya Cecek sampai di rumah mewah tempat wanita yang ia cintai berada.Gerbang otomatis terbuka saat mobilnya berada tepat didepan gerbang. 


Bahkan sekarang nampak wanita yang ia cintai menyambutnya dengan berdiri di depan teras.Penampilan Raina sekarang memang berbanding terbalik dengan ia yang dulu.Lihatlah sekarang ia nampak sangat cantik. 


Saat Audrey mendekatkan dirinya pada mobil milik Cecek,dada Cecek kembali bergemuruh detak jantungnya berdetak sangat kencang.Ia kembali jatuh cinta pada wanitanya.Ya.. wanita yang selalu menjadi satu-satunya untuk Cecek.


Cecek menurunkan kaca mobilnya. 


"Aku masuk ya"ucap Audrey


"Silahkan say"sahut Cecek centil.


Keduanya pun keluar dari kediaman Audrey tanpa pengawalan,itu permintaan Audrey sendiri karna ia sangat tak nyaman dengan para pengawalnya jika tak ada Elang disampingnya.


"Kita mau kemana nih say?"tanya Cecek.


"Kemana ya.. Aku belum tau kak tempat yang asik disini"sahut Audrey.


"Gimana kalo kita duduk di taman"usul Cecek langsung dibalas senyuman serta anggukan dari Audrey. 


🌸


🌸


🌸


Audrey menatap hamparan bunga yang berada dihadapannya,meskipun hampir semua bunga disini sama dengan bunga yang di taman milik Elang entah kenapa sekarang Audrey bahagia melihat semua bunga ini yang seolah menyambutnya.


"Ayo say"ucap Cecek jalan lebih dulu dengan langkah yang meliuk-liuk bak model yang berjalan di red carpet. 


Audrey cekikikan dibelakang melihat tingkah ajaib Cecek.Sampailah mereka berdua di satu bangku taman yang terbuat dsri kayu. 


"Duduklah disini.."ajak Cecek"Untung gak terlalu panas hari ini"lanjutnya menatap awan yang sedikit mendung. 


"Kakak sering kesini?"tanya Audrey mengikuti arah mata Cecek yang menatap ke atas.


"Ini ketiga kalinya"sahut Cecek "Ini tempat pertama,aku sadar tentang perasaanku pada seseorang"lanjutnya memejamkan mata sambil menengadah. 


Audrey menoleh pada Cecek,lalu mengikuti apa yang Cecek lakukan.


"Tempat bersejarah dong"sahut Audrey.


"Sangat.. tempat paling berarti buatku dan dia"ucap Cecek.


Tiba-tiba bayangan yang tak pernah ia ingat terlintas dikepalanya.Audrey melihat gadis yang tengah memeluk lelaki sambil menangis.


"Sssttt…."desisnya merasakan nyeri dikepalanya lagi.


Cecek langsung menoleh mendapati Audrey yang sudah memegangi kepalanya.


"Kamu gapapa?"tanya khawatir Cecek.


Audrey tak menjawab hanya menggelengkan kepalanya.


"Tunggu sini,aku ambilkan air mineral di mobil"pamit Cecek langsung berlari ke tempat mobilnya diparkirkan.


"Bayangan apa lagi tadi"gumamnya merasa nyeri di kepalanya berkurang. 


Cecek datang dengan berlari dan membawa air mineral,lalu menyerahkan pada Audrey untuk diminum. 


"Sudah mendingan?" 


"Hhmmm.. makasih" 


Cecek mengangguk "Apa kamu sering ngalamin kayak gini?"Tanya Cecek.


"Baru beberapa kali dan saat itu kepalaku langsung sakit" sahut Audrey. "Pertama saat bayangan sebuah kalung yang selalu hadir dipikiranku.. Bahkan aku sampai merengek pada Elang untuk membelikan kalung itu untukku.."lanjutnya menceritakan.


Cecek tersenyum kecut. 


"Lihatlah kak.. Cantikkan"Audrey menunjukkan foto sebuah kalung swarovski berwarna silver.



Degh! 


Ini kalung yang ia berikan dulu pada kekasihnya,Cecek sangat ingat bentuk kalung itu.


"Sangat.. sangat cantik"sahut Cecek dengan tersenyum. 


"Eh,kak Cecek.. aku dari kemarin penasaran sama pacar kakak..Seperti apa sih dia?"tanya Audrey memiringkan badannya menatap Cecek. 


Cecek tersenyum "Dia..dia gadis tomboy unik yang pernah aku temui"ucap Cecek sambil mengingat kejadian pertama pertemuan mereka berdua. "Saat aku bertemu sama dia di pernikahan kakaknya,dengan pedenya dia bilang gini "MasyaAllah calon imamku" gitu katanya.Padahal aku udah bilang kalo aku gak suka sama cewek" lanjutnya memperagakan tingkah Raina dulu. 


"Haha...hahaha...Terus.. terus" Audrey tertawa mendengar cerita Cecek.


"Tanpa aba-aba dia malah nyium aku pas aku dandanin"ucap Cecek lagi dengan tersipu malu.


"Astaga.. kak cute banget,kakak blushing.Gadis yang unik"Audrey kembali tertawa melihat tingkah malu-malu Cecek. 


"Ya.. dia memang gadis paling unik yang pernah aku temui..Saat kami sudah jadian pun,sifat-sifat anehnya mulai aku ketahui..Dia paling suka tidur dan makan,apalagi makan nasi goreng sosis pedas buatanku"


"Benarkah.. Kebetulan aku juga ingin memakan itu"sahut Audrey riang. 


"Besok akan aku buatkan untuk kamu"ucap Cecek mendapatkan tepuk tangan dari Audrey,ia sangat senang.


Mereka pun larut dalam obrolan yang menyenangkan,lebih banyak membahas tentang kekasih Cecek.Tanpa Audrey sadar,mereka berdua membahas dirinya sendiri.Mengghibah diri sendiri 🤣. 


Sampai tanpa mereka sadari,keduanya telah satu jam lamanya duduk disana dan mereka akhirnya memutuskan beranjak dari kursi taman itu.


"Kapan-kapan kakak harus menceritakan tentang dia lagi",ucapnya antusias.


"Baiklah"sahut Cecek dan berjalan beriringan. Sesekali Cecek menoleh melihat wanita tercintanya tengah tersenyum kepadanya.


"Aku mencintaimu dear"batin Cecek.


🌸


🌸


🌸


Greb 


"Aku kangen kamu"Dengan air mata yang sudah mengalir dipipi dia memeluk erat tubuh Audrey


...💜💜💜💜...


...💜💜💜💜💜💜...


...💜💜💜💜...


...Ritualnya sahabat jangan lupa ya.Kasih love,like dan komen ya sahabat.Sangat-sangat ku nanti gengs komen kalian 🤗...


...Apalagi kalo sahabat mau kasih hadiah buat amma,paling gak bunga mawar lah biar Amma makin semangat nulisnya 🥰😘...


...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 🥰🤗...