You (ILY Omte)

You (ILY Omte)
Flashback Mengingat



Kabar wajah gadis yang mirip dengan Raina sampai terdengar di Kediaman Syahreza,bahkan saat orang yang diutus mencari keberadaan Raina mengatakan dengan pasti.


Emak yang duduk bersandar di ranjang sangat berharap jika itu benar Putrinya.Putri yang ia sakiti karna kata-katanya.


"Aku berharap itu memang Raina pak"ucap sedih emak. 


"Bapak juga berharap semua itu benar.. Jangan sedih lagi,Raina akan kembali sama kita sayang"sahut lembut bapak menghapus lelehan air mata istrinya lalu mendekap tubuh wanita yang sudah puluhan tahun mengarungi biduk rumah tangga dengannya. 


Meskipun sempat kekecewaan ia rasa karna ulah sang istri yang mengatakan hal-hal menyakitkan untuk sang Putri,tapi tetap bapak akan memaafkan jika emak bersungguh-sungguh mengakui kesalahannya. 


Beda halnya dengan Edo yang merasa sendiri saat ini,selain kehilangan sang adik ia juga kehilangan sang kekasih.Apalagi kebencian Ines yang tak akan memaafkan dirinya jika Raina tak kunjung ditemukan.


Edo tampak termenung melihat sebuah banner iklan yang tak jauh dari Kantornya,ia melihat wajah wanita yang ia sakiti.Wajah cantik Amel terpampang di banner iklan sebuah skincare.Ia merogoh pemantik untuk menyulut rokok miliknya.


Ia ingat beberapa saat lalu saat tak sengaja bertemu dengan Amel,gadis itu sama sekali tak menyapanya bahkan seakan tak pernah mengenalnya.Hanya berjalan melewati dirinya dengan raut wajah datar. 


"Aku benar-benar jahat"gumamnya meisap rokoknya lalu membumbungkan asap ke udara. 


🌸


🌸


🌸


Sudah sebulan ini Cecek dan Audrey berkomunikasi secara intens,bahkan tak jarang Cecek lebih dulu menelfon Audrey hanya untuk mengingatkan gadis itu makan.Cecek juga mendengar cerita Audrey tentang kecelakaannya dan kisah cintanya bersama dengan Elang,sebisa mungkin Cecek selalu menjadi pendengar yang baik meski hatinya terus berdenyut sakit.


Seperti siang ini Cecek sedang menunggu kedatangan Audrey yang berjanji akan makan bersama dengannya,beberapa kali ia melihat pada Arloji sudah setengah jam Audrey yang ia tunggu tak kunjung datang.Cecek menghembuskan nafas kasar.


"Mungkin dia lupa"batinnya. 


Cecek akan beranjak dari duduknya tapi suara seseorang membuat tubuh Cecek menegang. 


"Omte"panggil gadis yang sedari tadi Cecek tunggu. 


Cecek membalikkan badannya,air mata dari pelupuk mata gadis itu meluncur begitu saja.Gadis itu tersenyum,begitu tampak sejuta kerinduan dari mata bermanik coklat itu. 


Dengan cepat Audrey berlari kearah Cecek,Cecek tampak diam dengan sejuta tanya di benaknya. 


Greb 


"Maaf.. Maaf aku gak ngenalin Omte.. Maaf"tangis Audrey pecah.ia memeluk erat tubuh lelaki dihadapannya yang terdiam bak patung. 


Keduanya seolah menjadi tontonan gratis di Restoran makanan Korea itu,bahkan ada yang merekam kejadian itu. 


Audrey mendongak melihat wajah lelaki yang sempat tak ia kenali,ia melihat Cecek yang menangis dalam diamnya.Tangan Audrey merenggangkan pelukan mereka dan ia meulurkan tangannya untuk menghapus lelehan air mata Cecek. 


"Ceh.. kamu masih sama sweetheart,kamu masih cengeng"gurau Audrey menangkup pipi Cecek. 


"Astaga.. mampus bentar lagi gue jadi artis"ucapnya lirih saat meedarkan pandangannya ia baru sadar jika menjadi tontonan orang-orang di Restoran.


"Om,om punya kresek?"tanya Audrey mencoba menutupi wajahnya menggunakan telapak tangan.


Cecek menggeleng polos.


"Ish.. gara-gara om sih pake ikutan nangis tadi.. "ucapnya lalu ia melihat nampan yang berada dimeja tempat duduk Cecek.Ia meraih nampan dan menarik Cecek agar ikut bersembunyi dibalik nampan lalu kabur dari Restoran Korea itu.Audrey menggenggam tangan Cecek dan secepat kilat berlari dari dalam Restoran. 


"Huh...hah...huh...hah…"Nafas Audrey putus-putus saat sampai di parkiran Resto lalu ia tertawa.


"Asik banget gak sih kayak tadi… berasa shooting sinetron gitu haha...haha…"Tawanya kembali lepas tanpa sadar Cecek terus memperhatikannya.Audrey menoleh dan tatapan keduanya berserobok,Audrey terus tersenyum. 


"Kenapa,aku jadi cakep ya sekarang Om?"tanya Audrey menggoda Cecek yang sedang berperang dengan pikirannya. 


Plak 


Cecek menampar pipinya sendiri. 


"Yak.. Om apa-apaan sih?"teriak Audrey terkejut "Pasti sakit"lanjutnya mengelus pipi Cecek yang seketika merah itu.


Greb


"Ini bener kamu dear.. kamu udah kembali,sungguh ini kamu??"tanya beruntun Cecek memeluk erat tubuh Audrey,Audrey mengangguk cepat ia pun membalas pelukan Cecek dengan erat. 


"Iya.. ini aku Raina Om.. Maaf sempat gak ngenalin Om"tangis Raina kembali terdengar.Ia menyesal.


Cecek menggeleng "Gak dear,bukan kamu yang seharusnya minta maaf tapi Aku.. Aku yang bikin kamu kayak gini.. Maafin aku"


"Semua ini takdir om.. Mungkin memang jalannya harus seperti ini"sahut Raina.Ia merenggangkan pelukan mereka. 


"Jelaskan sama aku.. gimana kamu bisa ingat semua?"tanya Cecek penasaran.


Raina tersenyum "Aku laper… mau makan dulu,habis nangis capek"sahutnya malah kelaparan membuat Cecek tersenyum gemas.Ya.. ini memang kekasihnya,kekasihnya yang doyan makan dan tidur. 


Cup 


Cecek mencium puncak kepala kekasihnya "Aku buatin nasi goreng kayak waktu itu"ucap Cecek laku menggandeng tanga Raina menuju mobil miliknya. 


🌸


🌸


🌸


...Flashback dua hari sebelum pertemuan dengan Cecek...


Pagi ini Audrey hanya duduk santai di samping kolam renang sambil membaca majalah,kepergian sang kekasih ke Singapore membuat ia kembali sendiri.Tiba-tiba seorang maid menghampirinya.


"Nona,ada yang mencari nona didepan"ucap maid padanya. 


Audrey menoleh.


"Siapa bi?"


"Saya juga tidak tau nona,tapi dia bilang orang terdekat nona" 


"Apa mommy dan daddy"batin Audrey.Karna Elang pernah bercerita jika kedua orang tuanya ini sepasang suami istri yang sangat senang travelling,jadi sangat susah untuk diajak bertemu. 


Audrey memasang sandal rumahnya dan berjalan menuju pintu utama.Tampak dua orang berdiri membelakanginya.


"Kalian cari saya"ucap Audrey.


Greb 


Badan Audrey terhuyung saat gadis dihadapannya memeluk erat dirinya sambil menangis.


"Aku kangen kamu"ucapnya disela tangisnya.Audrey dibuat bingung,tapi tangannya reflek membalas pelukan gadis dihadapannya.Tatapannya lalu bersirobok dengan lelaki yang umurnya tak jauh darinya,lelaki itu tersenyum teduh dengan mata yang berkaca-kaca. 


"Aku senang kamu sehat Rain"ucapnya membuat Audrey kebingungan.


"Apa mereka berdua salah orang"batin Audrey.Tapi ia ingat bukan pertama ia dipanggil dengan nama Rain,tapi waktu itu ia juga dipanggil dengan nama yang sama saat di Bandara.


"Siapa Raina?"tanyanya membuat gadis yang memeluknya tak lain adalah Amel itu merenggangkan pelukannya.


Amel menghapus air matanya,menatap intens sahabatnya yang seperti orang linglung.


"Maaf,mungkin kalian salah orang? Aku bukan Raina yang kalian maksut"ucapnya lagi pada Amel dan Niko.Kedua sahabat itu saling pandang. 


Saat Amel akan mengeluarkan ucapannya,cekalan serta remasan tangan Niko menandakan ada sesuatu yang salah dan meminta Amel agar tak bicara sembarangan. 


"Namaku Zivanna Audrey Calista.. "Ia memperkenalkan diri sambil meulurkan tangan.Dengan cepat Niko menyambut uluran tangan itu dan memperkenalkan diri juga,begitu pula dengan Amel.


"Maaf,memang benar kami salah orang.. Kamu terlihat sangat mirip sekali dengan sahabat kami,tapi ternyata bukan.Saya Niko dan ini Amel"ucap Niko merasa tak enak. 


Audrey tersenyum "Gapapa,silahkan masuk.Kebetulan dirumah lagi sepi dan aku butuh teman,kalau tak keberatan silahkan mampir dulu" 


"Baiklah"Dengan cepat Amel menjawab,karna dia juga penasaran akan sahabatnya yang tak meingingat dirinya.


Audrey tersenyum dan masuk lebih dulu,diikuti Amel dan Niko. 


"Besar sekali rumahmu Ra.. eh maksutku Audrey"ucap Amel membuka pembicaraan.Mereka digiring Audrey ke ruang keluarga,tempat ia menghabiskan waktunya bersama Elang.


"Ini rumah pemberian kekasihku.. "sahutnya membuat keduanya mlongo "Oh ya,kalian mau minum apa?"tanyanya dengan tersenyum kearah keduanya.


"Terserah saja,asal bukan air comberan" 


"Iyuh.. yang benar saja,aku gak mungkin gila memberikan kalian minuman seperti itu"sahutnya dengan nada jijik. 


Amel mengernyit,bukan seperti sahabatnya..biasanya jika Raina yang menawarkan dan Amel menyahut seperti itu Raina akan meiyakan ucapan Amel meskipun tak serius meambilkan air comberan 😁.


Audrey pun memanggil bibi dan meminta membuatkan tiga minuman dan beberapa cemilan untuk mereka.


"Kalo boleh tau,apa kalian sepasang kekasih?"tanya Audrey di hadapan Amel dan Niko.Keduanya saling pandang,entah mereka geli sendiri mendengar pertanyaan itu dari sahabatnya ini. 


"Bukan,kami sahabat.. Dan satu lagi sahabat kami Raina"sahut Niko.


Degh! 


Kenapa tiba-tiba berdesir seperti ini pikir Audrey.Raut wajahnya berubah dan itu terlihat jelas dihadapan Niko. 


"Kenapa kalian mencarinya? Bukankah kalian bersahabat"tanya Audrey lagi semakin penasaran. 


"Dua tahun yang lalu,dia mengalami kecelakaan.. Em lalu dia menghilang"sahut Niko lagi.Dengan mata yang terus menatap intens Audrey. 


Degh! 


Dadanya semakin bergemuruh kuat,Audrey mencoba untuk menahannya. 


Kkrriinngg...kkrriinnggg… 


Bunyi telfon rumah membuyarkan perasaan Audrey sekarang,ia menghampiri telfon yang berada di nakas.


"Hallo" 


"……"


"Maafkan aku,ponselnya masih berada di dekat kolam renang" 


"……."


"Baik sayang.. Jangan terlalu lama disana,aku merindukanmu" 


"…. "


"Hhmmmm .. kamu janji ribuan buket bunga Lily oke…" 


"…."


"….. "


"Hhmmm.. aku tau itu"sahut Audrey dengan mengembangkan senyumnya meski Elang tak dapat melihat.Kata cinta yang Elang ungkapkan membuatnya terus tersenyum.Ia pun menutup panggilan. 


Audrey pun duduk kembali di hadapan kedua sahabat yang terus menatapnya.


"Hey.. kenapa kalian menatapku seperti itu?"tanya Audrey.


"Tidak apa-apa..kami hanya kagum melihat wanita secantik kamu" 


"Haha… benarkah? Bagaimana jika aku menjadi sahabat kalian juga? Bolehkah?"tanya Audrey yang memang tak memiliki teman selain Cecek. 


Keduanya tersenyum lalu mengangguk. 


"Ya.. kita akan selalu berteman sampai mati"sahut Amel membuat Audrey terkekeh. 


"Emang bisa berteman sampai mati haha...haha…"ucap Audrey. 


"Bisalah.. itu kata-kata yang selalu dia Raij katakan pada kami"sahut Amel lagi. 


Degh! 


Kenapa setiap nama itu disebut,dadaku berdenyut nyeri pikir Audrey mulai resah. 


"Kalau begitu,bolehkah sebagai sahabat.. Kami mengenal kekasihmu?"tanya Niko hati-hati.


Audrey tersenyum. "Sebentar,akan aku ambilkan sesuatu untuk kalian"Ia pun beranjak dari duduknya lalu menaiki tangga untuk ke lantai dua. 


🌸 


🌸


🌸


Sedangkan di ruang keluarga tadi,air mata Amel meluncur begitu saja saat Audrey pergi. 


"Nik,benarkan dia Rain kan Nik?"tanya Amel mencoba menghapus air matanya.


Niko mengangguk "Tapi ada yang aneh Mel,dia tak mengingat kita.. Sepertinya ada terjadi sesuatu" 


"Apa harus kita pukul kepalanya agar mengenali kita?"tanya Amel tak sabar. 


"Pelan Mel,kita lihat separah apa dia dalam mengingat..aku takut kalau ini karna traumanya" 


"Jangan katakan itu Nik,aku selalu emosi jika teringat kejadian dulu.. Ya Tuhan Rainku yang malang"ucap Amel mengingat perlakuan Edo dan yang lainnya pada sahabatnya itu. 


Tak lama kemudian Audrey datang dengan membawa figura foto dan dua lembar undangan. 


"Hey,lama ya.. maaf ya" 


Keduanya tersenyum maklum.


"Ini untuk kalian.. datanglah"ucap Audrey memberikan undangan pertunangannya dengan Elang.


Jjjeeedddeeerrr


Bagai tersambar petir,tubuh kedua sahabat itu menegang dan syok melihat foto di undangan yang terdapat foto Audrey dengan Elang dalam pose yang sangat intim. 


"I..ini… Ka..ka..mu sa..ma ke..ka..sih,.mu?"tanya Amel terbata.Ya Tuhan kenapa sahabatnya ini masuk kembali kedalam jurang yang sama pikir Amel sedih. 


"Hey,,minumlah dulu.. Kenapa kamu terlihat pucat? Kamu sakit??"tanya balik Audrey khawatir melihat wajah Amel yang memucat.


Dengan cepat Amel meraih minuman dingin itu dan langsung meneguknya hingga tandas.


"Maaf.. aku terlalu terkejut"sahut Amel.


"Terkejut? Apa yang membuatmu terkejut? Kamu mengenal Elang?"tanya Audrey memicingkan matanya.


"Ya.. kami sangat mengenal dia"sahut Niko. 


Wajah Audrey berbinar "Benarkah.. Ceritakan apa saja keburukan kekasihku,dia terlalu sempurna jika dihadapanku sampai aku tak bisa melihat keburukannya"ucapnya antusias.


Amel tak tau harus berbicara apalagi,haruskah ia menceritakan kisah pilu Rain dulu.Niko meremas kertas undangan itu. 


"Elang,dia laki-laki yang dulu memperkosa sahabat kami" ucap Niko terus terang ingin melihat reaksi Audrey.


Degh! 


Raut wajah Audrey berubah tampak pias mendengar ucapan dari Niko.Ia tak percaya ucapan lelaki yang baru saja ia kenal ini. 


"Leluconmu sungguh tidak lucu"ucap Audrey datar,wajahnya berubah 180 derajat. "Sebenci itukah kalian pada Elang hingga kalian mengatakan hal buruk tentangnya"lanjutnya dingin.Ia pun berdiri dari duduknya. 


"Silahkan pergi sekarang"ucapnya lagi tanpa melihat wajah Amel serta Niko.


Audrey benar-benar tak terima dengan apa yang dikatakan Niko,bahkan selama berpacaran Elang tak pernah berbuat macam-macam padanya.


"Apa ini yang Elang bilang,bahwa aku harus hati-hati.. Ceh.. terlalu banyak yang ingin menjatuhkanmu sayang"batin Audrey didepan kedua manusia yang akan beranjak dari duduknya. 


Amel dan Niko yang mendapatkan pengusiran dari gadis yang mirip sahabatnya hanya bisa mengikuti ucapan gadis itu. 


Saat diambang pintu,Amel langsung berbalik menghampiri Audrey.


"Kau harus melihat ini.. Terserah kamu mau percaya atau gak.. Tapi kamu Raina,bukan Audrey"teriak Amel geram sendiri. 


Niko langsung menyeret Amel,karna sahabatnya itu tak seharusnya berbicara kasar pada pengidap amnesia seperti Audrey.


Audrey hanya menatap kedua orang yang keluar dari kediamannya dengan perasaan marah,bahkan dia mengepalkan tangan saat gadis itu mengucapkan hal mustalih. 


🌸


🌸


🌸


Kekesalan Audrey masih terbawa sampai malam tiba,bahkan sekarang ia sangat malas untuk makan malam.Ia menatap meja bundar yang hanya dirinya sendiri duduk disana.Kesepian menyergapnya.


Ting 


Ia meletakkan sendoknya kasar,lalu beranjak dari duduknya dan langsung menuju kamar miliknya.Ia melihat ponsel milik gadis tadi,sengaja ia letakkan di atas nakas.


Tangan Audrey gatal sekali untuk memegang ponsel itu,Audrey menyerah karna sangat penasaran ia membuka ponsel itu. 


Terlihat wallpaper dengan foto gadis yang bernama Amel tadi.


"Apa yang harus aku buka"gumamnya. 


Ia membuka whatsapp terlebih dulu dan ternyata ada chat paling atas dengan nama "Penjagaku",Audrey melihat profil itu ternyata laki-laki yang tadi siang bersama gadis bernama Amel tadi.


📩"Kalau kamu membuka pesan ini,tolong buka video yang aku kirim" chat yang masuk dan karna penasaran Audrey membuka video yang dimaksut. 


Terlihat sebuah kue ulang tahun dipegang oleh seorang perempuan siapa lagi jika bukan Amel sedangkan Niko hanya suaranya yang terdengar.Perlahan keduanya membuka pintu kamar warna putih dan terlihat disana ada gadis yang tengah tengkurap dengan kepala dan rambut menggantung di pinggir ranjang. 


"Dasar kebo kalo tidur udah kayak ada angin ****** beliung"ucap Niko terdengar di rekaman.


Tiba-tiba bunyi.. 


Tin..


Tin…


Tin…..


Suara terompet terdengar memekakan telinga membuat orang yang tidur tadi terperanjat.


"Semangkok mie ayam Bang pake pentol"teriak Gadis itu reflek.


Terdengar riuh tawa karna kelatahan gadis itu,tanpa Audrey sadar ia ikut tersenyum melihat video itu.


"Sialan.. dasar kampreto,lu pada gangguin gue tidur aja"semprot gadis itu sembari menguncir rambutnya. 


Degh! 


Wajah itu terlihat jelas,gadis itu mirip sekali dengan dirinya pikir Audrey.Lalu suara selamat ulang tahun pun terdengar mengalun disana,meskipun yang ulang tahun tengah mengomel karna waktu tidurnya diganggu. 


"Eugh..Hah...hah..hah…"Nafas Audrey tersengal,ia memegang dada kirinya yang terasa sakit.Kepalanya seakan berputar.Ia mencoba mengatur nafasnya tapi tetap dadanya semakin terasa sesak. 


Ia kembali memaksa melihat ponsel tadi,ia sangat penasaran.


Audrey membuka galeri ponsel itu dan disana sangat banyak foto narsis Amel dan lagi,ia melihat foto gadis itu dengan Amel.Gadis yang mirip dengannya tengah memakai kaos warna putih sedangkan Amel menggunakan blouse warna hitam.


Keluar dari galeri,Audrey membuka sosial media milik Amel dan terbuka Instagram milik Amel. 


Terlihat beberapa postingan memposting kata-kata sedih tentang kehilangan dan disana terpampang wajah dirinya.Audrey sampai menutup mulut saking syoknya. 


"Aaaarrggg ……"teriaknya saat sakit kepalanya kembali mendera,ia mengacak kepalanya yang teramat sakit itu.Ia terjerembab saking sakitnya.


"Hah..hah...hah...Aarrrrgggg…"kembali sakit itu datang,Audrey berguling dilantai saking sakitnya.Ia menendang apa saja yang berada disekitarnya.Kilasan-kilasan balik seakan terputar bak kaset rusak dikepalanya saat nyeri itu datang.Ia bahkan harus mengesot sampai menuju nakas.


Tangis serta teriakannya takkan terdengar sampai lantai bawah karna kamar yang kedap suara. 


"Aaarrrgggg …...aaarrggg......hiks...hiks...hiks...."teriaknya kembali kesakitan.Ia mencoba menggapai nakas tapi beberapa kali terjatuh.


Bruk 


Ia pun tak sadarkan diri tergletak dilantai.


🌸


🌸


...° TBC °...


...💜💜💜💜...


...Maaf ya sahabat Omte tersayang,maaf amma telat update karna kegiatan di RL benar-benar padat....


...Jangan bosan ngikutin cerita cinta Omte ya... Kasih semangat buat Omte yuk buat hubungannya dengan Raina kembali membaik ...


...Tinggalin jejak kalian ya sahabat,kasih like,love dan Komen kalian buat Omte.. Apalagi kalo kalian mau kasih hadiah buat Omte,uh.. senangnya hati amma....


...Salam sayang Amma,Omte dan Raina 💜💜🥰😘...